Penelitian Tindakan Kelas, Cara untuk Meningkatkan Kualitas Belajar Siswa – Zenius untuk Guru

penelitian tindakan kelas

Selama mengajar di kelas, apa Bapak dan Ibu Guru pernah melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)?

Sejujurnya, topik ini mengingatkan saya tentang cerita guru Sosiologi ketika sekolah dulu. Beliau cerita kalau tanggung jawabnya dalam mengajar tidak hanya menyampaikan materi saja, tapi juga tapi juga memastikan pembelajaran berjalan secara efektif dan efisien.

Jadi, dia selalu berusaha agar materi-materi yang diajarkan bisa sepenuhnya dipahami oleh siswa. Metode yang digunakan pun beragam, mulai dari praktik, debat dan diskusi, sampai menerapkan permainan tradisional ke dalam pembelajaran.

Nah, untuk mengetahui seberapa jauh tujuan pembelajaran tercapai. Guru saya melakukan penelitian tindakan kelas agar kualitas pembelajaran bisa diperbaiki dan terus meningkat.

Terus, sekarang jadi ingin bahas juga nih dengan Bapak dan Ibu Guru, seberapa penting penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kualitas belajar siswa?

Yuk, kenalan lebih dekat dengan PTK ini!

Apa yang Dimaksud dengan Penelitian Tindakan Kelas?

Penelitian tindakan kelas merupakan salah satu bentuk penelitian yang berkembang dari action research atau penelitian tindakan yang awalnya berkembang di Amerika dan Eropa pada akhir tahun 1990, terutama dalam bidang ilmu sosial dan humaniora.

PTK ini bertujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan kinerja secara langsung.

Sanjaya dalam bukunya Penelitian Tindakan Kelas (2009) menyebutkan bahwa penelitian tindakan kelas adalah proses penyelidikan masalah pembelajaran yang ditemui dalam kelas, termasuk menemukan solusi untuk memecahkan masalah tersebut lewat tindakan-tindakan terencana.

penelitian tindakan kelas di Indonesia
Sejarah PTK di Indonesia. (Arsip Zenius)

Sekarang coba kita lihat contoh penelitian tindakan kelas di bawah ini.

Ibu Ani adalah seorang guru Matematika. Selama menjelaskan materi bangun datar di kelas, ia menyadari siswanya kurang fokus dengan pelajaran yang disampaikan. Terlihat banyak dari  mereka yang asyik mengobrol sendiri, mencoret-coret buku tulis, bahkan ada yang mengantuk.

Setelah mencari tahu faktor penyebab kurangnya minat belajar siswa melalui pertanyaan, Ibu Ani menemukan bahwa siswa menganggap materi bangun datar itu sulit karena banyak rumus yang harus dihafal.

Berdasarkan informasi yang didapat, Ibu Ani berusaha merencanakan pembelajaran bangun datar yang lebih mudah dipahami oleh siswa melalui metode problem based learning, di mana mereka diminta untuk menyelesaikan permasalahan bangun datar di dunia nyata secara langsung.

Dilihat dari cerita Ibu Ani di atas, sudah jelas ya Bapak dan Ibu Guru kalau apa yang ia lakukan adalah metode penelitian tindakan kelas, di mana kegiatan dilatarbelakangi oleh keinginan Ibu Ani sendiri untuk meningkatkan kualitas pembelajarannya.

Seperti Ibu Ani, Bapak dan Ibu Guru juga bisa, lho melakukan penelitian tindakan kelas. Tidak hanya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, ada banyak tujuan dari kegiatan ini. Kira-kira apa saja ya?

Baca Juga: Model Pembelajaran Discovery Learning

Tujuan dan Karakteristik Penelitian Tindakan Kelas

Kalau Ibu Ani lebih fokus untuk menemukan metode pembelajaran apa yang sesuai dengan siswanya, Bapak dan Ibu Guru juga bisa melakukan PTK dengan tujuan untuk mengembangkan keterampilan profesional dalam pengelolaan proses pembelajaran.

Lebih jelasnya, penelitian tindakan kelas bertujuan untuk:

  • Meningkatkan praktik di lapangan karena dalam pelaksanaannya guru terlibat langsung dari mulai merencanakan sampai melakukan PTK itu sendiri.
  • Mengembangkan profesionalitas karena PTK didasarkan pada keinginan guru untuk meningkatkan kualitas kerja agar tercapai hasil pembelajaran yang lebih maksimal.
  • Meningkatkan kondisi pembelajaran karena dalam melaksanakan tugas mengajarnya guru akan berusaha untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar.

Dari tujuan-tujuan di atas, kita bisa lihat nih, kenapa PTK ini penting untuk guru. Dalam proses pengembangan kurikulum, ada empat peran guru yaitu sebagai pelaksana, penyelaras, pengembang, dan peneliti. Dengan PTK, artinya guru melaksanakan tugasnya sebagai peneliti.

Berdasarkan tujuannya, kita juga tahu bahwa karakteristik utama PTK adalah untuk memecahkan permasalahan pembelajaran sehari-hari yang dihadapi oleh guru. Penelitian ini bisa dilakukan ketika guru sudah menyadari adanya hambatan dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan, seperti yang terjadi di kasus Ibu Ani sebelumnya.

karakteristik PTK
Karakteristik Penelitian Tindakan Kelas. (Arsip Zenius)

Karakteristik yang paling jelas dari PTK adalah adanya tindakan-tindakan tertentu yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas belajar mengajar. Jadi, penelitian bukan hanya didasarkan rasa ingin tahu, tapi juga untuk mencari solusi dari masalah yang ada dalam rangka memperbaiki kondisi pembelajaran.

Dalam pelaksanaannya, ada beberapa jenis penelitian tindakan kelas yang bisa Bapak dan Ibu Guru pilih. Mari kita bahas satu-satu.

Baca Juga: Bantu Belajar Efektif dengan Teknik Pomodoro

4 Jenis Penelitian Tindakan Kelas

Modul Guru Pembelajaran Kelompok Kompetensi I menyebutkan ada empat jenis penelitian tindakan kelas, yaitu:

  1. PTK Diagnostik, yaitu jenis penelitian yang berfokus ke suatu tindakan. Misalnya, guru ingin menyelesaikan pertengkaran yang terjadi antar siswa, di mana perlu dilakukan pengkajian apa yang menyebabkan masalah itu terjadi dan fokus penelitian hanya pada solusi untuk menghentikan pertengkaran siswa.
  2. PTK Partisipan, merupakan penelitian yang prosesnya diikuti secara langsung oleh peneliti dari awal sampai akhir pembuatan laporan. Prosesnya meliputi perencanaan, pemantauan, pencatatan, pengumpulan data, dan pelaporan.
  3. PTK Empiris, adalah penelitian yang didasarkan pada proses pengalaman dan pengamatan, di mana peneliti berupaya untuk menyampaikan aksi apa yang dilakukan selama penelitian berlangsung.
  4. PTK Eksperimental, yaitu penelitian yang dilaksanakan untuk menemukan strategi yang efektif dan efisien untuk kelas melalui penerapan berbagai metode pembelajaran.

Bapak dan Ibu Guru sudah tahu pengertian, tujuan, dan jenis penelitian tindakan kelas. Terus, bagaimana cara melakukannya?

Baca Juga: Cara Mengembangkan Keahlian dan Kompetensi Guru

Model Penelitian Tindakan Kelas

Ada beberapa metode penelitian tindakan kelas yang bisa digunakan sebagai rujukan. Sebenarnya, ada banyak ahli yang menyampaikan pendapat mereka tentang model PTK, tapi kali ini kita hanya akan membahas tiga model yaitu dari Hopkins, Kurt Lewin, dan John Elliot.

Model PTK Hopkins

PTK model Hopkins jika digambarkan akan membentuk sebuah spiral yang dimulai dari identifikasi masalah, kemudian diikuti perencanaan dan pelaksanaan tindakan.

Setelah melakukan observasi dan refleksi dari tindakan yang sudah dilakukan, guru bisa melihat apakah perlu melakukan perencanaan ulang atau meneruskan tindakan berikutnya sesuai rencana sebelumnya.

Adanya kemungkinan pengulangan rencana membuat model ini berbentuk seperti spiral.

Model PTK Kurt Lewin 

Hampir mirip dengan model hopkins, model PTK Kurt Lewin fokus ke empat tahap penelitian yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. 

model PTK Kurt Lewin
Model PTK Kurt Lewin. (Arsip Zenius, dok. Tomasz Kardaś)

Perencanaan merupakan proses penyusunan rancangan tindakan yang akan dilakukan untuk memperbaiki atau meningkatkan pembelajaran. Rencana penelitian dibuat setelah menemukan atau menganalisis permasalahan.

Setelah ada perencanaan, barulah melakukan tindakan sebagai upaya untuk menemukan solusi pembelajaran. Kemudian, observasi dilakukan atas tindakan yang sudah dikerjakan sebelumnya. 

Terakhir, refleksi menjadi kegiatan mengkaji dan melihat proses penelitian yang dilakukan terkait permasalahan pembelajaran, apakah bisa langsung menerapkan solusinya atau menyusun ulang rencananya.

Model PTK John Elliot

Berbeda dari model PTK sebelumnya, model PTK John Elliot lebih rinci karena di dalam setiap siklusnya memungkinkan untuk memiliki beberapa tindakan. Setiap tindakannya pun terdiri atas beberapa langkah yang dilakukan dalam bentuk kegiatan pembelajaran.

model ptk john elliot
Model PTK John Elliot. (Dok. Penelitian Tindakan Kelas, 2019)

Langkah pertama yang dilakukan dalam model ini adalah menentukan dan mengembangkan gagasan umum, yang kemudian diikuti dengan kegiatan eksplorasi.

Setelah menyusun rancangan penelitian, tindakan-tindakan dilakukan dan selama prosesnya ditinjau dan terus dieksplorasi. Hasil dari peninjauan dan eksplorasi bisa diteruskan untuk tindakan selanjutnya atau kembali memperbaiki rencana.

Hmm, banyak ya pilihan model PTK yang bisa Bapak dan Ibu Guru coba.

Apakah Bapak dan Ibu Guru sudah menentukan model PTK mana yang akan digunakan? Atau punya cara tersendiri untuk melakukan penelitian tindakan kelas ini? Coba bagikan pengalamannya di kolom komentar ya!

LMS ZenRu

Referensi

Penelitian Tindakan Kelas – Husna Farhana, M.Pd., Awiria, M.Pd., Nurul Muttaqien, M.Pd. (2019)

Modul Guru Pembelajar Kelompok Kompetensi I, Kompetensi Profesional: Tindakan Reflektif Pembelajaran – Dirjen GTK Kemendikbud (2016)

Buku Panduan Guru Profesional, Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) – Suyadi (2012)

Penelitian Tindakan Kelas – Prof. Dr. H. Wina Sanjaya, M.Pd. (2009)

Penelitian Tindakan Kelas, Teori dan Praktik – Drs. H. Mahmud, M.Si., Tedi Priatna, M.Ag. (2008)

Baca Juga Artikel Lainnya

Guru Pembelajar, Program Peningkatan Kompetensi Mengajar

Mengenal SIMPKB Guru Penggerak

Metode Mengajar yang Efektif Sesuai Kebutuhan Siswa

Bagikan Artikel Ini!