Interaksi desa dan kota - zenius education

Kekuatan Interaksi Desa dan Kota – Materi Geografi Kelas 12

Artikel ini membahas interaksi desa dan kota: zona interaksi, faktor pendorong, dampak, dan cara menghitung interaksi desa dan kota untuk materi Geografi kelas 12.

Hai sobat Zenius! Sebelumnya kita sudah bahas soal struktur keruangan desa dan kota. Dari situ, kita bisa tahu bahwa keruangan desa dan kota memang berbeda namun keduanya tetap berhubungan dan berinteraksi. Emangnya kayak gimana sih interaksi desa dan kota? 

Coba deh jawab poll di bawah ini.

Apa makanan favoritmu?

View Results

Loading ... Loading ...

Apapun jawaban lo, kalo dipikir-pikir lagi makanan favorit lo itu memerlukan berbagai bahan untuk dibuat. Bahan-bahan tersebut biasanya datang dari desa. Misalnya yang paling simpel deh, nasi goreng. Bayangkan lo lagi makan nasi goreng di salah satu warung di kota besar gitu ya.

nasi goreng piqsels (1)
Ilustrasi nasi goreng | Sumber: Piqsels

Coba ya kita bedah bareng-bareng. Pertama, nasi sendiri berasal dari mana? Tentunya dari beras hasil pertanian atau persawahan di desa. Lalu di situ terpampang nyata sebuah telur cantik yang sudah di goreng. Tentu itu hasil produksi para ayam di desa. Untuk bumbu dan hiasan pun, misalnya ada bawang merah dan daun bawang, semua juga hasil pertanian di desa. Itulah contoh interaksi desa dan kota.

Nah, untuk mendalami materi interaksi desa dan kota lebih lanjut, kita akan bahas faktor pendorong desa dan kota, zona interaksi desa dan kota, dampak positif serta negatif dari interaksi desa dan kota, dan cara menghitung kekuatan interaksi desa dan kota. Yuk langsung saja kita mulai.

Faktor pendorong interaksi desa dan kota

Apa saja hal atau faktor pendorong interaksi desa dan kota? Tadi kita sempat bahas soal nasi goreng di kota yang ternyata bahan-bahannya dari desa. Kira-kira dari contoh tersebut, apakah lo bisa simpulkan apa yang mendorong interaksi?

Coba kita lihat dari contoh lain ya. Misalnya di desa ada perkebunan pohon kapas. Nah, kapas tersebut kemudian dibawa ke kota dan diolah oleh pabrik tekstil setempat. Hasil produksi berupa pakaian kemudian dapat dinikmati oleh masyarakat kota dan desa. Dari sini kita bisa simpulkan bahwa interaksi khususnya antara kota dan desa merupakan sebuah hubungan yang memiliki dampak bagi kota dan desa. Hubungan ini bersifat timbal balik. Jadi, apa nih faktor pendorongnya?

“Desa dan kota itu saling membutuhkan.”

contoh interaksi desa dan kota
Ilustrasi Interaksi Desa dan Kota | Zenius Education

Ya benar sekali, desa dan kota memang saling membutuhkan. Itu baru salah satu faktor yang disebut regional complementary. Masih ada dua faktor lainnya yaitu spatial transfer ability dan intervening opportunity. Yuk kita bahas ketiganya bareng-bareng.

Regional complementary

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, desa dan kota saling membutuhkan karena desa dapat menyediakan bahan pangan atau mentah sedangkan kota dapat memproduksi produk olahan yang bisa dikonsumsi desa dan kota.

Fakta Menarik!

Hinterland adalah desa yang berperan memasok kebutuhan pokok penduduk kota. Biasanya berada di sekitar perkotaan besar.

Spatial transfer ability

Kemudahan transportasi atau perpindahan juga merupakan salah satu faktor yang mendorong terjadinya interaksi antara desa dan kota. Misalnya, ada Kota A yang membutuhkan sebuah bahan mentah yang bisa disediakan oleh Desa B atau Desa C. Lokasi Desa B jauh dari Kota A dan topografinya juga menantang. Sedangkan, ada akses berupa jalan yang aman, mudah, dan murah untuk dilalui ke Desa C. Tentu saja dengan begitu interaksi Kota A dan Desa C lebih mudah terjadi.

Intervening opportunity

Intervening opportunity - Interaksi Desa dan Kota
Intervening Opportunity | Dok: Zenius Education

Yang dimaksud dengan faktor intervening opportunity adalah ketika ada intervensi di dalam sebuah hubungan atau interaksi desa dan kota. Intervensi ini bisa jadi dikarenakan adanya desa atau kota lain yang hadir atau karena suatu kejadian seperti kelangkaan dan bencana alam.

Zona interaksi desa dan kota

Menurut Bintarto, interaksi desa dan kota menyebabkan terbentuknya zona-zona yang dapat digambarkan seperti ilustrasi pola konsentris di bawah ini.

zona interaksi desa dan kota
Zona Interaksi Desa dan Kota | Zenius Education
NoZonaArti
1CityPusat kota
2SuburbanDaerah penglaju (penduduk yang sering berpindah/bepergian ke kota)
3Suburban fringeDaerah peralihan (lebih di tepi dibanding suburban)
4Urban fringePinggir kota
5Rural urban fringeJalur batas kota-desa
6Rural Desa

Begitulah gambaran pembagian zona interaksi desa dan kota. Kalo lo ada pertanyaan, jangan ragu buat tulis pertanyaannya di kolom komentar ya!

Dampak interaksi bagi desa dan kota

Adanya interaksi antara desa dan kota tentu memberikan dampak yang positif dan negatif bagi desa dan kota itu sendiri. Kira-kira apa saja ya dampaknya? 

Dampak positif interaksi desa kota-bagi desa

  • Terbukanya lapangan kerja yang variatif bagi masyarakat desa
  • Meningkatnya pengetahuan dan menurunnya angka buta huruf
  • Terbukanya peluang untuk usaha atau wiraswasta

Dampak negatif interaksi desa-kota bagi desa

  • Penduduk desa terutama generasi muda semakin menurun
  • Budaya dan paguyuban di desa mulai memudar
  • Berkurangnya lahan pertanian dikarenakan alih fungsi lahan menjadi pabrik

Dampak positif interaksi desa-kota bagi kota

  • Mendapatkan SDM untuk perusahaan dan pabrik
  • Mendapatkan pasokan bahan mentah dan bahan baku lainnya 
  • Dapat memasarkan produk hasil olahan ke desa

Dampak negatif interaksi desa-kota bagi kota

  • Terdapat tempat kumuh atau slum area
  • Meningkatnya tingkat kriminalitas dan pengangguran
  • Meningkatnya polusi dan kemacetan

Ngomong-ngomong soal dampak interaksi desa-kota, mari kita lanjut dari kisah live in yang gue ceritakan di artikel sebelumnya, gue tinggal di salah satu rumah penduduk. Kebetulan keluarga yang menampung gue punya dua anak. Anak pertamanya sudah menikah dan pindah ke kota. Sedangkan, anak keduanya bekerja di pabrik tekstil. Anak yang kedua ini masih sering pulang ke desa karena letak pabrik tempat ia bekerja terletak di sebuah kota yang nggak jauh dari desa tersebut. 

Dari potongan kisah di atas, lo udah bisa lihat kan kedua anak tersebut aktif tinggal atau bekerja di kota. Selama tinggal di sana, gue sempet diajak ke sebuah lahan di bukit milik keluarga. Di situ ada pohon kapas dan tumbuhan singkong. Keluarga ini sebenarnya punya lahan luas di pegunungan tapi anak-anaknya nggak ada yang mau ngurusin lahan tersebut. Ternyata keluarga lain pun banyak yang begitu, anak-anak mereka memilih untuk kerja di kota karena penghasilannya lebih baik dan pekerjaannya lebih bermacam-macam. 

Warga yang masih tinggal di desa itu rata-rata merupakan orang tua yang anaknya entah udah pindah atau kerja di kota. Mereka juga udah nggak gitu produktif di bidang pertanian. Soalnya, anak mereka udah cukup mapan dan bisa kirim uang dari kota. Tapi kalo dipikir-pikir, bahaya juga ya. Kalo semua desa jadi kayak gini, siapa yang bakal ngurusin pertanian dan pasokan bahan pokok? Gimana, ada solusi nggak sobat Zenius? Jadi inget beberapa waktu lalu sempat trending soal pemimpin kita ingin generasi muda tertarik jadi petani.

Menghitung kekuatan interaksi desa dan kota

Kekuatan interaksi desa-kota itu bisa diukur lho! Selain kekuatan interaksi, ada juga rumus titik henti dan rumus indeks konektivitas yang bisa digunakan untuk pengukuran lain yang masih berhubungan dengan interaksi desa-kota atau antar wilayah lainnya. Penasaran kayak gimana? Yuk kita perhatikan satu per satu.

Rumus kekuatan interaksi

Rumus yang dikemukakan oleh W.J. Reilly ini dapat digunakan untuk mengetahui sekuat apa hubungan antara suatu wilayah. Bisa jadi antara kota ke desa, kota ke kota, dan desa ke desa. Rumusnya dapat dilihat di bawah ini.

Rumus kekuatan interaksi
Rumus Kekuatan Interaksi | Dok: Zenius Education

Keterangan:

  • Iab = kekuatan interaksi wilayah A dengan B
  • Pa = jumlah penduduk wilayah A
  • Pb = jumlah penduduk wilayah B
  • Dab = jarak antara wilayah A dengan B

Rumus titik henti

rumus titik henti Interaksi Desa dan Kota
Ilustrasi Titik Henti | Zenius Education

Teori titik henti (breaking point theory) digunakan untuk mengetahui penempatan lokasi industri dan fasilitas umum antara dua wilayah. Namun perlu dicatat bahwa teori ini hanya bisa digunakan untuk mengukur dua wilayah yang keadaan ekonomi penduduknya relatif sama, sarana prasarana transportasi memadai, daya beli masyarakat sama, dan topografi wilayahnya datar. Berikut ini rumusnya.

formula rumus titik henti
Rumus Titik Henti | Zenius Education

Keterangan : 

  • DAB = Jarak lokasi titik henti yang diukur dari lokasi A 
  • DBA = Jarak lokasi titik henti yang diukur dari lokasi B 
  • PA = Jumlah populasi di lokasi A 
  • PB = Jumlah populasi di lokasi B
  • dab = jarak antara lokasi A dan B 

Dari rumus di atas, dapat disimpulkan bahwa titik henti diukur berdasarkan jumlah populasi dan jarak antar wilayah.

Rumus indeks konektivitas

Rumus Indeks Konektivitas ilustrasi
Ilustrasi Konektivitas Jalan | Dok: Zenius Education

Tentunya adanya sarana transportasi seperti ketersediaan jalan dan infrastruktur merupakan salah satu faktor penting agar interaksi antara satu wilayah dengan yang lainnya bisa berjalan dengan baik. Menurut K.J. Kansky, kita bisa melihat kemungkinan kekuatan interaksi dengan melihat banyaknya jaringan jalan dan kota. Berikut ini rumus indeks konektivitas dengan catatan B merupakan indeks konektivitas.

Rumus Indeks Konektivitas
Rumus Indeks Konektivitas | Dok: Zenius Education

Itulah beberapa teori dan rumus menarik yang berhubungan dengan interaksi wilayah. Seperti biasa, silahkan komen di kolom komentar kalo lo ada pertanyaan ya.

Belajar Geografi bersama Zenius

Oke sobat Zenius, sampai di sini dulu ya pembahasan materi kekuatan interaksi desa dan kota. Kalo lo ingin belajar lebih lanjut, silahkan tonton video-videonya di sini. Pastikan lo punya akun Zenius ya supaya bisa akses video materi, flashcard, chapter summary, quiz, dan tes evaluasinya.  

Bagaimana sobat zenius, apakah lo ada pertanyaan seputar topik kita kali ini? Atau mungkin lo punya ide untuk artikel selanjutnya? Kalau lo punya pertanyaan maupun pernyataan, jangan ragu buat komen di kolom komentar, oke? Sampai sini dulu artikel kali ini dan sampai jumpa di artikel selanjutnya, ciao!

Baca juga

Wilayah dan Tata Ruang Indonesia – Materi Geografi Kelas 12

Struktur Keruangan Desa dan Kota – Materi Geografi Kelas 12

Kekuatan Interaksi Desa dan Kota – Materi Geografi Kelas 12

Bagikan artikel ini: