Panduan Membuat CV

Panduan Lengkap Cara Membuat CV (3 Langkah Mudah!)

Artikel ini membahas berbagai hal dan tips dalam membuat CV. Jangan lupa cek komik pendek di bagian akhir ya!

Hai, sobat Zenius! Kembali lagi bersama gue, Grace. Ketika lo ingin mendaftarkan diri untuk ikut bergabung sebagai pengurus di sebuah organisasi (OSIS, himpunan mahasiswa, organisasi masyarakat, dsb ) atau melamar pekerjaan di sebuah perusahaan, Curriculum Vitae atau CV menjadi salah satu syarat yang harus dipersiapkan. Oleh karena itu, hari ini gue akan membahas tentang pembuatan CV agar semua sobat Zenius dapat menyiapkan CV dengan baik dan sesuai ya.

Ngomong-ngomong, kira-kira lo akan membuat CV untuk kepentingan apa?

Lo mau buat CV untuk apa nih?

View Results

Loading ... Loading ...

Membuat CV Untuk Apa

Apa itu Curriculum Vitae atau CV

Curriculum Vitae atau CV merupakan rangkuman riwayat hidup termasuk informasi pendidikan, riwayat kerja, pencapaian, dan kualifikasi lainnya. Rangkuman ini tentu sangat berguna bagi pihak yang ingin mengevaluasi seseorang untuk diterima masuk sebagai anggota organisasi, peserta sebuah program, maupun tenaga kerja di sebuah perusahaan.

Nah ketika lo membuat CV, mungkin lo bingung bagaimana cara menyusun struktur CV dengan baik dan apa saja hal yang perlu dimasukkan. Oleh karena itu, gue sudah menyusun sebuah panduan singkat dan lengkap tentang bagaimana cara membuat CV hanya dengan 3 langkah mudah.

Membuat Curriculum Vitae(CV)

“Bagaimana cara membuat CV dengan baik?”

Langkah 1: Menentukan Tipe dan Struktur CV

Sebelum lo ribet memikirkan apa informasi yang harus dicantumkan, sebaiknya lo pikirkan dulu apa tujuan lo membuat CV ini. Kenapa? Karena ada berbagai macam tipe dan struktur CV yang bisa lo pilih sesuai dengan kebutuhan. Coba lo baca tipe dan strukturnya, lalu lihat mana yang paling pas dan sesuai.

Tipe CV: Formal atau Kreatif

  • CV Formal

Secara fisik, CV formal terlihat sangat ringkas dan simpel dengan tulisan yang jelas dan warna kontras hitam putih. Biasanya CV ini digunakan untuk melamar pekerjaan di tempat yang sifatnya serius dan formal seperti perusahaan komoditas, BUMN, kantor pengacara, kepolisian, bank, dan sebagainya.  Di bawah ini kamu bisa melihat contoh CV formal yang sudah sangat sering digunakan oleh berbagai pelamar.

Contoh CV Formal Traditional
Contoh CV Formal Traditional

 

Apabila lo ingin membuat CV formal yang lebih modern, bisa saja kok. Lo bisa memilih font lain selain times new roman, namun pastikan font yang dipilih mudah dibaca dengan jelas. 

Contoh CV Formal Modern
Contoh CV Formal Modern

 

  • CV Kreatif

Dibandingkan dengan CV formal, CV Kreatif jauh lebih berwarna dan memiliki struktur yang fleksibel. CV tipe ini sangat cocok untuk menonjolkan sisi kreatif lo. Oleh karena itu, lo bisa banget nih membuat CV kreatif untuk melamar ke pihak yang membutuhkan seseorang yang kreatif dan artistik. Contohnya, ketika lo melamar ke perusahaan yang bergerak di bidang desain, media, komunikasi, startup, e-commerce, dan industri kreatif lainnya.

Contoh CV Kreatif
Contoh CV Kreatif

 

Struktur CV: Kronologis, Fungsional,dan Kombinasi

Di bagian ini ada tiga format struktur CV yang akan dibahas. Tiap format memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Simak informasi tentang struktur tersebut agar lo bisa memilih yang sesuai dengan tujuan lo.

  • CV Kronologis

Struktur CV ini merupakan format CV yang paling umum dan tradisional. Bisa dibilang, ini adalah format CV yang paling aman dan sesuai dengan standar yang telah dipakai sejak dahulu kala. Sesuai namanya, lo menyajikan informasi sesuai dengan kronologi atau waktu dari pengalaman dan pencapaian yang terbaru hingga yang lebih lama sekalipun. Nah, format ini mantap banget kalo lo emang punya berbagai pengalaman bertahun-tahun.

 

Kelebihan:

  • Mudah dibaca
  • Terlihat jelas pengalaman lo
  • Disukai para perekrut terutama terutama bila lo melamar untuk posisi eksekutif senior

Kekurangan:

  • Terlihat jelas bila lo kurang pengalaman
  • Tidak ideal bila lo melamar untuk pekerjaan yang berbeda dengan pengalaman lo sebelumnya
  • Apabila lo melamar untuk pekerjaan yang membutuhkan kreativitas dan kemampuan desain, kreasi lo tidak terpancar di CV.
Panduan Lengkap Cara Membuat CV (3 Langkah Mudah!) 25
Illustrasi CV Kronologis | Dok: Microsoft

 

  • CV Fungsional

Struktur CV ini menonjolkan kemampuan, keterampilan, serta pencapaian yang telah lo capai selama ini. Bila pengalaman lo sedikit atau mungkin hanya dari satu tempat, lo bisa lebih fokus menunjukkan apa saja hal yang telah lo dapat dari pengalaman tersebut.

 

Kemungkinan lainnya, lo punya banyak pengalaman namun tidak relevan dengan posisi yang lo inginkan saat ini. Nah, daripada menekankan pengalaman yang tidak relevan, sebaiknya tonjolkan keterampilan yang lo punya sehingga bisa menjadi bahan pertimbangan perekrut.

 

Kelebihan:

  • Kemampuan dan keterampilan lo terlihat dengan jelas
  • Cocok untuk orang yang belum banyak pengalaman kerja
  • Cocok untuk orang yang punya pengalaman namun kurang relevan dengan posisi yang diinginkan saat ini

 

Kekurangan:

  • Kurang memperlihatkan perkembangan karir dengan jelas
  • Tidak tepat untuk posisi atau perusahaan yang mementingkan pengalaman kerja

 

Panduan Lengkap Cara Membuat CV (3 Langkah Mudah!) 26
Illustrasi CV Fungsional | Dok: dayjob.com

 

  • CV Kombinasi

Struktur CV ini cocok apabila lo ingin menunjukkan tidaknya hanya keterampilan namun juga pengalaman kerja. Bisa dibilang, lo sebenarnya ingin memakai CV dengan format kronologis namun lo merasa sayang bila keterampilan lo tidak ditonjolkan padahal sangat relevan dan penting. Format ini cocok untuk melamar posisi yang sifatnya harus bisa mengatur dan memimpin karena lo bisa menunjukkan bahwa lo memang benar-benar berpengalaman dan punya banyak keterampilan.

 

Kelebihan:

  • Sangat bagus untuk seorang pelamar yang memiliki banyak pengalaman dan keterampilan yang baik.
  • Disarankan untuk pelamar posisi eksekutif senior yang butuh pengalaman dan keterampilan spesial.
  • Menonjolkan pengalaman, pencapaian, serta kemampuan pelamar.

 

Kekurangan:

  • CV jadi cenderung panjang dan bisa terjadi pengulangan.
  • Membuat perubahan karir dan pergantian pekerjaan yang terus berubah-ubah terlihat.

 

Panduan Lengkap Cara Membuat CV (3 Langkah Mudah!) 27
Illustrasi CV Kombinasi | Dok: Zety

 

Nah, mari kita simpulkan bersama ya ketiga struktur CV di atas:

CV KronologisCV FungsionalCV Kombinasi
FokusPengalaman KerjaKeterampilanPengalaman &

Keterampilan

Posisi Pengalaman KerjaDi atas dan pengalaman relevanDi bawah,pengalaman  mungkin tidak relevanDi tengah, pengalaman relevan
Posisi KeterampilanDi tengah, relevanDi atas, relevanDi atas, relevan
Kelebihan UtamaMudah dibaca, sesuai dengan standarBagus untuk pelamar yang kurang pengalamanMenonjolkan keterampilan dan pengalaman
Kekurangan UtamaBila lo kurang pengalaman, terlihat jelas.Terlihat seakan-akan lo menyembunyikan sesuatu. (karena pengalaman tidak begitu jelas)Cocok untuk orang yang memang punya pengalaman banyak dan keterampilan bagus saja.

Gimana nih, sobat Zenius? Apakah lo menemukan format yang cocok?

 

Langkah 2: Bagaimana Cara Membuat CV

Nah, setelah memilih tipe dan struktur yang sesuai, sekarang lo perlu mengisi informasi berikut:

  • Data dan identitas diri
  • Riwayat pendidikan
  • Pencapaian (penghargaan)
  • Pengalaman Kerja/Organisasi
  • Keterampilan (seperti bahasa, software, dan softskill)
  • Pelatihan (yang sesuai dan menunjang kebutuhan)
  • Minat & Bakat (bila dirasa perlu, sebaiknya yang sesuai dan menunjang kebutuhan)

 

Pastikan lo memasukkan informasi yang penting dan relevan saja. Tidak perlu bertele-tele dan panjang. Ingat, kuncinya adalah menunjukkan kualifikasi diri untuk pekerjaan atau posisi yang diincar, bukan menunjukkan betapa hebatnya diri lo di segala bidang yang sebenarnya nggak ada hubungannya sama sekali  dengan posisi yang lo lamar.

Baca juga: Membuat Job Application Letter

 

Langkah 3: Perhatikan Hal Ini Ketika Membuat dan Mengirimkan CV

Nah, supaya CV lo lebih mantap jiwa, langsung aja baca tips CV yang baik dari Nina yang merupakan salah satu anggota tim HR Recruitment Zenius. Melalui sebuah interview, gue sudah menanyakan beberapa hal tentang kesalahan dan tips penting dalam membuat dan melamar pekerjaan. Menurut Nina, inilah beberapa kesalahan umum namun bisa fatal ketika membuat dan mengirim CV:

Kesalahan 1: Salah Tulis Nama Perusahaan/Penerima

Kesalahan Membuat CV 1

Banyangin gini. Lo adalah seorang software engineer lihai yang ingin melamar pekerjaan di beberapa perusahaan besar. Supaya efisien, lo membuat satu surat e-mail dengan maksud nanti bagian kepadanya lo tinggal ganti-ganti. Eh ternyata lo lupa, dan mengirimkan sebuah e-mail ke Microsoft tapi tulisan tujuannya kepada Apple. Ngambek nggak tuh Microsoft.

Microsoft VS Apple

Kesalahan 2: Salah Mengirim Attachment

Kesalahan Membuat CV 2

Sebenarnya gue juga pernah melakukan kesalahan ini waktu mengirim tugas atau apapun lewat e-mail. Tapi gue nggak pernah salah kirim sih, pernahnya malah sekalian nggak kirim attachment apa-apa. Jadi gue nulis ‘dengan ini saya lampirkan tugas saya’ terus tugasnya nggak ada. 🙂 

Supaya nggak kayak gue dan si X yang mengirimkan diari kucingnya, yuk cek lampiran e-mail sebelum lo mengirimnya ya. Menurut Nina, ada baiknya lo merename file yang mau dikirim dengan jelas. Supaya nggak tertukar dengan file lainnya.

 

Kesalahan 3: Kontak Salah Atau Tidak Aktif

Kesalahan Membuat CV 3

Tentunya ketika lo membuat CV, lo perlu mencantumkan alamat dan kontak terbaru. Jangan sampai ketika HR atau perekrut ingin menghubungi lo, mereka hanya mendapatkan satu centang tanpa balasan dari lo. Usut punya usut, ternyata lo salah memberikan nomor lama yang sudah tidak aktif. Kasihan kan perekrutnya? Udah baik mau kontak lo malah jadi terasa di-ghosting.

 

Kesalahan 4: Berusaha Asik Sampai Kelewat Gaul

Kesalahan Membuat CV 4

Wahai sobat Zenius gaul nan asyik, hati-hati ya dalam pemilihan kata ketika membuat CV. Gue mengerti sebenarnya lo ingin mencairkan suasana dan menekankan betapa semangatnya lo. Namun, sebaiknya gunakan bahasa yang lebih formal supaya aman.

 

Kesalahan 5: Portofolio Tidak Bisa Diakses

Kesalahan Membuat CV 5

Sayang banget kan kalo lo sebenarnya punya banyak banget karya yang mau ditunjukkan tapi semuanya tenggelam di balik link yang salah? Ini adalah kesalahan yang mungkin sepele namun fatal.

 

Kesalahan 6: Subject Dan Body Salah Atau Kosong

Kesalahan Membuat CV 6

Menurut Nina, pernah lho ada orang yang mengirim e-mail dengan subjek: “[nama lo]_[role yang lo apply]”. Ya ampun guys, siapapun dia, makasih ya sudah membuat gue ngakak. Kan sayang banget kalo CVnya udah bagus-bagus tapi subjectnya begitu. Oleh karena itu, jangan hanya cek isi e-mail lo, tapi juga judul subjectnya ya.

 

Pertanyaan 1: Apakah foto wajib ada di CV?

Sobat Zenius, mungkin lo pernah dengar bahwa di luar negeri ada beberapa tempat atau perusahaan yang justru mengharuskan para pelamar untuk TIDAK mencantumkan foto maupun jenis kelamin mereka. Tujuannya adalah tidak terjadi diskriminasi atau bias dalam penerimaan berdasarkan penampilan fisik, ras, suku, dan jenis kelamin. 

Namun di Indonesia, merupakan hal yang umum untuk mencantumkan foto dan jenis kelamin di dalam CV kita. Apalagi, hal ini bisa menjadi penting bila memang pekerjaan yang ingin dilamar menuntut penampilan atau jenis kelamin tertentu. Nah, bagaimana menurut kalian, sobat Zenius? 

 

Pertanyaan 2: Lebih baik CV formal atau kreatif?

Ketika ditanya pertanyaan ini, ternyata jawaban Nina mengkonfirmasi informasi yang sebelumnya udah gue share nih guys. Jadi sebenarnya tidak ada ketentuan apakah CV itu harus hitam putih atau berwarna. Sebaiknya mencocokkan saja dengan posisi atau jabatan yang mau diambil. 

Apabila memang posisi yang perlu menunjukkan kreativitas lo, ya nggak apa-apa kalau mau berwarna dan dihias sedikit. Sebaliknya kalau lo ngelamar pekerjaan seperti menjadi manajer atau kepala bagian, lebih penting memperlihatkan pengalaman dan skill secara jelas.  

Nah, ada hal penting nih, sobat Zenius. Nina mengingatkan, jangan membuat CV lo terlalu ramai dan norak. Selain itu, pastikan alur CV lo jelas. Jangan sampai desain yang ada membuat CV lo susah dibaca dan dimengerti.

TIPS PENTING

Sejatinya kita sebagai manusia memanglah makhluk yang tidak luput dari kesalahan dan ketidak telitian. Namun, ada baiknya kita melakukan hal ini untuk meminimalisir kesalahan-kesalahan di atas:

  • Mengecek kembali Subject, Body dan Attachment e-mail kita.
  • Menggunakan bahasa yang cukup formal dan sopan.
  • Memastikan kontak dan alamat kita benar.
  • Membuat CV yang mudah dimengerti dan dibaca.
  • Membaca kembali seluruh e-mail, CV, dan attachment dari awal hingga akhir.

 

*****

Gimana, sobat Zenius? Apakah lo sudah siap membuat CV sendiri? Itulah beberapa hal mengenai CV yang lo perlu ketahui. Semoga bermanfaat ya. Nah, gue mau menguji pemahaman lo tentang CV nih. Coba jawab pertanyaan ini di kolom komentar.

  1. Kapan kita perlu membuat CV?
  2. Mana yang lebih baik: CV Formal atau Kreatif?
  3. Sebaiknya kita memakai CV kronologis, fungsional, atau kombinasi?
  4. Apakah lo punya pengalaman kocak saat lagi buat atau ngumpulin CV? Share dong di kolom komentar!

Oh ya, apabila lo punya pertanyaan atau saran, langsung aja ya juga komen di bawah. Nggak usah malu-malu hehe. Ciao!

 

Referensi:

Darmody, J. (2017). Should I make a creative CV or stick with tradition?. Diambil dari https://www.siliconrepublic.com/advice/creative-cv-traditional-format-tips

Tomaszewski, M. (2021). Combination Resume (Template & 5+ Combo Examples). Diambil dari https://zety.com/blog/combination-resume