UTBK Fest: Tips Memilih Jurusan Kuliah yang Tepat

Tips Memilih Jurusan Kuliah

Udah mau kuliah, tapi masih bingung kira-kira jurusan mana yang terbaik ya? Nah, elo bisa simak info UTBK Fest yang membahas Pemilihan Kampus dan Jurusan nih!

Dari awal anak Indonesia menerima pendidikan formal, kita udah dikasih jalan namanya Pendidikan Wajib Belajar 12 Tahun. Selama dua belas tahun itu, kita sudah dikasih arahan untuk mulai dari SD, SMP, dan jenjang akhirnya SMA. Terus, setelah SMA baru kita mendapatkan kebebasan untuk memilih kuliah dan jurusannya.

Siapa sekarang yang nggak bingung? Selama sekolah sudah dikasih jalan yang jelas, tiba-tiba harus membuat keputusan sendiri. Dulu waktu mau kuliah gue juga bingung, karena ada pemikiran kalau kuliah menjadi jenjang awal untuk menentukan masa depan, dan gue nggak tau jurusan kuliah yang menjanjikan itu kayak apa. Gue makin overthinking setelah dengar juga cerita orang salah jurusan.

Eits, tapi kita nggak sendirian, lho. Tahun lalu, Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ungkap 80% mahasiswa di Indonesia bekerja tidak sesuai dengan jurusan kuliah. Nah, lho, gimana kita nggak semakin overthinking ya?

Gue ngerti banget kok, kebingungan elo ini. Maka dari itu, gue masih terus mantengin acara UTBK Fest yang masih berlangsung sampai tanggal 21 Januari 2022. Kali ini temanya pun menarik, yaitu tentang Pemilihan Kampus dan Jurusan

Nggak tanggung-tanggung, bintang tamunya pun kece banget nih. Ada Jovial da Lopez yang merupakan lulusan Jurusan Fisika Nuklir angkatan 2009 di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (UI), dan juga Zalsabila, mahasiswa semester tujuh,  Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (Unpad). 

Memangnya dua orang itu pernah salah jurusan?

Jawabannya, pernah! Ini juga diceritakan Zalsa – sapaan akrab Zalsabila, yang merasa salah jurusan sejak di bangku SMA. Jadi ceritanya, Zalsa ngerasa salah jurusan pas masuk IPA di kelas 11. Dia menyadari kalau dirinya suka dengan dunia IPS, apalagi Zalsa juga penggemar novel teenlit

“Milih kampus dan jurusan kembali lagi dengan apa yg kamu suka, enggak usah mikirin apa kata orang. Kan kamu yang jalanin, bukan orang lain.”

Zalsabila

Akhirnya, Zalsa nekat untuk lintas jalur dari IPA ke IPS saat Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Zalsa belajar di Zenius untuk membantunya masuk Jurusan Sastra Indonesia. Yap! Dia pun berhasil masuk ke jurusan tersebut, lho. Keren kan?

Nggak cuma Zalsa, Jovi – biasanya Jovial disapa, juga pernah merasa salah jurusan. Waktu kuliah dulu, Jovi mulanya masuk Jurusan Teater di Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Lalu, dia berubah haluan dengan mengambil Fisika Nuklir UI. 

Kok, berani ya pindah jurusan beda aliran kayak fisika nuklir dan teater? 

Dari ceritanya, Jovi ungkap kalau nilai Fisika dan Teaternya paling tinggi pas SMA di luar negeri dulu. Lalu, Jovi pun merasa lebih cocok di teater sehingga pas pulang ke Indonesia, dia pun ambil Jurusan Teater. Tapi, pas ngejalanin, Jovi merasa nggak cocok dengan lingkungan kuliahnya.

Barulah, pas menimbang-nimbang, Jovi akhirnya mutusin pindah ke Jurusan Fisika lewat SIMAK UI. 

“Gue suka menelaah kenapa suatu hal terjadi. Dan di fisika tuh, kita bisa bener-bener ngebedah secara matematis kenapa terjadinya sebuah pergerakan, kenapa sesuatu terjadi itu diterangkan secara fisika.”

Jovial da Lopez

Terus gimana dong, biar nggak salah jurusan?

Baca juga:
7 Strategi Lulus dan Cara Memilih Jurusan SBMPTN
Takut Salah Pilih Jurusan? Hindari dengan 6 Tips Ini!

Antara Jurusan, Minat atau Realistis

Nggak bisa dimungkiri kalau ketiga unsur itu sering membuat galau para calon mahasiswa, termasuk kita. Wajar kok, apalagi setiap orang punya pertimbangan sendiri untuk memilih jurusan. 

Tapi perlu diingat juga nih, kuliah itu nggak sebentar. Untuk menjalani sesuatu jangka panjang, pastinya elo mau hal itu sesuai dengan apa yang elo suka kan? 

Maka dari itu, Zalsa dan Jovi menyarankan elo untuk merencanakannya dengan matang. Memang sih, menekuni sesuatu yang kita suka betulan bikin proses belajar pun menyenangkan. 

Cuma, nggak semua yang kita suka itu punya prospek karir jangka panjang juga. Jovi pun cerita kalau dirinya menyesal pindah jurusan ke Fisika tanpa mikirin jangka panjangnya. Meski sesuka itu sama Fisika.

“Gue menyesal dulu waktu masuk Fisika, gue tuh nggak mikir prospek kerjaannya ke depan itu apa. Jadi, gue nggak tahu lulusan Fisika bisa kerja apa, tapi gue sesuka itu aja sama ilmunya. Gue mulai bisa ngeraba (Jurusan Fisika) bisa kerja apa, itu di semester lima ke atas, setelah nanya-nanya senior.”

Jovial da Lopez

Jadi, pertimbangkan dulu antara minat dan prospek kerja. Mau sejauh apa elo menekuni bidang yang akan dipilih nanti? Mau ngambil jurusan karena prospek kerja di masa depan, juga nggak masalah, kok. Siapa tahu nanti pas elo masuk, eh, elo ketemu minat baru…

Kalau masih bingung, elo juga bisa ikutan tes minat bakat jurusan, biar semakin mantap milih jurusan kuliah.

Biar semakin mantap milih jurusan, coba elo simak ilustrasi di bawah ini, deh.

Baca juga:
20+ Jurusan SNMPTN Sepi Peminat di Universitas Top, Ada yang Jadi Incaran Lo?
20 Jurusan Paling Diminati di SNMPTN, Mana yang Jadi Pilihan Lo?

Terus Gimana Kalau Jenuh di Tengah Jalan?

Ya, namanya juga menjalani rutinitas ya. Jangankan kuliah, deh. Dalam keseharian aja kita pasti sering merasa jenuh dengan rutinitas. Ngerasa gitu nggak?

Kalau nanti pas kuliah elo merasa jenuh, Zalsa nyaranin untuk mengenali asal kejenuhan elo dulu. Apakah itu dari materi, lingkungan, atau rutinitas? Dari situ, elo baru bisa menyelesaikan masalah kejenuhan satu per satu.

Hal kayak gini juga pernah dirasain Zalsa waktu semester pertama. Waktu itu, dia merasa salah jurusan lantaran takut nggak bisa mengimbangi pelajarannya. Tetapi, Zalsa mau untuk tetap berkomitmen dan mencoba mencari suasana baru dengan ikut organisasi pertanian. 

Jadi, elo nggak perlu takut dulu dengan kejenuhan, sih. Sebab, elo bakalan punya banyak jalan untuk atasi kejenuhan. Sobat Zenius bisa nyoba ikut organisasi, komunitas, dan lain sebagainya untuk membuat elo terus berkembang.

Terpenting mah, elo komitmen aja dengan pilihan jurusan. Memang sih, jaga komitmen tuh, kayak lagi jaga hubungan sama pacar. Susah dan gampang! Itulah mengapa Jovi ngingetin elo untuk terus ingat kenapa elo pilih jurusan itu biar elo juga semangat menjalaninya.

Jadi Sobat Zenius, kurang lebih seperti itu tips memilih jurusan. Gimana nih, elo sudah tahu belum mau jurusan apa? Komen di kolom komentar dong!

Bagikan Artikel Ini!