Pengertian Medan Magnet, Sejarah, dan Penerapannya dalam Kehidupan Manusia

Pengertian Medan Magnet & Penerapannya Sehari-hari

Hi Sobat Zenius! Di artikel kali ini gue akan membahas mengenai materi medan magnet kelas 12 lengkap dengan pengertian dan contohnya di kehidupan sehari-hari. 

Gue yakin pasti elo udah gak asing lagi kan dengan yang namanya magnet? Benda yang satu ini mungkin sering banget jadi mainan elo semasa kecil dulu. 

Materi yang mempelajari tentang magnet juga sebenarnya sudah diajarkan sejak elo masih di Sekolah Dasar.

Meskipun sudah mengetahui sedikit tentang materi medan magnet, elo masih perlu mendalaminya saat menginjak kelas 12 SMA. Tepatnya di mata pelajaran Fisika. 

Nah, buat elo yang mau tau apa yang dimaksud dengan medan magnet, yuk disimak selengkapnya di sini!

Apa Itu Medan Magnet?

Nah, sebelum lebih dalam membahas materi medan magnet kelas 12 ini, gue akan mengingatkan kembali mengenai pengertian dari medan magnet. 

Jadi pada dasarnya medan magnet adalah suatu medan vektor yang menggambarkan pengaruh magnet terhadap muatan listrik yang bergerak, arus listrik, dan bahan magnetik lainnya. Cara ini dibentuk dengan menggerakkan arus listrik sampai memunculkan gaya di muatan listrik yang bergerak.

Singkatnya, medan magnet merupakan medan gaya yang ada di sekitar benda konduktor atau magnetik.

Contohnya, perputaran dari partikel tertentu yang dipengaruhi oleh arus listrik dapat menghasilkan medan magnet dan medan magnet feromagnetik (permanen). Medan magnet permanen ini mampu menarik bahan feromagnetik seperti besi, dan menarik atau bahkan menolak magnet lain. 

Selain itu, medan magnet yang bervariasi menurut lokasinya juga akan memberikan gaya pada berbagai bahan non-magnetik dengan mempengaruhi gerakan elektron atom terluarnya.

Oh iya, Zenius punya video yang menjelaskan munculnya medan magnet akibat arus listrik, nih. Kalo penasaran langsung simak selengkapnya di sini ya, biar makin paham.

Berbagai macam bentuk magnet (dok. Freepik)
Berbagai macam bentuk magnet (dok. Freepik)

Konsep medan magnet ini biasanya digambarkan dengan garis-garis gaya magnet yang keluar masuk bagian kutub utara atau selatan magnet. Semakin rapat garis gaya magnet, semakin kuat juga medan magnet tersebut. 

Sebaliknya, jika garis medan magnet terlihat renggang, maka bisa disimpulkan kalau medan magnetnya lemah.

Udah tau kan ya kalau magnet punya dua kutub, yaitu utara dan selatan. Jadi, kalau elo mendekatkan dua buah magnet dengan kutub yang berbeda, otomatis mereka akan langsung menempel, itu artinya kedua magnet tersebut memiliki medan magnet yang besar. 

Lain halnya jika elo berusaha mendekatkan dua magnet dengan kutub yang sama, mereka malah akan menjauh satu sama lain dan gagal membentuk medan magnet.

Nah, setelah membaca penjelasan di atas, kira-kira kalau ada pertanyaan jelaskan apa yang dimaksud dengan medan magnet, apa ya jawabannya?

Gampang, medan magnet adalah daerah di sekitar magnet di mana efek magnet dapat dirasakan. Muatan yang bergerak dalam medan magnet mengalami gaya yang tegak lurus terhadap kecepatannya sendiri dan terhadap medan magnet.

Tapi sebelum lanjut, download dulu yuk aplikasi Zenius buat dapetin akses ke ribuan materi yang lebih lengkap dan seru. Klik di bawah ya!

cta banner donwload apps zenius

Download Aplikasi Zenius

Fokus UTBK untuk kejar kampus impian? Persiapin diri elo lewat pembahasan video materi, ribuan contoh soal, dan kumpulan try out di Zenius!

icon download playstore
icon download appstore
download aplikasi zenius app gallery

Sejarah Medan Magnet

Sekarang gue akan coba cerita sedikit tentang sejarah ditemukannya medan magnet.

Konsep magnet sebenarnya sudah diketahui oleh masyarakat kuno, tapi penelitiannya baru dimulai oleh Petrus Peregrinus de Maricourt pada tahun 1269 dengan memetakan medan magnet menggunakan bola magnet dan jarum besi.

Eksperimen tersebut ternyata menghasilkan garis-garis medan magnet bersilangan di dua titik berbeda. Untuk memudahkan penelitian, ia menamakan kedua titik dengan sebutan ‘kutub’ karena terinspirasi dari kutub Bumi.

Menurutnya, magnet akan selalu memiliki dua kutub yang berbeda, yaitu utara dan selatan. Jadi, meskipun elo sudah berkali-kali mencoba memotongnya, magnet tersebut tetap akan punya dua kutub.

Tiga abad setelahnya, William Gilbert mereplikasi karya Petrus Peregrinus dengan menerbitkan De Magnete pada tahun 1600. Karyanya ini akhirnya membangun magnetisme sebagai sebuah ilmu (masuk ke science).

Pada tahun 1831, Michael Faraday menemukan induksi elektromagnetik, yang menjelaskan bahwa medan listrik yang melingkar dapat dihasilkan dari medan magnet yang berubah. Penemuan tersebut masih digunakan sampai saat ini dengan nama hukum induksi Faraday.

Rumus lain yang membahas listrik dan magnetisme ditemukan oleh James Clerk Maxwell. Ia menerbitkan persamaan ini dalam paper-nya yang berjudul On Physical Lines of Force pada tahun 1861. Meski bisa dibuktikan dan dinyatakan valid, persamaan ini nampaknya belum sempurna.

Maxwell kembali melengkapi rumus persamaannya di paper lainnya yang berjudul A Dynamical Theory of Electromagnetic Field di tahun 1865. Di sini ia berani membuat pernyataan bahwa cahaya sebenarnya adalah sebuah gelombang elektromagnetik. Pada 1887-1888, Heinrich Hertz membuktikan penemuan Maxwell dan mengonfirmasi kebenarannya.

Singkat cerita, perkembangan medan magnet secara modern kembali dibuktikan dengan penemuan Nikola Tesla pada tahun 1887. Ia berhasil mengembangkan motor induksi yang berjalan pada arus polifase, yaitu dua (atau lebih) arus listrik bolak-balik yang sama frekuensinya, tapi berbeda fasenya.

Pengertian Medan Magnet, Sejarah, dan Penerapannya dalam Kehidupan Manusia 17
Nikola Tesla (dok: dari Pixabay)

Arus ini menghasilkan medan magnet yang berputar untuk menggerakkan motor. Atas penemuannya, Tesla mendapatkan hak paten motor listrik pada 1888.

Masuk ke abad 20, pembahasan tentang medan magnet sudah meluas ke relativitas khusus, elektrodinamika klasik, dan mekanika kuantum. Salah satu ilmuwan ternama, Albert Einstein, turut menjelaskan bahwa medan magnet dan medan listrik sebenarnya adalah sebuah konsep yang hampir sama, namun dibahas dengan cara dan kerangka yang berbeda.

Penerapan Medan Magnet di Kehidupan Sehari-hari

Lifting Magnet sebagai penerapan magnet pada kehidupan sehari-hari (dok. Pixabay)
Lifting Magnet (dok: dari Pixabay)

Penerapan medan magnet dalam kehidupan sehari-hari sudah sering elo temui. 

Tapi supaya gampang diingat, gue udah buat rangkuman fungsi magnet yang bisa elo baca di bawah ini:

1. Elektromagnet

Penerapan medan magnet dalam kehidupan sehari-hari yang pertama adalah penggunaan bel rumah. 

Hah, kenapa bisa? Jadi, saat elo menekan bel, elektromagnet akan menggerakkan striker untuk membuat bel berbunyi.

Contoh lainnya adalah speaker. Ketika elo bernyanyi atau mengeluarkan suara apapun di perangkat yang dihubungkan ke speaker lewat bluetooth, elektromagnet akan menerima irama tersebut dan penghantarnya (biasanya sebuah kerucut yang melekat pada elektromagnet, yang dikendalikan oleh arus listrik) akan menerima irama dan mengeluarkannya kembali di speaker.

Elo juga bisa cek penjelasan lengkapnya di Gelombang Elektromagnetik dan Cara Kerja Bluetooth nih biar lebih paham.

2. Motor

Motor di sini bukan sepeda motor yang biasa kita lihat di jalan ya, melainkan mesin yang dapat mengubah energi menjadi sebuah gerak.

Penerapan medan magnet dalam kehidupan sehari-hari dalam motor menggunakan medan magnet supaya bisa memutar poros. Karena arus listrik yang mengalir ke motor bervariasi, mereka bekerja sama untuk membentuk medan magnet yang naik-turun untuk mendorong inti motor di sekitarnya.

Motor ini ada di mana-mana dan bisa dibilang di semua tempat, lho. Coba aja cek di mobil, komputer, atau pintu lift kalau elo gak percaya.

3. Levitasi Magnetik

Levitasi magnetik, atau Maglev adalah penerapan medan magnet dalam kehidupan sehari-hari pada kereta listrik agar kereta bisa melaju sangat cepat. Ini juga yang digunakan oleh kereta listrik di Jepang, yaitu Shinkansen.

Jika kereta api dapat naik tepat di atas rel, pada medan magnet, gesekan akan sangat kecil dan akan mudah untuk memindahkan kereta dan membuatnya bergerak cepat.

Nah, itu dia penjelasan gue tentang materi medan magnet kelas 12 lengkap dari pengertian, sejarah, hingga kegunaan medan magnet yang bisa kita rasakan manfaatnya sampai saat ini. Yuk, langganan paket Zenius! Klik banner di bawah ya.

Pengertian Medan Magnet, Sejarah, dan Penerapannya dalam Kehidupan Manusia 18

Semoga informasi ini bisa membantu elo untuk memahami konsep medan magnet dengan lebih baik lagi.

Oh iya, selain materi medan magnet kelas 12, Zenius punya segudang materi Fisika dan Sains lainnya yang bisa elo akses dengan mudah. Caranya, cukup klik banner di bawah ini ya!

Pelajari materi Fisika di video materi belajar Zenius

Baca Juga Artikel Lainnya

Konsep Dasar Gelombang Mekanik

Rumus Medan Magnet pada Kawat Lurus dan Kawat Melingkar

Kupas Tuntas Rumus Kalkulus Dasar: Limit, Turunan, dan Integral

Originally Published: September 28, 2021
Update by: Sabrina Mulia Rhamadanty & Arieni Mayesha

Bagikan Artikel Ini!