surat lamaran kerja zenius

Surat Lamaran Kerja – Materi Bahasa Indonesia Kelas 12

Artikel ini membahas tentang konsep, struktur, ciri kebahasaan, dan cara menulis surat lamaran kerja.

Halo, Sobat Zenius! Kembali lagi sama gue, Citra. Gue mau tanya nih. Maaf banget nih tiba-tiba tanya, bikin overthinking.

Lo udah kepikiran belum, kalau lulus sekolah, lo mau ngapain? Kuliah? Kerja? Atau kuliah sambil kerja?

Dan…udah siap belum buat masuk ke fase itu?

Entah lo udah ngeh atau belum, lo itu udah otw jadi manusia dewasa, lho! Kalau lo saat ini berusia sekitar 18 tahun, lo berada pada transisi fase remaja ke dewasa awal. Jadi, lo udah mulai perlu mikirin, “Setelah lulus, gue mau ngapain?” untuk menentukan masa depan lo sebagai orang dewasa baru.

Untuk menjadi manusia dewasa nih, lo harus bisa mandiri. Satu ciri kemandirian yang paling kuat adalah mandiri secara finansial. Lo bisa menghasilkan uang sendiri dengan bekerja di suatu tempat, atau lo buka usaha sendiri.

Nah, buat lo yang habis sekolah berniat langsung kerja, atau kuliah sambil kerja, lo perlu paham gimana cara nyari kerja di zaman sekarang.

“Emang beda ya, nyari kerja di zaman sekarang sama yang dulu?”

Eits, ya beda dong! Sekarang ini eranya udah digital. Lo nggak perlu datengin perusahaan satu per satu, masukin langsung lamaran kerja lo di sana. Lo sekarang bisa nyari pekerjaan di portal-portal lowongan kerja. Lo juga bisa nyari lowongan kerja di jejaring sosial profesional, seperti LinkedIn, buat ngepoin kerjaan yang sesuai minat lo.

Selain itu, lo juga bisa nyari info lowongan kerja di situs resmi perusahaan yang ingin lo lamar, atau cek akun media sosial yang khusus nge-share info loker. Kalau mau ngelamar kerja, tinggal ngisi data diri, ngelampirin CV, tinggal klik deh…atau kirim ke e-mail perusahaan. Lo udah resmi ngelamar kerja tanpa harus keringetan karena kepanasan kesana kemari.

Intinya, kalau masalah info loker mah…tinggal akses internet aja. Tapi, yang lebih penting buat diperhatiin nih, gimana sih cara ngelamar kerja yang benar, dan gimana nulis surat lamaran kerja?

Nah, gue bakal ngejelasin cara membuat surat lamaran kerja, full step deh pokoknya, yuk pantengin dan perhatikan baik-baik penjelasan gue di bawah ya!

Konsep Surat Lamaran Kerja

Sebelum ngomongin lebih lanjut tentang surat lamaran kerja, lo udah tahu belum fungsinya surat lamaran kerja? So, surat lamaran pekerjaan adalah surat formal yang ditulis oleh pelamar dan ditujukan buat perusahaan yang dilamar.

Dalam membuat surat lamaran kerja, lo nggak bisa asal kayak nulis surat cinta ke si dia. Lo juga jangan nulis dengan bahasa seolah lo lagi chatting-an sama temen lo.

Surat Lamaran Kerja - Materi Bahasa Indonesia Kelas 12 49
Ilustrasi menulis surat lamaran kerja. (Foto: Pixabay)

Ada unsur-unsur yang penting dalam membuat surat lamaran kerja, antara lain:

1. Perkenalan diri

Ketika lo bikin surat lamaran kerja, lo nggak bisa nulis “Misi, mau tanya..Pak, Bu…”. Awali dengan perkenalan diri. Hal itu juga berlaku ketika lo nge-chat kontak yang tertera dalam sebuah lowongan kerja. Lo harus nyebutin identitas diri. Fatal banget kalau lo nggak perkenalan di awal.

2.  Tujuan yang jelas

Pastikan lo nyebut dengan jelas posisi apa yang akan lo lamar dan kenapa. Jangan sampai lo nggak jelas mau ngelamar posisi apa, nggak jelas juga alasan kenapa mau ngelamar untuk posisi itu. Jangan bikin bingung perusahaan yang mengrekrut lo.

3.  Elemen kebahasaan

Gunakan bahasa penulisan yang sopan dan resmi. Jangan sampai lo pakai bahasa puitis, bahasa santuy kayak lagi ngobrol ama temen, atau bahkan bahasa daerah. Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar ya!

Struktur Lamaran Kerja

Tadi gue udah jelasin konsep buat nulis surat lamaran kerja. Sekarang, gimana sih struktur surat lamaran kerja yang benar? Sebelum ngomongin struktur, pastikan dulu lo mau nulis surat lamaran kerja yang berupa fisik (lembaran surat) atau melalui e-mail.

Tadi katanya, tinggal buka internet bisa langsung ngelamar di berbagai perusahaan. Kok masih butuh berkas fisiknya juga?

Ya…meskipun sekarang udah eranya ngelamar via internet, tapi masih ada kok perusahaan di luar sana yang butuh berkas fisik surat lamaran kerja. Jadi, lo juga perlu mempelajari struktur surat lamaran kerja yang berupa fisik.

Surat Lamaran Kerja - Materi Bahasa Indonesia Kelas 12 50
Struktur surat lamaran kerja secara fisik. (Foto: Zenius Education)

Berikut tujuh hal penting yang harus ada di dalam surat lamaran kerja berbentuk fisik.

1. Titimangsa

Apaan tuh? So, titimangsa adalah tempat dan tanggal pembuatan surat. Tulis di mana lo nulis surat lamaran kerja tersebut dan kapan lo nulisnya. Tulis di bagian pojok kanan atas ya.

2.  Hal dan Lampiran

Isi bagian “Hal” dengan tulisan “Surat lamaran kerja.” Atau misalnya, lo mau ngelamar kerja buat posisi Tutor Bahasa Indonesia. Isi aja bagian “Hal” dengan “Lamaran Kerja Tutor Bahasa Indonesia”.

Lampiran yaitu berapa lembar berkas lamaran kerja yang lo bikin. Misalnya, lo ngelampirin fokotopi KTP, fotokopi ijazah, pas foto, dan curriculum vitae. Kan ada empat berkas tuh. Yaudah, isi Lampiran dengan tulisan “empat lembar”. Tinggal disesuaikan aja deh sama jumlah berkas yang lo lampirkan.

Catatan: Nulis berapa lembarnya pakai huruf ya, kayak “empat lembar”, jangan “4 lembar”.

3.  Alamat yang dituju

Tulis kepada siapa surat lamaran itu lo tujukan dan di mana alamatnya. Lo bisa tujukan surat itu ke HRD perusahaan tersebut.

Lo bisa milih satu di antara dua pilihan: “Kepada Manager….” atau “Yth. Manager….” Jangan tulis dua-duanya ya, karena nanti bakal jadi bahasa nggak baku. Setelah itu, search alamat lengkap perusahaan di internet.

Contoh: Yth. Manager HRD Zenius Education. Di bawahnya, tulis alamat Zenius Education.

Catatan: Jangan nulis alamat yang dituju lebih dari tiga baris.

4.  Salam Pembuka

Lo bisa memberikan salam pembuka dengan menulis “Dengan hormat,”. Jangan lupa pakai koma, bukan titik!

5.  Isi

Isi surat lamaran kerja fisik terdiri dari tiga bagian, yaitu:

  • Dasar pelamar

Jelasin lo ngelamar kerja sebagai apa dan dapat info lowongan kerja itu dari mana.

  • Identitas dan daftar lampiran

Tulis biodata singkat lo, seperti nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, pendidikan terakhir, alamat, nomor telepon, dan e-mail. Bagian ini penting banget lo cantumin. Soalnya, kalau misalnya perusahaan ingin ngasih info lo diterima apa nggak, mereka udah tahu alamat lo di mana atau kontak lo berapa.

  • Penutup

Tutup isi surat dengan mengucapkan terima kasih kepada orang yang lo kirimin surat. 

6.  Salam Penutup

Lo bisa menggunakan “Hormat saya,” sebagai salam penutup. Inget ya, akhiri dengan koma, bukan titik.

7.  Tanda Tangan dan Nama Lengkap

Bubuhkan tanda tangan lo dan tulis nama lengkap lo. Jangan disingkat namanya.

Membuat Cover Letter melalui E-mail

Tadi kita udah belajar tentang struktur surat lamaran kerja dalam bentuk fisik. Terus, gimana cara bikin surat lamaran kerja (cover letter) yang dikirim melalui e-mail?

Kalau lo mau ngirim surat lamaran kerja via e-mail, ada beberapa hal yang perlu lo perhatiin:

  1. Isi subject e-mail. Jangan sampai kelewatan ngisi ini! Karena bakal rugi banget kalau iya. Soalnya, ada banyak orang yang ngelamar di berbagai posisi. Kalau lo nggak ngisi subject, e-mail lo bisa-bisa nggak bakal dibaca, atau bahkan dianggap spam. Selain itu, isi subject jangan terlalu umum atau terlalu panjang. Kalau ada formatnya, ikutin aja formatnya, seperti “Posisi yang dilamar – Nama lengkap”.
  2. Harus ada badan e-mail. Kalau lo cuma ngelampirin surat lamaran dan CV, lo kelihatan nggak profesional. Isi badan e-mail seperti surat lamaran.
  3. Alamat e-mail profesional. Jangan pakai nama alay. Cukup nama asli aja.
  4. Dokumen lampiran. Jangan lupa buat ngelampirin dokumen yang diminta, seperti surat lamaran kerja, daftar riwayat hidup, fotokopi ijazah, dan lain-lain. Kasih nama file dengan jenis dokumennya, ditambah dengan nama lo. Ukuran file-nya juga jangan gede-gede ya.
Surat Lamaran Kerja - Materi Bahasa Indonesia Kelas 12 51
Ilustrasi membuat cover letter via e-mail. (Foto: Zenius Education)

Nah, sekarang saatnya belajar tentang cara menulis cover letter atau surat lamaran kerja melalui e-mail. Ada tiga bagian penting dalam menulis cover letter via e-mail:

  1. Paragraf pembuka

Isi dengan pengalaman kerja, pengalaman organisasi, dan keterampilan lo yang nyambung sama kerjaan yang lo lamar.

  1. Paragraf kedua

Isi dengan alasan kenapa lo tertarik buat daftar lowongan tersebut. Kaitkan dengan skill yang lo punya dengan pengalaman kerja sebelumnya. Lo juga bisa nunjukin pencapaian yang pernah lo dapatkan, yang nyambung sama pekerjaan yang lo lamar.

Terus, gimana kalau belum ada pengalaman kerja? Ya tulis aja, Saya ingin belajar di perusahaan ini dan saya ingin mengembangkan skill.

Dan yang paling penting banget, jangan isi dengan “Saya merupakan orang yang mudah bergaul dan beradaptasi”, “Saya bisa bekerja sama dalam tim”, dan semacamnya. Itu nggak perlu dan nggak berlaku buat masuk ke dalam surat lamaran kerja. Fokus ke skill yang lo punya dan apa yang bisa lo lakukan dalam pekerjaan yang lo lamar dengan skill tersebut.

3.  Paragraf penutup

Tutup dengan ucapan terima kasih kepada recruiter. Setelah lo menuliskan terima kasih, jangan lupa ngasih salam penutup dan nama lengkap.

Nah, tiga hal itu bisa lo taruh di badan e-mail ketika lo mau ngelamar kerja via e-mail, tanpa tanggal dan nama perusahaan serta alamatnya. Cukup tulis aja di bagian kiri atas badan e-mail, “Yth. Manajer HRD…..”

Intinya, menulis surat lamaran kerja itu nggak usah terlalu panjang. Cukup singkat aja, asal udah memuat tiga bagian:

  • Pembuka, lo memperkenalkan diri kepada recruiter;
  • Minat lo dan kaitkan dengan skill dan pengalaman yang lo punya; dan
  • Apa aja harapan lo, dan ucapkan terima kasih. Jangan lupa juga tanda tangan lo di bawahnya.

Ciri Kebahasaan Surat Lamaran Kerja

Ada beberapa ciri kebahasaan surat lamaran kerja, antara lain:

  1. Menggunakan bahasa baku

Udah sempet gue bahas tadi ya sebelumnya. Gunakan bahasa yang sesuai dengan EYD. Jangan sampai pakai bahasa santuy atau bahasa akrab kayak sama temen lo. Pastikan juga kalimatnya efektif.

  1. Menggunakan bahasa Indonesia, bukan bahasa daerah

Ya..gue tahu, mungkin lo asli Jawa, atau Bali, atau mana pun. Tapi, ya jangan pakai bahasa daerah juga ketika nulis surat lamaran kerja. Inget, kuncinya adalah pakai bahasa Indonesia yang resmi.

  1. Tidak berlebihan

Maksudnya, jangan menggunakan kata yang melebih-lebihkan sesuatu. Misalnya, “Saya merupakan lulusan Universitas Dunia Mimpi, universitas terbaik di Indonesia.” Nggak usah lo jelasin kalau kampus lo universitas terbaik.

  1. Tidak perlu mencantumkan prestasi

Sebenarnya, ada beberapa yang mencantumkan prestasi di surat lamaran kerja. Tapi, mendingan prestasi itu lo tulis aja semuanya di curriculum vitae deh.

  1. Tidak memaksa

Jangan sampai lo memaksa perusahaan yang lo lamar. “Maksa gimana maksudnya?” Misalnya di bagian penutup, lo nulis “Mohon Bapak/Ibu segera memberikan jawaban.” Itu kan maksa banget. Lo nggak perlu nulis kayak gitu karena nggak sopan juga.

  1. Jelas mengucapkan penerima surat

Di bagian penutup surat kan biasanya ada kalimat, “Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.” Nah, atas perhatiannya siapa? Sebutkan dengan jelas, seperti “Atas perhatian Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.” Atau kalau lo udah tahu nama penerima surat lo, lo boleh nulis namanya.

Kalau diringkas, ragam bahasa formal yang harus lo perhatiin dalam nulis surat lamaran kerja antara lain:

  • simpel alias nggak bertele-tele;
  • jelas menyebutkan informasi (dapat info loker dari mana, posisi apa yang mau dilamar, lulusan mana, dan sebagainya);
  • sopan;
  • berbahasa Indonesia secara baik dan benar.

Penulisan Surat Lamaran Kerja

Surat Lamaran Kerja - Materi Bahasa Indonesia Kelas 12 52
Ilustrasi surat lamaran kerja. (Foto: Zenius Education)

Oke, sekarang kita udah sampai ke praktiknya. Sebelum bikin surat lamaran kerja, lo harus tahu dulu:

  1. Posisi dan tempat kerja yang dituju pelamar;
  2. Identitas singkat pelamar; dan
  3. Struktur surat lamaran kerja.

Sekarang, gue jelasin sambil gue kasih contoh sekalian ya.

Jadi, gue punya temen namanya Putri Siputro. Putri mau ngelamar kerja jadi Tutor Bahasa Indonesia di PT Zenius Education. Dia minta bantuan gue buat bikin surat lamaran kerja. Putri punya berkas berupa curriculum vitae (1 lembar), fotokopi KTP (1 lembar), fotokopi ijazah (1 lembar), pas foto ukuran 4×6 (1 lembar), dan transkrip nilai (1 lembar).

So, bantu gue juga yuk buat bikin surat lamaran kerjanya Putri!

Langkah pertama, apa posisi dan tempat kerja yang dituju pelamar. Di sini, kita udah dapat jawaban. Putri mau ngelamar sebagai tutor bahasa Inonesia di PT Zenius Education.

Langkah kedua, indentitas singkat pelamar. Putri udah ngasih gue data dirinya sebagai berikut:

Nama: Putri Siputro

Tempat, tanggal lahir: Jakarta, 31 Agustus 1996

Agama: Islam

Pendidikan terakhir: S1-Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Alamat: Jalan Panjang Menuju Langit Biru, nomor 33A, Jakarta Selatan

Nomor ponsel: 081322334455

Nah, gimana caranya kita menggunakan data-data tersebut ke dalam surat lamaran kerja?

Yuk, langsung ke langkah ketiga, yaitu masukin data-data sesuai struktur surat lamaran kerja. Tadi, gue udah jelasin tujuh unsur penting dalam struktur lamaran kerja. Langsung aja kita praktikkin!

1.  Titimangsa

Jakarta, 12 November 2021. Jangan lupa kasih tanda baca (,) untuk memisahkan letak geografis (Jakarta) dan waktu (12 November 2021).

2.  Hal dan Lampiran

Hal: Lamaran Kerja Tutor bahasa Indonesia

Terkait lampiran, tadi kan udah disebutkan bahwa berkas yang dilampirkan Putri berupa curriculum vitae (1 lembar), fotokopi KTP (1 lembar), fotokopi ijazah (1 lembar), pasfoto 4×6 (1 lembar), dan transkrip nilai (1 lembar). Jadi…

Lampiran: lima lembar

3.  Alamat yang dituju

Yth. HRD PT Zenius Education

Jalan H. Rasuna Said Kav. 3

Jakarta Selatan

4.  Salam Pembuka

“Dengan hormat,”

5.  Isi Surat

Nah, kan isi surat terdiri dari tiga bagian tuh. Isi aja sesuai struktur surat lamaran kerja yang udah gue jelasin di awal-awal tadi.

  • Dasar pelamar

Berdasarkan iklan lowongan kerja di zeniuskarier.com tentang lowongan pekerjaan sebagai tutor bahasa Indonesia, saya yang bertanda tangan di bawah ini,

  •  Identitas dan daftar lampiran

nama                        : Putri Siputro

tempat, tanggal lahir  : Jakarta, 31 Agustus 1996

agama                      : Islam

pendidikan terakhir : S1-Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

alamat                      : Jalan Panjang Menuju Langit Biru, nomor 33A, Jakarta Selatan

nomor ponsel           : 081322334455

mengajukan lamaran sebagai tutor bahasa Indonesia di perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin.

Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan sebagai berikut,

1. satu lembar daftar riwayat hidup;

2. satu lembar fotokopi ijazah;

3. satu lembar fotokopi transkrip nilai;

4. satu lembar pas foto ukuran 4×6 cm; dan

5. satu lembar fotokopi KTP.

Catatan: Kenapa huruf awal nama, tempat, agama, pendidikan, alamat, dan nomor ponsel di atas nggak kapital, tapi kecil? Karena di atasnya ada tanda baca (,) jadi selanjutnya ya pakai huruf kecil, kecuali jika itu nama orang, tempat, bulan, dan alamat. Selain itu, setiap dokumen dipisahkan dengan titik koma (;) untuk memisahkan klausa.

  • Penutup

Demikian surat lamaran ini saya sampaikan. Besar harapan saya untuk dapat diterima di perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin. Atas perhatian Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.

6.  Salam penutup

“Hormat saya,” ditulis bagian kanan bawah surat.

7.  Tanda tangan dan nama lengkap

Putri Siputro (dengan tanda tangan di atasnya). Posisi tanda tangan dan nama lengkap berada di bawah salam penutup.

Apa Aja yang Harus Ditulis di CV (Curriculum Vitae)?

Gue kasih bonus ilmu ya, yaitu tentang curriculum vitae atau CV. CV jadi hal penting yang perlu dipersiapkan buat ngelamar kerja. Melalui dokumen ini, lo bisa nunjukin bagaimana diri lo dan apa kemampuan lo. So, perusahaan bisa mempertimbangkan apakah lo cocok dengan posisi yang lo lamar.

Surat Lamaran Kerja - Materi Bahasa Indonesia Kelas 12 53
Ilustrasi resume. (Foto: Pixabay)

Hal yang harus lo tulis di CV antara lain:

  1. Data diri. Lo bisa masukin nama lengkap, alamat, e-mail, dan nomor telepon. Jangan masukin hal yang terlalu pribadi, kayak hobi, makanan, minuman, karena nggak penting.
  2. Pendidikan. Lo nggak perlu masukin riwayat pendidikan lo dari playgroup atau TK. Cukup masukin pendidikan terakhir dan jurusan yang lo ambil. Lo juga bisa nambahin pendidikan nonformal atau kursus yang mendukung pekerjaan yang lo lamar.
  3. Pengalaman kerja. Kasih tahu apa aja pekerjaan yang pernah lo lakuin, baik freelance maupun full time. Kalau seumpama lo baru seger-segernya lulus dari sekolah atau kuliah, lo bisa masukin pengalaman organisasi tertentu maupun kepanitiaan yang pernah lo ikutin.
  4. Keterampilan. Kasih tahu keterampilan apa aja yang lo miliki, entah itu bahasa asing, pemrograman, editing, desain, dan lain-lain. Hindari menulis keterampilan seperti “Kemampuan komunikasi yang baik”, “Dapat bekerja dalam tim”, dan semacamnya, karena itu nggak terlalu dipentingin dan nggak relevan juga dengan kerjaan.
  5. Training, sertifikasi, atau pelatihan yang pernah lo ikutin. Dengan nyantumin info ini, lo kelihatan kayak orang yang suka belajar dan punya pengetahuan yang lebih luas.
  6. Prestasi. Kalau lo pernah ikut lomba yang nyambung sama posisi yang lo lamar dan dapat juara, masukin aja ke dalam CV. Prestasi ini bisa menambah nilai jual lo terhadap perusahaan yang lo lamar. Lo juga bisa masukin ekskul, kegiatan kemasyarakatan atau kerelawanan yang pernah lo ikutin.

Terus, apa bedanya CV sama resume?

Sebenarnya, CV sama resume itu 11:12 sih, isinya ya sama-sama tentang data diri, cuma emang ada perbedaan.

Bentuk resume lebih ringkas daripada CV. Resume cukup satu halaman aja, sedangkan CV bisa 2-3 halaman. Info yang ditonjolkan di dalam resume antara lain pendidikan, pengalaman, dan skill yang relevan dengan posisi yang lo lamar.

Misalnya lo daftar jadi tutor bahasa Indonesia, sedangkan lo waktu SMA pernah menang lomba ngelukis. Jadi, nggak usah masukin prestasi lo itu ke resume, karena nggak relevan. Kalau di CV sih boleh-boleh aja.

Beda kasus kalau lo ngelamar posisi desainer grafis, animator, dan pekerjaan yang berhubungan dengan menggambar. Juara melukis lo justru akan jadi nilai plus. Intinya, kalau lo bikin resume, lo harus menyesuaikan prestasi dan pengalaman dengan pekerjaan yang lo lamar.

Cek baik-baik info di lowongan pekerjaan tersebut, apakah perusahaan minta CV atau resume. Kalau nggak ada ketentuan, ya udah terserah lo mau pakai yang mana. Selain itu, pastikan nggak ada typo di resume atau CV lo.

Apakah resume atau CV boleh warna-warni?

Kalau posisi yang lo lamar berhubungan dengan industri kreatif atau desain, lo bisa banget desain resume atau CV lo sekreatif mungkin. Tapi, kalau posisi yang lo lamar nggak berhubungan sama kreativitas, ya bikin desain yang sederhana aja. Yang penting adalah isi CV atau resume tersebut. Oke?

Contoh Soal dan Pembahasan

Tadi kita udah belajar banyak tentang surat lamaran kerja. Yuk, coba simak contoh soal di bawah ini. Kira-kira, apa ya isinya?

Perhatikan bagian dari surat lamaran berikut ini!

Surat Lamaran Kerja - Materi Bahasa Indonesia Kelas 12 54
Contoh soal. (Foto: Zenius Education)

Isian yang tepat untuk mengisi titik-titik di atas adalah…

A. Kepada

Yth. Ibu Karina Andini

Manajer Personalia

PT Memory Box Photography

Jalan Minangkabau No. 31 Jakarta

B. Kepada

Yth. Bapak Jaya Subagio

Manajer Personalia

PT Memory Box Photography

Jalan Minangkabau No. 31 Jakarta

C. Dengan hormat,

Sehubungan dengan iklan Bapak/Ibu pada Harian Bintang yang terbit pada 8 Januari 2019, saya mengajukan surat lamaran untuk posisi fotografer.

D. Yth. Ibu Mariana Dianti

Manajer Personalia

PT POTO POTO

Jalan Patriot No. 7 Bandung

E. Dengan hormat,

Sebagai bahan pertimbangan, bersama surat ini saya lampirkan daftar riwayat hidup, ijazah terakhir, dan sertifikat lainnya.

Pembahasan

Bagian titik-titik di soal tersebut adalah bagian alamat surat yang dituju. Jadi, opsi C dan E langsung coret ya, karena C merupakan salam pembuka sekaligus dasar pelamar, sedangkan E adalah salam pembuka sekaligus daftar lampiran.

Sekarang tinggal opsi A, B, dan D. Yuk, kita lihat lagi.

Tadi sebelumnya udah gue jelasin, kalau dalam alamat yang dituju, lo harus milih satu di antara dua pilihan: “Kepada….” atau “Yth…..” Jangan masukin dua-duanya, karena nanti jadinya nggak baku.

Coba kita lihat. Opsi A dan B salah, karena “Kepada” dan “Yth.” dimasukin semua. Sementara itu, opsi D hanya menggunakan “Yth….” yang diikuti dengan tujuan surat lamaran tersebut.

Jadi, jawaban yang benar adalah: D.

Oh iya, dalam penulisan surat yang dituju, terdapat aturan-aturan sebagai berikut:

  1. Tidak perlu memakai kata kepada karena sudah ada Yth.
  2. Penulisan “yang terhormat” saat disingkat bisa ditulis menjadi “Yth.” (diakhiri tanda titik).
  3. Penulisan “pt” ditulis kapital menjadi “PT” tanpa diakhiri tanda titik.
  4. Penulisan “jalan” bisa disingkat “jln,” tetapi lebih baik tidak disingkat.

Jangan sampai lupa ya!

Penutup

Oke, guys. Udah paham kan seluk-beluk tentang surat lamaran kerja? Tadi udah gue jelasin mulai dari konsep, struktur, unsur penting, ciri kebahasaan, sampai cara membuat surat lamaran kerja, baik dalam bentuk fisik maupun via e-mail. Semoga lo bisa dengan mudah menerapkannya waktu lo ngelamar kerja ya. Jangan lupa juga buat mantengin materi lainnya dari para tutor yang super fun dan seru di aplikasi Zenius. Gue Citra, sampai jumpa di materi selanjutnya! See ya!

Baca juga artikel lainnya

Materi Bahasa Indonesia Kelas 12: Novel

Offering Help and Responding – Materi Bahasa Inggris Kelas 12

Timeline Kegiatan Kelas 12: Kenapa Lo Harus Belajar SBMPTN dari Sekarang

Bagikan artikel ini: