Cinta Masa Remaja, Apa Hubungannya dengan Pubertas? 17

Cinta Masa Remaja, Apa Hubungannya dengan Pubertas?

Hayo … siapa yang di sini suka nonton film? Kalau iya, bisa banget nih nonton film yang baru aja dirilis Netflix pada awal Februari berjudul The Tinder Swindler (2022).

Poster film The Tinder Swindler (2022) (dok. Netflixjunkie)
Poster film The Tinder Swindler, 2022 (dok. Netflixjunkie)

Jadi, film dokumenter bergenre kriminal ini menceritakan tentang kisah Simon Leviev (pemeran utama lelaki), yang menipu banyak perempuan melalui aplikasi kencan bernama Tinder.

Nah, Simon ini punya trik tersendiri untuk mengelabui perempuan. Awalnya, Simon bakal mengajak bertemu perempuan dari aplikasi Tinder. Banyak korban tertipu dengan sosok Simon yang terlihat seperti orang kaya raya.

Dari situ, Simon mulai mencoba membangun hubungan lebih dekat lagi. Sampai akhirnya, korban bisa percaya dengannya. 

Nah, barulah Simon menjalankan modus penipuan dengan meminjam uang ke korban. Dia beralasan kartu kreditnya tidak bisa dipakai takut akan terlacak oleh musuh bisnisnya. Sontak, korban pun merasa iba dan rela meminjamkan uang begitu banyak untuknya.

Hal menarik yang bisa diambil dari film ini, yaitu cara Simon melakukan kedekatan emosional ke korban. Yap! Kedekatan emosional itu sebenarnya penting banget, lho.

Bahkan menurut  Healthline, platform kesehatan dari Amerika Serikat, kedekatan emosional udah lebih jauh dari tahap cinta. 

Supaya elo nggak bingung, yuk kita bahas tahapan cinta di masa remaja, sampai tahap di mana seseorang bisa mencapai kedekatan emosional.

Baca juga: Infografis: 12 Binatang Sebagai Lambang Zodiak China

Apa Itu Cinta?

Sebelum merasa dekat secara emosional, biasanya orang-orang akan mengalami jatuh cinta dahulu. Lalu, sebetulnya apa itu cinta?

Dilansir dari Verywellmind, salah satu platform kesehatan mental dari Amerika Serikat, cinta merupakan sepaket emosi dan perilaku yang melibatkan perhatian, kasih sayang, kepercayaan, sampai rasa ingin melindungi.

Emosi yang didapat dari orang yang jatuh cinta juga cukup beragam, lho. Kalau dari segi positif, itu menimbulkan kegembiraan sampai kepuasan. Sedangkan emosi negatifnya, bisa menimbulkan kecemburuan.

Apalagi kalau udah putus cinta, emosi yang didapat bisa beragam banget dan berpengaruh ke otak elo, lho. Kalau penasaran, bisa banget cari tahu lebih banyak di Kenapa Putus Cinta Bikin Dada Nyesek?, ya!

Nah, cinta ini sebenarnya beragam banget jenisnya. Kalau menurut Verywellmind, cinta terbagi menjadi lima tipe.

Lima jenis cinta menurut Verywellmind (Arsip Zenius)
Lima jenis cinta menurut Verywellmind (Arsip Zenius)

Dari kelima jenis cinta itu, kira-kira mana sih yang pernah elo alami? Yuk, cerita di kolom komentar!

Baca juga: Fenomena Cyberbullying, Kenapa Pelaku Suka Merundung?

Apa Kaitannya Pubertas dan Jatuh Cinta?

Dilansir dari The British Psychological Society (BPS), salah satu platform para psikolog di Inggris, jatuh cinta ada hubungannya sama pubertas, lho. Penasaran? Yuk, cari tahu di sini!

Kalau menurut NHS, salah satu layanan kesehatan milik Inggris, sebenarnya pubertas terjadi dengan umur yang bervariasi. Mulai dari 8 sampai 14 tahun, dengan tahapan yang berbeda-beda di setiap tahunnya.

Untuk umur rata-rata perempuan yang mengalami pubertas ini dimulai dari 11 tahun. Tanda fisik yang bisa dilihat dari pubertas tahap pertama yaitu payudara yang mulai bertumbuh. Tapi, biasanya nggak langsung menstruasi, nih.

Baru di tahap selanjutnya sekitar satu atau dua tahun kemudian, perempuan akan mulai menstruasi atau siklus perdarahan setiap bulannya. 

Sedangkan untuk laki-laki, umur rata-rata pubertas mereka dimulai sejak 12 tahun. Nah, tanda fisik pertama yang bisa dilihat yaitu tumbuhnya rambut di kemaluan.

Setelah satu tahun dari tahap pubertas pertama, barulah lelaki akan mengalami mimpi basah atau peristiwa ejakulasi saat tidur.

Nggak hanya dari segi fisik aja yang berubah, lho. Laki-laki dan perempuan yang mengalami pubertas juga mempunyai perubahan emosional. Contohnya, mereka akan mengalami masa di mana kurang percaya diri, sampai perubahan emosi yang nggak teratur (mood swing).

Nah, efek pubertas ke remaja yang lagi jatuh cinta ini tuh punya peran penting banget. Mereka bakal merasakan cinta layaknya orang dewasa pertama kali saat pubertas.

Ibaratnya nih, kalau lagi jatuh cinta, rasanya dunia jadi milik berdua aja. Nah, ini bisa dikaitkan sama sisi psikologi seseorang, lho.

Alasan seseorang menjadi lebih bahagia saat jatuh cinta (Arsip Zenius)
Alasan seseorang menjadi lebih bahagia saat jatuh cinta (Arsip Zenius)

Nah, ketika elo melakukan kontak fisik dengan orang yang elo suka, zat oxytocin-nya itu bisa dilepaskan. Efeknya nih, elo bakal merasa lebih aman, senang, tenang, dan puas. Hayo … siapa yang pernah ngerasain hal begini pas lagi jatuh cinta?

Terus, kalau kehidupan percintaan elo lancar, psikologi membuktikan kalau itu bisa mengurangi stres dalam jangka panjang, lho. Nah, ini dikarenakan elo punya koneksi yang erat banget sama pasangan. 

Baca juga: Review Encanto Disney: Pelajaran Hidup Menarik dari Keluarga Madrigal

Kedekatan Emosional

Dari koneksi yang erat sama pasangan, itu baru bisa beralih ke kedekatan emosional. Yap! Jadi, kedekatan emosional ini terjadi saat elo bonding atau proses membangun hubungan lebih erat.

Cinta Masa Remaja, Apa Hubungannya dengan Pubertas? 18
Pengertian kedekatan emosional menurut seorang neuropsikolog di Amerika Serikat (Arsip Zenius)

Contohnya, elo bakal lebih santai dalam berbagi cerita dan rahasia kalau udah mencapai kedekatan secara emosional. Kalau hubungan elo belum sampai ke tahap kedekatan emosional, kemungkinan besar elo bakal nggak terlalu terbuka dalam bercerita.

Nah, dilansir dari Healthline, kedekatan emosional bisa membantu hubungan supaya terus berkembang dan bisa sampai jangka panjang. 

Seperti yang udah gue jelaskan di atas, kalau jatuh cinta itu karena hormon oxytocin. Nah, hormon ini tuh cuma ada saat tahapan awal elo berhubungan aja. Selanjutnya, hubungan yang dibangun ini akan tergantikan sama kedekatan emosional. 

Jadi, kalau seiring waktu hormonnya udah memudar, hubungan bisa tetap bertahan kalau ada kedekatan emosional.

Tapi, kedekatan emosional juga punya pengaruh negatif yang akhirnya membuat batasan dalam hubungan, lho. Elo bisa cari tahu lebih lanjut tentang batasan hubungan yang sehat, nggak sehat, serta gaya dalam berpacaran di Infografis: Gaya Pacaran Berdasarkan Attachment Styles, ya.

Nah, dari artikel ini, bisa kebayang nggak kalau kedekatan emosional ini berpengaruh besar dalam sebuah hubungan? Ini juga yang menjadi salah satu alasan kenapa Simon Leviev berhasil mengelabui korbannya. 

Tapi kalau menurut elo, cinta masa remaja ini punya kedekatan emosional nggak, sih?

Baca juga: Fenomena Gundam sampai Jadi Budaya Jepang

Referensi:

What Is Love? – Verywellmind (2020)

Teenagers in Love – The British Psychological Society (2016)

Stages of puberty: what happens to boys and girls – NHS (2021)

How to build emotional intimacy with your partner – starting tonight – NBC News (2020)

4 FAQs About Emotional Attachment – Healthline (2020)

Bagikan Artikel Ini!