Terumbu Karang (Porifera), Hewan atau Tumbuhan?

Artikel ini akan menjelaskan tentang seluk beluk Porifera atau hewan berpori, mulai dari pengertiannya, ciri-ciri, struktur tubuh, hingga klasifikasinya.

Hi, guys! Adakah di antara kamu yang lagi bingung mengenai keberadaan terumbu karang, sebenarnya mereka itu tumbuhan atau hewan sih, atau bahkan hanya sekumpulan batu di dasar laut? Wajar kok, masih banyak yang salah kaprah mengenai hal tersebut. Supaya salah kaprah itu gak berlanjut, kamu udah memilih jalan yang benar dengan mencari tau kebenarannya. Terumbu karang termasuk dalam anggota filum Porifera. Nah, di artikel ini, aku akan berbagi informasi mengenai Porifera atau hewan berpori tersebut, tapi banyak juga lho yang menyebutnya sponge atau spons laut. Yuk, langsung aja cus ke pembahasan pertama!

 

Apa Itu Porifera?

Oke, hal pertama yang harus kita ketahui adalah dengan memahami pengertiannya. Porifera adalah salah satu filum yang terdapat dalam kingdom Animalia, dan masuk kategori Invertebrata atau hewan tanpa tulang belakang. Mereka termasuk hewan primitif yang paling sederhana, karena gak punya jaringan atau organ sejati lho, guys. Dilansir dari Jurnal Sains dan Seni Pomits tahun 2013, spons merupakan organisme laut yang hidupnya menetap atau sedenter dan bersifat non selective filter feeder, yang artinya mereka menyaring dan memakan apapun yang ada di sekitarnya, jadi gak seperti kita yang mau makan aja pilih-pilih dulu ya, guys. Hihihi.

Oh iya, kenapa sih kok Porifera disebut dengan hewan berpori atau spons? Hal ini karena sebagian besar spesiesnya memiliki kerangka yang terbuat dari serabut spongin. Itulah yang membuat tubuhnya seperti spons, guys. Ukuran mereka juga bervariasi, ada yang tumbuh hanya beberapa milimeter hingga yang bermeter-meter. Habitatnya ada di perairan, umumnya di lautan, tapi sebagian ada yang hidup di perairan tawar. Sama seperti hewan lainnya, mereka organisme heterotrof yang tidak bisa membuat makanannya sendiri ya, guys. Sehingga, mereka membutuhkan organisme lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, seperti mengonsumsi bakteri dan plankton.

 

Ciri-ciri Porifera

Dari pengertian di atas, tentu kamu udah semakin tergambar nih seperti apa sih mereka itu. Nah, supaya kamu semakin paham dan bisa dengan mudah membedakan anggota Porifera dengan filum lainnya, kamu harus tau juga ciri-cirinya. Berikut ini merupakan ciri-ciri Porifera.

  • Organisme multiseluler primitif.
  • Habitatnya di perairan, umumnya lautan dan sebagian di perairan tawar.
  • Memiliki bentuk tubuh seperti tabung atau vas bunga. Tapi, bentuknya asimetris dan bervariasi.
  • Permukaan tubuhnya berpori (ostia) dan ada bukaan yang paling besar di bagian atas (osculum). Selain itu mereka tidak memiliki rongga sejati, yaitu tidak bisa dibedakan antara organ-organnya, seperti mata, hidung, dan telinga. Itulah mengapa Porifera bersifat parazoa.
  • Karena tidak memiliki rongga sejati atau jaringan tubuh, maka Porifera tidak memiliki sistem saraf, pencernaan, dan pernapasan. Sistem di dalam tubuhnya bekerja hanya melalui aliran atau saluran air yang keluar-masuk lewat pori-pori tubuhnya.
  • Pencernaan dilakukan secara intraseluler di dalam koanosit dan amoebosit.
  • Tubuhnya melekat pada suatu dasar dan sedenter (menetap).
  • Memiliki tiga tipe saluran air, yaitu askon, sikon dan leukon.
  • Termasuk hewan diploblastik, yaitu terdiri dari dua lapisan tubuh luar (epidermis) dan dalam (koanosit). Di antara kedua lapisan tersebut, terdapat mesoglea yang berbahan kental dan terdapat sel amoebosit, sklerobas, dan arkheosit.
  • Jenis kelamin Porifera tidak terpisah antara jantan dan betina (hermafrodit). Dengan kata lain, di dalam satu tubuh terdapat dua jenis kelamin sekaligus.
  • Reproduksi dilakukan secara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual dengan cara tunas dan fragmentasi. Sedangkan, reproduksi seksual dengan cara fusi gametik.

 

Struktur Tubuh Porifera

Sekarang udah tau ‘kan pengertian dan ciri-ciri spons? Berarti, kamu bisa donk memberi contoh apa aja sih hewan yang termasuk dalam kategori tersebut? Supaya lebih jelas lagi, nih aku kasih gambaran mengenai struktur tubuh Porifera.

Struktur tubuh porifera
Ilustrasi struktur tubuh dan aliran air dalam tubuh Porifera (sumber gambar: ck12.org)

Tidak seperti hewan pada umumnya, Porifera tidak memiliki jaringan sejati. Tapi, tubuhnya tersusun atas berbagai sel, seperti choanocyte yang merupakan sel berflagela, letaknya berada di dalam rongga spongoocoel. Oh iya, Porifera itu termasuk hewan pemakan suspensi. Mereka memperoleh makanan dari partikel tersuspensi di dalam air yang melewati tubuhnya. Kamu bisa lihat alirannya dalam gambar di atas ya. Air akan bergerak melalui pori-pori hingga mencapai spongocoel atau rongga sentral. Setelah itu, air tersebut keluar melalui osculum. Sel lainnya adalah amebocyte atau amoeboid yang berfungsi untuk mengedarkan zat makanan. Sedangkan, porosit berfungsi untuk membentuk spikula.

 

Klasifikasi Porifera

Nah, masuk ke bagian ini berarti kamu bakal kenalan sama anggota Porifera. Udah siap untuk menyelami dunia spons lebih dalam lagi belum? Kalau udah siap, ayo tunggu apa lagi, kita langsung meluncurrrrrr! Oh iya, Porifera diklasifikasikan lagi menjadi tiga, yaitu Calcarea, Hexactinellida, dan Demospongiae.

contoh klasifikasi porifera
Contoh Porifera berdasarkan klasifikasinya

Calcarea

Kelas pertama dari Porifera yang akan aku bahas adalah Calcarea. Dilansir dari Ensiklopedia Britannica, anggota kelas ini merupakan para spons berkapur, dimana seluruh kerangkanya terdiri dari spikula kalsium karbonat (seperti jarum). Tubuhnya berbentuk tabung dengan ukurannya yang kecil sekitar 1-3 cm, jarang sekali ada yang mencapai 15 cm. Umumnya memiliki warna yang kusam dan hidup di dasar perairan yang dangkal dengan iklim sedang. Mereka ditemukan di bawah batu dengan daerah yang relatif terlindungi.

Contoh anggota Calcarea: Sycon ciliatum dan Leucosolenia botryoides.

Hexactinellida

Kelas selanjutnya adalah Hexactinellida. Habitatnya di lautan dan biasa disebut juga dengan spons gelas atau kaca. Dilansir dari jurnal Oseanografi LIPI tahun 1996, spikula kelas Hexactinellida terdiri dari silikat dan tidak mengandung spongin. Selain itu, spikula tersebut juga berbentuk bidang triaxon, dimana pada masing-masing bidangnya terdapat dua jari-jari (hexactinal). Mereka hidup di laut dalam, itulah mengapa jenis ini lebih sulit didapatkan.

Contoh anggota Hexactinellida: Euplectella aspergillum.

Demospongiae

Terakhir, ada kelas Demospingae. Nah, jenis spons yang sering ditemukan di lautan adalah jenis ini. Bahkan, mereka bisa hidup di air tawar juga lho. Mereka gak punya spikula triaxon, tetapi spikula yang dimilikinya berbentuk monoaxon dan tetraxon yang mengandung silikat. Tapi, beberapa jenisnya juga ada yang tidak mengandung spikula, melainkan hanya mengandung spongin aja.

Contoh anggota Demospongiae: Spongilla lacustris.

Demikian informasi mengenai seluk beluk Porifera. Nah, setelah belajar tentang pengertian spons yang ternyata adalah hewan berongga atau spons yang biasa kita kenal sebagai terumbu karang. Selanjutnya, kita juga tau ternyata ciri-ciri Porifera sangat unik, begitu pun dengan struktur tubuhnya. Terakhir, kita jadi tau apa aja klasifikasi dari Porifera. Dari situ kita bisa mengelompokkan jenis terumbu karang kalau suatu saat bertemu dengan salah satunya, keren gak sih? Oh iya, jangan salah kaprah lagi ya, ternyata terumbu karang itu termasuk hewan, yap karena termasuk dalam kingdom Animalia. Kalau kamu udah pernah melihat Porifera, kira-kira ia masuk kelas yang mana sih?

 

Baca Juga Artikel Lainnya

Kingdom Plantae

Kingdom Animalia