Interaksi kota dan desa zenius

Struktur Keruangan Desa dan Kota – Materi Geografi Kelas 12

Artikel ini membahas struktur keruangan desa dan kota untuk pelajaran Geografi kelas 12.

Hai, sobat Zenius! Waktu masih duduk di bangku SMA, gue pernah mengikuti sebuah program yang disebut live in. Itu menjadi salah satu pengalaman terfavorit dalam hidup gue. Serius deh, gue ngomong gitu bukan karena kita lagi mau bahas soal desa dan kota ya. Memangnya live in itu apa ya dan apa kaitannya dengan materi yang bakal kita bahas hari ini?

Kegiatan live in secara literal bisa diartikan sebagai kegiatan hidup di suatu tempat. Biasanya sekolah di perkotaan mengadakan kegiatan ini dalam bentuk para murid tinggal di pedesaan untuk mengembangkan diri dan membantu masyarakat sekitar. 

Wah pas gue tinggal di desa, berasa banget bedanya. Gue bakal cerita-cerita sambil kita belajar soal struktur keruangan desa dan kota. Lah kok malah cerita? Iya, percaya deh dengan ngalamin hidup di desa dan kota sebenarnya lo bisa ngerasain perbedaan pola atau struktur keruangan desa dan kota. Kuy, langsung saja kita selami kisah live  in gue di Yogyakarta.

desa dan kota

“Desa dan kota.. kira-kira apa ya perbedaan struktur keruangannya?”

Struktur Keruangan Desa

Setelah berjam-jam gue mendekap di bagian belakang truk terbuka, gue dan temen-temen gue akhirnya sampai di pedesaan yang berada di daerah Kabupaten Gunung Kidul. Udaranya seger banget. Jumlah kendaraan di sana jauh lebih rendah dibandingkan di kota. Setelah briefing dan lain-lain, gue langsung bertemu dengan warga-warga di sana. Mereka semua terlihat dekat banget, udah saling kenal semua. Lalu, gue mengikuti salah satu ibu di sana ke rumahnya. Yap, gue dan temen gue tinggal di rumah beliau. Dalam perjalanan, gue bisa lihat persawahan dan berbagai pepohonan. Di setiap rumah ada yang memelihara kerbau, kambing, atau ayam.

Apa itu desa?

Kalo gue harus mendefinisikan desa berdasarkan apa yang gue lihat dan alami, ada satu kata yang wajib ada: agraris. Agraris itu mengacu pada sektor pertanian. Nah, selama gue di sana gue bener-bener bisa merasakan pentingnya sektor pertanian di desa. Dari sini bisa kita simpulkan bahwa desa adalah wilayah yang bercirikan agraris dan masyarakatnya memiliki hubungan kekerabatan yang kental (gemeinschaft).

Sebagai catatan gemeinschaft itu artinya paguyuban. Paguyuban sendiri mengacu pada ikatan solidaritas yang bisa didasari kekerabatan, kesamaan tempat tinggal, atau kesamaan tempat kerja.

Pola keruangan desa

Desa yang gue tinggali itu berada di wilayah pegunungan atau perbukitan gitu. Rumah-rumah yang ada di sana cenderung menyebar, karena harus disesuaikan dengan bentuk relief tanah yang ada. Kalo pergi ke rumah tetangga, kadang melewati tanjakan dan turunan. Tanahnya emang nggak rata. Dari pola perumahan yang gue lihat, rasanya desa gue itu termasuk desa dengan pola keruangan menyebar. Tapi, coba kita lihat dulu ya memangnya pola keruangan desa itu ada apa aja sih?

Pola Linier atau Memanjang

desa dan kota - desa linier
Dok: Zenius Education | Silahkan tonton di sini untuk penjelasan lebih lanjut.

Dari namanya ‘linier’ pastinya pola ini berhubungan dengan garis lurus. Desa dengan pola linier memiliki bentuk yang mengikuti entah jalan atau sungai sehingga mobilitas penduduk, barang, dan jasa lebih dimudahkan. Bisa juga memanjang mengikuti garis pantai apalagi bagi masyarakat nelayan yang memang perlu beraktivitas di sekitar laut.

Pola Memusat atau Terpusat

desa dan kota - desa terpusat
Dok: Zenius Education | Silahkan tonton di sini untuk penjelasan lebih lanjut.

Pola pemukiman terpusat ini bisa terjadi karena banyak orang yang tinggal di area tertentu sehingga permukimannya terpusat di lokasi tersebut. Kenapa orang-orang mau tinggal di situ? Bisa jadi karena tanahnya bagus. Menurut lo, kira-kira apa aja sih alasan yang masuk akal? Jawab ya di kolom komentar.

Pola Menyebar atau Terbesar

desa dan kota - desa menyebar
Dok: Zenius Education | Silahkan tonton di sini untuk penjelasan lebih lanjut.

Pola tersebar biasanya dapat ditemukan di wilayah pegunungan atau dataran yang memiliki teknologi pertanian tinggi. Maksudnya gimana nih? Kalo di pegunungan, warga tentu harus mencari tanah yang cukup datar untuk bisa membuat rumah mereka. Memungkinkan faktor topografi mempengaruhi lokasi rumah-rumah di wilayah seperti ini.

Selain wilayah pegunungan, pola tersebar juga bisa ditemukan di dataran rendah. Ini agak jarang di Indonesia. Namun, lo bisa menemukan pola seperti ini di luar negeri. Kalo lo suka nonton film barat, lo bisa lihat peternakan di sana itu pada berjauhan. Satu rumah dengan rumah yang lain benar-benar tersebar jauh, dipisahkan ladang besar dan peternakan. Ini karena petani di sana memiliki teknologi yang bagus untuk merawat lahan sebesar itu.

Mengelilingi Fasilitas Tertentu

desa dan kota - desa terpusat
Dok: Zenius Education | Silahkan tonton di sini untuk penjelasan lebih lanjut.

Biasanya mengelilingi fasilitas tertentu contohnya sumber mata air seperti waduk atau danau. Coba, kira-kira apa aja ya yang mungkin jadi ‘pusat’ permukiman? Coba jawab di kolom komentar ya.

Klasifikasi desa

Selanjutnya, kita akan bahas soal klasifikasi desa. Desa berdasarkan perkembangannya dapat dibagi menjadi tiga. Berikut ini beberapa klasifikasi dan penjelasan singkatnya. Nanti kita simpulkan bareng-bareng ya desa gue termasuk yang mana.

Desa Swadaya

Desa swadaya bisa dibilang desa yang paling sederhana, dicirikan dengan kehidupan yang bergantung pada alam, produktivitas rendah, dan pekerjaan homogen. Contohnya, desa Anak Dalam dan Suku Baduy.

Suku Baduy
Ilustrasi Suku Baduy | Dok: Wikipedia Commons

Desa Swakarya

Desa swakarya kadang disebut sebagai desa transisi. Desa ini mampu menyelenggarakan pemerintah dan adat istiadatnya mulai longgar. Dibandingkan desa swadaya, pekerjaan di desa ini beragam. Contohnya seperti desa di Kalimantan.

Desa Swasembada

Desa swasembada adalah desa mandiri dengan sarana prasarana lengkap. Pengelolaan administrasi desa juga tergolong baik dan terorganisir. Pekerjaannya banyak bergerak di bidang jasa. Contohnya seperti Desa Selo yang terletak di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Struktur Keruangan Kota

Sobat Zenius, tadi kita sudah membahas struktur keruangan desa. Sekarang, waktunya kita pindah ke kota.  Kira-kira gimana ya struktur keruangan kota? Pastinya beda ya sama desa tadi, yuk kita bahas bareng-bareng.

Apa itu kota?

Kalau tadi desa erat hubungannya dengan kata ‘agraris’, kota justru kebalikannya. Kota dapat didefinisikan sebagai wilayah yang memiliki ciri non agraris dan masyarakatnya cenderung individualistis. Kegiatan ekonomi di perkotaan biasanya berbasis sektor industri dan jasa.

Tahapan perkembangan kota

Tentu saja sebuah kota pasti melalui berbagai tahapan hingga bisa mencapai kondisi yang sekarang. Apakah saat ini lo sedang tinggal di kota? Coba lo lihat penjelasan tiap tahap perkembangan kota di bawah ini. Di sini ada enam tahapan: eopolis, polis, metropolis, megapolis, tyranopolis, dan nekropolis.

desa dan kota - tahapan perkembangan kota
Dok: Zenius Education

Wuow..kalo ngeliat tahapan di atas, ternyata tahapan akhir kota itu bisa mencapai nekropolis. Kalo lo suka main game  kayak gue, lo pasti tahu ‘nekro’ itu biasanya berhubungan dengan kematian, mayat, atau tengkorak. Nah, kota nekropolis itu ya kota yang mati, nggak ada penduduknya. Adakah contohnya di dunia ini? Ada! Nih, gambarnya.

Chernobyl contoh kota nekropolis
Chernobyl di Ukraina | Dok: abcnews

Pola penggunaan lahan atau keruangan kota

Untuk pola keruangan kota, ada tiga teori yang bakal kita bahas: teori konsentris, teori sektoral, dan teori inti ganda. Yuk kita bahas secara singkat satu persatu.

Teori konsentris

Pola kota menurut teori konsentris itu polanya melingkar dari pusat hingga ke daerah terluar (pinggiran). Coba lihat gambar di bawah ini deh. 

teori konsentris
Teori Konsentris | Dok: Zenius Education
  • Zona 1 : zona pusat kegiatan yang disebut Central Business District (CBD)
  • Zona 2 :zona peralihan di mana daerah perdagangan yang beralih ke permukiman
  • Zona 3: Permukiman kelas pekerja atau buruh
  • Zona 4: Permukiman kelas menengah
  • Zona 5 : Penglaju alias zona permukiman yang beralih ke zona pertanian

Teori sektoral

Seperti pola pada teori konsentris, pola pada teori sektoral juga punya pusat. Namun, pola keruangan kota di luar pusat berbentuk seperti sektor memanjang sehingga letak tiap sektor bebas. Berikut ini contoh gambaran keruangan kota berdasarkan teori sektoral.

teori sektoral
Teori Sektoral | Dok: Zenius Education

  • Zona 1 : zona pusat kegiatan yang disebut Central Business District (CBD)
  • Zona 2 :zona grosir dan manufaktur
  • Zona 3: Permukiman kelas rendah
  • Zona 4: Permukiman kelas menengah
  • Zona 5 : Permukiman kelas atas

Teori inti ganda

Pola keruangan kota menurut teori inti ganda berbentuk tidak beraturan. Jumlah pusat kegiatannya pun tidak hanya satu, bisa ganda. Oleh karena itu,polanya terlihat seperti tersebar dan kompleks. Mari kita lihat contoh gambaran pola keruangan kota berdasarkan teori inti ganda di bawah ini.

teori inti ganda
Teori Inti Ganda | Dok: Zenius Education
  • Zona 1: zona pusat kegiatan yang disebut Central Business District (CBD)
  • Zona 2: zona grosir dan manufaktur
  • Zona 3: permukiman kelas rendah
  • Zona 4: permukiman kelas menengah
  • Zona 5: permukiman kelas atas
  • Zona 6: daerah manufaktur berat
  • Zona 7: daerah di luar CBD
  • Zona 8: permukiman suburban
  • Zona 9: daerah industri suburban

Barusan lo udah lihat pola keruangan kota berdasarkan tiga teori yang berbeda. Di setiap teori tersebut, lo bisa menemukan zona pusat kegiatan yang disebut Central Business District (CBD). Nah, sebenarnya apa sih CBD itu?

CBD bisa dibilang merupakan pusat atau inti kota dimana kegiatan ekonomi dan pemerintahan sangat tinggi. Biasanya permukiman di sini sangat sedikit dan nilai jual atau sewa tanah pun juga tinggi. Berhubung zona ini sangat sibuk, jumlah dan pergerakan orang di sekitar zona ini besar. Bisa terbayangkan seperti apa penampakan CBD dari deskripsi tadi?

Contoh CBD

Belajar Geografi bersama Zenius

Oke sobat Zenius, sampai di sini dulu ya pembahasan materi struktur keruangan kota dan desa. Kalo lo ingin belajar lebih lanjut, silahkan tonton video-videonya di sini. Pastikan lo punya akun Zenius ya supaya bisa akses video materi, flashcard, chapter summary, quiz, dan tes evaluasinya.  

Interaksi Keruangan Desa dan Kota Belajar dengan Zenius

Di artikel selanjutnya, gue bakal ngelanjutin kisah live in gue sambil kita bahas kekuatan interaksi desa dan kota. Yap betul banget, kita akan belajar cara menghitung kekuatan interaksi desa dan kota serta berbagai dampak interaksi tersebut terhadap desa dan kota itu sendiri.

Bagaimana sobat zenius, apakah lo ada pertanyaan struktur keruangan kota dan desa? Atau mungkin lo punya ide untuk artikel selanjutnya? Kalau lo punya pertanyaan maupun pernyataan, jangan ragu buat komen di kolom komentar, oke? Sampai sini dulu artikel kali ini dan sampai jumpa di artikel selanjutnya, ciao!

Baca juga:

Wilayah dan Tata Ruang Indonesia – Materi Geografi Kelas 12

Bagikan artikel ini: