Mengenal Antisemitisme dan Tragedi Holocaust Selama Perang Dunia 2

Mengenal Antisemitisme dan Tragedi Holocaust Selama Perang Dunia 2 81

Holocaust memiliki sejarah panjang yang berakar dari antisemitisme. Apa itu antisemitisme, dan bagaimana tragedi Holocaust terjadi? Yuk, simak selengkapnya!

Gue adalah salah satu pencinta film yang selalu antusias tiap Academy Awards mau digelar. Biasanya, setelah nominasi Film Terbaik diumumkan, gue langsung nonton film-film yang masuk nominasi tersebut. Gue ingin tahu, apa yang bikin film itu berhasil masuk nominasi Film Terbaik?

Gue ingat banget waktu Jojo Rabbit (2019) masuk nominasi Film Terbaik Oscar 2020. Gue pun nonton film itu. Jojo Rabbit nyeritain anak kecil Jerman yang hidup di era Perang Dunia 2. Dia ngefans banget sama Adolf Hitler.

Namun, sisi kemanusiaan dan rasa cinta tanah airnya diuji ketika ibunya nyembunyiin gadis Yahudi di rumahnya. Pada masa itu, pemerintahan Hitler berusaha buat menghabisi bangsa Yahudi.

Mengenal Antisemitisme dan Tragedi Holocaust Selama Perang Dunia 2 82
Cuplikan film Jojo Rabbit (2019). (Gif by Tumblr Gallery)

Waktu gue nonton sebagai orang awam, gue bertanya-tanya, “Kenapa Hitler sebegitu bencinya sama umat Yahudi?”

Akhirnya, gue mendapat jawabannya.

Pengertian Antisemitisme

Sikap kebencian terhadap umat Yahudi disebut sebagai Antisemitisme. Dengan kata lain, Antisemitisme merupakan sikap memusuhi dan berprasangka terhadap orang Yahudi.

Seorang anti-semit nggak hanya punya prasangka negatif ke orang Yahudi, tetapi juga non-Yahudi keturunan Yahudi. Kebencian terhadap kaum Yahudi diwujudkan dalam berbagai cara, mulai dari ucapan, tulisan, bentuk visual, hingga tindakan.

Misalnya, pelaku Antisemitisme akan menyebarkan hoax dan menjelek-jelekkan umat Yahudi, membuat gambar dan simbol yang merendahkan, menjadikan kaum Yahudi sebagai kambing hitam, hingga melakukan kekerasan fisik. Pokoknya, apapun masalah yang terjadi, semua dianggap kesalahan umat Yahudi.

Mengenal Antisemitisme dan Tragedi Holocaust Selama Perang Dunia 2 83
Surat kabar The Dearborn Independent pada 22 Mei 1920, menerbitkan headline yang beranggapan kalau orang Yahudi adalah masalah bagi dunia. (Dok. Wikimedia Commons)

Baca juga: Mengapa Jerman Kalah di Perang Dunia II?

Sejarah Antisemitisme di Jerman

Balik lagi ke pertanyaan awal gue tadi, kenapa ada pihak yang nggak suka sama Yahudi?

Antisemitisme sendiri sudah lama ada sebelum era pemerintahan Hitler, sejak Abad Pertengahan (5-15 Masehi). Waktu itu, orang Yahudi berbondong-bondong masuk ke Eropa, termasuk Jerman.

Mengenal Antisemitisme dan Tragedi Holocaust Selama Perang Dunia 2 84
Persebaran Yahudi di Eropa sejak 1933, dengan total populasi sebanyak 9,5 juta orang. (Dok. United States Holocaust Memorial Museum)

Sebagai pendatang, umat Yahudi menyesuaikan budaya mereka sama budaya Eropa. Namun, orang Jerman nggak nyaman hidup bareng orang Yahudi. Mereka menganggap, ajaran Yahudi menyimpang dari agama Kristen yang mereka anut.

Selain itu, orang-orang Yahudi juga sukses dalam berbisnis, yang membuat banyak warga Eropa menjadi cemburu. Diskriminasi terhadap orang Yahudi pun muncul.

Pada tahun 1855, bangsawan Prancis, Arthur de Gobineau, nulis esai berjudul Sur L’Inégalité des Races Humaines. Gobineau berpendapat, ada perbedaan intelektual antar ras, dan ras kulit putih jadi ras paling unggul.

Menurut Gobineau, ras kulit putih yang paling unggul adalah Arya, yang sebagian besar hidup di Eropa Barat (Austria, Belanda, Belgia, Inggris, Jerman, Liechtenstein, Luksemburg, Monako, Prancis, dan Swiss).

Esai Gobineau itu tersebar luas ke seluruh Eropa. Keyakinan tentang keunggulan ras Arya jadi memengaruhi banyak orang Eropa, termasuk Jerman.

So, pada tahun 1879, jurnalis Jerman bernama Wilhelm Marr memperkenalkan istilah antisemitisme. Dia nerbitin pamflet berjudul The Victory of Judaism over Germandom.

Marr menulis, orang Yahudi melunturkan budaya Jerman, mendominasi ekonomi, sampai disebut menguasai pemerintahan dan pers. Marr mengambil kesimpulan bahwa, orang Yahudi adalah ras berbahaya dan asing. Meskipun nggak ada buktinya, orang-orang Jerman percaya aja sama tulisannya.

Pada pertengahan 1890-an, beberapa undang-undang baru ditetapkan buat membatasi hak-hak orang Yahudi. Hak pendidikan dibatasi, mereka dilarang memilih pekerjaan sendiri, serta nggak boleh punya pangkat tinggi di dunia tentara, universitas, dan pegawai negeri. Bahkan, mereka dikeluarkan dari pekerjaan tertentu.

Baca juga: Latar Belakang Perang Dunia 1 dan Kronologinya – Materi Sejarah Kelas 11

Antisemitisme di Era Adolf Hitler dan Nazi

Antisemitisme di Jerman makin parah ketika Adolf Hitler dan partai politik yang dipimpinnya, Partai Nasionalis Pekerja Jerman atau Nazi, berkuasa pada tahun 1933. Ada sejarah yang mungkin belum elo tahu tentang awal mula Antisemitisme Hitler, dan elo bisa baca mengenai hal tersebut di sini.

Dalam jurnal berjudul The Pre-1914 Origins of Hitler’s Antisemitism Revisited (2020), sekitar akhir tahun 1914, Hitler merantau dari Austria ke Munich, Jerman. Dia mau daftar jadi tentara Jerman buat Perang Dunia 1.

Di Munich, Hitler tinggal di sebuah apartemen. Ia merasa bahwa negara kelahirannya, Austria, terlalu mengistimewakan warga Yahudi. Jadinya, Hitler memutuskan untuk pindah ke Jerman.

Mengenal Antisemitisme dan Tragedi Holocaust Selama Perang Dunia 2 85
Adolf Hitler (paling kiri) saat menjadi tentara Jerman pada Perang Dunia 1. (Dok.  National Archives and Records Administration via Wikimedia Commons)

Selama hidup di Jerman, sentimen Hitler ke Yahudi semakin dipengaruhi oleh pemikiran dua idolanya. Mereka adalah Georg Ritter von Schönerer (nasionalisme Jerman) yang menganggap orang Yahudi nggak akan pernah bisa sepenuhnya jadi warga negara Jerman, dan Karl Lueger (walikota Wina) yang menerapkan Antisemitisme buat menjalankan strategi politiknya. Ketika Hitler jadi penguasa Jerman, dia pun menerapkan hal yang sama.

“Kok bisa sih, Hitler jadi penguasa Jerman?”

So, awalnya, pada tahun 1918, Jerman kalah dalam Perang Dunia 1. Kekalahan Jerman disusul oleh Depresi Besar pada tahun 1929. Ekonomi Jerman jadi hancur. Orang-orang Jerman pada kelaparan dan nganggur. Mereka jadi nggak percaya sama pemerintah, karena nggak bisa memperbaiki kehidupan mereka.

Hitler pun berupaya mengambil kesempatan. Saat itu, dia udah jadi bagian dari Partai Nazi. Nazi mencoba mengambil hati rakyat Jerman dengan mendekati kaum kelas menengah dan ngasih solusi, yang bikin mereka jadi luluh. Hal itu bikin Nazi berhasil naik ke pemerintahan.

Nazi pun mulai melakukan propaganda dengan menganggap Hitler sebagai penyelamat negara, sampai membawa antisemitisme. Hitler emang ahli dalam berpidato. So, dia bilang kalau dia akan memperjuangkan ras Arya dan menghabisi orang-orang Yahudi yang ada di Eropa.

Hingga akhirnya, Hitler diangkat sebagai Kanselir Jerman pada 30 Januari 1933. Presiden Jerman saat itu, Paul von Hindenburg, berpendapat bahwa Hitler bisa memperkuat pemerintahan, karena partainya memiliki pendukung yang besar. Hitler sendiri akhirnya menjadi pemimpin absolut Jerman setahun setelahnya, setelah Presiden von Hindenburg meninggal dunia, dan menyebut dirinya sebagai Führer, atau pemimpin.

Mengenal Antisemitisme dan Tragedi Holocaust Selama Perang Dunia 2 86
Adolf Hitler bersama para anggota Nazi. (Dok. http://web.mnstate.edu/)

Semenjak Hitler berkuasa, Antisemitisme di Jerman semakin parah. Nazi memecat orang-orang Yahudi yang jadi pegawai negeri, bisnis mereka dijarah, dan ratusan tempat ibadah mereka dibakar. Hal ini membuat banyak orang-orang Yahudi di Jerman yang melarikan diri ke negara-negara lain untuk menyelamatkan diri.

Apa Itu Holocaust?

Holocaust merupakan pembantaian massal secara sistematis terhadap enam juta umat Yahudi oleh Nazi selama Perang Dunia 2. Mereka yang menjadi korban Nazi tidak hanya orang-orang Yahudi, tetapi juga jutaan orang lainnya yang dianggap oleh rezim Nazi sebagai orang-orang yang lebih rendah, seperti orang-orang Roma (Gipsi), penyandang disabilitas, orang-orang Eropa Timur, dan kelompok homoseksual.

Pembunuhan orang-orang Yahudi dan jutaan orang-orang lainnya oleh Nazi diawali oleh aksi unit pembunuh keliling bernama Einsatzgruppen, yang merupakan bagian dari organisasi paramiliter Nazi, Schutzstaffel atau SS. Para personil Einsatzgruppen berkeliling dan menembaki orang Yahudi secara massal di negara-negara Eropa yang diduduki Jerman.

Einsatzgruppen juga keliling naik van yang dirancang khusus buat ngeracunin orang Yahudi pakai karbon monoksida yang dikeluarkan dari knalpot. Lebih dari satu juta orang Yahudi, baik laki-laki, perempuan, anak-anak, jadi korban.

Selain itu, Einsatzgruppen mengumpulkan orang-orang Yahudi dan dipaksa buat bikin kuburan massal, atau digiring ke kuburan massal yang udah disiapin. Kemudian, orang-orang Yahudi tersebut ditembaki secara massal ke dalam lubang kuburan.

Pada akhir tahun 1941, Nazi mulai bikin kamp pemusnahan di Polandia, yang saat itu diduduki Jerman. Tujuannya, buat membunuh orang-orang Yahudi secara massal. Ada lima kamp pemusnahan di Polandia, yaitu di Chelmno, Belzec, Sobibor, Treblinka, dan Auschwitz-Birkenau.

Selama 1941-1944, Nazi mendeportasi jutaan orang Yahudi dari Jerman ke ghetto-ghetto. Ghetto merupakan wilayah yang khusus digunakan Jerman buat mengasingkan orang Yahudi.

Mengenal Antisemitisme dan Tragedi Holocaust Selama Perang Dunia 2 87
Keluarga Yahudi mengucapkan perpisahan sebelum dipindah ke pusat pembantaian Chelmo.  (Dok. United States Holocaust Memorial Museum)
Mengenal Antisemitisme dan Tragedi Holocaust Selama Perang Dunia 2 88
Orang-orang Yahudi membawa harta-benda mereka selama deportasi ke kamp pemusnahan di Chelmno, pada tahun 1942. (Dok. United States Holocaust Memorial Museum)

Pada akhirnya, jutaan orang Yahudi tersebut dikirim ke kamp pemusnahan. Kamp Auschwitz menjadi kamp yang terbesar, yang telah mengambil nyawa 1,3 juta orang. Sesampainya mereka di kamp pemusnahan, orang Yahudi dimasukin ke kamar gas. Kamar ini berisi gas karbon monoksida yang dikeluarkan dari mesin diesel.

Buat mengakali para tahanan, penjaga Nazi mengatakan kalau mereka harus dibersihkan ke dalam ‘ruang mandi’. Para tahanan kemudian masuk ke dalam kamar gas dengan posisi tangan diangkat, biar ruangan itu bisa menampung sebanyak-banyaknya orang sampai sesak. Semakin sesak kamar gas, semakin cepat orang-orang kehabisan napas dan tewas.

Mengenal Antisemitisme dan Tragedi Holocaust Selama Perang Dunia 2 89
Sebuah kamar gas di kamp utama Auschwitz, Polandia. (Dok. United States Holocaust Memorial Museum)

Setelah selesai, para penjaga Nazi menyuruh tahanan Yahudi lain yang masih hidup buat beresin barang-barang korban dan mengeluarkan mayat-mayat di dalamnya. Jutaan mayat kemudian dikubur massal dan dibakar. Gue nggak bisa ngebayangin, kalau seumpama mereka nyingkirin mayat keluarga sendiri.

Berakhirnya Holocaust

Holocaust berakhir pada Mei 1945. Saat itu, Nazi Jerman kalah dalam Perang Dunia 2, setelah melawan pasukan Sekutu yang dipimpin oleh Inggris, Amerika Serikat, dan Uni Soviet.

Waktu Sekutu masuk ke Eropa, mereka menyerbu kamp-kamp yang dibikin Nazi. Di sana, tentara Sekutu membebaskan para tahanan yang masih hidup, yang kebanyakan adalah orang Yahudi.

Mengenal Antisemitisme dan Tragedi Holocaust Selama Perang Dunia 2 90
Orang-orang yang selamat di kamp konsentrasi Buchenwald, Jerman. Mereka dibebaskan Sekutu pada April 1945. (Dok. United States Holocaust Memorial Museum)

Dari sekitar sembilan juta orang Yahudi yang hidup di Eropa, enam juta orang dibunuh oleh rezim Nazi. Dua pertiga populasi Yahudi musnah karena pembantaian massal itu. (Bersambung)

Oke, bersambung dulu tulisan gue tentang Holocaust. Gue bakal ngelanjutin pada artikel selanjutnya tentang Jerman pasca-Holocaust.

Baca Juga Artikel Lainnya

Grigori Rasputin, ‘Manusia Suci’ Kaisar Rusia yang Bikin Ricuh saat Perang Dunia 1

Hirohito, Kaisar Kontroversial Jepang karena Perannya di Perang Dunia 2

Winston Churchill, Perdana Menteri Inggris di Perang Dunia 2

Referensi

http://web.mnstate.edu/shoptaug/AntiFrames.htm

https://encyclopedia.ushmm.org/content/id/article/gassing-operations-abridged-article

https://www.annefrank.org/en/anne-frank/go-in-depth/why-did-hitler-hate-jews/#source-392916

https://www.bbc.co.uk/bitesize/guides/zwmdfrd/revision/1

https://www.facinghistory.org/holocaust-and-human-behavior/chapter-2/religious-prejudice-antisemitism

https://www.history.com/topics/holocaust/anti-semitism

https://www.nationalww2museum.org/war/articles/how-did-hitler-happen

Weber, Thomas. (2020). “The Pre-1914 Origins of Hitler’s Antisemitism Revisited”. The Journal of Holocaust Research, 34(1), 70-86.

Bagikan Artikel Ini!