Organ-organ penyusun sistem pernapasan manusia

Sistem Pernapasan Manusia

Artikel ini akan menjelaskan tentang pengertian sistem pernapasan, organ-organ sistem pernapasan, dan gangguan pada sistem pernapasan manusia.

Hi, guys! Berbicara mengenai makhluk hidup, bernapas termasuk salah satu ciri-cirinya. Manusia bernapas untuk menghirup oksigen (O2) dan melepaskan karbon dioksida (CO2). Apa yang terjadi kalau manusia tidak bernapas? Tubuh akan kekurangan oksigen dan bisa menyebabkan kematian lho. Coba deh selama 5 menit kamu tahan napas, apa yang akan terjadi? Hihihi.

Selain itu, manusia juga bisa membedakan antara bau parfum dengan bangkai tikus. Lalu, apa sih yang menyebabkan hal tersebut? Nah, di sini aku akan mengajak kamu untuk memahami mengenai sistem pernapasan yang bekerja di dalam tubuhmu. Udah siap?

Apa Itu Sistem Pernapasan?

Sistem pernapasan adalah organ-organ yang melibatkan proses bernapas, bertanggung jawab dalam pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Organ yang paling bertanggung jawab dalam sistem pernapasan adalah paru-paru, yang mana paru-paru ini sebagai pembawa pertukaran gas saat proses bernapas.

Yap, kita sangat membutuhkan oksigen untuk bisa menjalankan fungsi sel-sel di dalam tubuh. Dilansir dari National Institute of Neurological Disorders and Stroke, kalau selama 5 menit aja udah gak ada pemasukan oksigen ke dalam tubuh, maka sel-sel otak mulai mati. Hal itu akan menyebabkan kerusakan otak hingga menyebabkan kematian.

Selain bernapas, kira-kira apa sih fungsi lainnya dari sistem pernapasan itu?

  1. Untuk bernapas (pertukaran oksigen dan karbon dioksida).
  2. Bisa membaui sesuatu, seperti aroma parfum, bangkai, ataupun masakan.
  3. Bisa membuat manusia berbicara.
  4. Untuk adaptasi tubuh, bisa mengalirkan udara sesuai suhu tubuh dan melembapkan sesuai kondisi tubuh.
  5. Melindungi saluran udara dari zat berbahaya dan iritasi.

Organ Penyusun Sistem Pernapasan Manusia

Selama proses bernapas, ternyata bukan hanya hidung dan paru-paru aja yang bekerja lho. Terdapat organ-organ lainnya seperti mulut, tenggorokan (faring), laring, trakea, diafragma, bronkus, bronkiolus, alveolus, dan kapiler. Kita bahas satu per satu, yuk!

Organ-organ penyusun sistem pernapasan manusia
Organ-organ penyusun sistem pernapasan manusia (sumber gambar: lung.ca)

Hidung, Rongga Hidung, dan Mulut

Organ penyusun sistem pernapasan yang pertama adalah hidung dan mulut. Hal ini karena keduanya merupakan organ yang secara langsung berhubungan dengan dunia luar.

Proses bernapas dimulai ketika kamu menghirup oksigen melalui hidung atau mulut. Proses yang baik adalah ketika kamu menghirup oksigen melalui hidung dan mengeluarkan karbon dioksida melalui mulut. Kenapa lebih baik menghirup udara melalui hidung? Karena, di dalam rongga hidung terdapat rambut dan lendir (mucus). Fungsinya adalah untuk menyaring zat dan mikroorganisme berbahaya yang masuk ke tubuh. Namun, ketika kamu sedang mengalami gangguan seperti hidung tersumbat, kamu bisa menghirup udara melalui mulut.

Sinus

Dari rongga hidung, udara akan masuk ke dalam sinus. Di sini, udara diatur kelembapan dan suhunya agar sesuai dengan kondisi tubuh kita.

Tenggorokan (Faring)

Tenggorokan atau disebut juga faring merupakan suatu saluran yang mengalirkan udara dari hidung ke laring dan trakea.

Laring

Laring atau disebut juga kotak suara, merupakan penghubung antara faring dan trakea. Disebut sebagai kotak suara, karena di laring terdapat pita suara dan katup epiglotis yang memisahkan antara saluran makan dengan saluran udara.

Batang Tenggorokan (Trakea)

Trakea adalah organ berbentuk tabung/pipa yang menghubungkan antara tenggorokan dengan paru-paru. Yap, fungsi utama dari trakea ini adalah mengalirkan udara ke paru-paru. Selain itu, trakea juga bisa untuk menyaring benda asing, seperti zat atau mikroorganisme berbahaya agar tidak masuk ke paru-paru. Di dalam trakea terdapat sel goblet untuk memproduksi lendir yang berfungsi untuk menahan atau menyaring benda asing tersebut. Kemudian, silia (rambut kecil yang melapisi trakea) akan membawa benda asing tersebut kembali ke atas menuju mulut agar dapat ditelan. Kalau kamu batuk, yang membantu batukmu agar lebih kuat adalah trakea lho, guys.

Diafragma

Diafragma adalah organ yang memisahkan antara rongga perut dan rongga dada, guys. Otot-otot diafragma ini digunakan dalam proses pengambilan dan pengeluaran napas. Ketika kamu menghirup oksigen (mengambil napas), maka otot-otot pernapasan di rongga dada akan mengembang dan diafragma berkontraksi, sehingga tekanan rongga dada menurun. Hal ini akan memudahkan oksigen masuk ke paru-paru. Sebaliknya, ketika kamu menghembuskan napas, maka diafragma akan mengendur dan ukuran paru-paru mengecil.

Bronkus

Trakea memiliki dua cabang menuju paru-paru. Itulah yang disebut dengan bronkus, menuju paru-paru kanan dan kiri. Di dalam saluran bronkus, terdapat silia yang bergerak maju-mundur dengan membawa lendir/mucus. Lendir inilah yang akan mengumpulkan debu atau zat berbahaya lainnya agar tidak masuk ke paru-paru. Kemudian, zat berbahaya (misalnya virus) atau debu tersebut akan dikeluarkan saat batuk atau bersin.

Bronkiolus

Setelah melalui bronkus, maka udara diteruskan ke bronkiolus, dan berakhir di alveolus (gelembung udara). Yap, bronkiolus ini merupakan cabang kecil dari bronkus, nah di ujung bronkiolus ada kantung udara yang disebut alveolus.

Alveolus

Udara yang berasal dari bronkiolus akan menuju alveolus. Dinding alveolus ini sangat tipis dan terdiri dari sel epitel dan pembuluh darah kecil (kapiler). Di sinilah terjadi pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Yap, alveolus ada di dalam paru-paru yang di dalamnya berisi udara.

Paru-paru

Paru-paru merupakan organ sistem pernapasan yang memiliki tugas utama untuk perpindahan gas, yaitu oksigen yang masuk ke dalam tubuh, dan akan mengeluarkan karbon dioksida ataupun gas limbah lainnya dari tubuh. Dilansir dari American Lung Association, paru-paru bekerja dengan sistem peredaran darah untuk memompa darah yang kaya akan oksigen ke seluruh tubuh. Kemudian, darah akan mengumpulkan gas limbah seperti karbon dioksida dan mengangkutnya kembali ke paru-paru untuk dipompa keluar tubuh.

 

Gangguan Organ Penyusun Sistem Pernapasan Manusia

Tingkat atau laju pernapasan tiap orang juga berbeda-beda lho tergantung dari berbagai faktor, seperti tingkat usia, kondisi atau aktivitas, dan kesehatan. Kali ini, aku akan mengajak kamu untuk mengenal gangguan-gangguan yang dapat terjadi pada organ sistem pernapasan manusia.

Gangguan pada sistem pernapasan manusia
Gangguan atau penyakit pada sistem pernapasan manusia (sumber gambar: pixabay.com/nastya_gepp)

Hernia Hiatus

Gangguan sistem pernapasan yang pertama ada hernia hiatus. Gangguan ini terjadi ketika bagian organ perut menembus rongga dada melalui lubang diafragma. Biasanya sih penderita ini mayoritas wanita. Penyebabnya diduga karena melemahnya diafragma akibat pertambahan usia, obesitas, bawaan (perkembangan diafragma tidak baik sejak dalam kandungan), kehamilan, batuk yang sering, dan mengejan saat buang air besar.

Asma

Asma merupakan peradangan kronis pada sistem pernapasan, khususnya paru-paru. Gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini adalah batuk, sesak napas, nyeri dada, dan mengi. Orang yang menderita asma akan semakin parah ketika di lingkungannya terdapat polusi udara, asap, infeksi serbuk sari, udara dingin, obat-obatan, bahan kimia, dll. Hal ini karena penderita asma memiliki saluran pernapasan yang lebih sensitif dibandingkan mereka yang normal.

Bronkitis

Gangguan sistem pernapasan selanjutnya adalah bronkitis. Ini merupakan peradangan yang terjadi pada bronkus. Seperti yang kita ketahui bahwa bronkus itu membawa udara dari paru-paru maupun sebaliknya. Gejala bronkitis adalah batuk, sesak napas, sakit tenggorokan, nyeri dada, bahkan kehilangan kesadaran.

TBC

TBC atau Tuberkulosis adalah penyakit paru-paru akibat bakteri Mycobacterium tuberculosis. Eitss, bakteri ini tidak hanya menyerang paru-paru lho. Tetapi, bisa juga menyerang tulang, usus, dan kelenjar. TBC bisa menular melalui percikan ludah, dan akan semakin rentan bagi penderita dengan kekebalan tubuh rendah, seperti HIV. Gejala TBC berupa batuk yang berlangsung lama, demam, lemas, nyeri dada, berat badan menurun, kehilangan nafsu makan, dan berkeringat pada malam hari.

Pneumonia

Gangguan sistem pernapasan yang terakhir akan aku bahas di sini adalah pneumonia atau paru-paru basah. Penyakit ini merupakan peradangan pada paru-paru akibat infeksi. Infeksi tersebut menyebabkan peradangan pada kantung-kantung udara (alveolus) di salah satu atau kedua paru-paru. Nah, alveolus yang harusnya berisi udara, tetapi justru dipenuhi cairan atau nanah. Itulah mengapa penderita pneumonia mengalami kesulitan saat bernapas.

Berbagai masalah atau gangguan pada sistem pernapasan di atas bisa dicegah dan dihindari dengan menerapkan gaya hidup sehat lho, guys. Seperti menjalani vaksinasi, meningkatkan daya tahan tubuh, memakai masker saat berada di tempat umum, menjaga kebersihan diri dengan rajin mencuci tangan dan tidak menyentuh area wajah sebelum tangan dicuci, tidak merokok, tidak mengonsumsi minuman beralkohol, menjaga jarak dari orang yang sedang sakit batuk atau pilek, dll.

Bahaya Merokok Bagi Sistem Pernapasan

Untuk mencegah dan menghindari gangguan pada sistem pernapasan, salah satunya adalah dengan menghindari rokok. Sebenarnya, apa sih bahaya dari merokok itu? Merokok dapat menyebabkan penyakit pada sistem pernapasan manusia, seperti pneumonia dan kanker. Selain itu, rokok juga mengandung nikotin yang merupakan zat adiktif di dalam tembakau. Fungsinya untuk apa? Tentu saja untuk membuat penggunanya merasa ketergantungan alias kecanduan. Kalau udah kecanduan, maka akan sulit untuk menghentikannya. Nah, kalau udah sulit dihentikan, efek buruknya akan semakin cepat dirasakan oleh perokok.

Asap Rokok Merusak Sel-sel Mucus (Lendir) pada Paru-paru

Dilansir dari bbc.co.uk, asap rokok dapat membuat bronkus iritasi, sehingga menyebabkan penyakit bronkitis lho, guys. Ini terjadi karena lendir yang terdapat pada saluran pernapasan (mucus) itu ‘kan fungsinya sebagai penyaring patogen dan pengatur suhu. Nah, asap rokok dapat merusak sel-sel mucus tersebut. Lalu, kalau udah rusak berarti gak ada lagi yang menghalangi patogen masuk ke dalam tubuh, sehingga bisa menyebabkan perokok rentan terkena gangguan pernapasan.

Asap Rokok Merusak Dinding Alveolus

Selain itu, asap rokok juga bisa merusak dinding alveolus. Sehingga, akan terbentuk ruang udara yang lebih besar di sana. Hal ini dapat mengurangi efektifitas pertukaran udara di dalam paru-paru, khususnya pada alveolus.

Rokok Menyebabkan Kanker

Asap tembakau termasuk tar ternyata mengandung banyak karsinogen lho, guys. Karsinogen adalah zat penyebab kanker. Dengan kamu merokok, maka kamu akan meningkatkan risiko kanker paru-paru, mulut, tenggorokan, dan kerongkongan.

Kamu bisa tonton video ini untuk melihat cara kerja rokok dalam merusak tubuhmu, khususnya sistem pernapasan.

Terlebih dengan kondisi pandemi COVID-19 seperti saat ini, kamu harus semakin ekstra hati-hati dan patuhi protokol kesehatan! Stay healthy, ya guys! Semoga artikel di atas bermanfaat untuk kamu dan bisa dijadikan sebagai referensi belajarmu. Have a nice day!

Baca Juga Artikel Lainnya

Sistem Imun dan Imunisasi
Sistem Koordinasi Manusia
Sistem Pencernaan Manusia
Bagikan artikel ini: