Bagaimana Margaret Thatcher Sebagai Pemimpin Perempuan Bisa Mengubah Dunia?

Margaret Thatcher

Margaret Thatcher menjadi perdana menteri perempuan pertama di Inggris pada abad ke-20. Bagaimana Thatcher mengubah dunia dengan kepemimpinannya? Yuk, simak!

Di lingkungan gue, ada sebagian orang yang masih lebih memilih laki-laki buat dijadikan pemimpin daripada perempuan. Misalnya, ketika gue sekolah, dari SD sampai SMA. Selama gue sekolah, laki-laki lebih sering jadi kandidat ketua kelas dibandingkan perempuan.

“Milih laki-laki aja, biar bisa tegas,” kata teman-teman gue waktu itu.

Dan, yang kepilih pada akhirnya memang laki-laki. Gue ngebatin, “Emangnya, perempuan nggak bisa tegas dan nggak bisa mimpin juga?”

Pertanyaan gue seolah terjawab sama jurnal yang gue baca beberapa waktu lalu. Jurnal berjudul Gender and Leadership Emergence: A Meta-analysis and Explanatory Model (2018) menjelaskan, laki-laki masih lebih banyak dipercaya sebagai pemimpin daripada perempuan karena dianggap lebih tegas dan dominan. Laki-laki juga dianggap lebih banyak speak up di tempat kerja.

Sementara itu, perempuan dianggap lebih menggunakan perasaan dalam bekerja, dan lebih cocok diajak kerjasama daripada mengatur sekelompok orang. So, laki-laki dianggap lebih cocok dijadikan pemimpin.

Gue ngerasa nggak sepaham sama stereotip itu. Perempuan di sekitar gue juga ada yang jadi pemimpin, bisa nge-handle orang dengan baik, dan telaten.

Nggak hanya di sekitar gue juga. Banyak perempuan yang jadi pemimpin pemerintahan dan mengubah negaranya, bahkan dunia. Salah satunya adalah Margaret Thatcher, mantan perdana menteri Inggris.

Kali ini, gue akan nyeritain singkat tentang biografi Margaret Thatcher, dan gimana Thatcher sebagai perdana menteri perempuan pertama di Inggris bisa mengubah negaranya, bahkan dunia.

Yuk, cekidot ….

Terpilihnya Margaret Thatcher sebagai Perdana Menteri Inggris

Fun fact buat elo: Margaret Thatcher adalah perdana menteri perempuan pertama di Inggris sekaligus Eropa di era 1970-an, lho! Gimana ceritanya?

Awalnya, Margaret Thatcher adalah anak penjual bahan makanan di kota kecil bernama Lincolnshire, Inggris. Thatcher terkenal sebagai anak yang hobi belajar. Sampai akhirnya, pada tahun 1943, dia dapat beasiswa kuliah di University of Oxford! Dia ngambil jurusan Kimia.

Bagaimana Margaret Thatcher Sebagai Pemimpin Perempuan Bisa Mengubah Dunia? 81
Foto Margaret Thatcher saat muda. (Dok. Creative Commons/Mr. Lee, https://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0/)

“Lho, kok Kimia?”

Namanya juga hidup. Kadang, apa yang kita pilih sekarang, bisa aja punya ending yang plot twist. Begitu juga dengan Margaret Thatcher. Melansir History, waktu dia masuk Oxford, Thatcher gabung Oxford University Conservative Association (OUCA). OUCA adalah forum mahasiswa yang berfokus di bidang politik.

Margaret Thatcher pun aktif di organisasi tersebut sampai jadi presiden OUCA. Inilah momen ketika Thatcher cinta sama politik.

Akhirnya, pendidikan Margaret Thatcher di jurusan Kimia kelar. Dia pun sempat kerja jadi peneliti kimia. However, hati Thatcher masih nyantol di politik.

So, Thatcher mengikuti kata hatinya dan nyemplung di dunia politik pada tahun 1950. Thatcher nyalon jadi anggota parlemen di daerah pemilihan Dartford, Inggris, lewat Partai Konservatif.

Selama dua kali pemilihan (1950-1951), Thatcher menangin lebih banyak suara dibandingkan kandidat Partai Konservatif sebelumnya. Sayangnya, selama dua kali pemilihan pula, Thatcher gagal jadi anggota parlemen.

Pada tahun 1951, Thatcher mutusin buat menikah dan akhirnya punya dua anak. Namun, menikah dan punya anak nggak bikin Thatcher berhenti berkiprah di dunia politik. Thatcher lanjut bersekolah hukum di City Law School dan ikut ujian pengacara. Dia lulus pada tahun 1954.

Setahun setelah lulus, Thatcher comeback dengan nyalon lagi sebagai anggota parlemen daerah pemilihan Finchley. Dan akhirnya, Thatcher berhasil lolos!

RUU pertama yang diajukan Thatcher adalah hak media buat meliput pertemuan pemerintah daerah. Tujuannya, biar masyarakat tahu gimana pemerintah menggunakan uang, sehingga pengeluaran pemerintah jadi nggak boros.

Karir Margaret Thatcher makin naik setelah tahun 1961, dari jadi wakil sekretaris parlemen di Kementerian Pensiun dan Asuransi Nasional, sekretaris negara untuk pendidikan dan ilmu pengetahuan, sampai jadi pemimpin Partai Konservatif.

Bagaimana Margaret Thatcher Sebagai Pemimpin Perempuan Bisa Mengubah Dunia? 82
Foto Margaret Thatcher. (Dok. Creative Commons/Rob Bogaerts /Anefo, https://creativecommons.org/publicdomain/zero/1.0/deed.en)

Sejak jadi pemimpin Partai Konservatif, nama Margaret Thatcher makin trending di Inggris maupun dunia. Pada pidato konferensi pertamanya sebagai pemimpin partai di Brighton tahun 1976, dia mulai ngenalin liberalisasi ekonomi, yaitu ngasih kebebasan rakyatnya buat melakukan kegiatan ekonomi, dan mengurangi peran pemerintah dalam ngurusin ekonomi rakyatnya.

Nggak lama setelah itu, Thatcher juga nyebut Uni Soviet sebagai pihak yang ambis buat menguasai dunia. Waktu itu, lagi terjadi Perang Dingin antara Blok Timur (yang dipimpin Uni Soviet) vs Blok Barat (yang dipimpin Amerika Serikat). Inggris jadi bagian dari Blok Barat. So, Inggris juga versusan sama Uni Soviet.

Elo bisa klik gambar di bawah ini ya, buat mempelajari apa yang terjadi waktu Perang Dingin.

Bagaimana Margaret Thatcher Sebagai Pemimpin Perempuan Bisa Mengubah Dunia? 83

Kecaman Thatcher kepada Uni Soviet bikin media propaganda Soviet, Krasnaya Zvezda, nerbitin artikel yang menjulukinya sebagai “Wanita Besi”. Julukan itu kemudian nempel di identitas Margaret Thatcher sampai sekarang.

Hingga akhirnya, Partai Konservatif memenangkan pemilihan pada tahun 1979. Pemilihan ini mengangkat Margaret Thatcher sebagai perdana menteri Inggris pada 4 Mei 1979.

Hari itu adalah hari bersejarah buat Inggris maupun perempuan di dunia. Pelantikan Margaret Thatcher nggak hanya bikin dia jadi perdana menteri perempuan pertama di Inggris, tetapi juga di benua Eropa.

Bahkan, Margaret Thatcher jadi perdana menteri Inggris dengan jabatan terlama, yaitu selama 11 tahun (1979-1990). Ini jadi periode terlama seorang PM Inggris menjabat selama abad ke-20.

“Dia memancarkan pengaruh dan kekuatan. Gaya rambut, pakaiannya, sikapnya, cara dia membawa tas tangan itu. Ketika dia masuk ke sebuah ruangan, Anda tahu bahwa seseorang telah tiba dan Anda sebaiknya berhati-hati.”

Colin Powell, mantan Sekretaris Negara AS era Margaret Thatcher, dalam wawancara “Colin Powell remembers Margaret Thatcher“ dengan CBS This Morning, 8 April 2013.
Bagaimana Margaret Thatcher Sebagai Pemimpin Perempuan Bisa Mengubah Dunia? 84
Montase foto Margaret Thatcher. (Dok. Creative Commons/Public Domain)

Baca Juga: Maya Angelou, Perempuan Inspiratif dengan Kisah Hidupnya yang Pahit

Bagaimana Margaret Thatcher Mengubah Inggris dan Dunia?

Selama 11 tahun, Margaret Thatcher ngasih banyak perubahan buat Inggris, bahkan dunia. Gaya kepemimpinan Margaret Thatcher mengubah persepsi dunia tentang gimana perempuan berkuasa. Bahkan, gaya kepemimpinan Margaret Thatcher udah mengubah peristiwa dunia yang efeknya masih terasa sampai sekarang.

Apa aja, tuh? Yuk, lah, simak.

  1. Thatcherism

Waktu Margaret Thatcher mulai memerintah pada tahun 1979, lebih dari sejuta orang Inggris lagi nganggur. Para pekerja pada mogok kerja, dan inflasi melonjak sampai 20 persen di tahun berikutnya.

Buat mengatasi itu, Thatcher ngenalin kebijakan Thatcherism. Mengutip BBC, kebijakan itu meliputi pasar bebas, privatisasi, dan menerapkan pajak penghasilan yang rendah.

Pasar bebas adalah kebijakan di mana pemerintah nggak ngatur bisnis dan perekonomian rakyatnya. Rakyatnya dikasih kebebasan buat bertanggung jawab dan menjalankan perekonomiannya sendiri. Elo bisa baca di sini tentang pasar bebas.

Sementara itu, privatisasi adalah mengalihkan perusahaan-perusahaan yang awalnya milik pemerintah, menjadi milik pribadi atau swasta. Contohnya, perusahaan kayak British Gas, British Telecom, BritOil, British Aerospace, sampai perusahaan air dan listrik.

Rakyat Inggris bisa jadi pemilik perusahaan hanya dengan menanam saham di perusahaan-perusahaan tersebut. Dengan cara itu, rakyat Inggris bisa menjual lagi sahamnya dan dapat keuntungan dengan cepat. 

Selain itu, Thatcher juga ngeluarin Undang-Undang Perumahan Tahun 1980. Isinya, UU tersebut mengizinkan penyewa buat beli rumah dengan harga yang lebih murah.

Akibatnya, terjadi ledakan permintaan rumah secara besar-besaran. Mengutip Guardian, dua tahun Thatcher menjadi perdana menteri, 5,4 juta orang di Inggris dan Wales punya rumah sendiri.

  1. Perdamaian Inggris-Irlandia Utara

Pada tahun 1981, Tentara Republik Irlandia (IRA) menyerang militer Inggris dan warga sipil. Mereka adalah kelompok militan yang merjuangin kemerdekaan Irlandia, tetapi dengan cara kekerasan.

So, tentara Inggris menangkap anggota IRA dan memasukkannya ke penjara. Buat memberontak, anggota IRA melakukan mogok makan di dalam penjara, sampai memakan korban.

Waktu itu, banyak yang nyalahin Thatcher karena kematian anggota IRA tersebut. Bahkan, ada anggota IRA yang sempat mencoba membunuh Thatcher di konferensi Partai Konservatif tahun 1984.

Bagaimana Margaret Thatcher Sebagai Pemimpin Perempuan Bisa Mengubah Dunia? 85
Margaret Thatcher saat mengunjungi Irlandia Utara pada tahun 1982. (Dok. Creative Commons/The National Archives (United Kingdom))

However, Thatcher akhirnya menandatangani perjanjian Anglo-Irlandia 1985, yang ngasih hak suara buat Republik Irlandia. Perjanjian ini jadi titik awal Perjanjian Good Friday pada tahun 1998, yang mengarah pada perdamaian antara pemerintah Inggris dan Republik Irlandia Utara.

Baca Juga: Hari Perempuan Sedunia: 3 Perempuan Hebat dan Pengaruhnya

  1. Memenangkan Kepulauan Falkland
Bagaimana Margaret Thatcher Sebagai Pemimpin Perempuan Bisa Mengubah Dunia? 86
Lambang kemenangan Inggris atas Kepulauan Falkland. (Dok. Creative Commons/Sodacan, https://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0/)

Pada April 1982, Argentina menginvasi Kepulauan Falkland, yang merupakan daerah jajahan Inggris. Pulau ini terletak 300 mil dari Argentina dan 8.000 mil dari Inggris.

Thatcher pun ngirim pasukan ke Falkland buat memenangkan kepulauan tersebut. Pada 2 Mei 1982, kapal selam Inggris menenggelamkan kapal Argentina yang berada di dekat Falkland, dan menewaskan lebih dari 300 orang di dalamnya.

Setelah itu, pasukan Inggris mendarat di Teluk San Carlos, Falkland Timur, dan merebut ibu kota Falkland, Port Stanley. Inggris pun berhasil memenangkan kembali Kepulauan Falkland.

  1. Mengubah Kota London

Sebelum Margaret Thatcher memimpin pemerintahan Inggris, pelaku investasi di Inggris hanyalah perusahaan dalam negeri. Enam bulan setelah Thatcher kepilih jadi perdana menteri Inggris, dia membuka pintu buat pemodal asing untuk menanam saham di Inggris.

Hingga akhirnya, pada tahun 1986, aturan baru bernama “Big Bang” resmi ngasih kesempatan perusahaan asing buat berdagang dan menanam saham di Inggris.

London langsung jadi pusat keuangan dunia. London memfasilitasi perdagangan 24 jam nonstop di seluruh dunia. Ekonomi London diperkirakan meningkat sebesar 9,4 persen, atau senilai 12 miliar Euro, pada waktu itu.

Bagaimana Margaret Thatcher Sebagai Pemimpin Perempuan Bisa Mengubah Dunia? 87
Pemandangan kota London. (Dok. Creative Commons/Collin, https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/)
  1. Berperan dalam Berakhirnya Perang Dingin

Dalam hubungan internasional, Margaret Thatcher sohiban sama Presiden AS ke-40, Ronald Reagan. Thatcher sama Reagan udah kayak soulmate di bidang politik. Hubungan Inggris-AS pun jadi dekat.

Bagaimana Margaret Thatcher Sebagai Pemimpin Perempuan Bisa Mengubah Dunia? 88
Ronald Reagan dan Margaret Thatcher. (Dok. Creative Commons/National Archives and Records Administration, Public Domain, https://www.nationalarchives.gov.uk/doc/open-government-licence/version/3/)

Jadinya, Thatcher join sama AS buat melawan komunisme Uni Soviet di Perang Dingin. Thatcher juga berjuang memerangi komunisme yang udah menyebar di Eropa Timur waktu itu.

Thatcher jadi saksi runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991 beserta ideologi sosialis-komunismenya. Paham kapitalisme Barat pun menyebar ke seluruh dunia. Elo bisa baca lebih jelasnya di Sejarah dan 5 Penyebab Runtuhnya Uni Soviet.

Baca Juga: Peran Perempuan yang Terlupakan di Balik Revolusi Prancis 1789

Pemimpin Perempuan di Dunia

Bukti peran perempuan dalam pemerintahan nggak hanya berhenti sampai Margaret Thatcher aja. Menurut data Statista, sejak Thatcher resmi mengundurkan diri dari posisi perdana menteri Inggris pada tahun 1991, sebanyak 298 perempuan menduduki posisi sebagai pemimpin negara atau pemerintahan dalam kurun waktu 31 tahun (1992-2022).

Jumlah ini lebih banyak dibandingkan periode 1960-1991. Hanya 97 perempuan yang menjadi pemimpin negara atau pemerintahan dalam kurun waktu 32 tahun.

Gue akan ngasih dua pemimpin perempuan lainnya yang juga ngasih dampak buat negaranya, bahkan dunia. Here we go.

  1. Angela Merkel
Bagaimana Margaret Thatcher Sebagai Pemimpin Perempuan Bisa Mengubah Dunia? 89
Angela Merkel. (Dok. Creative Commons/Alexander.kurz, https://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0)

Angela Merkel merupakan perempuan pertama yang sekaligus memegang jabatan terlama sebagai Kanselir Jerman, yaitu selama 16 tahun (2005-2021). Btw, di Jerman, jabatan kanselir setara dengan perdana menteri yang mengepalai pemerintahan.

Sejak jadi Kanselir, Merkel dianggap sebagai “pemimpin Eropa” yang menentukan keputusan-keputusan terkait Eropa, kayak soal Brexit, krisis ekonomi di Yunani, sampai sentimen anti-imigran di Eropa.

Mengutip Guardian, Merkel juga menjadikan Jerman sebagai negara dengan ekonomi terbaik keempat di dunia, yang dijalankan oleh perempuan. Waktu ekonomi Jerman lagi terpuruk karena krisis global, Merkel ngasih ngasih paket stimulus ke rakyatnya.

Selain itu, Merkel memperpendek jam kerja karyawan dan nambah gajinya. Jadinya, Jerman bisa survive selama krisis. Merkel juga ngasih tunjangan dan cuti buat orang tua yang baru punya anak, baik sang ayah maupun ibu.

Nggak hanya masalah ekonomi, Merkel menutup 8 dari 17 reaktor nuklir Jerman. Tujuannya, buat memerangi perubahan iklim. Upaya ini bikin Jerman jadi panutan negara lain dalam penggunaan energi.

Nggak heran sih gue, kalau Forbes menjadikan Angela Merkel sebagai perempuan nomor satu yang paling berpengaruh di dunia selama 10 tahun berturut-turut (2011-2020)!

  1. Kamala Harris
Bagaimana Margaret Thatcher Sebagai Pemimpin Perempuan Bisa Mengubah Dunia? 90
Kamala Harris. (Dok. Creative Commons/Gage Skidmore, https://creativecommons.org/licenses/by-sa/2.0/)

Gue masih ingat banget nih, momen akhir tahun 2020 lalu waktu Donald Trump-Mike Pence versus Joe Biden-Kamala Harris di Pilpres Amerika Serikat. Satu hal yang disorot adalah pemilihan Kamala Harris sebagai partner Joe Biden.

Joe-Kamala akhirnya berhasil jadi presiden-wapres AS periode 2021-2025. Kamala jadi wanita pertama, orang kulit hitam pertama, dan orang Asia-Amerika pertama yang memegang jabatan tertinggi kedua di AS.

Kalau kita flashback, karir politik Kamala dimulai dari perjuangannya atas hak-hak sipil, hingga bikin dia jadi pengacara sampai jaksa agung.

Waktu Kamala jadi pengacara, dia fokus ngurusin kasus kekerasan seksual pada anak. Sedangkan, waktu jadi Jaksa Agung California, Kamala berhasil memenangkan 20 miliar dolar AS kasus penyitaan rumah warga California dan kasus senilai 1,1 miliar dolar AS atas siswa dan veteran yang dimanfaatkan perusahaan pendidikan nonprofit.

Hingga akhirnya, pada 2017, Kamala dilantik jadi Senat AS. Dia jadi perempuan India-Amerika pertama dan wanita kulit hitam kedua yang terpilih sebagai Senat. Selama jadi Senat, Kamala memperjuangkan berbagai undang-undang yang memerangi kelaparan, ngasih bantuan sewa, meningkatkan perawatan kesehatan ibu, dan mengatasi krisis iklim.

Kiprahnya itu bikin Joe Bidan ngajak Kamala sebagai cawapresnya pada 11 Agustus 2020. Biden mempercayakan Kamala buat jadi partner-nya dalam memimpin Amerika Serikat.

Kamala Harris terpilih sebagai wakil presiden AS ke-49 dan menjadikannya sebagai pejabat perempuan nomor satu dalam sejarah AS. Forbes menjadikan Kamala sebagai perempuan nomor dua paling berpengaruh tahun 2021.

Baca Juga: Oprah Winfrey, Miliarder Perempuan Afrika-Amerika Pertama di Abad 20

********************************************

Finally, kita udah ngobrolin para pemimpin perempuan yang udah mengubah dunia di abad 20-21. Sekarang, gue udah punya bukti buat yang bilang, “Perempuan nggak cocok jadi pemimpin. Nanti, kerjaannya nggak bisa maksimal.”

Gue akan menjawabnya dengan kata bijak Margaret Thatcher:

“In politics, If you want anything said, ask a man. If you want anything done, ask a woman.”

So, dari para pemimpin perempuan beserta pencapaiannya di atas, ada nggak, sosok yang elo idolakan? Atau, ada pemimpin perempuan lain yang elo kagumi, dan kenapa? Kasih tahu gue di kolom komentar, ya!

Baca Juga: Hari Kartini: Perjuangan Hak Perempuan dan Melawan Penjajah

Referensi

Angela Merkel, Christine Lagarde And Kamala Harris Top Forbes’ 100 Most Powerful Women List – Forbes (2020)

Kamala Harris – The White House

Margaret Thatcher – History.com (2020)

Margaret Thatcher: 20 Ways That She Changed Britain – The Guardian (2013)

Men are Still More Likely than Women to be Perceived as Leaders, Study Finds – University at Buffalo (2018)

Number of Countries Where The De Facto Highest Position of Executive Power was Held by a Woman from 1960 to 2022 – Statista (2002)

Ten Reasons Angela Merkel is The World’s Most Powerful Woman – The Guardian (2015)

Thatcher’s Impact was Felt Worldwide – USA Today (2013)

The Thatcher Effect: What Changed and What Stayed The Same – The Guardian (2013)

What is Thatcherism? – BBC (2013)

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Margaret_Thatcher_aos_13_anos_de_idade_(2).jpg

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Margaret_Thatcher_(1983).jpg

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Montagem_de_Margaret_Thatcher.jpg

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Coat_of_Arms_of_Margaret_Thatcher,_The_Baroness_Thatcher_(1992%E2%80%931995).svg

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Super_moon_over_City_of_London_from_Tate_Modern_2018-01-31_4.jpg

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:President_Ronald_Reagan_with_Prime_Minister_Margaret_Thatcher_During_a_Working_Luncheon_at_Camp_David.jpg

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Margaret_Thatcher_on_a_visit_to_Northern_Ireland.jpg

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Kamala_Harris_(48004668633).jpg#/media/File:Kamala_Harris_(48004668633).jpg

Bagikan Artikel Ini!