Bank Sentral Indonesia

Materi Ekonomi: Bank Sentral

Artikel ini membahas materi ekonomi yaitu bank sentral, yaitu mencakup pengertiannya, fungsi, tugas, dan juga wewenang Bank Indonesia sebagai Bank Sentral Indonesia.

Buat kalian yang suka belanjan online? Pernah gak kalian ketemu penjual online shop yang rekeningnya pake rekening bank sentral? Pasti gak ada. Kalo ada temen kalian yang ngaku-ngaku punya atau pernah liat itu fix hoax. Kenapa? Karena bank sentral itu berbeda guys dengan bank-bank pada umumnya, meskipun namanya sama-sama ada unsur “bank”nya. 

Pada dasarnya kita punya 2 jenis bank yaitu, Bank Sentral yaitu Bank Indonesia, dan yang satu lagi adalah bank umum. Nah, pada artikel ini kita bakal bahas mengenai apa itu bank sentral, serta tugas dan wewenang dari bank sentral, dimana Bank sentral merupakan materi akan kalian pelajari di mata pelajaran ekonomi kelas 10. Setelah baca artikel ini kalian pasti jadi tahu apa sih bedanya bank sentral dengan bank umum lainnya. 

Bank Indonesia Sebagai Bank Sentral

Bank Sentral Indonesia
Bank Indonesia

Sedikit membahas sejarah berdirinya Bank Indonesia, pada awalnya, bank sentral indonesia memiliki nama De Javasche Bank (DJB) pada tahun 1828, namun pasca proklamasi kemerdekaan Indonesia, sesuai dengan bunyi UUD 45 pasal 23 yaitu Berhubung dengan itu kedudukan Bank Indonesia yang akan mengeluarkan dan mengatur peredaran uang kertas ditetapkan dengan Undang-undang”, maka dibentuklah Bank Negara Indonesia (BNI) sebagai bank sirkulasi Indonesia. 

Kemudian pada tahun 1953, Bank Indonesia resmi didirikan sebagai bank sentral indonesia, setelah pemerintah menerbitkan UU No. 11 tahun 1953 tentang Pokok Bank Indonesia dan pada tahun 1999 Bank Indonesia di tetapkan sebagai bank sentral yang bersifat independen, dengan adanya UU No. 23 tahun 1999. 

Secara sederhana bank sentral adalah lembaga atau instansi keuangan yang bertanggung jawab dan mengatur kebijakan dalam sektor perbankan agar nilai perekonomian suatu negara tetap stabil. Oleh karena itu bank sentral tidak sama dengan bank-bank lain pada umumnya, hal ini dapat dilihat dari perbedaan prinsip antara bank umum dan bank sentral.

Dimana bank umum, pada dasarnya berprinsip untuk memaksimalkan laba, namun tidak dengan bank sentral, prinsip dari bank sentral lebih menitikberatkan pada efisiensi demi  keuntungan untuk masyarakat. Jadi, setiap negara pasti punya bank sentralnya masing-masing yang mengatur kebijakan yang berkaitan dengan sektor perbankan.   

Fungsi Bank Sentral

Bank sentral memiliki 2 fungsi, yaitu:

  • Banker of Banks, atau banknya para bank, maksudnya berperan sebagai banknya dari bank umum, seperti memberikan pinjaman ke bank umum, dan lain-lain.
  • Lender of the Last Resort, atau pemberi pinjaman terakhir, yaitu memberikan fasilitas kredit kepada bank umum yang mengalami kesulitan dalam pendanaan, tentunya ban tersebut harus memenuhi prosedur yang berlaku. Hal ini di tegaskan melalui diresmikannya UU No. 6 Tahun 2009 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah yang disahkan oleh DPR. 

Tugas Bank Sentral

Tugas bank sentral di tulis dengan jelas pada Dalam UU No. 13 tahun 1999 tentang Bank Indonesia, bahwa tugas pokok Bank Indonesia sebagai bank sentral adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kenapa menjaga kestabilan nilai rupiah? Karena dapat memberikan dampak negatif bagi ekonomi. 

Demi menjaga dan mencapai kestabilan nilai rupiah, Bank Sentral ditopang oleh 3 pilar utama yang merupakan tugas dari bank sentral, yaitu sebagai berikut. 

  1. Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter. Bank Indonesia sendiri mempunyai alat yang mengendalikan jumlah uang yang beredar di masyarakat (JUB) agar sebagai bank sentral, bank indonesia mampu memantau perputaran keuangan.   
  2. Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. Menggunakan dua cara, yaitu mengatur perizinan penyelenggaraan jasa perbankan, dan menciptakan dan mengeluarkan uang.
  3. Mengatur dan mengawasi bank. Bank Indonesia merupakan lembaga yang membuat aturan-aturan dalam sistem perbankan, melakukan pengawasan dan memberi sanksi.  

Wewenang Bank Sentral

Untuk melaksanakan tugasnya tersebut, maka bank sentral di Indonesia yakni Bank Indonesia memiliki wewenang sebagai berikut:

1. Mengelola cadangan devisa untuk memenuhi kewajiban luar negeri

Dimana cadangan devisa sendiri didapatkan dari perdagangan antar negara atau yang biasa kita sebut ekspor dan impor. Cadangan devisa merupakan wewenang dari bank sentral berupa aset yang disimpan oleh bank sentral dalam mata uang asing. Hal ini penting karena cadangan devisa dapat mengurangi terjadinya perubahan atau naik-turunnya harga dan kemajuan perekonomian. Bank Indonesia bahkan memiliki departemen khusus untuk hal ini yaitu Departemen Pengelolaan Devisa

2. Menerima pinjaman luar negeri

Sebagai negara yang masih tergolong negara berkembang, dimana pembangunan infrastruktur yang belum merata di seluruh wilayah, Indonesia membutuhkan biaya yang tidak sendikit untuk mempercepat penguatan ekonomi dan juga pembangunan nasional, disini Bank Indonesia lah yang berwenang menerima pinjaman dari luar negeri tersebut. 

3. Melaksanakan kebijakan nilai tukar berdasarkan sistem nilai tukar yang ditetapkan

Dalam rangka mencapai stabilitas menoter serta mendukung kegiatan ekonomi, kebijakan nilai tukar memiliki peran yang sangat penting demi terciptanya keadaan yang kondusif dalam dunia usaha. Untuk itu Bank Indonesia sewaktu-waktu melakukan sterilisasi di pasar valuta asing, terutama pada saat adanya gejolak kurs yang berlebihan. 

Kurang lebih itu ya guys penjelasan mengenai bank sentral. Buat kalian yang mau pembahasan yang berbentuk video singkat dan dijelaskan oleh tutor ekonomi dari zenius kalian bisa lihat di materi bank sentral. Selain ada video pembahasan, ada juga tes evaluasinya loh, untuk mengukur seberapa paham kalian mengenai materi bank sentral ini. Semoga artikel ini membantu kalian ya, selamat belajar!

Baca Juga Artikel Lainya!

Pengertian Pasar Bebas

Apa itu masalah Ekonomi?

Perbedaan sistem ekonomi