teori belajar kognitif

Penerapan Teori Belajar Kognitif di Kelas – Zenius untuk Guru

Bapak dan Ibu Guru rasanya membahas soal mengajar memang tidak ada habisnya, ya. Nah, ngomongin soal mengajar, apakah Bapak dan Ibu Guru pernah menerapkan teori Belajar Kognitif? 

Kalau belum, metode belajar ini bisa jadi referensi mengajar Bapak dan Ibu Buru. Mengapa? Sebab, menurut Piaget (2005), kognitif adalah proses bagaimana seseorang beradaptasi dan menginterpretasikan objek serta kejadian yang ada di sekitarnya.

Nah, salah satu contoh tindakan kognitif adalah proses memperoleh pengetahuan dan pemahaman melalui pemikiran, pengalaman, dan indera. 

Setiap orang punya pengalaman dan pengetahuan berbeda, yang tersusun rapi dalam bentuk struktur kognitif. Pengalaman dan pengetahuan itu yang membuat proses belajar mengajar akan berjalan dengan baik. 

Terus, apa kaitannya kognitif dengan belajar? Sebenarnya apa yang dimaksud dengan teori Belajar Kognitif? Simak penjelasannya di bawah ini ya, Bapak dan Ibu Guru!

Mengenal Teori Belajar Kognitif

Piaget dalam Lefudin (2017) menyebutkan kalau teori Belajar Kognitif adalah teori yang menjelaskan bagaimana faktor internal dan eksternal mempengaruhi proses mental individu untuk melengkapi pembelajaran.

Teori Belajar Kognitif berfokus pada penggunaan unsur kognitif dalam proses belajar. Sebenarnya teori ini muncul sebagai reaksi terhadap aliran behavioristik yang memandang bahwa perubahan perilaku seseorang dapat diamati dan diuji berdasarkan hal yang terlihat jelas.

teori belajar kognitif
Teori belajar kognitif memandang bahwa belajar sebagai proses pemungsian unsur-unsur pikiran (Foto dari Freepik)

Aktivitas belajar individu ditekankan pada proses internal dalam berpikir yaitu pengolahan informasi. Ibaratnya pikiran kita itu seperti sistem dalam komputer, sedangkan logika untuk memproses informasi.

Dalam teori Kognitif, belajar bukan cuma sekadar interaksi antara stimulus dan respon, tapi juga melibatkan berbagai faktor yang ada dalam diri individu. Karena itu, teori Belajar Kognitif menekankan bahwa proses belajar meliputi kegiatan mental yang aktif dalam rangka mencapai, mengingat, dan menggunakan pengetahuan.

Prinsip-Prinsip Teori Belajar Kognitif

Teori Belajar Kognitif lebih mementingkan proses daripada hasilnya. Pembelajaran kognitif merupakan gaya belajar aktif yang fokusnya memaksimalkan potensi otak. Melalui metode ini, peserta didik bisa lebih mudah menghubungkan informasi baru dengan ide-ide yang sudah ada.

Secara umum, prinsip-prinsip dasar teori Belajar Kognitif antara lain:

  • Belajar merupakan suatu bentuk perubahan akan informasi pengetahuan.
  • Pembelajaran berfokus pada cara bagaimana peserta didik memperoleh, memahami, dan menyimpan informasi dalam ingatannya.
  • Pembelajaran menekankan pada proses berpikir yang kompleks.
  • Kegiatan belajar mengajar melibatkan keaktifan peserta didik untuk membangun pengalaman belajar.
  • Hasil pembelajaran tidak hanya bergantung pada informasi yang diberikan guru, tapi juga pada cara peserta didik memproses informasi tersebut.

Baca Juga: Proses Belajar yang Efektif, Bagaimana Caranya?

Komponen Pembelajaran Kognitif

Kalau pembelajaran tradisional mengutamakan hafalan, pembelajaran kognitif berusaha meningkatkan pemahaman dan penguasaan peserta didik akan materi. Dalam prosesnya, pembelajaran kognitif meliputi tiga komponen dasar yaitu pemahaman, memori, dan penerapan.

komponen pembelajaran kognitif
Lingkaran pembelajaran kognitif. (Sumber: valamis.com)

Agar pembelajaran kognitif berjalan efisien, siswa harus punya pemahaman tentang alasan mempelajari suatu materi sejak awal pembelajaran. Nah, di sini peran Bapak dan Ibu Guru untuk menjelaskan tujuan pembelajaran di awal.

Pembelajaran kognitif bantu proses informasi tersusun secara rapi dan runtut dalam memori atau ingatan. Selanjutnya, strategi pembelajaran kognitif yang baik dapat membantu peserta didik untuk menerapkan informasi atau keterampilan baru dalam berbagai situasi di kehidupannya. Secara tidak langsung, kemampuan mereka untuk memecahkan masalah akan terus berkembang.

Baca Juga: Lev Vygotsky, Psikolog Berpengaruh Dalam Dunia Pendidikan

Kelebihan dan Kekurangan Teori Belajar Kognitif

Dalam teori Belajar Kognitif, pengetahuan didapatkan dari hasil interaksi antara peserta didik dengan lingkungan, yang meliputi perolehan keterampilan dan pengalaman baru. 

Menurut Piaget, kedua hal tersebut memungkinkan anak menjadi semakin kritis dalam berpikir. Selain itu, ada beberapa keutamaan lain dari teori Belajar Kognitif, antara lain:

  • Dengan menerapkan teori Belajar Kognitif, pemahaman peserta didik untuk memperoleh informasi baru akan meningkat.
  • Secara tidak langsung, teori ini juga bantu meningkatkan kepercayaan diri peserta didik dalam melaksanakan sebuah tugas.
  • Meningkatkan kemampuan belajar seumur hidup. Di tahap pembelajaran selanjutnya, peserta didik bisa membangun ide-ide dan menerapkan konsep-konsep baru untuk pengetahuan yang sudah ada.
  • Peserta didik memiliki bekal keterampilan yang mereka butuhkan untuk belajar secara efektif. Dengan begitu, peserta didik mampu mengembangkan kemampuannya dalam memecahkan masalah.
  • Melalui teori Belajar Kognitif, peserta didik memiliki kemampuan untuk mempelajari hal-hal baru secara lebih cepat dengan memaksimalkan ingatan.
  • Penerapannya dapat membantu peserta didik dalam mengkreasikan hal-hal baru atau menginovasi hal-hal yang sudah ada menjadi lebih baik.

Dibalik berbagai kelebihannya, penerapan teori Belajar Kognitif tentunya punya beberapa kekurangan, di antaranya:

  • Teori Belajar Kognitif menekankan pada kemampuan memori peserta didik, sehingga kapasitas daya ingat mereka disamaratakan.
  • Cara peserta didik dalam mengembangkan pengetahuannya tidak terlalu diperhatikan karena pada dasarnya masing-masing dari mereka memiliki cara yang berbeda-beda.
  • Jika kegiatan belajar mengajar hanya menerapkan metode kognitif, kemungkinan besar peserta didik tidak akan mengerti sepenuhnya tentang materi yang diberikan. Penerapan metode ini bisa digabungkan dengan teori belajar lainnya.

Setelah mendapatkan pemahaman tentang teori Belajar Kognitif, apakah Bapak dan Ibu Guru tertarik untuk menerapkannya di kelas? 

Untuk mengetahui bagaimana cara menggunakan teori Belajar Kognitif, baca artikel ini sampai habis ya!

Contoh Penerapan Teori Belajar Kognitif

Dalam menerapkan teori Belajar Kognitif, Bapak dan Ibu Guru perlu fokus pada proses berpikir siswa dan memberikan strategi yang tepat berdasarkan fungsi kognitif mereka. 

Libatkan siswa dalam berbagai kegiatan, seperti memberikan waktu bagi mereka untuk bertanya, kesempatan untuk membuat kesalahan dan memperbaikinya berdasarkan, serta merefleksikan diri agar dapat membantu mereka dalam memahami proses mental.

contoh teori belajar kognitif
Siswa adalah peserta aktif dalam proses pembelajaran kognitif. (Foto dari Freepik)

Nah, contoh kegiatan yang bisa Bapak dan Ibu Guru lakukan dalam pembelajaran kognitif antara lain:

  • Minta siswa untuk merefleksikan pengalaman mereka melalui pembuatan jurnal atau laporan harian tentang kegiatan apa saja yang mereka lakukan.
  • Mendorong diskusi berdasarkan apa yang diajarkan dengan meminta siswa untuk menjelaskan materi pembelajaran di depan kelas dan ajak siswa lainnya untuk mengajukan pertanyaan. 
  • Membantu siswa menemukan solusi baru untuk suatu masalah untuk mengembangkan cara berpikir kritis.
  • Minta siswa untuk memberikan penjelasan tentang ide atau pendapat yang mereka miliki.
  • Membantu siswa dalam mengeksplorasi dan memahami bagaimana ide-ide bisa terhubung.
  • Meningkatkan pemahaman dan ingatan siswa melalui penggunaan visualisasi dan permainan dalam menyampaikan materi.

Demikian penjelasan tentang teori Belajar Kognitif yang berpendapat bahwa ketika anak-anak tumbuh, mereka akan membangun pemahaman tentang dunia sekitar mereka. Setelah membaca artikel ini, apakah teori Belajar Kognitif sesuai untuk diterapkan dalam kelas Bapak dan Ibu Guru?

Teori-teori belajar, termasuk teori Belajar Kognitif dapat membantu Bapak dan Ibu Guru dalam mendidik dan menyampaikan ilmu pengetahuan kepada siswa. Selain menggunakan teori belajar yang tepat, Bapak dan Ibu Guru juga bisa memanfaatkan Zenius untuk Guru dalam proses belajar mengajar.

Melalui beragam fitur yang ada, Zenius untuk Guru dapat memudahkan Bapak dan Ibu Guru dalam melakukan kegiatan pembelajaran, menyampaikan materi, serta melakukan penilaian. 

Bapak dan Ibu Guru bisa membagikan ribuan video materi dan latihan soal ke siswa melalui kelas virtual, memberikan penugasan secara praktis, dan melihat progres belajar siswa secara langsung. Yuk, ketahui selengkapnya mengenai Zenius untuk Guru dengan klik >> Zenius untuk Guru

Referensi

Hasan et al. (2021). Teori-teori Belajar. N.p.,Penerbit Tahta Media Group.

Lefudin. (2017). Belajar dan Pembelajaran Dilengkapi dengan Model Pembelajaran, Strategi

Pembelajaran, Pendekatan Pembelajaran dan Metode Pembelajaran. Yogyakarta: Deepublish.

MacKenney, L., Taylor, G. R. (2008). Improving Human Learning in the Classroom: Theories and Teaching Practices. Amerika Serikat: R&L Education.

Piaget, J. (2005). The Psychology Of Intelligence. United Kingdom: Taylor & Francis.

https://www.valamis.com/hub/cognitive-learning#what-is-cognitive-learning

Baca Juga Artikel Lainnya

Metode Flipped Learning untuk Melatih Kemandirian Siswa

Eksperimen Sains Sederhana Agar Belajar Jadi Lebih Seru

5 Permainan Edukatif yang Mendukung Belajar Mengajar

Bagikan Artikel Ini!