Benar Gak Sih Yoghurt Bisa Memperkuat Imun Kita?

Yoghurt baik untuk imunitas

Artikel ini akan membahas tentang susu dan salah satu produk turunannya, yaitu yoghurt. Selain itu, akan dibahas juga mengenai efektivitas keduanya bagi daya tahan tubuh.

Di masa pandemi seperti saat ini, masyarakat udah mulai sadar betapa pentingnya menjaga imunitas. Sekarang kalau ditanya:

Apa sih yang udah kamu lakukan untuk menjaga sistem imun?

View Results

Loading ... Loading ...

Oke, masing-masing orang punya cara tersendiri untuk meningkatkan sistem imun. Ketika sistem imun kita kuat, maka virus dan mikroorganisme asing yang masuk ke tubuh kita akan disingkirkan. Selain itu, fungsi lainnya dari sistem imun adalah memperbaiki jaringan tubuh yang rusak, dan menghancurkan neoplasma di dalam tubuh. Fyi, neoplasma adalah nama lain dari tumor, yaitu pertumbuhan sel baru yang abnormal di dalam tubuh, tapi bukan kanker.

Tanda Imunitas Lemah

Nah, terus gimana sih tanda-tanda orang yang sistem imunnya lemah? Berarti virus dan mikroorganisme jahat bakal lebih mudah masuk tubuh kita dong? Yap, betul banget, guys. Salah satunya kita bakal lebih rentan terkena infeksi. Coba kamu nilai diri kamu sendiri, apakah tanda-tanda imun lemah yang dilansir dari Penn Medicine ini sering kamu alami?

tanda imunitas rendah

Kalau kamu sering mengalami gejala di atas, yuk mulai perbaiki pola hidup dan meningkatkan imunitas. Tidur yang cukup dan jangan begadang, banyak minum air putih, makan-makanan bergizi, olahraga rutin, dan mengonsumsi nutrisi tambahan seperti vitamin, susu, dan yoghurt. Tapi jangan salah, meskipun imun kamu kuat, kamu tetap perlu menjaganya dengan baik lho. Seperti yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Lovita Adriani, MS., seorang guru besar Universitas Padjadjaran, sekaligus peneliti yoghurt kesehatan di Indonesia selama 20 tahun berikut ini:

“Imunitas itu punya agen-agen yang banyak, tapi yang terpenting adalah bahwa 70-80% imunitas terletak di usus. Jadi, kita harus membuat usus kita sehat, jangan sampai terjadi kerusakan pada usus atau dysbiosis di usus”.

Nah, makanya kalau perut bermasalah, banyak yang berimbas pada kesehatan tubuh secara keseluruhan. Gara-gara perut sakit, bisa sampai demam, pusing, flu, dll. Itulah mengapa kita perlu menerapkan pola makan yang sehat. Salah satu minuman yang baik bagi usus adalah yoghurt. Ngomong-ngomong tentang minuman yang satu ini, benar gak sih susu fermentasi ini bisa meningkatkan imunitas? Lalu, lebih baik mana antara susu dan yoghurt?

Apa Itu Yoghurt?

pengertian yoghurt
Yoghurt (foto oleh Terri Cnudde dari Pixabay)

Kalau kita membahas bahan baku, jelas ya antara susu dan yoghurt sama-sama merupakan hasil peternakan. Keduanya berasal dari susu, tapi yogurt ini bukan susu lho, guys. Begitu pun sebaliknya. Kali ini aku bakal bahas lebih detil tentang yoghurt atau yogurt, karena tentang susu udah aku bahas di artikel sebelumnya.

Baca Juga: Apa Sih Bedanya Susu UHT, Susu Beruang, dan Jenis Susu Lainnya?

Kita mulai bahas dari pengertiannya dulu, yoghurt adalah produk susu yang difermentasi dengan kultur bakteri. Umumnya, mikroorganisme yang digunakan adalah Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Tapi, ada juga yang menambahkan jenis bakteri lain, seperti L. acidophilus.

Kalau kita perhatikan, rasa dari susu fermentasi ini agak asam, tekstur halus dan lebih kental dari susu, iya gak? Kenapa sih kok bisa asam? Karena rasa asam di dalam minuman fermentasi ini berasal dari kandungan asam laktat yang dihasilkan oleh bakteri selama proses fermentasi.

Sejarah Yoghurt

Kira-kira sejak kapan sih masyarakat mulai mengenal yogurt? Ternyata minuman yang satu ini termasuk dalam minuman kuno lho, guys. Dilansir dari Yogurt Nutrition, jejak pertama fermentasi susu ini emang gak diketahui secara pasti, tapi diperkirakan udah ditemukan sejak 10.000ー5.000 SM di Mesopotamia.

Uniknya, penemuan yogurt itu gak disengaja. Jadi, waktu itu para penggembala Mesopotamia menggunakan usus hewan untuk pembuatan tas/kantong sebagai media transportasi susu. Nah, ketika mereka meletakkan susu di dalam tas tersebut ーyang di mana terdapat enzim chymosin pada ususー selama berjam-jam di bawah sinar matahari, susu menjadi kental dan rasanya asam.

Ada juga catatan tertua pada tahun 100 SM tentang yogurt yang ditemukan dalam tulisan milik Pliny the Elder yang merupakan filsuf dan penulis kekaisaran Romawi. Ia menulis tentang suku pengembara yang bisa mengentalkan susu dan menghasilkan rasa asam, serta bisa dimakan.

Nama yogurt sendiri konon berasal dari kata Turki yaitu Yogurmak yang berarti mengentalkan. Tahun 1072, orang Turki menemukan kegunaan yogurt dari sisi medis, yaitu bisa menyembuhkan diare, kulit terbakar, dan bisa juga untuk pelembap kulit.

Tak sampai di situ, pada tahun 1208, seorang Kaisar Mongol Genghis Khan, ternyata sangat menyukai yogurt. Kemudian, ia memerintahkan seluruh pasukannya untuk mengonsumsi yogurt secara teratur supaya mereka menjadi lebih kuat dan berani. Selanjutnya, pada tahun 1542, berkat Raja Prancis yang bernama Francois I, orang Eropa mulai mengenal yogurt. Sang Raja berhasil sembuh dari diare kronis berkat ramuan berbahan yogurt, kemudian langsung memperkenalkan yogurt kepada rakyatnya.

Pada tahun 1905, seorang ahli fisika dan mikrobiologi dari Bulgaria, Stamen Grigorov, berhasil menemukan bakteri Lactobacillus bulgaricus yang berperan dalam fermentasi susu menjadi yogurt. Setelah itu, tepatnya pada tahun 1909, yogurt mendapatkan perhatian dunia dan memenangkan Nobel Prize berkat teori Elie Metchnikoff tentang penyebab panjangnya rata-rata usia orang Bulgaria yang rutin mengonsumsi yogurt. Setelah diteliti, ternyata yogurt dapat memperpanjang usia, karena adanya asam laktat yang dihasilkan oleh bakteri.

Di tahun 1919, yogurt mulai dijual secara komersial untuk pertama kalinya. Seorang imigran Yunani bernama Isaac Carasso merintis bisnis yogurt secara kecil-kecilan. Seiring berjalannya waktu, bisnis tersebut semakin berkembang, terlebih sejak tahun 1932 di mana anak dari Isaac Carasso yaitu Daniel Carasso mendirikan pabrik yogurt pertama di Prancis bernama Danone.

Nah, kalau kamu mau ringkasan sejarahnya, bisa langsung lihat di grafik timeline dari Yogurt Nutrition berikut ini:

sejarah yoghurt
dok. Yogurt Nutrition

Prinsip dan Cara Membuat Yoghurt

Semua jenis yogurt itu pada dasarnya punya persamaan dalam proses pembuatan. Yang membedakan antara jenis yogurt satu dan lainnya itu terletak pada konsistensi dan tambahan kultur bakterinya. Kira-kira begini proses pembuatannya:

  1. Lakukan sterilisasi basah terhadap perlengkapan pembuatan, seperti sendok, jar, dll. Sterilisasi basah itu menggunakan uap air ya, jadi perlengkapan dimasukkan ke dalam air yang dipanaskan pada suhu 100⁰C selama 15 menit. Kenapa sih kok harus disterilisasi? Supaya aseptis dong, karena proses ini akan membunuh jasad renik atau mikroorganisme.
  2. Siapkan bahan-bahan yogurt: susu segar (susu sapi), starter bakteri, dan bahan lainnya seperti perasa, gula, susu skim, atau susu full cream.
  3. Selanjutnya masuk ke proses pasteurisasi dan homogenisasi. Susu dipasteurisasi pada suhu sekitar 80-85⁰C selama 15 menit.
  4. Dinginkan susu hingga suhu 40-45⁰C.
  5. Masukkan kultur bakteri sekitar 2-5% dari jumlah susu. Kalau mau lebih kental, bisa ditambahkan susu skim atau susu full cream.
  6. Nah, kalau udah, bahan tambahan seperti gula dan perasa bisa ditambahkan pada tahap ini. Jangan lupa diaduk supaya homogen atau tercampur merata.
  7. Setelah semua proses selesai, diamkan yogurt pada suhu 45⁰C dengan proses fermentasi selama 6 jam.
  8. Simpan yogurt pada suhu 5⁰C untuk memperlambat degradasi fisik, kimia, dan mikrobiologi. Intinya supaya yogurt gak gampang rusak deh ya, guys.

Sebenarnya dari yoghurt yang dijual di pasaran itu apa sih yang membedakan satu dengan lainnya?

Yang membedakan yogurt biasa dengan yogurt probiotik itu terletak pada konsistensi, formulasi dan jenis kultur bakterinya. Yogurt yang sering kita temukan di supermarket (sebut aja yogurt biasa) itu dibuat menggunakan bakteri umum seperti Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus, yang penting menghasilkan rasa asam dan aroma khas yogurt. Sedangkan, yogurt probiotik itu menggunakan bakteri tambahan yang lebih handal. Tentunya punya manfaat yang lebih banyak dibandingkan yogurt biasa. Tapi, meskipun yogurt biasa menggunakan bakteri yang umum, pada prinsipnya tetap bermanfaat bagi kesehatan, seperti melancarkan buang air besar dan mencegah konstipasi.

Yogurt yang baik itu diformulasi, imbangannya betul, dosisnya betul, dan dikonsumsi dalam waktu lama. Karena, memperbaiki imun itu butuh waktu yang lama, gak bisa instan, dengan konsisten mengonsumsi yogurt, maka akan meningkatkan imunitasーProf. Dr. Ir. Lovita Adriani, M.S.

Benarkah Yoghurt Bisa Meningkatkan Imunitas?

meningkatkan imunitas dengan yoghurt
dok. giphy

Sebagai pengantar, aku bakal cerita sedikit tentang sistem imun. Dan Peterson, asisten profesor patologi di Fakultas Kedokteran Johns Hopkins University, mengatakan bahwa sebagian besar sistem kekebalan tubuh kita terletak di saluran pencernaan. Organ pencernaan manusia gak hanya digunakan untuk mencerna makanan aja, melainkan juga menyerap zat-zat gizi dari makanan dan bakteri baik yang berperan sebagai sistem imun.

Usus merupakan tempat yang paling banyak mengandung bakteri, bahkan sekitar 10x lebih banyak dibandingkan bakteri di bagian tubuh manusia lainnya. Dengan beragamnya bakteri di usus, maka usus disebut sebagai otak kedua sebagai pusat segala fungsi tubuh. Jadi, kalau ada sesuatu pada usus, si usus ini bakal merasakan dan memberikan respon ke tubuh. Misalnya, kamu habis makan pedas, beberapa jam kemudian perut terasa melilit dan diare. Atau ketika kamu demam panggung, tiba-tiba perut terasa mual dan ingin buang air.

Bakteri yang terdapat di usus ini bisa terus tumbuh subur tergantung dari apa yang kita makan dan hormon yang dilepaskan tubuh. Ketika kita menerapkan pola makan sehat, maka bakteri usus yang baik akan berkembang biak, tentunya hal itu akan berguna untuk sistem kekebalan tubuh kita. Tapi, ketika pola makan kita gak sehat, maka bakteri jahat yang akan berkembang biak dan menguasai usus kita, sehingga bisa menyebabkan berbagai penyakit, penumpukan racun, peradangan, dll yang tentunya akan merugikan kita.

Nah, balik lagi ke pertanyaan, benar gak sih yogurt bisa meningkatkan imunitas? Yogurt merupakan minuman fermentasi yang mengandung bakteri baik. Dengan adanya bakteri baik atau kultur pada yogurt, maka yogurt akan lebih mudah dan lebih cepat dicerna oleh tubuh. Ketika makanan dan minuman sehat dikonsumsi secara rutin, seperti yogurt, maka bakteri baik di dalam usus akan berkembang biak, sehingga bisa meningkatkan sistem imun.

Lalu, Lebih Baik Mana, Susu atau Yoghurt?

Menyambung dari poin sebelumnya, yogurt baik untuk pencernaan kita. Hal itu karena yogurt lebih mudah dan lebih cepat dicerna daripada susu. Selain itu, fermentasi susu ini bisa dikonsumsi oleh penderita lactose intolerant. Buat kamu yang tiap abis minum susu merasa diare, mual, atau muncul efek samping lain, bisa diduga bahwa kamu alergi susu atau yang bahasa kerennya disebut lactose intolerant, guys. Jadi, buat kamu yang gak bisa minum susu sapi, bisa dicoba alternatif lain dengan mengonsumsi yogurt.

Nah, tapi perlu diperhatikan juga jenis yogurtnya. Gak semua yogurt menyehatkan, kamu perlu memperhatikan kandungan gula atau zat aditif lain yang terkandung pada yogurt. Kalau terlalu tinggi kandungan gula dan zat aditifnya, maka itu gak baik juga untuk kesehatan kamu. Dilansir dari Medical News Today, kita disarankan untuk mencari yogurt dengan kandungan gula kurang dari 15 gram per porsinya. Semakin rendah gula, maka akan semakin baik, asalkan gak mengandung pemanis buatan.

*****

Nah itu dia informasi seputar yoghurt yang ternyata baik untuk menjaga imunitas kita. Punya topik menarik lainnya tapi belum tau kebenaran dan mau tau lebih dalam? Kasih tau Zenius di kolom komentar supaya kami bisa menjawab rasa keingintahuanmu ya! Suka sama topik pembahasan seperti di artikel ini? Zenius punya berbagai topik menarik lainnya di blog dan bagi yang lebih suka video bisa langsung tonton beragam animasi menariknya secara gratis di ZenXplore hanya di Aplikasi Zenius.

DOWNLOAD SEKARANG JUGA (ANDROID)

DOWNLOAD SEKARANG JUGA (APPLE)

Referensi:

Yogurt Nutrition. What is Yogurt? Process, History and Frequently Asked Questions. Diakses tanggal 27 Juli 2021 pada laman https://www.yogurtinnutrition.com/what-yogurt/

 Wikipedia. 2021 (update). Yogurt. Diakses tanggal 27 Juli 2021 pada laman https://en.wikipedia.org/wiki/Yogurt

Julia. Difference Between Milk and Yogurt. Diakses tanggal 25 Juli 2021 pada laman http://www.differencebetween.net/object/comparisons-of-food-items/difference-between-milk-and-yogurt/

Ware, Megan. 2018. Everything You Need to Know About Yogurt. Diakses pada 25 Juli 2021 pada laman https://www.medicalnewstoday.com/articles/295714

Behare & Mandal. 2016. Yogurt: Yogurt Based Products. Diakses pada tanggal 25 Juli 2021 pada laman https://www.sciencedirect.com/topics/nursing-and-health-professions/yoghurt

Baca Juga Artikel Lainnya

Sel Kanker, si Penipu Ulung yang Mengecoh Sistem Imun

2 Alasan Vaksin COVID-19 Bisa Cepat Dibuat, Aman Gak Ya?

Vaksin COVID-19 Cuma Akal-akalan Pembuat Vaksin, Bener Gak Sih?

Bagikan Artikel Ini!