4 Tahap Penerapan Pembelajaran STEAM – Zenius untuk Guru

pembelajaran STEAM

Bapak dan Ibu Guru, saat mengajar dalam kelas lebih memilih contoh kegiatan yang mana?

Meminta siswa untuk membaca buku pelajaran lalu menuliskan kesimpulannya, atau meminta mereka untuk membuat data tabel mengenai macam-macam film yang mereka suka?

Kalau memilih kegiatan yang kedua, tanpa disadari Bapak dan Ibu Guru menggunakan pendekatan pembelajaran STEAM (science, technology, engineering, arts, dan mathematics), lho. Hmm, apa ya maksudnya?

Supaya ada gambaran yang jelas, yuk langsung saja kita bahas tentang pendekatan yang satu ini.

Mengenal Model Pembelajaran STEAM

Seiring perkembangan teknologi, kita dituntut untuk terus mengadaptasinya ke dalam pembelajaran, mulai dari menggunakannya sebagai media sampai menggabungkannya dengan kompetensi yang lain agar tercipta pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan di abad 21 ini.

Nah, untuk mempersiapkan generasi penerus yang siap dengan segala perkembangan zaman, muncullah pendekatan pembelajaran STEAM.

Awalnya, hanya ada pendekatan STEM yang diperkenalkan National Science Foundation (NSF) Amerika Serikat di tahun 1990-an. Tapi dalam perkembangannya dan melihat kebutuhan saat ini, pendekatan STEM berkembang menjadi STEAM dengan menambahkan aspek arts atau seni di dalamnya.

pengertian pembelajaran STEAM
Pengertian pembelajaran STEAM. (Arsip Zenius)

Dengan pembelajaran STEAM, siswa diharapkan bisa meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mereka tentang kelima kompetensi tersebut dan menggunakannya untuk menyelesaikan permasalahan serta membuat suatu keputusan untuk kemajuan manusia.

Menurut Direktorat Sekolah Menengah Pertama Kemdikbud, pembelajaran STEAM penting untuk diterapkan karena punya beberapa keunggulan, yaitu:

  • Membantu mengembangkan inovasi dalam kehidupan.
  • Meningkatkan ketertarikan siswa terkait profesi di bidang STEAM.
  • Menciptakan pembelajaran yang semakin sesuai dengan kehidupan.
  • Membantu siswa membangun konsep diri secara aktif.
  • Meningkatkan literasi siswa tentang STEAM.

Sekarang pertanyaannya, bagaimana langkah untuk menerapkan pembelajaran STEAM?

Baca Juga: 6 Tips Membuat Pembelajaran Kreatif

Langkah Menerapkan Pembelajaran STEAM di Kelas

Untuk menerapkan pembelajaran STEAM, kita bisa mengadopsi serangkaian proses yang digunakan oleh insinyur dalam menciptakan sebuah produk atau teknologi. Proses ini dikenal juga dengan istilah engineering design process (EDP).

Terus, bagaimana langkah menerapkan EDP dengan pembelajaran berbasis STEAM?

  1. Menemukan Masalah dan Solusi
    Di tahap awal, minta siswa untuk mengidentifikasikan masalah atau kebutuhan tertentu yang muncul. Pastikan mereka untuk melihat kemungkinan solusi dari masalah tersebut.
    Setelah itu, siswa harus menentukan kriteria dan batasan yang digunakan untuk merancang solusi masalah, contohnya produk yang dihasilkan harus bisa menghasilkan energi dan bahannya ada di sekitar rumah.
  1. Membayangkan Produk
    Setelah mengetahui solusi dari masalah yang ditemukan, siswa bisa membayangkan bagaimana produk bisa diwujudkan secara nyata. Untuk menciptakannya, mereka bisa saling berdiskusi dan berbagi ide dalam kelompok, contohnya bagaimana bentuk produk tersebut, bagaimana cara produk itu bekerja, dan sebagainya.
  1. Merencanakan Produk
    Kalau sebelumnya siswa hanya membuat gambaran tentang produk, di tahap ini mereka sudah harus menyusun rencana tentang rancangan produk mulai dari sketsa bentuk, ukuran, dan bahan-bahan yang diperlukan.
  1. Membuat dan Menguji Produk
    Di tahap akhir, pastikan siswa berhasil membuat produk sesuai dengan rancangan yang ada. Setelah itu, lakukan uji coba produk berdasarkan kriteria dan batasan yang sudah ditentukan sebelumnya. Kalau produk belum memenuhi kriteria, diskusikan bersama siswa bagaimana cara untuk memperbaiki dan menyempurnakan produk itu.

Langkah-langkah di atas bisa langsung Bapak dan Ibu Guru terapkan ke dalam contoh kegiatan pembelajaran STEAM. Sebentar, contoh kegiatannya apa saja ya?

Baca Juga: 5 Permainan Edukatif yang Mendukung Belajar Mengajar

Contoh Pembelajaran STEAM

Pembelajaran STEAM bisa dijalankan di semua tingkatan pendidikan, karena aspek pelaksanaannya seperti kecerdasan, kreativitas, dan kemampuan mendesain tidak bergantung pada usia siswa. Karena itu, sejak pertama dikenalkan, pembelajaran ini banyak diterapkan di berbagai sekolah di dunia, mulai dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi. 

pembelajaran STEAM
Pembelajaran STEAM di Indonesia. (Arsip Zenius)

Kalau di Indonesia sudah mulai diterapkan, bagaimana ya contoh kegiatan pembelajarannya?

Nah, pembelajaran STEAM di kelas bisa kita mulai dengan memicu diskusi tentang suatu topik yang sedang ramai dibicarakan, misalnya tentang sampah.

Dalam diskusi, kita bisa minta siswa untuk menghitung volume sampah rumah tangga yang dihasilkan dalam kurun waktu tertentu. Untuk penghitungan yang lebih kompleks, kita juga bisa menugaskan siswa untuk mencari volume sampah yang dihasilkan dari suatu kelurahan, kecamatan, atau kota.

Selain menghitung volume, arahkan diskusi tentang cara pembuangan dan pengolahan sampah, masalah yang bisa disebabkan oleh sampah rumah tangga, serta mengelompokkan jenis sampah rumah tangga apa saja yang bisa didaur ulang.

Tidak sampai di situ, siswa bisa menyusun proyek rancangan alat atau benda yang dibuat dari hasil daur ulang sampah. Tentunya alat ini harus memiliki nilai seni.

Di tahap terakhir, kita harus memastikan bahwa siswa berhasil menciptakan alat tersebut dan menjelaskan cara kerja serta manfaatnya ke teman-teman yang lain.

Baca Juga: Menjadi Guru Inspiratif di Era Digital

contoh pembelajaran STEAM
Contoh kegiatan pembelajaran STEAM. (Arsip Zenius)

Bapak dan Ibu Guru punya ide kegiatan pembelajaran STEAM lainnya? Coba tulis di kolom komentar ya!

Dalam pembelajaran STEAM, Bapak dan Ibu Guru bisa memanfaatkan Learning Management System (LMS) Zenius untuk Guru, lho. Beragam fitur yang ada di LMS ZenRu memudahkan pembelajaran mulai dari membagikan video materi, melihat progres belajar siswa, sampai proses penilaian.

LMS ZenRu

Referensi

STEAM: Pendekatan Pembelajaran Guna Mengembangkan Keterampilan Abad 21 – DITSMP Kemdikbud (2021)

Introduction to STEAM Education – DITSMP Kemdikbud (2021)

STEAM adalah Metode Pembelajaran dengan Lima Ilmu, Begini Penerapannya – Liputan6 (2021)

Pembelajaran Berbasis HOTS Edisi Revisi – Ridwan Abdullah Sani (2019)

Konsep dan Strategi Pembelajaran di Era Revolusi Industri 4.0 – Abdul Muis (2019)

An Educator’s Guide to STEAM, Engaging Students Using Real-World Problems –  Cassie F. Quigley, Danielle Herro (2019)

Baca Juga Artikel Lainnya

Pentingnya Memahami Karakteristik Peserta Didik

Metode Flipped Learning untuk Melatih Kemandirian Siswa

Cara Membuat Video Pembelajaran dari HP

Bagikan Artikel Ini!