Bantu Belajar Efektif dengan Teknik Pomodoro – Zenius untuk Guru

teknik pomodoro

Bapak dan Ibu Guru pernah melihat siswa yang terus-terusan belajar sampai tidak ada waktu untuk berinteraksi dengan temannya? Padahal, cara belajar yang seperti itu belum tentu efektif, lho.

Nah sebenarnya, ada satu metode belajar yang bisa jadi solusi permasalahan di atas dengan fokus ke manajemen waktu, yaitu teknik pomodoro.

Kalau familiar dengan drama Korea hits Sky Castle (2018), Bapak dan Ibu Guru pasti paham kenapa terus-terusan belajar sebenarnya justru menyulitkan siswa. Di drama itu, ada satu karakter bernama Kang Ye-seo yang waktunya habis untuk sekolah dan les. Bahkan, guru privatnya menyiapkan satu ruangan khusus agar Ye-seo bisa fokus belajar tanpa ada gangguan dari siapapun.

Akibat cara belajar itu, Ye-seo stres dan tidak punya teman yang bisa mendengarkan ceritanya. Aduh, jangan sampai siswa kita mengalami hal seperti itu ya.

Karenanya, penting bagi kita untuk mengajarkan siswa tentang penerapan teknik pomodoro dalam belajar. Apa sih maksud dari teknik tersebut?

Mengenal Teknik Pomodoro

Swift dalam bukunya berjudul Insights on Francesco Cirillo’s The Pomodoro Technique (2020) menjelaskan teknik pomodoro adalah metode manajemen waktu yang dibentuk berdasarkan gagasan bahwa sering beristirahat saat belajar bisa meningkatkan kecepatan mental otak. Teknik ini meningkatkan produktivitas dengan meminimalkan waktu yang dihabiskan pada distraksi pekerjaan.

Bukan belajar secara terus menerus, di teknik pomodoro siswa mempunyai waktu 25 menit dengan istirahat sekitar 3 sampai 5 menit dalam proses belajar yang dilakukan berulang kali. Proses belajar 25 menit ini disebut dengan jendela kerja.

Teknik pomodoro dibuat untuk mencegah penundaan pekerjaan. Waktu akan dinilai sebagai hal yang berharga untuk mencapai apa yang diinginkan dan untuk meningkatkan kemajuan belajar secara terus menerus.

asal teknik pomodoro
Asal usul teknik pomodoro. (Arsip Zenius, dok. Francesco Cirillo Website 2022)

Baca Juga: Learning Loss, Kemunduran dalam Proses Belajar Siswa

Tujuan dan Manfaat Teknik Belajar Pomodoro

Teknik belajar pomodoro bertujuan untuk meningkatkan fokus dan konsentrasi dengan mengurangi interupsi. Dengan begitu, belajar jadi lebih terstruktur dan waktu yang digunakan lebih efektif.

Tidak hanya itu, teknik pomodoro juga bertujuan untuk:

  • Meningkatkan produktivitas dan proses belajar.
  • Membuka kesadaran dalam mengambil keputusan.
  • Meningkatkan motivasi dalam belajar.
  • Memperkuat tekad untuk mencapai tujuan.
  • Menyempurnakan proses perkiraan, baik secara kualitatif atau kuantitatif.

Dengan menerapkan teknik pomodoro, ada banyak manfaat yang bisa siswa dapatkan, antara lain:

  • Terlatih untuk fokus terhadap hal yang sedang dipelajari atau dikerjakan. Dengan begitu, hasil yang maksimal bisa didapatkan dalam waktu yang relatif cepat.
  • Terbiasa untuk mengatur waktu dengan tepat, di mana kemampuan ini dibutuhkan dalam berbagai aspek kehidupan.
  • Terdorong untuk mempunyai kemampuan perencanaan kegiatan yang efektif.
  • Terbiasa untuk melakukan pekerjaan di bawah tekanan waktu tanpa merasa gelisah atau terbebani.
  • Terlatih untuk berpikir dan memproses informasi dengan cepat.

Supaya tujuan teknik pomodoro bisa tercapai dan siswa bisa merasakan manfaat-manfaatnya, kita bisa mengarahkan siswa untuk mulai menerapkan teknik ini, baik saat belajar di kelas maupun di rumah. Bagaimana ya, caranya?

Baca Juga: Kenapa Siswa Menyontek Saat Ujian?

Langkah Menerapkan Teknik Pomodoro

langkah teknik pomodoro
Langkah penerapan teknik pomodoro. (Arsip Zenius)

Sebelum masuk ke cara menerapkan teknik pomodoro, Bapak dan Ibu Guru harus memperhatikan beberapa hal berikut ini:

  • Menjauhkan siswa dari berbagai hal yang bisa mengganggu waktu belajar mereka, contohnya media sosial atau ponsel. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan minta mereka untuk mematikan berbagai notifikasi dan mengatur ponsel dalam mode senyap.
  • Menyiapkan berbagai materi pelajaran yang harus diselesaikan. Kita bisa bantu membuat rencana pembelajaran dalam buku paket, modul, atau tugas yang harus dikerjakan siswa.
  • Menentukan waktu belajar yang efektif. Poin ini kembali lagi ke siswa, karena hanya mereka sendiri yang bisa menentukannya. Sebagai guru, kita bisa bantu menentukan alat yang digunakan misalnya stopwatch, alarm ponsel, atau jam pasir.
  • Membantu siswa agar dapat fokus selama proses belajar.

Baca Juga: Teori Belajar Humanistik, Proses Memanusiakan Manusia

persiapan teknik pomodoro
Hal yang harus dipersiapkan untuk teknik pomodoro. (Arsip Zenius)

Setelah paham apa saja hal yang harus diperhatikan, mari kita bahas langkah-langkah penerapan teknik pomodoro dalam proses belajar siswa.

  1. Menyiapkan tugas yang akan dikerjakan. Bantu siswa dalam memprioritaskan materi atau tugas yang harus diselesaikan terlebih dahulu. 
  2. Mengatur waktu alarm selama 25 menit di ponsel atau alat lainnya.
  3. Membiarkan siswa fokus belajar atau mengerjakan tugas sampai alarm berbunyi.
  4. Setelah alarm berbunyi, minta siswa istirahat sejenak sekitar 3 sampai 5 menit.
  5. Setelah pola 25 menit terulang sebanyak 4 kali, siswa harus beristirahat sekitar 15 sampai 30 menit.

Bapak dan Ibu Guru mungkin bertanya-tanya, kenapa teknik pomodoro menganjurkan siswa untuk beristirahat setiap 25 menit? Atau pertanyaan lain terkait mengapa waktu istirahat yang disarankan hanya sebentar?

Peneliti Staffan Noteberg dalam Pomodoro Technique Illustrated, The Easy Way to Do More in Less Time menyebutkan kalau teknik pomodoro efektif untuk menghindari berbagai macam gangguan selama belajar. Istirahat setiap 25 menit bertujuan agar siswa tidak merasa bosan saat belajar, dan waktu istirahat yang singkat disarankan agar mereka tidak melakukan hal-hal lain selain belajar yang bisa menyita waktu.

Bagaimana menurut Bapak dan Ibu Guru, apakah teknik pomodoro ini memang efektif untuk membantu siswa dalam belajar? Tulis pendapatnya di kolom komentar ya!

Selain mengenalkan siswa dengan teknik pomodoro, kita juga bisa bantu mereka dengan menghadirkan media belajar yang asyik. Berbagai fitur yang ada di LMS (Learning Management System) Zenius untuk Guru yang bisa menarik perhatian siswa dan memudahkan Bapak dan Ibu Guru dalam mengajar. Ada juga fitur penilaian yang memungkinkan kita untuk melihat langsung laporan belajar siswa setelah soal dikerjakan.

LMS ZenRu

Referensi

Icebreaker, Penyemangat Belajar dari Membosankan Menjadi Rileks – Irfan Suryana (2020)

The Pomodoro Technique, The Acclaimed Time-Management System That Has Transformed How We Work – Francesco Cirillo (2018)

Pomodoro Technique Illustrated, The Easy Way to Do More in Less Time – Staffan Noteberg (2009)

Insights on Francesco Cirillo’s The Pomodoro Technique – Swift Reads (2020)

Baca Juga Artikel Lainnya

Pembelajaran Kontekstual, Keterkaitan Materi dengan Kehidupan Nyata

Hybrid Learning Jadi Solusi Efektif Pembelajaran?

Penerapan Teori Belajar Kognitif dalam Kelas

Bagikan Artikel Ini!