Mengenal Sistem Pencernaan dan Organ-Organ yang Terlibat

Sistem pencernaan dan organ yang terlibat (Arsip Zenius)

Halo, Sobat Zenius! Buat yang duduk di kelas 8 SMP, elo pasti dapet materi Biologi tentang sistem dan organ pencernaan. Untuk memperoleh zat makanan dan energi tubuh kita menjalankan proses pencernaan, maka dari itu materi ini penting banget untuk dipelajari.

Yuk, langsung bahas bareng di artikel ini mengenai metode sistem pencernaan yang terlibat di dalamnya. Tapi sebelum kita belajar lebih jauh, gue mau ceritain singkat tentang bahayanya gangguan pada sistem pencernaan, yang bahkan bisa berujung kematian.

Nasib tragis ini dialami oleh salah satu tokoh dalam sejarah yang pasti elo tau. Siapa sangka tokoh besar itu akan meninggal dalam keadaan yang sungguh sepi. Ia wafat dalam pengasingannya di sebuah pulau kecil pada tanggal 5 Mei 1821.

Lokasinya di Pulau St. Helena, sebuah pulau kecil yang terletak di tengah-tengah Samudra Atlantik. Pulau yang dikunjungi Charles Darwin pada tahun 1836. Di pulau tersebutlah perjalanan hidup salah satu kaisar terbesar yang pernah berkuasa di Eropa mencapai garis akhir, yakni Napoleon Bonaparte.

Setelah sempat sesumbar dan mengata-ngatai Pangeran Wellington, pemimpin pasukan Inggris sebagai ‘jenderal yang payah’ sebelum palagan Waterloo dimulai, Napoleon harus meneguk pil pahit. Jumlah pasukan yang lebih banyak nyatanya bukanlah jaminan.

Pasukan Napoleon dikalahkan oleh pasukan gabungan Inggris, Prusia, Rusia, dan Austria. Kekalahan dalam palagan Waterloo membuatnya dibuang ke St. Helena.

sistem pencernaan
Hidup Napoleon Bonaparte berakhir karena gangguan pencernaan. (Dok. Shutterstock)

Beberapa waktu setelah menjalani hidup dalam pengasingan, Napoleon akhirnya wafat akibat permasalahan dalam sistem pencernaannya. Ada pendapat yang mengatakan kematian Napoleon disebabkan oleh tukak lambung, luka yang kerap terjadi pada lambung tetapi juga bisa terjadi di usus 12 jari atau di bagian bawah kerongkongan. 

Pendapat lainnya dilansir oleh The Telegraph yang menyatakan bahwa Napoleon wafat akibat kanker perut. Kanker ini diduga muncul salah satunya karena pola makan yang buruk. Napoleon diduga terlalu banyak mengonsumsi makanan yang diawetkan dengan garam dan kekurangan konsumsi sayur serta buah. 

Terlalu banyak mengonsumsi makanan awetan menjadi alasan yang masuk akal mengingat banyaknya waktu yang dihabiskan oleh Napoleon dalam peperangan. 

Berabad-abad setelah kematian Napoleon, kematian yang disebabkan oleh persoalan dalam sistem pencernaan nyatanya masih menjadi momok bagi manusia hingga hari ini. 

Dalam laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) pada 2012 lalu, di Amerika Serikat angka kematian yang disebabkan oleh penyakit yang berkaitan dengan gastroenteritis, radang pada lambung dan usus, mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. 

Sejak tahun 1999 hingga 2007, tercatat terjadi peningkatan dari yang awalnya terjadi 7.000 kematian dalam setahun menjadi 17.000 kematian. Gangguan kesehatan ini menyerang orang-orang tua berusia 65 tahun atau lebih. 

Penyebabnya sendiri bisa bermacam-macam, salah satunya adalah karena bakteri. Lebih lanjut tentang penyakit-penyakit apa saja yang bisa terjadi dalam sistem pencernaan bisa elo baca di sini:

Penyakit Pada Sistem Pencernaan

Sebelum lanjut belajar mengenai sistem dan organ pencernaan, download dulu yuk aplikasi Zeniusnya. Elo bisa belajar bareng Zen tutor dan dapatkan akses gratis lainnya, cukup dengan login. Klik di bawah ini yuk!

cta banner donwload apps zenius

Download Aplikasi Zenius

Tingkatin hasil belajar lewat kumpulan video materi dan ribuan contoh soal di Zenius. Maksimalin persiapanmu sekarang juga!

icon download playstore
icon download appstore
download aplikasi zenius app gallery

Mengenal Sistem Pencernaan

Gue sengaja menuliskan sesuatu yang mengerikan mengenai sistem dan organ pencernaan sebagai pengingat bagi kita semua betapa pentingnya sistem pencernaan. Tanpa sistem pencernaan yang sehat, hidup sepertinya tidak akan menyenangkan untuk dijalani. 

Ada sederet nama-nama penyakit yang dapat menghinggapi sistem pencernaan. Dari mulai diare yang bikin kita bolak-balik ke kamar mandi (sehingga mengganggu kencan ataupun kegiatan lainnya) hingga apendisitis yang membuat kita harus terbaring di rumah sakit beberapa waktu lamanya. 

Sebagaimana penyakit pada umumnya, penyakit yang menyerang sistem pencernaan sangatlah mengganggu. Untuk itu, kesehatan sistem pencernaan sudah selayaknya mendapat perhatian khusus dari kita semua. Kita bisa mengawalinya dengan mengenal organ-organ yang ada dalam sistem tersebut. 

Sistem pencernaan adalah kumpulan organ yang saling terintegrasi untuk melakukan proses pengubahan makromolekul menjadi molekul-molekul yang bisa diserap oleh tubuh (mikromolekul). 

Ingat kata kuncinya, makro dan mikro. Makromolekul bisa berupa makanan yang biasa kita konsumsi. Makromolekul tersebut tidak bisa serta merta begitu saja diserap oleh tubuh dan diubah menjadi energi. Karenanya, kita meminta bantuan kepada sistem pencernaan untuk melakukan tugasnya.

Sistem Pencernaan Manusia

Metode sistem pencernaan ada dua, yakni kimiawi dan mekanik. Kimiawi berarti melibatkan senyawa-senyawa kimiawi. Zat yang bermanfaat mengatur pencernaan dalam mengolah makanan adalah zat enzim, seperti amilase dan lipase.

Fungsi dari enzim adalah mempercepat laju reaksi kimia yang terjadi. Sedangkan untuk proses mekanik melibatkan organ-organ yang bekerja secara fisik seperti gigi dan esofagus misalnya. 

Segala organ dan proses yang ada ini bekerja secara serempak untuk menjadikan makromolekul menjadi mikromolekul. Makromolekul atau bahan makanan yang dimaksud adalah karbohidrat, lemak, dan protein. Tiga bahan makanan tersebut tidak bisa langsung diserap oleh tubuh. 

Proses mekanik dan kimiawi yang terjadi dalam sistem pencernaan mengubah karbohidrat menjadi glukosa yang berfungsi sebagai energi. Lemak diubah menjadi asam lemak dan gliserol yang juga berfungsi sebagai energi. Sedangkan protein diubah menjadi asam amino yang perannya sangatlah vital bagi tubuh kita karena menjadi zat pembangun. 

Disebut pembangun karena zat tersebutlah yang membangun tubuh kita. Contohnya adalah saat masa pertumbuhan. Jika kita mengalami kekurangan asam amino yang berasal dari protein saat tumbuh, hal tersebut dapat memicu terjadinya stunting. Stunting sendiri adalah sebuah keadaan ketika tinggi badan manusia tidak sesuai dengan tinggi orang seusianya.

sistem pencernaan
Ilustrasi sistem pencernaan manusia. (Dok. Shutterstock)

Jadi kebayang kan betapa besar peran sistem pencernaan bagi hidup kita? Tanpa adanya sistem tersebut, tubuh kita ga akan tuh dapat asupan mikromolekul. Padahal, kita butuh banget buat jadi energi dan zat yang membangun tubuh kita. Ingat, sistem tersebut terdiri dari organ-organ.

Perubahan karbohidrat menjadi glukosa terjadi dalam satu organ, begitu pula protein dan lemak. Masing-masing organ yang tergabung dalam sistem memiliki peran yang berbeda-beda. 

Organ-Organ Saluran Pencernaan

Setelah mengetahui definisi dan metode sistem pencernaan, sekarang kita bahas organ-organ yang ada dalam sistem tersebut beserta apa saja fungsinya.

Dengan mengetahui fungsinya, seharusnya kita jadi makin aware dan sayang sama organ tersebut. Soalnya, kalau ada satu saja organ yang rusak, bisa-bisa satu sistem bisa terganggu semua. 

Misalkan jika gigi kita sudah tidak lengkap sehingga makanan yang kita makan tidak lagi bisa dikunyah secara maksimal. Karena makanan tersebut belum lembut saat ditelan, organ lain pun harus bekerja lebih keras, terutama usus.

Efeknya, usus mengalami kesulitan untuk membersihkan diri serta meregenerasi sel-sel yang membantu penyerapan nutrisi dalam tubuh. 

By the way, jika ada yang bertanya mengapa gue tidak menyertakan saliva, hati, pankreas, dan empedu, jawabannya adalah karena mereka tidak termasuk dalam saluran pencernaan.

Makanan yang kita konsumsi tidak pernah mampir mengunjungi mereka. Meski demikian, fungsi mereka tetaplah penting dan kesehatannya harus dijaga. 

Tidak ada orang yang menginginkan organ-organ tubuhnya rusak. Kita harus menjaganya supaya semua tetap bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Perjalanan makanan dalam saluran pencernaan dimulai dari mulut dan berakhir di anus. 

Mulut 

Semua berawal dari makanan yang kita masukkan ke dalam mulut. Entah itu protein yang berada dalam tempe, karbohidrat berbentuk nasi, atau lemak berbentuk steak. Semua berawal dari mulut. Di dalam mulut terjadi pencernaan mekanik dan kimiawi. Saat sedang mengunyah makanan, elo sedang melakukan pencernaan mekanik. Di dalam mulut terdapat enzim amilase, enzim itulah yang menjalankan pencernaan secara kimiawi. 

Proses mekanik dibantu oleh gigi sehingga terjadi perubahan ukuran makanan. Ada gigi taring, geraham, serta gigi seri yang perlu elo jaga kesehatannya. Sebaiknya elo secara rutin memeriksakan gigi-gigi supaya dapat awet sampai tua kelak. 

Sedangkan untuk proses kimiawi yang terjadi dalam mulut dilakukan oleh beberapa enzim, yakni amilase, lisozim, betain, dan enzim bromelain. Setiap enzim ini memiliki fungsinya masing-masing. Enzim amilase membantu mengolah makromolekul yang kita makan menjadi gula. Gula-gula tersebutlah yang nantinya menjadi sumber energi bagi kita. 

Pencernaan secara kimiawi yang terjadi di mulut bertujuan untuk mencerna amilum atau karbohidrat kompleks.

Selanjutnya ada enzim lisozim yang memiliki sifat antibakteri. Sifat yang dimilikinya itu membantu memberikan pada tubuh kita terhadap serangan bakteri yang bisa hadir lewat makanan yang kita konsumsi. Enzim betain bertugas untuk metabolisme asam amino dan bromelain bertugas untuk memecah protein.

Kerongkongan 

Setelah makromolekul dihancurkan dan dihaluskan di dalam mulut, perjalanan berlanjut menuju kerongkongan. Di depan gerbang kerongkongan berdiri penjaga bernama epiglotis. Jika pernah mengalami tersedak, boleh jadi hal itu terjadi karena epiglotis sedang bingung. Epiglotis berperan sebagai penjaga dua saluran, saluran pencernaan dan saluran pernafasan. Melakukan kegiatan makan sambil berbicara adalah perbuatan yang bisa membuat epiglotis mengalami kebingungan. 

Dia bingung sebenarnya kita sedang makan atau bernapas. Karena kebingungan itulah makanan yang seharusnya diteruskan ke saluran pencernaan malah masuk ke saluran pernafasan. Lantaran tidak ada yang boleh masuk ke saluran pernafasan selain udara, kita pun tersedak sebagai upaya tubuh untuk mengeluarkan benda asing yang memasuki saluran pernafasan. 

Selanjutnya makanan pun secara resmi telah memasuki wilayah kedaulatan kerongkongan atau juga dikenal dengan sebutan esofagus. Secara etimologi eso bermakna saluran dan fagus bermakna makanan. Di dalam esofagus terjadi sebuah gerakan yang disebut peristaltis. Gerak ini bertujuan untuk menurunkan makanan menuju ke pemberhentian selanjutnya. 

Percayalah bahwa gerakan tersebut sangatlah kuat. Bahkan, apabila elo sedang berbaring atau berjungkir balik sekalipun, makanan akan tetap turun ke lambung saking kuatnya gerak peristaltis yang terjadi di esofagus. 

Penjelasan lebih lanjut mengenai sistem pencernaan bisa elo klik di bawah.

Pencernaan dan Hal-Hal yang Perlu Kamu Ketahui

Lambung 

Perjalanan panjang makanan yang tadinya kita makan akhirnya mencapai titik selanjutnya, lambung. Di lambung, makanan akan berhenti selama beberapa jam, sekitar 3-4 jam. Meski demikian, lama tidaknya makanan berada di lambung tergantung pada komposisi makanan yang masuk. 

Karbohidrat biasanya akan berada di lambung dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan protein dan lemak. Kapasitas yang dimiliki lambung bisa mencapai sekitar 2 liter. Jika kita mengkonsumsi makanan satu piring misalnya, apabila jumlahnya belum menyentuh 2 liter berarti lambung kita belum penuh.

sistem pencernaan
Ilustrasi Lambung (Dok. Adobe Stock)

Lambung adalah organ pencernaan yang menghasilkan asam kuat, yakni HCl (asam klorida), yang berfungsi untuk membunuh mikroorganisme yang menumpang di makanan yang kita makan. 

Sifat asam yang dimiliki lambung sangatlah kuat, bahkan tingkat PH yang dimiliki lambung berada di angka 2. PH dengan angka segitu bisa membuat paku besi sekalipun lumer. 

Untungnya, di dalam lambung terdapat sel mucus yang bertugas melakukan perlindungan. Masalahnya, terkadang dialami oleh beberapa dari kita yaitu pertumbuhan sel mucus yang tidak lebih cepat dibanding HCl. Keadaan demikian itu bisa memicu terjadinya penyakit maag. 

HCl juga berfungsi untuk mengaktifkan enzim pepsin. Enzim inilah yang bekerja menghancurkan protein sehingga bisa diserap oleh tubuh kita. 

Setelah berdiam selama beberapa lama di lambung, makanan akan hancur dan berubah bentuk semacam cairan atau pasta halus yang kemudian akan melanjutkan perjalanan ke tujuan selanjutnya. 

Usus Halus

Sejak dari mulut sampai lambung, makanan telah mengalami proses penghancuran dan berubah wujud menjadi sangat lembut. Namun, proses pencernaan belumlah berakhir. Sekarang makanan telah mulai meninggalkan lambung dan memasuki usus halus yang terdiri dari tiga bagian, yakni usus 12 jari (duodenum), usus kosong (jejunum), dan ileum.

Di dalam usus halus terjadi peristiwa pencernaan makanan dan minuman serta proses penyerapan nutrisi.

Selain di mulut, karbohidrat hanya mengalami pencernaan kimiawi di usus halus. Lebih tepatnya, proses ketika usus halus menyerap karbohidrat dalam bentuk molekul monosakarida.

Walau tidak menjadi saluran makanan, pankreas, hati, dan empedu berperan besar dalam proses pencernaan. Mereka menghasilkan berbagai macam enzim yang membantu perubahan wujud makromolekul tadi menjadi mikromolekul. Semua proses pencernaan akhirnya berakhir di duodenum. 

Proses pencernaan telah berakhir, kini saatnya proses penyerapan. Tahap pertama penyerapan terjadi di jejunum (usus kosong). Sebagian besar proses penyerapan terjadi di dalam jejunum. Nyaris seluruh bagian usus halus memiliki jonjot usus yang berfungsi menyerap mikromolekul. 

Pada bagian jejunum fungsi penyerapannya dimaksimalkan. Nah di bagian ini elo bakal kenal yang namanya sel epitel. Bagaimanakah peran jaringan epitel dalam menyerap sari makanan?

Sel epitel memiliki lapisan villi dan microvilli yang membuat permukaan usus halus menjadi sangat luas. Karenanya, fungsi penyerapan usus halus menjadi sangat baik. Di dalam jejunum, nutrisi yang diserap jaringan epitel akan dialirkan ke seluruh tubuh.

Ileum (usus penyerapan) menjadi bagian ketiga dalam usus halus, merentang dari jejunum hingga katup ileosekal. Selain berfungsi menyerap nutrisi makanan yang belum diserap oleh jejunum, ileum juga berperan dalam mengatur katup ileosekal agar sisa penyerapan yang dialirkan ke usus besar tidak kembali ke usus halus.

Usus Besar 

Organ pencernaan makanan yang berfungsi sebagai tempat reabsorbsi air adalah usus besar. Gimana caranya? Baca terus deh.

Mikromolekul telah diserap oleh usus halus dan sekarang yang tersisa adalah sisa-sisanya. Sisa-sisa penyerapan tersebut masih mengandung air dan mineral. Usus besar berperan untuk menyerap air serta mineral tersebut sehingga sisa-sisa ini sekarang berbentuk padat. 

Proses pembusukan sisa makanan dan reabsorpsi air di usus besar melibatkan bakteri Escherichia coli atau E.coli.

Hampir semua kandungan air yang kita konsumsi baik melalui makanan maupun minuman diserap oleh usus besar. Usus ini sangatlah berjasa dalam hidup kita karena menjauhkan kita dari dehidrasi.

Anus

Semua hal-hal yang diperlukan oleh tubuh telah diserap oleh usus besar dan usus halus. Kini yang tersisa hanyalah zat-zat yang harus dibuang dari dalam tubuh. Peran anus dalam sistem pencernaan adalah untuk hal ini yaitu membuang zat sisa. 

Demikianlah penjelasan secara singkat tentang apa itu sistem pencernaan, metode sistem pencernaan, beserta organ-organ yang terlibat di dalamnya.

Setiap organ mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Karenanya, tidak ada organ yang dapat berperan sebagai pengganti. Semua organ haruslah berada dalam kondisi fit supaya pencernaan dapat dilakukan secara optimal. 

Menjaga kesehatan semua organ yang kita miliki adalah suatu keharusan. Mengatur pola makan adalah salah satu cara yang bisa elo tempuh.

Misalkan elo lebih memperhatikan apa yang dimakan, makanan organik kah atau makanan yang mengandung MSG? Artikel tentang MSG bisa elo baca melalui tautan yang gue lampirkan ini.Sekarang elo udah tau kan metode sistem pencernaan. Elo bisa memperhatikan dan menjaganya dengan baik.

Efek Samping MSG yang Harus Kamu Tahu

Seru banget ya belajar tentang sistem dan organ pencernaan. Tapi belajar tuh perlu terus-terusan, lho. Biar belajarnya makin konsisten, ikutan beli paket belajar Zenius aja yuk. Elo bisa nikmati video-video premium hingga live classnya juga. Klik di bawah ini ya!

Mengenal Sistem Pencernaan dan Organ-Organ yang Terlibat 17
Yuk langganan sekarang!

Yuk, pelajari materi Biologi lainnya dengan klik banner di bawah ini. See you, Sobat Zenius!

Mengenal Sistem Pencernaan dan Organ-Organ yang Terlibat 18

Originally Published: November 19, 2019
Updated by: Arum Kusuma Dewi, Arieni Mayesha & Silvia Dwi

Bagikan Artikel Ini!