Pusat Pertumbuhan Wilayah Zenius Blog

Pusat Pertumbuhan Wilayah – Materi Geografi Kelas 12

Artikel ini membahas pusat pertumbuhan wilayah melalui empat teori yaitu teori kutub pertumbuhan (growth poles theory), teori polarisasi ekonomi, teori menetes ke bawah (trickle down theory), dan teori sentral untuk pelajaran Geografi kelas 12.

Hai sobat Zenius! Menurut lo, di mana sih wilayah pusat pertumbuhan di Indonesia? Mungkin lo langsung kepikiran sama kota-kota besar yang terlihat lebih maju dibanding wilayah di sekitarnya. Apalagi kalau dilihat dari infrastruktur modern dan banyaknya kegiatan ekonomi yang berjalan kayak di Kota Jakarta, Surabaya, atau Makassar. Lho tapi memangnya pusat pertumbuhan itu apa? 

 

Apa itu pusat pertumbuhan?

Pusat pertumbuhan atau growth pole adalah wilayah dengan pertumbuhan yang sangat pesat ketika dibandingkan dengan wilayah lain. Wilayah ini menjadi pusat pertumbuhan yang bisa mempengaruhi pembangunan wilayah lain di sekitarnya. Selain itu pusat pertumbuhan biasanya berperan menjadi pusat pelayanan bagi daerah sekitar.

Contoh pusat pertumbuhan yang terkenal adalah wilayah Silicon Valley di San Jose, California. Wilayah tersebut memiliki pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat terutama berkat industri teknologi yang ada di dalamnya. 

 

Faktor penyebab suatu wilayah menjadi pusat pertumbuhan

Tentunya banyak banget faktor yang mempengaruhi terbentuknya sebuah pusat pertumbuhan di suatu wilayah. Bisa jadi karena faktor geografis, ekonomi, sosial, dan lain-lain. Berikut ini beberapa contoh faktor penyebab suatu wilayah menjadi pusat pertumbuhan.

  • Kondisi geografis seperti jenis dataran, iklim, dan kesuburan tanah.
  • Lengkapnya fasilitas (kesehatan, tempat tinggal, dsb) dan infrastruktur (jalanan dan transportasi) sehingga mendukung kondisi ekonomi dan sosial.
  • Adanya industri sehingga banyak lapangan kerja dan tempat tinggal.

Mengapa kita perlu mengetahui pusat pertumbuhan wilayah?

Dengan mengetahui pusat pertumbuhan wilayah, kita jadi tahu wilayah atau kawasan mana aja yang pertumbuhannya pesat sehingga kita bisa paham pengaruh dan peran wilayah-wilayah tersebut ke wilayah sekitarnya.

 

Teori pusat pertumbuhan wilayah

Nah, sebenarnya ada beberapa teori yang berkaitan dengan pusat pertumbuhan wilayah. Kita akan bahas beberapa diantaranya. Contohnya ada Teori Kutub Pertumbuhan, Teori Polarisasi Ekonomi, Trickle Down Theory yang sebenarnya merupakan dasar-dasar dari Teori Kutub Pertumbuhan. Selain itu, kita juga akan membahas Teori Tempat Sentral. Tanpa berlama-lama lagi, yuk kita bahas satu per satu. 

Dasar-dasar Teori Kutub Pertumbuhan - Pusat Pertumbuhan Wilayah
Dasar-dasar Teori Kutub Pertumbuhan | Dok: Zenius Education

Teori Kutub Pertumbuhan (Growth Poles Theory)

Teori yang dikemukakan oleh Francois Perroux pada tahun 1955 ini menyimpulkan bahwa pertumbuhan dan pembangunan di setiap wilayah tidak terjadi secara bersamaan. Setiap wilayah memiliki kecepatan dan intensitas masing-masing berdasarkan potensial yang ada. 

Menurut Perroux, pusat pertumbuhan akan menimbulkan dua dampak yang disebut kekuatan sentrifugal dan sentripetal. Gimana tuh maksudnya?

Kutub Pertumbuhan - Pusat Pertumbuhan Wilayah
Dampak Pusat Pertumbuhan Wilayah | Sumber: Zenius Education

Nah, dari Teori Kutub Pertumbuhan ini terdapat dampak positif yang dijelaskan dengan Teori Trickle-down dan dampak negatif yang dijelaskan dengan Teori Polarisasi Ekonomi. Yuk, kita mulai bahas dari Teori Trickle-down.

 

Teori Ekonomi “menetes ke bawah” (Trickle Down Theory)

Menurut Teori Trickle-down yang dikemukakan Hirschman pada tahun 1959, pembangunan bisa terfokus pada sektor penting saja (industri) dengan harapan dapat menstimulasi sektor lainnya.

Coba lihat gambar di bawah. Kira-kira gambaran Teori Trickle-down seperti tumpukan gelas di sebelah kiri. Namun, kenyataan yang terjadi digambarkan oleh  tumpukan gelas di sebelah kanan. 

Trickle Down Theory - Pusat Pertumbuhan Wilayah
Trickle Down Theory | Dok: Zenius Education

Sobat Zenius, menurut lo apa contoh nyata dari gambaran kondisi ini? Fenomena ini dicerminkan oleh salah satu kota yang menjadi pusat industri di Indonesia: Kota Karawang. Di kota ini, lo bisa lihat banyak banget perusahaan dan pabrik yang produk-produknya pasti lo kenali.

Berdasarkan ekspektasi Teori Trickle-down tadi, harusnya berkembangnya industri dan pabrik di Karawang ini dapat mendorong perkembangan sektor lainnya. Namun kenyataannya, lahan pertanian di sana justru semakin sempit dikarenakan pembangunan industri yang terus meluas.

Foto Karawang - Pusat Pertumbuhan Wilayah
Foto Karawang | Dok: Kompasiana

Teori Polarisasi Ekonomi

Berdasarkan Teori Polarisasi Ekonomi(1955) oleh Gunnar Myrdal, setiap daerah memiliki pusat yang menjadi daya tarik masuknya tenaga kerja, modal, dan barang dagangan. Untuk contoh paling mudah, kita bisa bahas desa dan kota. 

Menurut teori ini, kota sebagai pusat pertumbuhan menjadi daya tarik bagi orang-orang yang tinggal di pinggiran. Pinggiran di sini biasanya berarti desa dan daerah lain di sekitar kota. Pertanyaannya, apakah ini suatu hal yang baik?

Ilustrasi Hubungan Desa dan Kota - Pusat Pertumbuhan Wilayah
Ilustrasi Hubungan Desa dan Kota

Ada dampak positif dan negatif dari fenomena ini. Dampak positif ini disebut spread effect. Sedangkan, dampak negatif disebut backwash effect. Berikut ini beberapa spread effect dan backwash effect menurut Teori Polarisasi Ekonomi.

Dampak positif (spread effect)

  • Kesempatan bekerja bertambah
  • Upah buruh semakin tinggi
  • Bahan mentah dapat dipasarkan

Dampak negatif (backwash effect)

  • Kriminalitas meningkat
  • Kerusakan lingkungan 

Bisa dilihat dari dampak di atas, sebenarnya polarisasi ekonomi mendorong pertumbuhan ekonomi baik di pusat pertumbuhan (kota) maupun daerah sekitarnya (pedesaan).  Lalu apa yang harus dilakukan untuk meminimalisir backwash effect tadi? Dapat dilakukan pembatasan migrasi atau urbanisasi, pencegahan modal keluar dari daerah pinggiran, serta pembangunan di daerah pinggiran dan pedesaan.

 

Teori Tempat Sentral

Menurut Teori Tempat Sentral yang dikemukakan oleh Christaller, tempat sentral merupakan pusat pasar untuk pertukaran barang dan jasa. Faktor lokasi sangat penting dalam pemasaran. Selain itu, antar tempat sentral akan saling bersaing satu sama lain.

Ilustrasi Teori Sentral - Pusat Pertumbuhan Wilayah
Ilustrasi Teori Sentral | Dok: Zenius Education

Menurut teori ini, ada tiga macam hierarki tempat sentral yang dinotasikan dengan K. Supaya nggak bingung, coba lihat ilustrasi di bawah ini.

 

Belajar Geografi bersama Zenius

Oke sobat Zenius, itulah pembahasan singkat materi pusat pertumbuhan wilayah. Sebelum lo pindah ke artikel lain, bolehlah istirahat dulu sambil nonton video ini. Hayoo.. kenapa kota-kota besar Indonesia banyak berada di dataran rendah?

Kenapa Pusat Pertumbuhan Wilayah Dataran Rendah
Silahkan akses videonya di sini.

Oke sobat Zenius, sampai di sini dulu ya pembahasan materi pusat pertumbuhan wilayah. Kalo lo ingin belajar lebih lanjut, silahkan tonton video-videonya di sini. Pastikan lo punya akun Zenius ya supaya bisa akses video materi, flashcard, chapter summary, quiz, dan tes evaluasinya.  

Bagaimana sobat zenius, apakah lo ada pertanyaan seputar topik kita kali ini? Atau mungkin lo punya ide untuk artikel selanjutnya? Kalau lo punya pertanyaan maupun pernyataan, jangan ragu buat komen di kolom komentar, oke? Sampai sini dulu artikel kali ini dan sampai jumpa di artikel selanjutnya, ciao!

Bagikan Artikel Ini!