Hari Perempuan Sedunia: 3 Perempuan Hebat dan Pengaruhnya

perempuan hebat

Sobat Zenius, siapa yang sudah nonton film Hidden Figures (2016)? Ini merupakan film yang diangkat dari kisah nyata, menceritakan tentang tiga perempuan hebat, yaitu Katherine G. Johnson, Dorothy Vaughan, dan Mary Jackson di balik keberhasilan penerbangan luar angkasa NASA pada tahun 60-an.

Ketiga perempuan ini berkontribusi banyak buat NASA pada masa itu, lho! Kalau di film Hidden Figures ada tiga perempuan hebat di balik kesuksesan NASA, kali ini gue mau ngajak elo kenalan sama tiga perempuan hebat lainnya dengan pengaruh positifnya yang bisa dibilang sudah mendunia, nih!

Nah, pas banget, kita bakalan selebrasi International Women’s Day atau Hari Perempuan Sedunia yang jatuh pada tanggal 8 Maret 2022. 

Gimana ya awalnya bisa ada Hari Perempuan Sedunia sampai diperingati setiap tahunnya? Elo bisa nemuin jawabannya di “Hari Perempuan Sedunia: Gimana Perempuan di Dunia Berjuang Menuntut Kesetaraan Hak?“.

Penasaran siapa aja perempuan hebat yang menginspirasi? Baca artikel ini sampai habis, ya!

Baca Juga: Kenali Monday Blues, Rasa Takut Menghadapi Hari Senin

Lady Diana

Lahir pada 1 Juli 1961 dengan title The Honourable Diana Frances Spencer, Lady Diana merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Kemudian, titelnya berubah jadi Lady Diana Spencer pada tahun 1975, setelah ayahnya mewariskan earldom atau gelar kebangsawanannya.

Sejak kecil, Lady Diana ini memang punya jiwa sosial tinggi, lho, Sobat Zenius. Dia bahkan pernah dapat penghargaan sebagai murid yang berkontribusi secara maksimal dalam membantu sekolah serta teman-temannya. Kecintaannya dengan anak-anak dan dunia pendidikan juga membuatnya sempat menjadi asisten pengajar di Young England Kindergarten.

Lalu, apa pengaruh Lady Diana yang paling berkesan?

Dijuluki the people’s princess, Lady Diana banyak melakukan hal-hal menarik yang membuat banyak orang suka nih sama dia. Contohnya berpartisipasi dalam acara amal dan merangkul pada penderita AIDS yang cukup kontroversial pada saat itu, serta memberikan awareness kepada Pangeran William dan Pangeran Harry tentang anak-anak tunawisma.

Tahun 80-an hingga 90-an, Lady Diana secara terbuka datang mengunjungi para pasien AIDS dan tanpa ragu melakukan kontak fisik dengan mereka. Pada masa itu, banyak orang yang menolak buat berinteraksi fisik sama penderita AIDS, karena mereka pikir penyakit ini menular. Tapi, Lady Di menghapuskan kesalahpahaman itu dengan memeluk para pasien.

Oh iya, nggak cuma itu aja, Lady Diana juga cukup berpengaruh dalam memberikan awareness tentang masalah kesehatan mental semasa hidupnya. Lady Di diketahui mengidap bulimia, yaitu gangguan makan di mana penderitanya memuntahkan kembali makanan yang sudah mereka telan. Ia juga dilaporkan pernah mencoba menyakiti dirinya sendiri.

Masalah kesehatan Putri Diana ini jadi mendobrak stigma negatif untuk orang-orang yang mengalami kesehatan mental. Ya dong, masalah kesehatan mental itu, manusiawi!

Every good story has an ending. Putri Diana menghembuskan napas terakhirnya dalam kecelakaan mobil di Paris pada tahun 1997. Kisah menariknya dibuat film berjudul Spencer (2021).

Saking sayangnya orang dengan Lady Di, ada yang bikin The Diana Awards pada 2017. Ini merupakan The Legacy Award untuk merayakan warisan Putri Diana sekaligus untuk menginspirasi generasi muda baru. 

Menariknya, Carys Mihardja yang merupakan salah satu pelajar di Sekolah Pelita Harapan, Indonesia, berhasil mendapatkan penghargaan Diana Legacy Award 2021. Keren banget!

Baca Juga: Gaya Berpakaian Bisa Menentukan Pola Pikir?

J.K Rowling

Menjadi salah satu penulis cerita fiksi paling terkenal di dunia, J.K Rowling lahir dengan nama Joanne Rowling pada 31 Juli 1965 yang berasal dari Inggris.

Kok, namanya jadi J.K? Nah, ia memilih J.K buat jadi nama penanya dari singkatan nama dia, Joanna, dan nama neneknya, Kathleen. Alhasil, jadilah namanya J.K Rowling.

Sebelum akhirnya jadi penulis terkenal, ternyata J.K Rowling pernah jadi guru Bahasa Inggris dan peneliti, lho! Tapi, memang kecintaannya dengan dunia tulis menulis kental banget, nih. J.K Rowling menulis buku pertamanya pas masih berusia 6 tahun. Buku itu bercerita tentang kelinci yang diberi judul Rabbit.

Hari Perempuan Sedunia: 3 Perempuan Hebat dan Pengaruhnya 42
Perjalanan J.K Rowling sampai berhasil mempublikasi buku Harry Potter. (Arsip Zenius, dok. J.K Rowling website)

Tanpa kita sadari, dunia Harry Potter yang diciptakan sama J.K Rowling ini memberikan warna dan pengaruh yang sangat besar di hidup kita. Saking serunya, kita bisa cari tahu kira-kira kita cocok masuk ke Hogwarts House apa lewat official website-nya, lho.

Belum lagi kehadiran Harry Potter: The Exhibition (2022) di The Franklin Institute, Philadelphia, Amerika Serikat, yang bisa dinikmati sama para penggemarnya! Duh, jadi ngerasa kayak beneran tinggal di dunia Harry Potter karena bisa lihat sekolah, platform 9 3/4, dan banyak hal yang ada di film Harry Potter secara langsung.

Hari Perempuan Sedunia: 3 Perempuan Hebat dan Pengaruhnya 43
Beberapa penghargaan yang didapatkan J.K Rowling berkat Harry Potter. (Arsip Zenius)

Oh iya, dunia Harry Potter juga nggak berhenti sampai situ aja, lho. Belum lama ini, spin-off dengan judul Fantastic Beasts: The Secrets of Dumbledore (2022) baru aja merilis trailer terbarunya pada 28 Februari 2022. Buat penggemar Harry Potter pasti semangat nih, buat ngeliat cerita dari profesor kesayangan mereka, Dumbledore.

Jadi makin nggak sabar, deh, buat nonton filmnya!

Baca Juga: Krisis Energi, Bagaimana Kabar Energi Terbarukan dan Energi Masa Depan?

Melanie Perkins

Hayo … siapa nih yang suka desain pakai Canva? Rasanya jadi lebih mudah ya kalau desain di sana, apalagi sudah tersedia template dan banyak elemen lucu yang bisa langsung kita gunakan.

Tapi, elo tahu nggak siapa orang di balik hadirnya Canva yang sangat membantu kita kayak sekarang ini? Ya, dia adalah Melanie Perkins!

Pada tahun 2007, Melanie dan pacarnya, Cliff Obrecht, memutuskan buat bikin software desain grafis yang mudah digunakan buat sekolah mendesain buku tahunan. Mereka menamakan software ini Fusion Books dan melakukan penjualan pertamanya ke sekolah di Sydney.

Proyek mereka ini bisa dibilang cukup sukses, di mana mereka berhasil punya 15 klien di tahun pertama, 30 klien di tahun kedua, dan 80 klien di tahun ketiga. Lima tahun berjalan, Fusion Books ini menjadi platform desain grafis yang besar di Australia, bahkan sampai berkembang ke Selandia Baru dan Perancis.

Bisnis semakin berkembang, namun mereka mulai kehabisan dana buat ekspansi … jadilah Melanie mulai mengejar investor di sini. Di tahun 2010, Melanie mulai melebarkan sayap bisnis Canva dan mendapatkan bantuan dari Venture Capitalists (CV). Tapi, perjalanan itu nggak mudah, lho.

Bahkan, Melanie menghadapi lebih dari 100 penolakan saat mencari pembiayaan untuk Canva.

Hingga akhirnya Melanie dan Cliff mendapatkan investor besar dan benar-benar mulai membangun Canva pada tahun 2012. Di tahun 2013, Canva akhirnya resmi dirilis dan hingga hari ini, kehadirannya sangat membantu banyak orang di seluruh dunia.

Berhasilnya Melanie membangun Canva dan memegang status sebagai CEO untuk di perusahaan teknologi ini juga sebagai gambaran kalau perempuan bisa berjaya di dunia STEM (science, technology, engineering, dan mathematics).

Nah, itu dia tadi tiga nama perempuan hebat yang punya pengaruh besar dan bermanfaat buat kehidupan kita sekarang. Tapi, nggak cuma mereka aja, lho. Masih banyak perempuan hebat di luar sana yang juga punya kontribusi hebat buat sekitarnya! Bisa aja, elo jadi salah satunya.

Selamat Hari Perempuan Sedunia!

Editor: Tentry Yudvi Dian Utami

The True Story of ‘Hidden Figures’: How Accurate are the Characters? – The Hollywood Reporter (2017)
Diana, Princess of Wales – The Royal Family
Princess Diana – Death, Wedding & Funeral – Biography (2017)
How Princess Diana Changed The World – The Odyssey (2017)
J.K. Rowling – Books, Family & Facts – Biography (2017)
About – J.K. Rowling
Harry Potter: The Exhibition (2022)
The phenomenal journey of Melanie Perkins: Founder of Canva – Shakti-The Empathy Project (2022)
Melanie Perkins – FORBES (2022)
Canva founder Melanie Perkins turned idea into billion-dollar business – The CEO Magazine (2020)
About The Award – The Diana Award
Sumber Gambar: History, Royal UK, J.K Rowling Official Website.

Bagikan Artikel Ini!