Patung Sphinx, Peninggalan Peradaban Mesir Kuno yang Terkenal

sphinx_peninggalan_mesir_kuno_zenius_education

The Great Sphinx, monumen yang terletak di Giza, merupakan ikon Negara Mesir yang misterius. Hingga saat ini, apa yang manusia ketahui tentang Sphinx?

Sobat Zenius, ketika belajar sejarah di sekolah, pernah nggak sih elo bertemu soal di bawah ini?

“Dua jenis peradaban​ kuno Mesir yang terkenal adalah…”

Nah, biasanya elo akan disuguhi beberapa pilihan jawaban, dan jawaban yang benar adalah …

“Sphinx dan Piramida”

sphinx_dan_piramida_zenius_education
Ilustrasi Sphinx dan Piramida di Giza. (Arsip Zenius)

Tjakep, dua monumen tersebut memang ikonik banget. Nah, kali ini kita bakal bahas salah satu dari monumen tersebut, yaitu Sphinx.

Coba deh elo lihat foto monumen Sphinx di bawah ini. Lo sudah pernah lihat belum?

sphinx_giza_zenius_education
Foto Sphinx Agung Giza di Mesir. (Dok. Wiki media Commons 2008)

Pernah lihat Sphinx?

View Results

Loading ... Loading ...

Sobat Zenius, monumen di atas memang terkenal banget. Bahkan, sering lho muncul di berbagai film dan game.

Misalnya, di film Aladdin, ada scene menampilkan Sphinx ketika Aladdin dan Jasmine sedang mesra-mesranya menyanyikan A Whole New World sambil berkeliling dengan karpet ajaib mereka.

sphinx_aladdin_zenius_education
Scene di Film Disney Aladdin. (Dok. Aladdin 1992)

Terlepas dari ketenaran monumen ini, masih banyak informasi serta fakta-fakta misterius di kalangan peneliti dan ilmuwan yang belum diketahui khalayak luas.

Oleh karena itu, kita coba cari tahu bersama-sama yuk, apa sih sebenarnya Sphinx itu, serta berbagai fakta menarik lainnya.

Apa itu Sphinx?

Secara umum, Sphinx sebenarnya merupakan makhluk mitologis dengan perpaduan tubuh singa dan kepala manusia, yang sering muncul pada seni dan legenda Mesir serta Yunani (Britannica, 2019).

Jadi, istilah Sphinx itu nggak spesial cuma untuk patung besar di Mesir itu ya, walau memang biasanya orang lansung merujuk pada patung ikonik Mesir ketika mendengar istilah tersebut.

Menariknya, ada beberapa perbedaan tampilan fisik Sphinx berdasarkan tradisi Yunani bila dibandingkan dengan tradisi Mesir lho.

Berdasarkan informasi dari Theoi Project (n.d.), sebuah situs di bidang mitologi Yunani yang dikelola oleh Aaron J. Atsma, Sphinx versi Yunani digambarkan sebagai makhluk yang memiliki wajah wanita, tubuh singa, sayap burung, serta ekor, dan terkadang dilengkapi ekor ular.

Sobat Zenius bisa nggak ngebayangin perawakan makhluk berdasarkan deskripsi di atas? Kalau belum terbayang, gue sediakan contoh karya seni yang menampilkan wujudnya di bawah ini ya.

sphinx_yunani_zenius_education
Berbagai karya seni dengan gambar Sphinx (Dok. Wikimedia Commons)

Makhluk tersebut dideskripsikan sebagai makhluk jahat yang nggak segan-segan memakan manusia (terutama para penjelajah atau petualang) yang nggak bisa menjawab teka-teki yang ia berikan.

Berbeda dengan gambaran berdasarkan Yunani kuno, Sphinx dalam Mesir kuno digambarkan sebagai makhluk berbadan singa dan berwajah pria yang memakai hiasan kepala loreng khas Mesir yang biasa disebut nemes.

Dilansir dari HISTORY (2018), makhluk mitologis ini berperan sebagai penjaga atau pelindung spiritual, yang melindungi manusia dari roh jahat dan melawan kegelapan (The Collector, 2021).

Wah, berbeda banget ya peran makhluk ini di tradisi Yunani dan Mesir?

Sphinx Agung Giza sebagai Ikon Mesir

Awalnya, patung raksasa ini tertimbun di dalam pasir. Hanya kepala di atas batas pundak saja yang terlihat selama ribuan tahun.

Dilansir dari Smithsonian Magazine (2010), seorang petualang asal Genoa, Kapten Giovanni Battista Caviglia, memulai usaha menggali Sphinx di tahun 1817 bersama 160 orang lainnya. 

Namun, usaha tersebut nggak banyak membuahkan hasil karena pasir di sana gampang runtuh dan kembali jatuh ke bagian yang sudah mereka gali.

Baru deh di tahun 1930-an, seorang arkeolog asal Mesir, Selim Hassan, berhasil membebaskan patung besar tersebut dari timbunan pasir yang selama ini menimpanya. Langsung deh terlihat betapa besarnya patung ini.

Dengan panjang sekitar 73 meter dan tinggi 20 meter, Sphinx Agung Giza dapat dikatakan sebagai patung pahat terbesar di dunia.

Nih, elo bisa lihat ukuran patung tersebut dibandingkan dengan manusia di sekitarnya melalui foto di bawah ini.

shpinx_turis_zenius_education
Sphinx dengan pengunjung di sekitarnya. (Arsip Wikimedia Commons 2009)

Patung ini dibuat dengan memahat batu limestone (batu kapur) lho. Jadi, monumen ini bukan berasal dari susunan batu-batu kecil. Melainkan, berasal dari batu besar yang kemudian dibentuk sedemikian rupa.

Berdasarkan penelitian, ditemukan residu (sisa) pigmen warna di patung tersebut, menandakan seluruh patung besar ini dulunya dicat. 

Berdasarkan keterangan dari situs Smithsonian Magazine (2010), arkeolog asal Amerika, Mark Lehner, menyampaikan bahwa pigmen berwarna merah, biru, dan kuning ditemukan pada patung raksasa tersebut.

Diduga, seluruh tubuh Sphinx Giza dulu dicat berwarna merah, sedangkan hiasan kepalanya diwarnai biru dan kuning (The Collector, 2021)

BACA JUGA: Peradaban Mesir Kuno dan Peninggalannya

Lokasi Sphinx Agung Giza?

Patung raksasa ini berdiri di dataran tinggi Giza, sekitar 10 km di sebelah barat Kairo, yang merupakan ibu kota Mesir, menurut World Atlas Encyclopedia (2011).

Letak patung ini cukup dekat dengan tiga piramida besar seperti Piramida Agung Khufu, Khafre, dan Menkaura.

Jadi, kalau suatu saat elo pergi ke daerah Kairo, bisa banget elo sekalian keliling beberapa piramida dan monumen sekaligus.

Berikut ini peta lokasi monumen Sphinx Agung Giza berdasarkan Google Map.

peta_lokasi_sphinx_zenius_education
Gambar peta Mesir dari Google Map. (Dok. Google Map)

Kapan Sphinx Dibangun?

Peneliti memperkirakan bahwa monumen berbentuk singa manusia ini berumur sekitar 4.500 tahun (NBC News,1999), dan dibangun untuk Raja Khafre yang hidup sekitar pada tahun 2603-2578 SM .

Namun, ada teori baru yang muncul di berbagai media, bahwa monumen ini berumur lebih lama dari perkiraan peneliti-peneliti sebelumnya. 

Bahkan, ada yang memperkirakan Sphinx sudah ada 9.000 tahun yang lalu. Menurut hipotesis yang ada, adanya erosi batu kapur di bagian-bagian monumen tersebut, dapat menjadi bukti.

Soalnya, daerah Giza dan sekitarnya, sudah lama sekali nggak merasakan hujan deras yang bisa menyebabkan erosi semacam itu. Diperkirakan, hujan lebat di sana terjadi pada tahun 7000 SM.

Apa yang Terjadi dengan Hidung Sphinx?

Hidung Sphinx yang rusak parah menimbulkan pertanyaan dan teka-teki bagi para peneliti dan arkeolog di dunia.

Tentunya seiring dengan berjalannya waktu, merupakan hal yang alami bila sebuah patung mulai terkikis dan rusak. Namun, apakah hidung tersebut benar-benar rusak parah secara alami?

wajah_sphinx_zenius_education
Wajah Sphinx dari dekat. (Dok. Wikimedia Commons 2008)

Dulu, ada teori bahwa tentara Napoleon Bonaparte menembakkan meriam dan menghancurkan hidung Sphinx. Namun, karya seni yang sudah ada sebelum zaman Napoleon menunjukkan Sphinx tanpa hidung.

Di video dokumenter di situs Britannica (n.d.), Dr. Zahi Hawass, seorang arkeolog terkenal yang juga merupakan Mesirolog dan mantan Menteri Negara Urusan Kepurbakalaan Mesir, mengatakan bahwa Napoleon Bonaparte nggak ada sangkut pautnya dengan hancurnya hidung Sphinx.

Ia menambahkan, para Mesirolog (ahli Mesir) percaya bahwa seorang Muslim Sufi bernama Muhammad Saʾim al-Dahr menghancurkan hidung Sphinx karena ia nggak setuju dengan orang-orang yang menyembah Sphinx sebagai tuhan.

Maka, ia datang dengan besi dan menghancurkan hidung tersebut untuk menunjukkan orang-orang bahwa patung tersebut hanyalah batu, bukan tuhan.

Oke deh Sobat Zenius, itulah pembahasan singkat soal salah satu ikon Mesir yang terkenal. Selanjutnya, kita bahas apa lagi nih?

Boleh banget lho elo kasih saran di kolom komentar. Sampai di sini dulu ya artikel kali ini dan sampai juga di artikel selanjutnya, ciao!

BACA JUGA

Pengertian Luas, Tanda Peradaban Mesir Kuno

Proses Mumifikasi dalam Tradisi Mesir Kuno

Makam Raja Tutankhamun, Kisah Ditemukannya Mumi Firaun berusia 4000 tahun!

How old is the Great Sphinx? – HISTORY.com (2015)

Great Sphinx of Giza – Britannica (updated 2017)

sphinx – Britannica (2019)

SPHINX – Theoi Project (n.d.)

The Great Sphinx – Egypt Tours Portal (2017)

The Icon: Egypt’s Great Sphinx – National Geographic (2014)

The Mystery of the Great Sphinx – World Atlas Encyclopedia (2011)

Uncover the myths and mysteries behind the Great Sphinx’s damaged face – Britannica (n.d.)

Bagikan Artikel Ini!