Sumber Sejarah dan Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno Zenius Education

Sumber Sejarah dan Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno – Materi Sejarah Kelas 10

Kalau sebelumnya elo udah belajar tentang Kerajaan Kalingga, elo perlu tahu, kalau kerajaan yang akan kita bahas kali ini merupakan hasil pembagian Kerajaan Kalingga oleh Ratu Shima untuk kedua anaknya. Salah satu dari dua bagian tersebut adalah Kerajaan Mataram Kuno atau Medang.

Nah, sekarang gue mau bahas tentang bagaimana sejarah berdirinya Kerajaan Mataram Kuno, nih. Mulai dari siapa pendirinya, dari mana sumber sejarahnya, hingga peninggalan Kerajaan Mataram Kuno. Yuk, ikuti pembahasannya!

Baca Juga: Jejak Peninggalan Kerajaan Kalingga – Materi Sejarah Kelas 10

Awal Berdirinya Kerajaan Mataram Kuno (Medang)

Pertama-tama, gue bakal cerita tentang siapa pendiri Kerajaan Mataram Kuno atau Medang. Jadi seperti yang udah gue bilang di awal tadi, kerajaan ini kan hasil pembagian Kerajaan Kalingga oleh Ratu Shima. Nah, tiap-tiap bagian ini diberikan kepada kedua anaknya, yaitu Dewi Parwati dan Iswara Kesawalingga.

Nah, di bagian yang diterima sama Dewi Parwati ini didirikanlah Kerajaan Mataram Kuno. Namun, yang mendirikan bukan Dewi Parwati sendiri, melainkan cucunya, Sanjaya.

Kapan berdirinya Kerajaan Mataram Kuno? Kerajaan bercorak Hindu-Buddha ini berdiri dari tahun 752 M hingga 1045 M. Kerajaan ini diperkirakan terletak di wilayah Jawa Tengah, tepatnya di Kedu, Yogyakarta, hingga Surakarta.

Peta wilayah Kerajaan Mataram Kuno Zenius Education
Peta Kerajaan Mataram Kuno (Dok. Wikimedia Commons)

Di wilayah Kerajaan Mataram Kuno ini ada beberapa sungai, di antaranya adalah Sungai Bengawan Solo. Elo udah pernah lihat sungai ini, belum? Bengawan Solo itu salah satu yang terbesar di Indonesia dan pada masa itu paling sering digunakan oleh masyarakat untuk keperluan berdagang. Hal ini mendukung perkembangan Kerajaan Mataram Kuno, karena banyak pedagang dari luar yang singgah disitu dan berinteraksi dengan masyarakat setempat.

Awalnya, Kerajaan Mataram Kuno memang menguasai hampir seluruh wilayah Jawa Tengah. Namun pada suatu waktu, kerajaan ini dipindahkan ke Jawa Timur karena adanya bencana gunung meletus.

Sumber Sejarah Kerajaan Mataram Kuno

Kalau ngomongin sejarah kerajaan yang berdirinya udah berabad-abad lalu jauh sebelum kita semua pada lahir, kepo nggak sih, dapat infonya dari mana? Tenang, gue bakal jawab ke-kepo-an ini dengan mengenalkan ke elo sumber-sumber sejarah Kerajaan Mataram Kuno.

Sumber yang akan gue bahas kali ini adalah Prasasti Canggal dan Prasasti Mantyasih. Kedua prasasti ini menceritakan tentang siapa pendiri Kerajaan Mataram Kuno, tapi pendirinya berbeda. Lho, gimana tuh? Katanya tadi pendirinya Sanjaya?

Kalau menurut Prasasti Canggal, yang mendirikan Kerajaan Mataram Kuno adalah Sanaha, anak dari Dewi Parwati. Namun kalau menurut Prasasti Mantyasih, yang mendirikan malah anak dari Sanaha, yaitu Sanjaya.

Menurut Prasasti Mantyasih, Sanaha bukan pendiri Kerajaan Mataram Kuno karena kerajaan yang didirikan oleh Sanaha beda lagi, dan itu pun udah runtuh karena adanya suatu serangan yang terjadi.

Makanya disebutkan kalau Sanjaya adalah pendiri kerajaan ini, karena beliaulah yang dianggap jadi orang pertama yang mendirikan pusat ibu kota Kerajaan Mataram Kuno.

Silsilah Kerajaan Mataram Kuno

Sekarang, kita intip silsilah keluarga ningrat ini, yuk! Kalau membahas silsilah Kerajaan Mataram Kuno, kita nggak akan lepas dari beberapa sosok dari kerajaan pendahulunya, yaitu Kerajaan Kalingga. Perhatikan gambar silsilah berikut ini!

Silsilah Kerajaan Mataram Kuno Zenius Education
Silsilah Kerajaan Mataram Kuno (Arsip Zenius)

Tadi kan Ratu Shima membagi Kerajaan Kalingga untuk Dewi Parwati dan Iswara Kesawalingga, ya. Setelah Dewi Parwati menikah dan punya anak bernama Sanaha kemudian Sanaha menikah dan memiliki anak bernama Sanjaya, Sanjaya malah menikah dengan sepupunya sendiri, Dewi Sudiwara, yang merupakan cucu dari Iswara Kesawalingga.

Mungkin elo heran ya, kok bisa? Namun di zaman dulu memang begitu ya, menikah dengan kerabat yang cukup dekat itu masih dianggap wajar.

Sanjaya dan Dewi Sudiwara kemudian mempunyai anak bernama Rakai Panangkaran. Dulunya, dari Ratu Shima hingga Sanjaya merupakan pemeluk agama Hindu. Namun, waktu masa pemerintahan Rakai Panangkaran, beliau sering membangun banyak candi bercorak Buddha.

Ada yang bilang, pada masa itu, Kerajaan Mataram Kuno sedang diserang oleh Kerajaan Sriwijaya yang bercorak Buddha. Karena itu, rakyat banyak yang tunduk dan mengakui agama Buddha. Meskipun begitu, rakyat tetap diperbolehkan beribadah dalam agama Hindu.

Long story short, Rakai Panangkaran punya cucu bernama Samara Grawira yang punya anak bernama Balaputradewa dan Samaratungga dari dinasti Syailendra. Familiar nggak sih, sama namanya? Samaratungga itu yang mendirikan Candi Borobudur, lho! Terus kalau Balaputradewa, inget nggak? Yup, salah satu raja dari Kerajaan Sriwijaya!

Baca Juga: Peninggalan dan Kemunduran Kerajaan Sriwijaya – Materi Sejarah Kelas 10

Putri dari Samaratungga, yaitu Pramodawardhani, akhirnya menikah dengan Rakai Pikatan dari Dinasti Sanjaya. Harusnya sih, Pramodawardhani yang memegang pemerintahan, tapi setelah menikah, malah Rakai Pikatan yang lebih dominan.

Setelah itu, masih ada raja-raja lainnya yang memerintah Kerajaan Mataram Kuno hingga raja yang terakhir, yakni Mpu Sindok.

Kehidupan Kerajaan Mataram Kuno

Seperti apa sih, kehidupan di masa berdirinya Kerajaan Mataram Kuno?

Ekonomi

Dalam sektor ekonomi, kerajaan ini fokus pada pertanian dan pemungutan pajak rutin. Kerajaan Mataram Kuno kan, letaknya dekat dengan Sungai Bengawan Solo. Kayak yang sebelumnya gue jelaskan, banyak orang luar yang singgah ke sungai ini untuk berdagang, ya.

Tapi nggak hanya itu, sungai ini juga berperan banget dalam sektor pertanian, terutama kalau di daerah Jawa biasanya beras jadi, sungai ini digunakan untuk mengairi sawah-sawah di wilayah kekuasaan Kerajaan Mataram Kuno.

Selain itu, karena ada banyak orang luar yang datang ke Kerajaan Mataram Kuno melalui sungai maupun laut, orang-orang yang mau masuk ke wilayah kerajaan harus memperoleh izin dan juga membayar pajak.

Agama

Agama di Kerajaan Mataram Kuno awalnya berpusat pada Hindu Syiwa, tapi semenjak masa pemerintahan Rakai Pikatan, budaya agama Buddha mulai bermunculan. Akhirnya terjadilah percampuran dua agama tersebut. Makanya kerajaan ini disebut kerajaan Hindu-Buddha.

Akhir Kerajaan

Inget nggak, sebelumnya gue bilang kalau Kerajaan Mataram Kuno dilanda bencana gunung meletus? Nah, akibat kejadian tersebut, kerajaan ini dipindahkan ke Jawa Timur. Di sinilah Mpu Sindok mendirikan Dinasti Isyana yang mengawali berdirinya Kerajaan Medang Kamulan.

Baca Juga: Sejarah dan Peninggalan Kerajaan Medang Kamulan – Materi Sejarah Kelas 10

Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno

Habis menyimak cerita tentang Kerajaan Mataram Kuno, belum afdol nih kalau kita belum “jalan-jalan” buat lihat peninggalan-peninggalan dari kerajaan tersebut. Ada apa aja, ya?

Candi Borobudur peninggalan Kerajaan Mataram Kuno Zenius Education
Candi Borobudur (Dok. Pixabay)

Candi Borobudur yang besar dan megah ini merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang sempat masuk ke 7 keajaiban dunia, lho! Elo udah pernah kesana, belum? Tadi gue udah sempat sebut juga ya, siapa pendirinya. Masih inget, nggak?

Candi Prambanan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno Zenius Education
Candi Prambanan (Dok. Pixabay)

Selain itu, ada pula candi-candi lainnya yang cukup terkenal dan merupakan peninggalan kerajaan ini, antara lain Candi Prambanan, Candi Kalasan, dan Candi Sewu. Candi-candi ini menunjukkan bukti toleransi antar agama di masa itu, lho.

Karena di candi-candi yang bercorak Hindu ada beberapa bagian yang bercorak Buddha dan sebaliknya candi-candi Buddha ada beberapa bagian yang bercorak Hindu. Keren banget, kan, kalau misalnya bisa menciptakan toleransi di tengah perbedaan yang Indonesia punya?

Elo bisa tonton video recap tentang Kerajaan Mataram Kuno plus bagaimana kerajaan ini bisa dijadikan sebagai bukti toleransi antar agama dengan klik banner di bawah ini!

Sumber Sejarah dan Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno - Materi Sejarah Kelas 10 9

Penutup dan Contoh Soal

Kira-kira segitu dulu yang bisa gue ceritakan ke elo tentang Kerajaan Mataram Kuno. Gimana, asyik nggak sih, mengupas tentang satu kerajaan tapi ternyata bisa menemukan kaitannya dengan kerajaan-kerajaan lain?

Nah, untuk me-review pemahaman elo, coba jawab contoh soal berikut ini, ya!

Berbeda dengan sebab-sebab runtuhnya kerajaan Hindu-Buddha yang lain, Kerajaan Mataram Kuno runtuh disebabkan oleh ….
A. Pernikahan lintas kerajaan
B. bencana alam
C. perang saudara
D. invasi kerajaan lain
E. pemberontakan dalam negeri

Jawaban: B. Kerajaan Mataram Kuno runtuh akibat bencana gunung meletus yang mengharuskan kerajaan dipindahkan ke daerah Jawa Timur.

Oke, sekian dulu untuk artikel kali ini, jumpa lagi di tulisan gue lainnya, ya!

Bagikan Artikel Ini!