Saddam Hussein

Saddam Hussein, Diktator Irak yang Digulingkan Amerika Serikat

Artikel ini membahas biografi Saddam Hussein, presiden dan diktator Irak yang memimpin negaranya sebelum digulingkan oleh invasi Amerika Serikat ke Irak.

Sobat Zenius, kalau gua tanya kalian tentang tokoh terkenal Irak, siapa sih yang muncul di pikiran kalian? Selain Saddam Hussein, ada ga tokoh lain yang kebayang? Saddam Hussein yang merupakan mantan diktator Irak ini memang sangat terkenal di dunia internasional, mungkin aja dia orang Irak paling dikenal di sejarah dunia modern ini. 

Di bawah pemerintahan Saddam Hussein, masyarakat Irak menikmati kekayaan minyak milik Irak, tetapi siapapun yang menentang pemerintah disiksa dan dieksekusi. Lantas, temen-temen udah tau belum apa saja yang ia pernah lakukan semasa hidupnya selain perang dengan Amerika Serikat? Lagian kenapa bisa perang ya sama Amerika Serikat? Yuk langsung aja dibaca artikelnya untuk menemukan jawabannya!

Masa Muda

Saddam Hussein dilahirkan dengan nama lengkap Saddam Hussein al-Tikriti pada sebuah desa petani di Tikrit, Irak pada 28 April 1937. Ayah dan kakak laki-laki Saddam meninggal tidak lama sebelum Saddam lahir, ibunya depresi sehingga Saddam diserahkan ke pamannya, Khairallah Talfah di kota Baghdad pada usia dini. 

Ketika Saddam kembali ke ibunya yang sudah menikah lagi, Saddam menderita dari perlakuan kasar ayah tirinya. Akibatnya, dia melarikan diri ke Baghdad untuk kembali tinggal bersama pamannya. Paman Saddam ini merupakan seorang Muslim Sunni yang taat dan nasionalis Arab yang pandangan politiknya memiliki pengaruh besar pada Saddam.

Saddam Hussein
Saddam Hussein ketika muda (Dok. Wikimedia Commons)

Saddam Hussein kemudian mengikuti Sekolah Menengah al-Karh yang nasionalis di Baghdad. Kemudian, pada tahun 1957, Saddam yang berusia 20 tahun bergabung dengan Partai Ba’ath yang memiliki tujuan ideologis utama persatuan negara-negara Arab di Timur Tengah. 

Pada tahun 1959 Saddam Hussein berpartisipasi dalam upaya anggota Partai Ba’ath untuk membunuh perdana menteri Irak, Abd al-Karim Qasim. Upaya pembunuhan tersebut berakhir gagal, Saddam terluka dan terpaksa melarikan diri ke Suriah dan kemudian ke Mesir. Di Mesir Saddam menghadiri Sekolah Hukum Kairo.

Meraih Kekuasaan di Irak

Pada tahun 1963, Partai Ba’ath berhasil mengambil alih kekuasaan di Irak. Mendengar berita ini Saddam Hussein kembali ke Irak. Pada masa ini Saddam menikahi sepupunya, Sajda Tulfah. Baru aja 9 bulan berkuasa, Partai Ba’ath digulingkan dari posisi pemerintahan Irak. Saddam ditangkap pada tahun 1964 dan menghabiskan 18 bulan di penjara. Ia kemudian melarikan diri, menjadi pemimpin Partai Baʿath, dan berperan penting dalam kudeta yang membawa partainya kembali berkuasa pada tahun 1968.

Setelah Partai Ba’ath kembali berkuasa, Saddam Hussein dipilih sebagai wakil dari Presiden Irak, Ahmed Hassan al-Bakr. Pada jabatan ini Saddam memodernisasi infrastruktur Irak, industri, dan sistem kesehatan. Ia meningkatkan layanan sosial, pendidikan dan subsidi pertanian ke tingkat yang melebihi negara-negara Arab lainnya. Saddam juga menasionalisasi industri minyak Irak, menghasilkan pendapatan besar bagi negara.

Saddam Hussein
Saddam Hussein di Konferensi Liga Arab di Baghdad, November 1978 (Dok. Wikimedia Commons)

Saddam Hussein telah membuktikan dirinya sebagai seorang politikus yang efektif, meskipun bertindak kejam terhadap musuhnya. Ia menciptakan sistem polisi rahasia untuk membungkam oposisi terhadap pemerintah Irak dan membantu mengembangkan program senjata kimia pertama Irak.

Akhirnya, pada tahun 1979 Presiden Ahmed Hassan al-Bakr dipaksa untuk mengundurkan diri. Pada 16 Juli 1979 Saddam Hussein secara resmi menjabat sebagai Presiden Irak. Kurang dari seminggu kemudian, Saddam mengadakan pertemuan dengan tokoh politik Irak, membacakan 68 nama yang kemudian ditangkap di tempat untuk menyingkirkan oposisi Saddam (22 dari 68 orang tersebut dieksekusi). Pada awal Agustus 1979 ratusan saingan politik Saddam sudah ditangkap atau dieksekusi.

Perang Iran-Irak 

Saat Saddam Hussein menjabat sebagai presiden, Iran yang bertetanggaan dengan Irak mengadakan Revolusi Iran dipimpin oleh Ayatollah Khomeini, seorang pemuka agama Islam Syiah. Khawatir revolusi tersebut menyebar ke Irak yang mayoritas penduduknya adalah menganut agama Islam Syiah, Saddam memutuskan untuk melakukan sesuatu.

Saddam Hussein, Perang Irak-Iran
Tentara Iran menggunakan masker gas untuk menghadapi senjata kimia Irak (Dok. Wikimedia Commons)

Pada 22 September 1980, Saddam mengerahkan pasukan Irak ke Khuzestan, daerah yang kaya akan minyak di Iran. Konflik ini segera membesar menjadi Perang Iran-Irak dan negara-negara barat dan arab, yang juga takut akan penyebaran radikalisme Islam memberikan dukungan mereka kepada Saddam.

Perang Iran-Irak ini berubah menjadi perang parit yang merugikan bagi Irak maupun Iran. Kedua negara tersebut tidak berhasil mencapai tujuan perangnya, dan perang berlanjut hingga tahun 1988. Perang ini berakhir ketika kedua negara tersebut menerima perjanjian gencatan senjata yang mengakhiri pertempuran. Terjadi berbagai kejahatan perang dan penggunaan senjata kimia pada Perang Iran-Irak dan korban jiwa dari konflik diestimasikan berada di jangkauan ratusan ribu hingga jutaan korban jiwa.

Invasi Irak ke Kuwait

Irak menghadapi masalah ekonomi karena biaya perang yang besar saat melawan Iran. Akibatnya, Saddam Hussein memfokuskan perhatian Irak ke negara tetangga lainnya, yaitu Kuwait. Pada 2 Agustus 1990, Saddam memerintahkan invasi ke Kuwait. Invasi ini berjalan dengan lancar dan Saddam berencana menggunakan minyak yang dimiliki Kuwait untuk mendukung ekonomi Irak. 

Berbeda dengan perang dengan Iran sebelumnya, Invasi Irak ke Kuwait ini dikecam oleh dunia internasional dan memicu larangan hubungan perdagangan terhadap Irak. Setelah Saddam mengabaikan perintah PBB untuk meninggalkan Kuwait, pasukan koalisi PBB yang dipimpin oleh Amerika Serikat dikirim ke Kuwait. Dalam waktu enam minggu, pasukan koalisi PBB berhasil mengusir pasukan Irak dari Kuwait. Perjanjian gencatan senjata ditandatangani, salah satu syaratnya adalah Irak harus membongkar senjata kimia dan menghentikan penciptaannya.

Saddam Hussein, Invasi Kuwait
Ladang minyak Kuwait yang dibakar tentara Irak saat mundur (Dok. Wikimedia Commons)

Kekalahan perang ini memicu pemberontakan oleh kaum Syiah dan etnis Kurdi di Irak. Pasukan keamanan Saddam Hussein menghancurkan pemberontakan-pemberontakan tersebut tanpa ampun, menyebabkan ribuan orang mengungsi ke kamp-kamp pengungsi di sepanjang perbatasan utara Irak.

Invasi Amerika Serikat ke Irak

Setelah tragedi 9/11 pada tahun 2001, Amerika Serikat mencurigai bahwa Saddam Hussein mungkin menyediakan senjata kimia kepada kelompok teroris, sehingga Amerika Serikat berusaha untuk memperbarui proses perlucutan senjata. Sebenarnya Saddam mengizinkan inspektur senjata PBB untuk kembali ke Irak pada November 2002, namun ia dianggap gagal untuk bekerja sama sepenuhnya dengan penyelidikan tersebut sehingga Amerika Serikat dan Britania Raya frustasi dan menyatakan pemutusan diplomasi. 

Saddam Hussein, Perang Irak
Marinir Amerika Serikat di Pertempuran Baghdad (Dok. Wikimedia Commons)

Inspeksi PBB terhadap lokasi senjata yang dicurigai di Irak menemukan sedikit atau tidak ada bukti bahwa program senjata semacam itu ada. Pada tanggal 17 Maret 2003, Presiden Amerika Serikat, George W. Bush memerintahkan Saddam untuk turun dari jabatannya dan meninggalkan Irak dalam waktu 48 jam atau menghadapi perang. Akhirnya pada 20 Maret 2003, dengan alasan bahwa Irak sebenarnya memiliki program senjata rahasia dan merencanakan serangan, koalisi negara yang dipimpin Amerika Serikat menyerbu Irak. 

Dalam beberapa minggu, militer Irak dikalahkan dan pemerintah Irak telah digulingkan. Pada tanggal 9 April 2003, Baghdad berhasil dikuasai oleh pasukan koalisi. Saddam Hussein berhasil kabur menghindari penangkapan. Hingga kini permasalahan ada atau tidaknya senjata pemusnah massal di Irak diperdebatkan. 

Penangkapan dan Hukuman Mati

Bukan saya yang harus diadili, orang Amerika seharusnya mengadili Bush

Saddam Hussein

Saddam Hussein diburu oleh seluruh negara dan pencariannya berlangsung hingga 13 Desember 2003, di mana ia berhasil ditangkap di sebuah bunker bawah tanah kecil di ad-Dawr, dekat Tikrit. Saat masih sembunyi, Saddam dipindahkan ke pangkalan Amerika Serikat di Baghdad, di mana dia tinggal sampai 30 Juni 2004, kemudian diserahkan kepada pemerintahan sementara Irak untuk diadili atas kejahatannya.

Saddam Hussein ditangkap
Saddam Hussein ditangkap tentara Amerika Serikat (Dok. Wikimedia Commons)

Pada bulan Oktober 2005, Saddam Hussein diadili oleh Pengadilan Tinggi Irak atas tuduhan membunuh penduduk kota Al-Dujay. Dimulai persidangan yang berlangsung selama sembilan bulan di mana Saddam sering kali menyela proses sidang dengan makian, menyerukan bahwa pengadilan itu palsu dan Amerika Serikat berada di belakangnya. Akhirnya dia dinyatakan bersalah atas kejahatan terhadap kemanusiaan, termasuk pembunuhan dan penyiksaan, dan dijatuhi hukuman mati. 

Saddam Hussein diadili
Saddam Hussein berbicara di pengadilan (Dok. Wikimedia Commons)

Pada tanggal 30 Desember 2006, Saddam Hussein dieksekusi dengan cara digantung. Video eksekusinya dibocorkan ke internet dan disaksikan oleh seluruh dunia. Jenazah Saddam Hussein kemudian dipindahkan ke lokasi rahasia. 

Peran Amerika Serikat dengan Irak dan negara-negara lain di Timur Tengah sangat dipengaruhi oleh konflik dengan Irak di bawah kepemimpinan Saddam Hussein. Sayangnya, kehidupan masyarakat Irak masih menghadapi berbagai tantangan seperti munculnya kelompok ISIS yang belum lama menimbulkan konflik dan korban jiwa.

****

Itu dia kisah hidup dari diktator Irak yang terkenal, Saddam Hussein. Menurut sobat Zenius, ada hikmah yang bisa kita ambil ga ya dari biografi Saddam Hussein ini? Kehidupan di Irak saat dia belum memulai perang-perangnya relatif makmur, tetapi tidak ada kebebasan politik dan polisi rahasianya brutal. Namun, kini hidup di Irak sulit, bahkan hal menarik yang gua pernah denger itu ada sebagian masyarakat Irak yang menyesal mendukung penggulingan Saddam Hussein seperti yang diliput di video ini. Kasih tau gua ya pendapat temen-temen! Kalau ada pertanyaan langsung tulis aja di kolom komentar.

Referensi:

Infoplease. Saddam Hussein Biography. Diakses pada 2 November 2021 melalui https://www.infoplease.com/biographies/society-culture/saddam-hussein

Rosenberg, Jennifer. (2019). Biography of Saddam Hussein, Dictator of Iraq. ThoughtCo. Diakses pada 2 November 2021 melalui https://www.thoughtco.com/saddam-hussein-history-1779934

Biography. (2021). Saddam Hussein Biography. Diakses pada 2 November 2021 melalui https://www.biography.com/dictator/saddam-hussein

Britannica. Saddam Hussein. Diakses pada 2 November 2021 melalui https://www.britannica.com/biography/Saddam-Hussein

Radio Free Europe. (2006). Iraq: Saddam Hussein’s Biography. Diakses pada 2 November 2021 melalui https://www.rferl.org/a/1073742.html

Baca Juga Artikel Lainnya

George W. Bush, Presiden Amerika Serikat yang Berperang Melawan Terorisme

Kim Il Sung, Pendiri Korea Utara yang Berteman Baik dengan Sukarno

Deng Xiaoping, Otak dari Ekonomi Cina Modern

Bagikan artikel ini