Susu Fermentasi Itu Apa, sih?

Susu Fermentasi itu Apa, sih? (Arsip Zenius))

Kebanyakan orang pasti sudah pernah mengkonsumsi produk susu fermentasi, seperti yogurt, keju, dan kefir. Tapi, apa sih sebenarnya pengertian dan manfaat susu fermentasi? Yuk, cari tahu di artikel ini!

Hai, Sobat Zenius!

Ternyata, menurut data dari Statista, pada tahun 2012 Indonesia menempati posisi ke-11 untuk konsumsi yogurt paling banyak di dunia, lho. Peningkatan angka konsumsi yogurt ini juga diperkirakan akan terus meningkat hingga tahun 2026. Bahkan, perkiraan rata-rata jumlah konsumsi perorangan dalam setahun adalah 10,2 kg, sekitar 2 kg lebih banyak dari Amerika di tahun ini.

Ilustrasi data konsumsi Yogurt (Arsip Zenius)
Ilustrasi data konsumsi Yogurt (Arsip Zenius)

Elo sendiri termasuk yang suka mengkonsumsi produk yogurt nggak nih, Sobat?

Dengan aroma dan rasanya yang segar ternyata memang banyak orang menyukai yogurt. Yogurt juga terbukti memiliki manfaat yang sangat baik untuk kesehatan seseorang. Tapi, elo tahu nggak sih kalau yogurt itu merupakan salah satu produk fermentasi susu? 

Iya, Sobat. Produk fermentasi sendiri ada banyak, termasuk yogurt, kefir, keju, dan masih banyak lagi. Masing-masing produk fermentasi susu kurang lebih memiliki kebaikan nutrisi yang sama untuk kesehatan tubuh, Sobat. Ada juga lho penelitian yang mulai mencari tahu kaitan mengkonsumsi yogurt dengan keadaan mood atau perasaan. 

Yuk, kenalan sama apa yang dimaksud dengan susu fermentasi dan manfaatnya sama gue di artikel ini!

Apa yang dimaksud Susu Fermentasi?

Sudah sering mencicipi produk-produk susu fermentasi, rasanya ada yang kurang kalau kita belum mengenal produk asalnya dulu nih, yaitu susu fermentasi. Seperti namanya, susu fermentasi merupakan hasil susu yang diolah melalui proses fermentasi pada periode tertentu. 

Tapi, susu fermentasi nggak berarti basi ya, Sobat. Elo bisa coba tonton video keren dari Zenius dengan mengklik di sini nih untuk mengetahui perbedaan dari susu fermentasi dan susu basi.

Video Perbedaan Susu Fermentasi dan Susu Basi (Arsip Zenius))

Selanjutnya, bagaimana sih proses fermentasi susu itu?

Menurut Dr. Chairunnisa dkk. (2006), proses fermentasinya dilakukan dengan bahan bahan utama susu yang menghasilkan produk dengan tingkat keasaman (pH) yang rendah. Yogurt memang biasanya ber pH antara 4-4.6.

PH yang rendah juga membantu dalam proses pengentalan tekstur dan pemberian rasa getir pada yogurt.

Sebuah media kesehatan online Amerika, WebMD, menyampaikan bahwa proses fermentasi susu ini menggunakan jenis bakteri asam laktat (BAL), seperti Lactobacilli atau Bifidobacteria spp. Pakai bakteri memang tidak berbahaya untuk tubuh?

Elo nggak perlu khawatir karena bakteri yang digunakan dalam pembuatan susu fermentasi adalah bakteri probiotik yang tidak berbahaya bagi manusia, yang dikenal juga dengan nama BAL. Bakteri probiotik ini justru dapat menekan perkembangan bakteri jahat yang dapat menyebabkan penyakit pada tubuh manusia.

Ilustrasi Susu dan Probiotik (Arsip Zenius)
Ilustrasi Susu dan Probiotik (Arsip Zenius)

Seperti yang elo tahu, produk akhir dari susu fermentasi ini bermacam-macam. Nah, macam dari produknya itu tergantung dari jenis bakteri yang digunakan, Sobat. Contohnya, yogurt menggunakan bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus.

Jenis susu yang digunakan juga bermacam-macam. Biasanya sih susu yang digunakan adalah susu sapi, tapi bisa juga pakai susu kambing, domba, atau unta. Bahkan saat ini juga sudah ada produk yogurt yang non-dairy, dengan bahan dasar santan, susu almond, dan lain sebagainya.

Jadi, dari penjelasan gue di atas, bisa disimpulkan bahwa susu fermentasi merupakan produk olahan susu melalui proses fermentasi yang melibatkan bakteri-bakteri probiotik yang tidak berbahaya bagi kesehatan manusia.

Baca Juga

Benar Gak Sih Yoghurt Bisa Memperkuat Imun Kita?

Musik Bisa Meningkatkan Produksi Susu Sapi loh!

Jenis Jenis Emosi, Kenali Dirimu Lebih Dekat!

3 Manfaat dari Mengkonsumsi Produk Susu Fermentasi

Yogurt dan produk susu fermentasi lainnya baik kok untuk dikonsumsi setiap hari, asalkan tidak berlebihan. Untuk orang yang memiliki penyakit khusus, seperti maag akut atau diabetes disarankan untuk konsultasi dulu dengan dokter.

Nah, selain mengatur mood, apa lagi sih manfaat dari mengkonsumsi produk susu fermentasi ini? Berikut adalah 3 manfaat susu fermentasi untuk kesehatan tubuh kita:

  1. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

    Kondisi keasaman yang dihasilkan oleh BAL ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri jahat atau patogen, seperti E.coli dan S. aureus. Kok bisa ya?

    Jadi, bakteri-bakteri patogen itu aktif berkembang pada pH 6-7, Sobat. Jadi kalau pH nya lebih rendah dari itu, bakteri-bakteri merugikan tidak bisa berkembang.

    Manfaat kali ini berkaitan dengan tingkat keasaman dari produk susu fermentasi. Hayo, masih ingat nggak nih berapa pH susu fermentasi? Yup, betul. Tingkat pH nya ada di sekitar 4 sampai 4,6. Jadi, yogurt, kefir, dkk., memang tergolong asam.

    Ilustrasi probiotik melawan bakteri patogen (Arsip Zenius)
    Ilustrasi probiotik melawan bakteri patogen (Arsip Zenius)

    Tidak hanya menurunkan pH, BAL juga menghasilkan senyawa antimikroba yang mengganggu pertumbuhan bakteri patogen. Senyawa ini biasanya dalam bentuk antibakteri, antifungal, dan antiparasit (Parameswari, dkk., 2011).

    Dengan berkurangnya bakteri berbahaya, usus pun jadi bisa menyerap nutrisi dengan jauh lebih baik dong. Otomatis tubuh jadi memiliki ketahanan yang lebih kuat deh dari penyakit-penyakit yang disebabkan oleh bakteri patogen.

  2. Melawan Gangguan Pencernaan
    Bakteri probiotik dalam produk susu fermentasi sudah terbukti dapat mencegah dan meringankan penyakit pencernaan, seperti sindrom iritasi usus (IBS), diare, dan sembelit.

    Ilustrasi pencernaan sehat (Arsip Zenius)
    Ilustrasi pencernaan sehat (Arsip Zenius)


    Dilansir oleh Healthline (2017), bakteri Bifidobacteria dan Lactobacillus berguna untuk meredakan sindrom iritasi usus, yang biasanya terjadi di usus besar. Bakteri yang sama juga dilaporkan dapat mencegah dan mengobati sembelit dalam penelitian tentang pengobatan sembelit akut (Liu, 2011).

    Untuk penyakit diare, Lactobacillus GG dan S. boulardii terbukti efektif dalam pencegahan dan pengobatannya (Guandalini, 2011).

  3. Menjaga Kesehatan Tulang
    Produk susu fermentasi, seperti yogurt mengandung vitamin dan mineral yang baik untuk kesehatan tulang, yaitu kalsium, protein, potassium, fosfor, dan Vitamin D. Mineral dan vitamin tersebut sangat berperan dalam pertumbuhan tulang dan juga pencegahan osteoporosis atau pengeroposan tulang.

    Ilustrasi kesehatan tulang (Dok. Unsplash oleh Owen Beard)
    Ilustrasi kesehatan tulang (Dok. Unsplash oleh Owen Beard)


    Karena bakteri probiotik meningkatkan penyerapan nutrisi dalam usus, usus pun jadi lebih bisa menyerap zat-zat yang dibutuhkan untuk kesehatan tulang, termasuk kalsium, Sobat. Jadi tidak hanya menyediakan nutrisinya, tapi produk fermentasi susu bisa meningkatkan penyerapannya juga.

    Bahkan, Dr. René Rizzoli dan Dr. Emmanuel Biver (2017) menyarankan buat elo, yang nggak mau menghabiskan uang untuk mengobati penyakit tulang di usia 70an untuk mengkonsumsi satu yogurt setiap hari.

Penutup

Gimana, Sobat? Dari penjelasan di artikel ini, pasti elo mendapatkan informasi baru terkait apa itu susu fermentasi dan manfaatnya bukan? Jadi bisa ikutan share informasinya juga nih ke teman atau keluarga elo tentang produk fermentasi yang sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh ini.

Semoga apa yang gue bagikan kali ini bisa berguna buat elo, ya. Sekian dari gue, see you in the next article!

Referensi

7 Impressive Health Benefits of Yogurt – Healthline (2017)

Bravo, J. A., Forsythe, P., Chew, M. V., Escaravage, E., Savignac, H. M., Dinan, T. G., Bienenstock, J., & Cryan, J. F. (2011). Ingestion of lactobacillus strain regulates emotional behavior and central GABA receptor expression in a mouse via the vagus nerve. Proceedings of the National Academy of Sciences, 108(38), 16050–16055. https://doi.org/10.1073/pnas.1102999108

Chairunnisa, H., Balia, R. L., dan Utama, G. L. 2006. Penggunaan Starter Bakteri Asam Laktat pada Produk Susu Fermentasi Lifihomi. Ilmu Ternak. J. 6 (2) : 102-107.

Guandalini, S. (2011). Probiotics for prevention and treatment of diarrhea. Journal of Clinical Gastroenterology, 45. https://doi.org/10.1097/mcg.0b013e3182257e98

Is Yogurt Acidic? – Discover Food Tech (2021)

Kenalan Dengan 4 Manfaat Susu Fermentasi – Halodoc (2020)

Ketahui Cara Serotonin Berperan Mengendalikan Emosi & Suasana Hati – Hello Sehat (2021)

Knowles, S. R., Nelson, E. A., & Palombo, E. A. (2008). Investigating the role of perceived stress on bacterial flora activity and salivary cortisol secretion: A possible mechanism underlying susceptibility to illness. Biological Psychology, 77(2), 132–137. https://doi.org/10.1016/j.biopsycho.2007.09.010

Liu, L. W. (2011). Chronic constipation: Current treatment options. Canadian Journal of Gastroenterology, 25(suppl b). https://doi.org/10.1155/2011/930108

Rizzoli, R., & Biver, E. (2017). Yogurt consumption and impact on Bone Health. Yogurt in Health and Disease Prevention, 507–524. https://doi.org/10.1016/b978-0-12-805134-4.00029-8

That Gut Feeling. American Psychological Association – (2012, September)

Yogurt – Indonesia: Statista Market Forecast – Statista (2022)

Yogurt – Worldwide: Statista Market Forecast – Statista (2022)

Bagikan Artikel Ini!