Organ Ekskresi: Kulit, Hati, Usus, dan Paru-Paru - Materi Biologi Kelas 11 9

Organ Ekskresi: Kulit, Hati, Usus, dan Paru-Paru – Materi Biologi Kelas 11

Ketika tubuh lo punya zat-zat sisa, mereka akan dikeluarkan melalui sistem ekskresi, yang di antara lain ada kulit, hati, usus, dan paru-paru. Mengapa organ-organ tersebut termasuk sebagai sistem ekskresi?

Lo pernah gak, dapet tugas buat bikin kerajinan tangan gitu? Misalnya karyanya dari kertas origami yang lo gunting-gunting jadi berbagai bentuk hewan. Kalo udah selesai, lo bakal punya sisa-sisa guntingan origami yang pastinya udah gak bakal lo pake lagi. Kalo disimpan kan cuma bikin kamar kotor, ya? Jadinya lo buang, deh.

Nah kalo ngomongin soal organ-organ ekskresi pada tubuh manusia, mereka melakukan tugas yang demikian. Ketika organ-organ tersebut udah selesai berproses menghasilkan sesuatu yang berguna bagi tubuh, misalnya energi entah dari bakso atau nasi goreng yang sebelumnya lo makan, mereka akan punya zat-zat sisa yang udah gak diperlukan lagi oleh tubuh.

Maka, zat-zat sisa ini dikeluarkan melalui sistem ekskresi.

Ginjal, kulit, hati, usus, dan paru-paru adalah organ-organ ekskresi yang dimiliki oleh manusia. Tapi kali ini, gue bakal langsung bahas yang 4 terakhir aja, ya! Kalo lo pengen belajar lebih jauh tentang ginjal, Zenius udah ada nih video belajarnya di sini, check it out!

Kulit

Organ Ekskresi Kulit Zenius

Kalo lo perhatiin gambar diatas di bagian permukaan kulit, lo bisa liat lubang-lubang kecil yang disebut pori-pori, Nah dalamnya itu ada kelenjar keringat yang menghasilkan zat yang akan dikeluarkan melalui pori-pori.

Kemudian, ada satu kelenjar lagi yang letaknya tuh berdampingan sama rambut, yakni kelenjar sebaceous. Kelenjar ini mengeluarkan sebum atau minyak. Jadi kalo lo ngaca pas siang-siang gitu terus liat muka lo “glowing” alias minyakan, nah itu datangnya dari kelenjar ini.

Nah, kulit disebut sebagai organ ekskresi karena memiliki kedua kelenjar tersebut.

Kelenjar keringat menghasilkan keringat ketika tubuh berada dalam suhu yang tinggi atau panas entah dari dalam maupun luar tubuh. Keringat terdiri atas 99% air dan 1% nya bisa, urea, NaCl yang bikin keringet lo asin (pasti lo pernah nyicipin kan?), ammonia, atau asam laktat.

Keringat ini dikeluarkan oleh kulit sebagai bagian dari fungsi termoregulasi kulit yang berperan terhadap pengaturan suhu di tubuh lo dan juga membunuh bakteri yang ada di kulit. Nah dari proses ini ada zat sisa yaitu urea dan garam yang karena sudah tidak digunakan lagi, dibuang melalui sistem ekskresi.

Hati

Organ Ekskresi Hati Zenius

Beda kan, bentuk hati yang sebenarnya sama yang ada di keyboard emoticon di HP lo?

Mengapa hati disebut sebagai organ ekskresi? Dalam struktur hati lo punya yang namanya arteri hepatica yang fungsinya adalah untuk mengalirkan zat-zat yang nantinya akan diolah dalam hati. Apa aja sih yang dikerjain sama hati ini? Dia bisa bikin hemoglobin dalam darah, melaksanakan metabolisme senyawa-senyawa kimia dalam tubuh, dan juga menetralisir toksin.

Setelah proses pengolahan akan ada zat-zat sisa yang akan dibuang melalui vena porta hepatica dan empedu. Yang dibuang apa aja? Ada limbah nitrogen berupa ammonia yang nantinya akan dikirimkan ke ginjal. Ada getah empedu juga yang akan dikirimkan ke empedu kemudian ke usus untuk membantu pencernaan lemak, tapi itu jadinya bukan sepenuhnya ekskresi ya, karena getah empedu masih digunakan lagi, bukan dibuang. Buat lebih rincinya, lo bisa nonton video belajar Zenius ini.

Usus

Nah, kalo udah ngomongin soal usus, lo pasti kebayang kan, apa yang dibuang sama organ ini? Lo biasanya nyebutnya apa nih? Banyak pilihan nama ya haha, tapi kalo mau sopannya nih, bisa disebut feses.

Organ Ekskresi Usus Zenius

Bahan-bahan apa yang disekresikan oleh usus?Jadi, setelah ketoprak diolah dalam sistem pencernaan, nutrisi akan diserap oleh tubuh. Sementara sisanya akan dibuang dalam bentuk feses yang akan masuk ke usus besar dan bercampur dengan zat-zat lain dalam tubuh, seperti bilirubin yang dihasilkan oleh hati. Nanti akhirnya keluar dari anus, deh.

Paru-Paru

Lho, bukannya paru-paru itu masuknya sistem pernapasan, ya? Betul, tapi ada alasan mengapa paru juga disebut sebagai organ ekskresi.

Organ Ekskresi Paru-Paru Zenius

Fungsi paru-paru sebagai organ ekskresi adalah untuk membuang suatu zat sisa yang gak bisa dilihat dengan mata telanjang. Karena merupakan sistem pernapasan, jadi zat sisa yang dibuang juga berupa gas, yakni CO2 yang bisa dikeluarkan melalui hidung maupun mulut.

CO2 sendiri merupakan produk sampingan dari metabolisme jaringan tubuh. Yup, karbondioksida gak hanya dihasilkan oleh paru-paru ya, tapi juga dari sistem lainnya. Nanti CO2 dari seluruh tubuh bakal naik kendaraan warna merah alias darah menuju paru-paru untuk diolah menjadi gas yang akan dikeluarkan dari tubuh.

Nah, kita udah selesai membahas beberapa organ yang termasuk dalam sistem ekskresi, nih. Sekarang waktunya kita berterimakasih kepada tubuh kita yang udah bekerja dengan pintar banget sampe gak kelupaan untuk selalu membuang hal-hal lain yang udah gak digunakan oleh tubuh!

Contoh Soal

  1. Sebum adalah zat yang diproduksi oleh kelenjar sebasea. Produksi sebum berlebih menyebabkan pori menjadi tersumbat. Seseorang yang memiliki tipe kulit berminyak tidak akan ….
    a. Memiliki kulit yang lembab
    b. Memiliki kelenjar sebaceous
    c. Berjerawat
    d. Mengekskresikan keringat yang banyak
    e. Memiliki kelenjar keringat
  2. Pernyataan yang tepat mengenai pembentukan feses adalah ….
    a. Pigmen yang memberi warna pada feses berupa biliverdin
    b. Feses yang normal memiliki kandungan air yang tinggi
    c. Pembentukan feses terjadi pada apendiks
    d. Feses mengandung sisa pencernaan yang sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi
    e. Pigmen pewarna feses berasal dari perombakan sel darah putih yang sudah tua

PEMBAHASAN

  1. Jawaban: d. Mengekskresikan keringat yang banyak.
    Pembahasan: Apabila kelenjar sebasea memproduksi banyak minyak, minyak tersebut akan menyumbat pori-pori yang menghambat keluarnya keringat.
  2. Jawaban: d. Feses mengandung sisa pencernaan yang sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi.
    Pembahasan: Feses terbentuk dari sisa makanan yang sudah tidak dapat dicerna. Feses juga mengandung air, tapi kalau terlalu banyak, berarti diare. Kalau terlalu sedikit bisa sembelit. Warna feses berasal dari urobilinogen hasil perombakan sel darah merah.

Baca juga:

Struktur Ginjal Manusia dan Fungsinya – Materi Biologi Kelas 11

Sistem Reproduksi Pria dan Gangguannya – Materi Biologi Kelas 11

Pertumbuhan Primer dan Sekunder Tumbuhan – Materi Biologi Kelas 11

Bagikan Artikel Ini!