Cara Kerja Penghapus Juga Pakai Ilmu Fisika Lho

cara kerja penghapus

Artikel ini akan membahas tentang cara kerja penghapus, kapan penghapus ditemukan, dan bagaimana hubungannya dengan ilmu fisika.

cara kerja penghapus

Halo sobat Zenius! Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan. It’s ok, hal itu manusiawi kok. Kita bisa belajar dari kesalahan itu, kemudian memperbaikinya sesegera mungkin. Termasuk saat menulis. Seringkali kita terlalu bersemangat saat menulis, hingga akhirnya kita melakukan kesalahan seperti coretan, typo, dll. Bisa gak kesalahan itu dihapus? Tentu saja bisa. Apalagi kalau kamu nulis di atas kertas dan menggunakan pensil. Kita bisa dengan mudah menghapusnya menggunakan alat yang bernama penghapus, setip atau eraser.

Tapi, pernah gak kamu bertanya-tanya seperti ini:

  • Gimana sih cara kerja penghapus?
  • Sejak kapan ada penghapus?
  • Siapa penemunya?

Gak mungkin kan penghapus menggunakan metode sulap 一bukan sulap bukan sihir? Nope! Penghapus termasuk aplikasi dari ilmu fisika. Jadi, fisika lah yang bakal menjawab rasa keingintahuanmu.

Kertas dan Pensil

Sebelum membahas tentang cara kerja penghapus, mari kita bahas sedikit tentang kertas dan pensil. Karena kedua benda itulah yang akan kita hapus.

Dulu, sebelum ditemukannya kertas, peradaban Mesir Kuno pada masa Firaun menggunakan papirus sebagai media menulis. Kemudian, menyebar ke daratan Timur Tengah sampai Romawi, hingga seantero Eropa. Padahal, papirus bisa dibilang mahal lho pada masanya. Nah, nama kertas atau paper dalam bahasa Inggris itu berasal dari kata papirus (papyrus) 一serentak semua bilang “oohhhh”.

Karena papirus termasuk bahan yang mahal, maka dicarilah bahan pengganti papirus untuk bahan baku kertas. Tercatat dalam sejarah, seseorang berkebangsaan Tiongkok yang hidup pada zaman Dinasti Han 一Tsai Lun一 berhasil menemukan kertas dari bahan bambu yang mudah didapatkan dan harganya jauh di bawah papirus. Penemuan tersebut akhirnya menyebar ke Jepang dan Korea seiring dengan menyebarnya bangsa Tiongkok ke wilayah timur.

Untuk tau proses pembuatan kertas secara singkat, kamu bisa baca di artikel yang aku tulis sebelumnya tentang >> Mana yang Terbaik: Tas Plastik, Kertas, atau Kain?

Saat ini, kertas gak hanya terbuat dari bambu aja lho. Berbagai jenis kayu dan bahan lainnya yang mengandung serat selulosa juga udah bisa digunakan sebagai bahan baku kertas. Nah, untuk menulis di atas kertas, kita menggunakan alat tulis seperti pulpen, pensil, spidol, dll. Di sini kita akan fokus membahas tentang pensil. Kamu tau gak ujung pensil atau isi pensil itu sebenarnya apa sih? Isi pensil menggunakan bahan baku karbon, yaitu grafit. Nah, ketika kamu nulis menggunakan pensil, maka grafit itu menempel pada permukaan kertas.

Kapan Penghapus Ditemukan?

Kalau grafit itu menempel pada permukaan kertas, kemudian kamu salah tulis atau kecoret, maka kamu membutuhkan penghapus untuk menghapus dan memperbaikinya. Saat ini hidup memang sangat dimudahkan dengan berbagai inovasi dan teknologi, termasuk penghapus ini. Tapi, orang zaman dulu ketika penghapus belum ditemukan, apa sih yang mereka gunakan untuk menghapus? Apakah dibiarkan begitu saja? Lalu, sejak kapan penghapus ditemukan?

sejarah penghapus
dok. tenor

Dilansir dari ThoughtCo, orang zaman dulu sebelum ditemukannya penghapus akan menghapus pensil menggunakan sepotong roti putih. Selain itu, bangsa Eropa sekitar tahun 1770 menggunakan karet kecil berbentuk kubus untuk menghapus pensil. Oke lah karet lebih masuk akal dibandingkan dengan roti putih. Menurut kamu tentang roti putih buat menghapus itu gimana sih? Emangnya bisa bersih? Tulis pendapatmu di kolom komentar ya!

Lalu, kapan tepatnya penghapus ditemukan? Masih di tahun yang sama, 1770, dengan tanpa sengaja. Yap, penemuan penghapus diawali dengan ketidaksengajaan seorang insinyur Inggris bernama Edward Naime. Ia berniat menghapus menggunakan segumpal roti, tapi ternyata yang diambilnya bukan roti, melainkan sepotong karet dan itu berhasil menghapus pensil. Dengan keingintahuan yang tinggi, ia mengamati sepotong karet tersebut dan menemukan sifat-sifatnya. Kemudian, Naime mulai menjual penghapus karet tersebut.

Namun, karet dan jenis roti gak bisa berlangsung lama. Bahan seperti itu sulit disimpan karena mudah rusak. Kemudian, Charles Goodyear mencari tau gimana caranya supaya penghapus bisa tahan lama dan gak mudah rusak. Pada tahun 1839, ia berhasil menciptakan karet yang tahan lama dan gak mudah rusak dari proses kimia bernama vulkanisasi .

Cara Kerja Penghapus

Sebelum mengetahui cara kerja penghapus, kamu harus tau dulu bahan yang digunakan untuk membuat penghapus. Apakah proses pembuatan penghapus membutuhkan bahan yang banyak dan ribet? Nope!

Bahan Baku Penghapus

Bahan terbanyak yang digunakan untuk membuat penghapus adalah karet. Selain karet, ada juga bahan lainnya seperti vegetable oil untuk membuat permukaannya halus dan fleksibel, bahan abrasif, dan sulfur supaya lebih tahan lama. Itulah kenapa kalau kita membiarkan penghapus di udara terbuka dengan jangka waktu yang lama, kadang teksturnya berubah jadi keras dan gak selentur dulu. Karena, zat-zat yang terkandung di dalamnya juga udah menguap dan menghilang.

Kalau kamu udah nonton video ZenXplore di Aplikasi Zenuis dengan judul “penghapus”, pasti udah ngerti tentang bahan baku dan cara kerja penghapus. Di sana dijelaskan secara rinci dan pastinya menarik, karena menggunakan animasi-animasi yang semakin memudahkan kamu untuk mengingat dan memahami. Nah, kayak gini contoh tampilan videonya:

bahan baku penghapus
Cuplikan video ZenXplore “penghapus” di Aplikasi Zenius

Kamu bisa tonton video ZenXplore lainnya di Aplikasi Zenius, buat yang belum mengunduh, bisa langsung unduh di Playstore: Zenius App.

Cara Kerja Penghapus

Oke, sekarang kita langsung ke cara kerja dari penghapus. Ketika kamu melakukan kesalahan dalam menulis (typo) atau ada coretan, maka kamu akan menggunakan penghapus untuk menghapus atau mengambil partikel grafit dari permukaan kertas. Kenapa grafit mau nempel ke penghapus? Kenapa dia gak stay aja di kertas? Karena, molekul penghapus pada dasarnya lebih lengket daripada kertas (ingat-ingat lagi bahan baku penghapus!), sehingga saat penghapus digesekkan pada kertas, maka grafit lebih memilih untuk menempel ke penghapus.

Ada kata “digesekkan” pada kalimat sebelumnya, berarti menghapus juga memanfaatkan gaya gesek dalam ilmu fisika dong? Yap, gaya gesek yang terjadi antara permukaan kertas dan penghapus akan membuat permukaan penghapus menjadi panas dan menangkap partikel-partikel grafit. Nah, karet-karet atau permukaan penghapus yang panas dan mengambil partikel grafit itu menyebabkan adanya potongan-potongan kecil yang tertinggal (itu lho yang bentuknya kayak daki di permukaan kertas tiap abis menghapus). Nah potongan-potongan kecil itu merupakan gabungan antara karet dan grafit yang telah diangkat.

Nah, kalau mau bukti, kamu bisa menggosokkan penghapus ke permukaan kulitmu. Pasti lama-lama kamu akan merasakan panas. Cobain yaaa!

Oke, itu dia salah satu aplikasi gaya gesek dalam kehidupan sehari-hari. Sebelum membaca artikel ini, apakah kamu udah tau detil dari cara kerja penghapus? Kalau kamu penasaran tentang suatu hal dan adakah hubungannya dengan ilmu pengetahuan, bisa langsung sampaikan rasa penasaranmu di kolom komentar supaya Zenius bisa menjawab rasa keingintahuanmu!^^

Baca Juga Artikel Lainnya

Gelombang Elektromagnetik dan Cara Kerja Bluetooth

Rumus Peluang dan Aplikasinya dalam Kehidupan Sehari hari

Rumus Debit Air dan Apa Sih Fungsinya di Kehidupan Sehari hari?

Bagikan Artikel Ini!