Pengertian, Fungsi, dan Proses Fertilisasi pada Tumbuhan – Materi Biologi Kelas 12

Proses Fertilisasi pada Tumbuhan

Sobat Zenius, ternyata fertilisasi itu nggak cuma terjadi pada manusia dan hewan, lho. Hal ini juga bisa terjadi pada tumbuhan.

Mungkin, ketika belajar materi reproduksi, yang kita pahami fertilisasi bisa terjadi karena adanya hubungan seksual. Lalu bagaimana dengan tumbuhan? Mereka bahkan tidak memiliki otot untuk menggerakan tubuhnya sendiri.

Nah, maka dari itu, di sini gue akan membahas tentang proses fertilisasi pada tumbuhan yang sedikit berbeda dengan fertilisasi pada manusia dan hewan. Simak artikel ini sampai selesai, ya!

Apa Itu Fertilisasi?

Sebelum kita lanjut, gue mau tanya dulu, nih. Ayo, acung, siapa yang masih belum tahu, apa itu fertilisasi? Atau biasa juga disebut pembuahan.

Nah, kalau masih ada yang belum tahu. Yuk, gue jelasin dulu apa yang dimaksud fertilisasi.

Jadi, secara umum, fertilisasi adalah proses bersatunya sel kelamin jantan dengan sel kelamin betina. Kalau pada manusia, yang memiliki peran dalam proses fertilisasi adalah sperma (sel kelamin jantan) dan sel telur/ovum (sel kelamin betina).

Proses fertilisasi yang terjadi antara sel sperma dengan sel telur (ovum).
Proses Fertilisasi (Dok. Freepik: BRGFX)

Setelah adanya proses penyatuan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina, akan terbentuklah sesuatu yang dinamakan zigot. Nantinya, zigot ini akan membelah diri membentuk embrio yang nantinya berpotensi menjadi tumbuhan lengkap.

Nah, kali ini kita akan bahas fertilisasi pada tumbuhan. Jadi, kita akan cari tahu, seperti apa, sih, proses fertilisasi pada tumbuhan. Yuk, kita lanjut ke pembahasan berikutnya!

Baca Juga: Pengertian, Fungsi, dan Proses Gametogenesis – Materi Biologi Kelas 12

Fungsi Fertilisasi

Tadi kita udah bahas pengertian fertilisasi. Nah, sebelum mengulik bagaimana proses fertilisasi terjadi, elo harus tahu fungsinya dulu, nih. 

Fungsi utama dari fertilisasi atau pembuahan adalah untuk menghasilkan sebuah keturunan yang penting bagi kelestarian spesiesnya. Untuk bisa melakukan fungsi ini, tumbuhan bereproduksi dengan dua cara, yakni seksual (generatif) dan aseksual (vegetatif).

Bedanya apa, sih? Tumbuhan yang mengalami reproduksi secara generatif melibatkan pertemuan gamet jantan dan gamet betina dalam prosesnya. Hal ini yang bisa terjadi dengan didahului peristiwa penyerbukan (jatuhnya serbuk sari di kepala putik).

Sedangkan tumbuhan yang bereproduksi secara vegetatif nggak melewati proses penyatuan sel kelamin, nih. Terus gimana bisa berkembang biak, dong? Cara tumbuhan vegetatif memperoleh keturunan terbagi dalam dua cara, alami dan buatan.

Proses yang alami ditandai dengan tumbuhnya tunas (seperti pada pisang), spora (lumut dan tumbuhan paku), rimpang (kunyit dan jahe), dan umbi (kentang dan ubi jalar). Sementara reproduksi vegetatif buatan dilakukan dengan cara mencangkok, menyambung/enten, stek, hingga kultur jaringan.

Khusus tulisan ini, gue akan bahas proses fertilisasi secara seksual atau generatif, ya. Yuk, langsung simak aja! 

Proses Fertilisasi pada Tumbuhan

Fertilisasi pada manusia dan hewan hanya terjadi satu kali dalam satu waktu. Sementara, proses fertilisasi pada tumbuhan berbiji (angiospermae) memerlukan dua kali pembuahan. Maksudnya?

Iya, pada manusia dan hewan, misal pembuahan atau peleburan sperma dengan sel telur/ovum sudah berhasil. Selanjutnya akan terbentuk zigot yang kemudian akan menjadi janin. Sedangkan, pada tumbuhan, sperma tidak hanya melebur dengan sel telur, tapi juga dengan nukleus polar.

Karena hal tersebut, terjadilah fertilisasi ganda pada tumbuhan. Bingung, ya? Ya sudah, daripada makin bingung, langsung saja deh kita bahas. Wait wait, sebelum itu, coba perhatikan gambar di bawah ini terlebih dahulu.

Bentuk struktur bunga yang akan menjadi tempat terjadinya proses fertilisasi pada tumbuhan berbiji.
Ilustrasi Struktur Bunga untuk Fertilisasi Pada Tumbuhan (Arsip Zenius)

Nah, elo sudah lihat, kan, bagaimana struktur bagian dalam bunga. Kayak yang bisa dilihat pada gambar di atas. Bahwa di dalam sebuah kelopak bunga, terdapat organ reproduksi jantan (benang sari) dan organ reproduksi betina (putik) yang nantinya akan membantu proses fertilisasi pada tumbuhan.

Oke, kalau begitu, sekarang kita langsung aja cari tahu, bagaimana proses fertilisasi ganda pada tumbuhan.

  1. Terjadi penyerbukan atau polinasi. Nah, kalau selama ini elo menangkap penyerbukan sebagai pembuahan, itu kurang tepat, ya. Penyerbukan ini adalah jatuhnya serbuk sari di kepala putik. Perlu diingat, nih. Di dalam serbuk sari tersebut, terdapat dua sperma, yang masing-masingnya memiliki haploid (n).
  2. Setelah serbuk sari menempel di kepala putik, serbuk sari tersebut akan masuk ke dalam putik. Bagaimana caranya? Jadi, serbuk sari ini akan membentuk tabung serbuk sari atau pembuluh serbuk sari, yang akan menghantarkan sperma ke inti sel telur.
  3. Ruang bakal biji (ovul) yang merupakan perkembangan dari megaspora akan terbagi menjadi delapan inti. Delapan inti tersebut antara lain, tiga antipoda, dua nukleus polar, satu sel telur, dan dua sinergid. Masing-masing dari inti sel tersebut memiliki haploid (n). Nah, fertilisasi ganda tersebut, terjadi pada bagian ini.
  4. Oke, fertilisasi yang pertama adalah antara sel sperma yang pertama dengan sel telur, di mana keduanya memiliki masing-masing haploin. Sehingga, ketika keduanya melebur, akan membentuk embrio 2n.
  5. Kemudian, fertilisasi yang kedua, terjadi antara sel sperma kedua dengan nukleus polar yang sudah fusi menjadi 2n. Sehingga akan membentuk 3n yang nantinya menghasilkan endosperma, yaitu cadangan makanan dalam biji.
Tahapan fertilisasi pada tumbuhan berbiji.
Tahapan Fertilisasi pada Tumbuhan (Dok. Freepik: BRGFX)

Bagaimana? Akhirnya sudah kebayang, ya, apa yang maksud dari fertilisasi ganda. Coba sekarang kita latihan soal. Biar elo makin paham sama materi ini.

Baca Juga: Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan – Materi Biologi Kelas 11

Contoh Soal Fertilisasi pada Tumbuhan dan Pembahasannya

Contoh Soal 1

Apa yang dimaksud fertilisasi pada tumbuhan dan di mana tempat terjadinya?

Jawaban:

Fertilisasi pada tumbuhan adalah proses bersatunya sel sperma dengan sel telur/ovum yang terjadi di dalam ovarium atau ruang bakal biji.

Pembahasan:

Seperti yang sudah gue jelaskan sebelumnya, ya. Fertilisasi pada tumbuhan ini tidak jauh berbeda dengan fertilisasi pada manusia dan hewan. Di mana sel sperma dengan sel telur melebur hingga membentuk zigot, yang nantinya akan menghasilkan janin. Perbedaannya adalah fertilisasi pada tumbuhan terjadi sebanyak dua kali atau disebut juga sebagai fertilisasi ganda. Fertilisasi yang pertama terjadi antara sperma dengan sel telur. Kemudian fertilisasi kedua, terjadi antara sperma kedua dengan nukleus polar.

Contoh Soal 2

Fertilisasi pada tumbuhan dari golongan angiospermae terjadi di dalam ruang bakal biji yang terdapat pada kelopak bunga. Lalu faktor yang berperan dalam proses fertilisasi pada tumbuhan angiospermae tersebut adalah sebagai berikut.

1. Putik

2. Benang sari

3. Penyerbukan

4. Bakal biji

5. Mahkota

Dari faktor-faktor di atas, manakah pilihan yang paling tepat?

A. 1 dan 2

B. 3 dan 4

C. 1, 2, dan 3

D. 1, 2, 3, dan 4

E. Benar semua

Jawaban: D. 1, 2, 3, dan 4

Pembahasan:

Yap, jadi yang punya peran penting dalam proses fertilisasi ini adalah benang sari dan putik. Karena keduanya berperan sebagai organ kelamin dalam tumbuhan. Lalu bakal biji ini adalah sebagai tempat atau ruang terjadinya proses fertilisasi. Kemudian terakhir, penyerbukan tentu diperlukan agar benang sari dapat menghantarkan inti sel sperma ke inti sel telur dengan menempel pada kepala putik.

Baca Juga: Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan – Materi Biologi Kelas 12

Oke, Sobat Zenius untuk materi kali ini, sampai sini dulu, ya! Kalau ternyata elo masih penasaran sama materi ini, tenang aja, nggak usah khawatir. Elo bisa nonton penjelasan yang pastinya lebih asyik, dengan klik banner di bawah ini.

Pengertian, Fungsi, dan Proses Fertilisasi pada Tumbuhan - Materi Biologi Kelas 12 9

References:

Reproduksi – Sumber Belajar Kemendikbud

UNIT 1: Plant and Animal Reproductive System – Materi Kuliah Jurusan Pendidikan IPA,  Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta 

Bagikan Artikel Ini!