peradaban mesir kuno

Peradaban Mesir Kuno dan Peninggalannya – Materi Sejarah Kelas 10

Di materi Sejarah Kelas 10, elo akan belajar tentang peradaban Mesir Kuno. Pelajari sejarah lengkapnya di artikel ini, yuk!

Sobat Zenius pasti sudah kenal dengan peradaban Mesir Kuno melalui peninggalan-peninggalannya seperti  piramida yang jadi salah satu keajaiban dunia.

Tapi, elo pernah membayangkan nggak sih, seperti apa peradaban tersebut pada masa kejayaannya?

Kali ini, Zenius mau mengajak elo time travelling dan mempelajari seperti apa kehidupan masyarakat pada masa Mesir Kuno.

Periode Peradaban Mesir Kuno

Peradaban Mesir Kuno dimulai pada sekitar tahun 3100 sebelum masehi. Sebutan “Mesir” sendiri berasal dari bahasa Arab misr yang artinya daerah pinggiran. Ini merujuk pada lokasi Mesir yang berada di pinggiran sungai Nil.

Masyarakat Mesir Kuno sendiri menyebut wilayahnya dengan sebutan Kemet atau Kumat yang artinya tanah hitam, sesuai dengan kondisi tanah yang ada di sekitar sungai Nil.

1. Periode Dinasti Awal (3150-2686 SM)

Peradaban Mesir Kuno dimulai ketika Raja Menes membangun ibukota Mesir Kuno di sekitar sungai Nil. Ibukota ini kemudian dikenal dengan nama Memphis.

Puing-puing peninggalan kota Memphis di Mit Rahina, Mesir
Puing-puing peninggalan kota Memphis di Mit Rahina, Mesir
(dok. Wikimedia Commons)

Pada masa ini, penguasa Mesir mulai dikenal sebagai Firaun dengan kekuasaan politik dan ekonomi yang kuat dan terpusat. Firaun memerintah sebagai raja yang menyerupai dewa, sehingga memiliki posisi tertinggi dalam ritual keagamaan Mesir Kuno.

Pada Dinasti Awal ini pula metode penulisan hieroglif mulai digunakan.

2. Periode Kerajaan Mesir Lama (2686-2181 SM)

Kalau elo melihat piramida, elo harus berterimakasih kepada Firaun Djoser. Soalnya, pada masa kepemimpinannya piramida mulai dibangun.

Periode Kerajaan Mesir Lama dimulai pada masa dinasti firaun yang ketiga. Pada masa ini, Firaun Djoser memerintahkan Imhotep, seorang arsitek sekaligus pendeta dan penyembuh untuk merancang monumen pemakaman untuknya. Monumen itu sekarang dikenal sebagai Piramida Step di Saqqara, dekat Memphis.

Sejak saat itu, raja-raja Mesir selalu memerintahkan rakyatnya untuk membangun piramida sebagai monumen pemakaman kerajaan.

Masa Kerajaan Mesir Lama mencapai kejayaannya pada pemerintahan Firaun Pepi II dari dinasti keenam yang berkuasa selama 94 tahun. Pada masa pemerintahannya, kekuasaan Mesir meluas sampai ke Nubia dan Libya.

Setelah Firaun Pepi II mangkat, Kerajaan Mesir Lama mengalami kekacauan dan pada akhirnya mengalami keruntuhan.

3. Periode Pertengahan Pertama (2181-2055 SM)

Setelah runtuhnya Kerajaan Mesir Lama, dinasti ketujuh dan kedelapan mengalami suksesi cepat dengan penguasa yang memerintah di Memphis. Saat itu, otoritas pusat dibubarkan dan mengakibatkan perang saudara antar gubernur provinsi yang menguasai wilayah-wilayah Mesir Kuno. Silamasi kacau ini diperparah oleh invasi Badui dan disertai dengan kelaparan dan penyakit di kalangan masyarakat.

Dari era konflik ini muncul dua kerajaan yang berbeda. Pertama, ada tujuh belas penguasa yang berasal dari dinasti kesembilan dan kesepuluh yang berbasis di Herakleopolis memerintah Mesir Tengah antara Memphis dan Thebes. Sementara keluarga penguasa lain berkuasa di Thebes untuk menantang kekuasaan penguasa di di Herakleopolis. 

Sekitar tahun 2055 SM, pangeran Thebes Mentuhotep berhasil menggulingkan Herakleopolis dan menyatukan kembali Mesir, memulai dinasti ke-11 dan mengakhiri Periode Pertengahan Pertama.

Baca Juga: Peradaban Romawi Kuno dan Peninggalannya – Materi Sejarah Kelas 10

4. Periode Kerajaan Mesir Pertengahan (2055-1650 SM)

Periode Kerajaan Mesir Pertengahan diawali dengan terbunuhnya firaun terakhir dinasti kesebelas, Mentuhotep IV. Tahta kerajaan Mesir kemudian diserahkan kepada wazirnya atau menteri utama, yang kemudian menjadi Firaun Amenemhet I dan mendirikan dinasti keduabelas. 

Firaun Amenemhet I mendirikan ibu kota baru di It-towy, selatan Memphis. Sementara, Thebes tetap menjadi pusat keagamaan Mesir kuno. Selama periode Kerajaan Pertengahan, Mesir mengalami perkembangan yang pesat seperti yang terjadi selama peridoe Kerajaan Mesir Lama. Raja-raja dari dinasti kedua belas memastikan suksesi yang mulus dari garis keturunan mereka dengan menjadikan setiap penerus sebagai wakil bupati.  Kebiasaan ini dimulai dari Firaun Amenemhet I.

Kerajaan Mesir Pertengahan menerapkan kebijakan luar negeri yang agresif. Mulai dari menjajah Nubia yang memiliki pasokan emas, kayu hitam, gading, dan sumber daya lainnya yang melimpah, hingga memukul mundur orang Badui yang telah menyusup ke Mesir selama Periode Pertengahan Pertama. 

Pada periode ini, kerajaan juga membangun hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Suriah, Palestina, dan negara-negara lain. Hubungan ini dilakukan melalui proyek pembangunan termasuk benteng militer dan tambang pertambangan serta kembali membangun piramida seperti tradisi Kerajaan Mesir Lama. 

Kerajaan Mesir Pertengahan mencapai puncaknya di bawah Amenemhet III (1842-1797 SM) dan mengalami kemunduran di bawah Amenenhet IV (1798-1790 SM). Kemunduran ini berlanjut di bawah kekuasaan saudara perempuan dan wakilnya, Firaun Sobekneferu (1789-1786 SM), yang tercatat sebagai penguasa wanita Mesir pertama dan penguasa terakhir dari dinasti kedua belas.

cta banner donwload apps zenius

Download Aplikasi Zenius

Tingkatin hasil belajar lewat kumpulan video materi dan ribuan contoh soal di Zenius. Maksimalin persiapanmu sekarang juga!

download aplikasi zenius play store
download aplikasi zenius app store
download aplikasi zenius app gallery

5. Periode Pertengahan Kedua (1650-1550 SM)

Dinasti ketiga belas menandai awal dari periode lain yang tidak tenang dalam sejarah Mesir, di mana suksesi raja yang cepat gagal mengkonsolidasikan kekuasaan. Akibatnya, selama periode ini Mesir terbagi menjadi beberapa wilayah pengaruh kekuasaan. 

Pengadilan kerajaan resmi dan pusat pemerintahan kemudian dipindahkan ke Thebes. Sementara, dinasti saingan yaitu dinasti keempat belas berpusat di kota Xois di delta Nil.

Sekitar tahun 1650 SM, sederet penguasa asing yang dikenal sebagai Hyksos memanfaatkan ketidakstabilan Mesir untuk mengambil kendali. Para penguasa Hyksos dari dinasti kelima belas mengadopsi dan melanjutkan banyak tradisi Mesir yang ada dalam pemerintahan dan juga budaya. 

Mereka memerintah bersamaan dengan garis penguasa asli Thebes dari dinasti ketujuh belas yang mempertahankan kendali atas sebagian besar Mesir selatan meskipun harus membayar pajak kepada Hyksos. 

Konflik akhirnya berkobar antara kedua kelompok, dan penguasa Thebes melancarkan perang melawan Hyksos sekitar tahun 1570 SM, mengusir mereka dari Mesir.

6. Periode Kerajaan Mesir Baru (1550-1069 SM)

Di bawah Ahmose I, raja pertama dari dinasti kedelapan belas, Mesir sekali lagi bersatu kembali. Selama dinasti ke-18, Mesir memulihkan kendalinya atas Nubia dan memulai kampanye militer di Palestina. Mesir juga terlibat bentrok dengan penguasa lain di daerah tersebut seperti Mitania dan Het. Mesir kemudian mendirikan kerajaan besar pertama di dunia, yang membentang dari Nubia hingga Sungai Efrat di Asia.

Periode kerajaan ini mencapai masa jayanya pada pemerintahan Ramses III. Hal ini terlihat dari piramida makamnya yang sampai saat ini terjaga dengan baik.

7. Periode Pertengahan Ketiga (1069-664 SM)

400 tahun setelah periode Kerajaan Mesir Baru dikenal sebagai Periode Pertengahan Ketiga. Periode ini mengalami perubahan yang penting dalam politik, masyarakat, dan budaya Mesir. 

Pemerintahan terpusat di bawah firaun dari dinasti kedua puluh satu memberi jalan bagi kebangkitan pejabat lokal.

Dinasti kedua puluh dua dimulai sekitar tahun 945 SM ketika Raja Sheshonq, seorang keturunan Libya yang telah menginvasi Mesir pada akhir dinasti ke-20 dan menetap di sana. Banyak penguasa lokal yang berkuasa secara hampir otonom selama periode ini. 

Baca Juga: Periodisasi Sejarah Peradaban Islam – Materi Sejarah Kelas 10

8. Periode Akhir Mesir Kuno (664-332 SM)

Periode akhir Mesir Kuno diawali dengan naiknya putra Necho, Psammetichus dari dinasti Saite sebagai penguasa Mesir. Pada masa ini, Mesir berada dalam satu kekuasaan dinasti selama kurang dari dua abad. 

Pada tahun 332 SM, Alexander Agung dari Makedonia menaklukkan Mesir. Penaklukan ini menandai berakhirnya Peradaban Mesir Kuno.

Peradaban Mesir Kuno mengalami banyak sekali perubahan kekuasaan dan peninggalannya masih bisa kita lihat sampai saat ini.

Seperti apa sih, corak kehidupan masyarakat pada masa Mesir Kuno?

Corak Kehidupan Masyarakat Mesir Kuno

1. Corak Politik

Pada masa Mesir Kuno, para penguasa atau firaun dianggap sebagai jelmaan dewa. Mereka juga memiliki kedudukan keagamaan yang tinggi sebagai pendeta dan seringkali memimpin berbagai ritual. 

Pada saat memimpin ritual itu, para firaun akan berpenampilan menyerupai dewa. Umumnya, mereka akan mengambil penampilan seperti Dewa Ra atau Dewa Horus yang dianggap sebagai dewa yang paling berkuasa.

Corak politik ini disebut teokratis, dimana penguasa menggunakan agama atau kepercayaan sebagai alat politik untuk mendapatkan dukungan rakyat.

2. Corak Ekonomi

Berhubung Mesir berlokasi di pinggiran sungai Nil, sebagian besar kehidupan masyarakat peradaban Mesir Kuno berpusat pada agrikultur. Produksi utama dari pertanian ini adalah gandum, yang menjadi makanan pokok bagi masyarakat Mesir saat itu.

Selain agrikultur, rakyat Mesir juga memanfaatkan tanah liat yang terbentuk di sekitar sungai Nil. Tanah liat ini dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari membuat alat-alat rumah tangga hingga menjadi bahan bangunan.

3. Corak Sosial Budaya

Masyarakat Mesir Kuno menganut kepercayaan politeisme dengan menyembah berbagai macam dewa. Elo bisa melihat beberapa dewa utama yang mereka percayai dari ilustrasi berikut.

Dewa-dewa utama peradaban Mesir Kuno
Dewa-dewa utama peradaban Mesir Kuno (Arsip: realmofhistory.com)

Selain itu, masyarakat Mesir Kuno memiliki sistem sosial yang tertutup. Artinya, seseorang pada kelas sosial tertentu sulit untuk naik ke kelas sosial yang lebih tinggi.

Peradaban Mesir Kuno dan Peninggalannya - Materi Sejarah Kelas 10 9
Struktur hierarki sosial masyarakat Mesir Kuno (Arsip britannica.com)

Peradaban Mesir Kuno ini disebut para ahli sejarah dan arkeologi sebagai salah satu peradaban kuno yang maju, lho. Kok bisa ya ada peradaban kuno yang maju? Cari tahu alasannya di video ini, yuk!

Contoh Soal

Apa elo sekarang sudah paham bagaimana sejarah peradaban Mesir Kuno? Bagaimana kalau elo bahas soal di bawah ini untuk mengasah pemahaman elo?

1. Corak politik peradaban Mesir Kuno disebut ….

a. Oligarki

b. Monarki

c. Teokratis

d. Demokrasi

e. Tirani

Penguasa Mesir Kuno dianggap sebagai jelmaan dewa dan memiliki kekuasaan yang tinggi tidak hanya dalam pemerintahan namun juga dalam ritual agama. Corak politik ini disebut teokratis. Jawaban yang benar adalah c

Selain peradaban Mesir Kuno, ada berbagai peradaban lain yang berkembang bahkan sampai saat ini, lho. Penasaran nggak sih? Cari tahu sejarah lengkapnya dengan klik banner ini, yuk!

belajar materi pelajaran sejarah di zenius

Baca Juga: Periodisasi Sejarah Peradaban Islam – Materi Sejarah Kelas 10

Referensi:

  • Ancient Egypt: Civilization, Empire, and Culture – History
  • Ancient Egypt – Britannica
Bagikan Artikel Ini!