Mengenal Jenis-Jenis Organisme Laut Beserta Habitatnya

Habitat Laut dan Organisme Laut Geografi Kelas 11

Buat elo, kelas 11 yang lagi belajar Geografi atau elo yang lagi persiapan UTBK mau recall materi habitat air laut dan organisme laut, langsung merapat yak!

Hai, Sobat Zenius! Siapa nih di antara elo semua yang suka nonton Spongebob Squarepants pagi-pagi sebelum berangkat sekolah?

Kalau elo suka nonton, mungkin elo akan ingat salah satu episodenya yang nyeritain tentang Spongebob dan Patrick yang salah naik bus dan nyasar ke kota yang gelap banget. Kota ini namanya Rock Bottom. Sesuai namanya, kota ini digambarin ada jauh banget di dasar laut. 

Di Rock Bottom ini, Spongebob dan Patrick ketemu sama hewan-hewan yang aneh-aneh bentuknya. Ada yang punya lampu di kepala, ada ikan yang mirip lele, pokoknya banyak hewan-hewan yang belum pernah mereka temui di Bikini Bottom!

Zona Laut Rock Bottom dalam kartun Spongebob
Kehidupan Zona Rock Bottom di Spongebob (Credits: Paramount House Entertainment/Nickelodeon)

Nah, story writer kartun Spongebob Squarepants nggak ngarang, lho, soal zona Rock Bottom ini! Nyatanya, emang di laut ada zona yang udah nggak terpapar cahaya lagi, namanya zona aphotic

Dan bener juga, kalau di zona ini isinya hewan-hewan yang nggak begitu familiar, bahkan ada hewan-hewan purba. Waduh, penasaran nggak, ada apa aja?

Kali ini kita bakal ngomongin habitat laut beserta organismenya nih, guys. Laut versi nyata ya, bukan laut tempat tinggalnya Spongebob! Buat elo, kelas 11 yang lagi belajar Geografi atau elo yang lagi persiapan UTBK mau recall materi ini, langsung merapat yak!

Ekosistem Laut

Sebelumnya, kita kenalan dulu ya sama apa pengertian habitat laut. Laut adalah kumpulan air asin yang luas dan berhubungan langsung sama samudra. 

Spesifik banget, ya, “air asin”? Iya, karena emang karakteristik khas dari air laut adalah memiliki salinitas atau kadar garam yang tinggi.

Baca Juga: Kenapa Air Laut Asin?

Karena laut ini luas banget, laut biasanya dibagi ke dalam berbagai zona. Nah, zona laut ini bisa dibagi-bagi tergantung keperluannya, guys. 

Kalau kita mau bahas pekerjaan Bu Susi Pudjiastuti (Menteri Kelautan dan Perikanan 2014-2019) dalam mempertahankan wilayah laut di Indonesia, kita bisa bagi jadi Wilayah Teritorial, Zona Ekonomi Eksklusif, dan kawan-kawannya.

Tapi karena kali ini kita bakal bahas habitat laut dan organisme apa aja yang menempatinya, jadi laut bakal kita bagi-bagi berdasarkan kedalamannya serta keadaan cahayanya aja, ya! 

Pembagian Zona Laut Berdasarkan Kedalaman dan Biota di Dalamnya

Kenapa kalau kita mau ngomongin organisme penghuni habitat laut kita membagi zona laut berdasarkan kedalaman dan keadaan cahayanya?

Jawabannya adalah karena cahaya punya pengaruh banyak terhadap pembentukan habitat itu sendiri! Tiap organisme punya kebutuhan dan ketahanannya masing-masing terhadap cahaya, makanya tiap kedalaman itu penghuninya bisa beda-beda.

Kayak misalnya, di zona yang atas-atas alias yang masih terkena cahaya itu ada banyak biota laut yang bisa tumbuh. Terutama floranya. Karena sinar matahari penting banget kan, bagi keberlangsungan hidup flora yang butuh fotosintesis.

Sedangkan kalau kita menyelam lebih dalam ke zona yang udah aphotic atau nggak bisa ketembus sama sinar matahari, kita nggak akan nemuin biota flora. Karena itu tadi, mereka nggak dapet asupan cahaya untuk bisa hidup di situ.

Kita bakal bahas lebih lengkapnya, nih, di bawah! Nah untuk mempermudah bayangan elo, elo bisa lihat gambar di bawah ini dulu sebelum mulai.

Mengenal Jenis-Jenis Organisme Laut Beserta Habitatnya 17
Pembagian Zona Laut Vertikal Berdasarkan Intensitas Cahaya (Arsip Zenius)
  1. Photic 

Ini dia zona teratas dalam pembagian laut secara vertikal! Kayak namanya, “Photic”, artinya di zona ini masih terpapar photo yang merupakan bahasa Yunani dari cahaya. Sinar mataharinya masih oke banget, ya masih bisa lah buat ikan-ikan ambil selfie ala golden hour.

Karena sinar matahari yang masih nembus ke zona ini, biota laut yang bisa kita temuin masih beragam, guys! Karena fotosintesis juga masih dapat berlangsung ya, jadi tumbuhan-tumbuhan laut banyak di zona ini.

Nama lain Zona Photic ini adalah Epipelagik. Zona ini adanya di kedalaman 200 meter. Beberapa biota yang bisa elo temuin di sini di antaranya ada plankton, rumput laut, dan penyu. 

  1. Disphotic

Kalo zona yang satu ini sebenernya adalah zona transisi dari zona terang menuju zona kegelapan. Waduh!

Di zona transisi ini, suasananya remang-remang, guys. Cahaya matahari masih bisa masuk tapi nggak begitu banyak. Karena itu, tumbuhan di zona ini udah jarang bisa ditemuin. Yang pasti bakal elo temuin di zona ini sih ikan hiu! 

  1. Aphotic 

Nah, kalo di zona Aphotic ini udah, blas, nggak ada cahaya sama sekali. Kalau kata Oppa Nassar sih, seperti mati lampu, ya sayang! Cahaya-cahaya yang bisa elo temuin di zona ini paling munculnya dari biota penghuni zona ini sendiri. 

Nah, ternyata di zona Aphotic ini masih ada pembagian zona lagi, guys! Apa aja? Kuy baca pemaparan gue di bawah!

  • Batiopelagik

Batiopelagik ini adalah nama untuk zona laut dengan kedalaman 1000 sampai 3000 meter, guys. Biota laut apa saja yang bakal elo temuin di sini? 

Elo bakal ketemu hewan kayak gurita dan ubur-ubur di sini. Tapi hati-hati, ya. Ubur-uburnya bukan yang bisa dinaikin kayak yang elo liat di Spongebob!

  • Abisopelagik 

Zona yang ini dalemnya kira-kira 3000 sampai 4000 meter, guys. Elo masih bisa nemuin ubur-ubur di sini, tapi nggak dengan tumbuhan!

  • Hadalpelagik, 

Nah, ini yang sempet kita omongin di atas soal kota Rock Bottom di Spongebob! Kayak yang elo bisa liat di kartunnya, zona ini letaknya udah di paling bawah banget.

Di zona ini udah mah gelap gulita, suhu airnya dingin, trus tekanan airnya juga tinggi. 

Pada zona ini tidak ada cahaya, suhunya dingin dan tekanan air tinggi. Pada zona ini, hidup hewan-hewan yang menghasilkan cahayanya sendiri (memiliki bioluminesensi). Bayangin saking nggak ada cahayanya!

Hewan-hewan yang hidup di sini itu kayak ikan lampu dan lele laut. Nah, yang khas dari zona ini adalah di sini tuh langka ketersediaan makanan. 

Nah, itu dia pembagian habitat laut berdasarkan ketersediaan cahayanya. Mungkin elo pernah lihat pembagian zona yang beda dari apa yang gue sampein di atas sehingga sekarang elo lagi timbul pertanyaan, “Lah, kok beda sih sama yang gue baca di sana sini…”.

Nggak usah panik nggak usah bingung!

Karena emang, kayak yang udah gue bilang sebelumnya, pembagian zona laut ada banyak tergantung kepentingannya atau mau dilihat dari apanya, gitu. Jadi, gue bakal jelasin satu lagi pembagian zona laut secara vertikal yang sering dipakai.

Baca Juga: Batas Wilayah Laut Indonesia

Sebenernya, pembagian yang ini bukan berdasarkan intensitas cahaya mataharinya. Pembagian yang ini melihat proses yang terjadi pada dasar tiap zona. Tapi karena sama-sama membagi zona laut secara vertikal, jadi lumayan mengecoh nih.

Zona ini nggak jauh beda sama sebelumnya, kok! Ada zona litoral, batial, abisal, dan hadal. Kita bahas sedikit di bawah, ya!

  • Zona Litoral

Zona litoral ini adalah daerah yang sering mengalami perendaman dan pengeringan secara berkala karena proses pasang surut. Persisnya, letak zona litoral ini ada di batas tertinggi saat pasang dan batas terendah saat surut.

Bisa ketebak dong berarti, letak zona litoral ini? Yups, zona litoral adalah batas antara kondisi laut dengan daratan alias pantai.

Biota apa aja yang bisa elo temuin di pantai?

Yap, elo bisa nemuin hewan kayak bintang laut, udang, kepiting, sampai bulu babi di zona ini.

  • Zona Batial

Nah, kalau zona Batial ini merupakan daerah yang mencakup lereng benua. Apa sih itu lereng benua? Lereng benua adalah zona peralihan antara paparan dan wilayah laut dalam atau dasar samudra. 

Di zona Batial ini, sinar matahari udah nggak bisa tembus sehingga biota yang hidup di sini terbatas. Batial ini zonanya sama dengan zona Batiopelagik yang tadi udah kita bahas di atas.

  • Zona Abisal 

Nah, kalau zona Abisal ini tentu kembarnya sama Zona Abisopelagik. Zona abisal ini adalah  dataran abisal yang luas dari palung laut. 

Pada zona ini udah nggak ada sinar matahari, suhu air rendah, dan udah nggak ada tumbuh-tumbuhan.

  • Zona Hadal

Kalau Zona Hadal ini letaknya di palung laut atau kayak yang udah kita bahas di atas, di bawaahh.. banget. Kedalamannya sekitar 6000 meter.

Organisme Laut

Nah, karena sekarang elo udah paham sama habitat air laut, kita lanjut ngomongin organismenya. Organisme atau makhluk hidup di laut terbagi jadi dua geng, nih, namanya Bentos dan Palagos. Langsung kita bahas satu-satu aja, kuy!

  1. Bentos

Nah, geng Bentos ini merupakan biota laut yang hidupnya di dasar laut. Biota laut yang termasuk Bentos ini bisa hidup di laut dangkal sampai laut dalam. Perkumpulan Bentos ini kemudian bisa dibagi dua lagi jadi Bentos Sesil dan Bentos Vagil.

  • Bentos Sesil

Bentos Sesil atau Epibenthos adalah biota-biota yang hidupnya tuh terikat pada suatu tempat atau permukaan kayak batu, karang, atau dasar air. Contoh biota bentos sesil adalah tiram, koral, spons, dan teritip.

  •  Bentos Vagil

Kalau Bentos Vagil, mereka ini biota-biota yang bergerak di dasar laut. Contohnya kayak landak laut, siput laut, udang karang, dan kepiting.

Organisme Bentos di Laut  Materi Geografi
Organisme Bentos di Laut (Arsip Zenius)
  1. Pelagos 

Nah, kalau geng Pelagos ini lebih mandiri, guys. Mereka ini adalah sekumpulan biota dan organisme yang hidupnya nggak bergantung pada dasar laut atau hidup di permukaan. Contohnya adalah nekton atau semua hewan laut punya alat gerak.

Pada dasarnya semua jenis ikan, mamalia laut, reptil laut, sampai cumi-cumi, itu adalah nekton. Kemudian yang juga termasuk Pelagos ada plankton, baik fitoplankton (plankton mirip tumbuhan) maupun zooplankton (plankton mirip hewan).

Baca Juga: Kenalan Sama Hewan Coelenterata Yuk!

Gimana, sampai sini elo udah paham belum nih, sama kehidupan di laut? Coba tes pemahaman elo pakai contoh soal di bawah, yuk!

Contoh Soal

  1. Biota laut yang nggak akan bisa elo temuin di zona Photic adalah…

a. rumput laut

b. ikan lampu

c. plankton

d. penyu

e. koral

Jawabannya adalah: b. ikan lampu. Karena, rumput laut, plankton, penyu, dan koral berhabitat di zona Photic. Sedangkan ikan lampu di zona Aphotic.

2. Perbedaan mendasar antara jenis organisme bentos dan pelagos adalah…

a. tempat reproduksi

b. tempat aktivitas di lapisan laut

c. alat untuk bergerak di lapisan laut

d. hewan atau tumbuhan

e. perbedaan jenis sirip

Jawabannya: b. tempat aktivitas di lapisan laut.  Bentos adalah organisme yang hidup di dasar laut, sedangkan pelagos umumnya menghuni lapisan air bagian atas.

Nah, segitu dulu materi kehidupan habitat air laut dan organisme laut kali ini. Kalau elo prefer belajar menggunakan video, elo bisa banget buka materi Zenius di sini atau klik banner di bawah buat langsung buka materi video tentang pembahasan kita kali ini. See you!

Mengenal Jenis-Jenis Organisme Laut Beserta Habitatnya 18

References:

Yulianda, Fredinan (2009) Biologi Kelautan. Pengantar Lingkungan Laut. Universitas Terbuka, Jakarta, pp. 1-57. ISBN 9796898527.

Bagikan Artikel Ini!