Pengertian Medan Magnet, Sejarah, dan Penerapannya dalam Kehidupan Manusia 33

Pengertian Medan Magnet, Sejarah, dan Penerapannya dalam Kehidupan Manusia

Pengertian Medan Magnet, Sejarah, dan Penerapannya dalam Kehidupan Manusia 34
Berbagai macam bentuk magnet (foto dari Freepik)

Artikel ini akan membahas tentang pengertian, sejarah ditemukannya konsep medan magnet, dan mencari tahu penerapan serta kegunaannya di kehidupan manusia. Yuk, simak selengkapnya!

Hi sobat Zenius! Kamu pasti udah gak asing lagi kan dengan yang namanya magnet? Ya, iyalah! Benda yang satu ini kan sering banget jadi mainan kamu semasa kecil dulu. Materi yang mempelajari tentang magnet juga sebenarnya sudah diajarkan sejak kamu masih di Sekolah Dasar.

Meskipun sudah mengetahui sedikit tentang magnet, kamu masih perlu mendalaminya saat menginjak kelas 12 Sekolah Menengah Atas, tepatnya di mata pelajaran Fisika. Walau kedengarannya ini materi yang susah dipelajari, tapi jangan khawatir soalnya medan magnet itu pada kenyataannya adalah sebuah konsep yang sederhana, kok!

Nah, buat kamu yang masih bingung tentang medan magnet, yuk disimak selengkapnya di sini!

Apa itu Medan Magnet?

Medan magnet adalah suatu medan vektor yang menggambarkan pengaruh magnet terhadap muatan listrik yang bergerak, arus listrik, dan bahan magnetik lainnya. Cara ini dibentuk dengan menggerakan arus listrik sampai memunculkan gaya di muatan listrik yang bergerak.

Singkatnya, medan magnet merupakan medan gaya yang ada di sekitar benda konduktor atau magnetik.

Contohnya, perputaran dari partikel tertentu yang dipengaruhi oleh arus listrik dapat menghasilkan medan magnet dan medan magnet feromagnetik (permanen). Medan magnet permanen ini mampu menarik bahan feromagnetik seperti besi, dan menarik atau bahkan menolak magnet lain. Selain itu, medan magnet yang bervariasi menurut lokasinya juga akan memberikan gaya pada berbagai bahan non-magnetik dengan mempengaruhi gerakan elektron atom terluarnya.

Zen juga punya video yang menjelaskan munculnya medan magnet akibat arus listrik, nih. Simak selengkapnya di sini biar makin paham.

Konsep medan magnet ini biasanya digambarkan dengan garis-garis gaya magnet yang keluar masuk bagian kutub utara atau selatan magnet. Semakin rapat garis gaya magnet, semakin kuat juga medan magnet tersebut. Sebaliknya, jika garis medan magnet terlihat renggang, maka bisa disimpulkan kalau medan magnetnya lemah.

Udah tau kan ya kalau magnet punya dua kutub, yaitu utara dan selatan. Jadi, kalau kamu mendekatkan dua buah magnet dengan kutub yang berbeda, otomatis mereka akan langsung menempel, itu artinya kedua magnet tersebut memiliki medan magnet yang besar. Lain halnya jika kamu berusaha mendekatkan dua magnet dengan kutub yang sama, mereka malah akan menjauh satu sama lain dan gagal membentuk medan magnet.

Sejarah Medan Magnet

Pengertian Medan Magnet, Sejarah, dan Penerapannya dalam Kehidupan Manusia 35
Nikola Tesla (foto dari Pixabay)

Konsep magnet sebenarnya sudah diketahui oleh masyarakat kuno, tapi penelitiannya baru dimulai oleh Petrus Peregrinus de Maricourt pada tahun 1269 dengan memetakan medan magnet menggunakan bola magnet dan jarum besi.

Eksperimen tersebut ternyata menghasilkan garis-garis medan magnet bersilangan di dua titik berbeda. Untuk memudahkan penelitian, ia menamakan kedua titik dengan sebutan ‘kutub’ karena terinspirasi dari kutub Bumi. Menurutnya, magnet akan selalu memiliki dua kutub yang berbeda, yaitu utara dan selatan. Jadi, meskipun kamu sudah berkali-kali mencoba memotongnya, magnet tersebut tetap akan punya dua kutub.

Tiga abad setelahnya, William Gilbert mereplikasi karya Petrus Peregrinus dengan menerbitkan De Magnete pada tahun 1600. Karyanya ini akhirnya membangun magnetisme sebagai sebuah ilmu (masuk ke science).

Pada tahun 1831, Michael Faraday menemukan induksi elektromagnetik, yang menjelaskan bahwa medan listrik yang melingkar dapat dihasilkan dari medan magnet yang berubah. Penemuan tersebut masih digunakan sampai saat ini dengan nama hukum induksi Faraday.

Rumus lain yang membahas listrik dan magnetisme ditemukan oleh James Clerk Maxwell. Ia menerbitkan persamaan ini dalam paper-nya yang berjudul On Physical Lines of Force pada tahun 1861. Meski bisa dibuktikan dan dinyatakan valid, persamaan ini nampaknya belum sempurna. Maxwell kembali melengkapi rumus persamaannya di paper lainnya yang berjudul A Dynamical Theory of Electromagnetic Field di tahun 1865. Di sini ia berani membuat pernyataan bahwa cahaya sebenarnya adalah sebuah gelombang elektromagnetik. Pada 1887-1888, Heinrich Hertz membuktikan penemuan Maxwell dan mengonfirmasi kebenarannya.

Singkat cerita, perkembangan medan magnet secara modern kembali dibuktikan dengan penemuan Nikola Tesla pada tahun 1887. Ia berhasil mengembangkan motor induksi yang berjalan pada arus polifase, yaitu dua (atau lebih) arus listrik bolak-balik yang sama frekuensinya, tapi berbeda fasenya. Arus ini menghasilkan medan magnet yang berputar untuk menggerakan motor. Atas penemuannya, Tesla mendapatkan hak paten motor listrik pada 1888.

Masuk ke abad 20, pembahasan tentang medan magnet sudah meluas ke relativitas khusus, elektrodinamika klasik, dan mekanika kuantum. Salah satu ilmuwan ternama, Albert Einstein, turut menjelaskan bahwa medan magnet dan medan listrik sebenarnya adalah sebuah konsep yang hampir sama, namun dibahas dengan cara dan kerangka yang berbeda.

Penerapan Medan Magnet di Kehidupan Sehari-hari

Pengertian Medan Magnet, Sejarah, dan Penerapannya dalam Kehidupan Manusia 36
Lifting Magnet (foto dari Pixabay)

Sama seperti keilmuan lainnya, medan magnet juga memiliki fungsi dan kegunaannya tersendiri, terutama dalam penerapannya di kehidupan manusia. Nah, ada beberapa manfaat dari medan magnet yang sebenarnya dekat banget nih sama kegiatan sehari-hari. Tapi mungkin kamu gak tahu atau bahkan gak sadar!

1. Elektromagnet

Penerapan medan magnet paling gampang bisa kamu lihat di bel rumah. Hah, kenapa bisa? Jadi, saat kamu menekan bel, elektromagnet akan menggerakan striker untuk membuat bel berbunyi.

Contoh lainnya adalah speaker. Ketika kamu bernyanyi atau mengeluarkan suara apapun di perangkat yang dihubungkan ke speaker lewat bluetooth, elektromagnet akan menerima irama tersebut dan penghantarnya (biasanya sebuah kerucut yang melekat pada elektromagnet, yang dikendalikan oleh arus listrik) akan menerima irama dan mengeluarkannya kembali di speaker.

Kamu bisa cek penjelasan lengkapnya di Gelombang Elektromagnetik dan Cara Kerja Bluetooth nih biar lebih paham.

2. Motor

Motor di sini bukan sepeda motor yang biasa kita lihat di jalan ya, melainkan mesin yang dapat mengubah energi menjadi sebuah gerak.

Motor menggunakan medan magnet supaya bisa memutar poros. Karena arus listrik yang mengalir ke motor bervariasi, mereka bekerja sama untuk membentuk medan magnet yang naik-turun untuk mendorong inti motor di sekitarnya.

Motor ini ada di mana-mana dan bisa dibilang di semua tempat, lho. Coba aja cek di mobil, komputer, atau pintu lift kalau kamu gak percaya.

3. Levitasi Magnetik

Levitasi magnetik, atau Maglev diterapkan pada kereta listrik agar mereka bisa melaju sangat cepat. Ini juga yang digunakan oleh kereta listrik di Jepang, yaitu Shinkansen.

Jika kereta api dapat naik tepat di atas rel, pada medan magnet, gesekan akan sangat kecil dan akan mudah untuk memindahkan kereta dan membuatnya bergerak cepat.

Nah, itu dia penjelasan lengkap mengenai pengertian, sejarah, hingga kegunaan medan magnet yang bisa kita rasakan manfaatnya sampai saat ini. Semoga informasi dari kami bisa membantu kamu untuk memahami konsep medan magnet dengan lebih baik lagi.

Oh iya, untuk mewujudkan generasi yang cerdas, kira-kira kalian pengen Zen bahas apa lagi nih? Kalau punya saran, langsung komentar di bawah aja, ya!

Baca Juga Artikel Lainnya

Konsep Dasar Gelombang Mekanik

Rumus Medan Magnet pada Kawat Lurus dan Kawat Melingkar

Kupas Tuntas Rumus Kalkulus Dasar: Limit, Turunan, dan Integral

Bagikan Artikel Ini!