kerajaan kalingga zenius

Jejak Peninggalan Kerajaan Kalingga – Materi Sejarah Kelas 10

Halo Sobat Zenius! Kali ini gue mau bahas salah satu kerajaan yang menarik banget, yaitu Kerajaan Kalingga atau Holing. Pembahasannya mulai dari pengertian singkat, silsilah, kehidupan, hingga peninggalan kerajaan Kalingga. Kenapa sih kok menarik untuk dibahas? Karena, ketika berbicara kerajaan ini, maka kita akan berbicara juga mengenai peran perempuan dalam pemerintahannya.

Siapa lagi kalau bukan Ratu Shima.

ratu shima kerajaan kalingga
Patung Ratu Shima (dok. geni.com)

Meskipun Ratu Shima bukan pendiri Kalingga, tetapi ia paling dikenal hingga saat ini. Selain kecantikannya yang dikagumi, ia juga memiliki power dalam memimpin Kerajaan Kalingga. Bahkan, ada momen di mana ia harus menghukum anaknya sendiri dengan cara memotong kakinya. Hmm … salah apa ya anak Ratu Shima sampai harus dipotong kakinya? Penasaran kan sama ceritanya? Penasaran juga bagaimana Sang Ratu memimpin kerajaan ini? Atau penasaran sama jejak peninggalan kerajaan Kalingga? Kita simak uraian lengkapnya di bawah ini ya!

Baca juga: Peran Perempuan di Balik Sumpah Pemuda

Kerajaan Kalingga (Holing)

Kerajaan Kalingga berdiri dengan corak Hindu Buddha sekitar 594ー782 M. Jadi, kalau ditanya kapan berdirinya Kerajaan Kalingga? Jawabannya adalah 594 Masehi. Selain Kalingga, kerajaan ini juga disebut dengan nama Holing, Keling, dan Heling. Sayangnya, lokasi berdirinya masih diperdebatkan hingga saat ini. Coba lo lihat peta di bawah ini!

peta kerajaan kalingga holing
Peta kerajaan Kalingga (dok. Wikimedia Commons)

Para ahli sejarah atau sejarawan sepakat bahwa Kalingga terletak di sepanjang pesisir pantai utara Jawa Tengah hingga wilayah pedalaman bagian selatan. Untuk pusat pemerintahannya kemungkinan berada di sekitar Pekalongan, Jepara, atau pegunungan Dieng. Sedangkan, wilayah cakupan kerajaannya terbentang hingga Semarang atau fokus di Jawa Tengah. Tapi, ada juga beberapa ahli yang beranggapan bahwa Kalingga gak terletak di pulau Jawa, bahkan ada yang berargumen kalau letaknya di luar negeri.

Kenapa sih kok banyak ahli yang sepakat kalau Kalingga ada di sekitaran Pekalongan hingga Jepara? Memang gak ada jejak peninggalan kerajaan Kalingga? Kalau kita lihat, lokasi yang dikatakan oleh sejarawan itu sangat strategis. Daerah antara Pekalongan hingga Jepara terletak di pesisir Laut Jawa, sehingga akan sangat memungkinkan lahirnya sebuah kerajaan. Ada lalu lintas perdagangan, banyak orang asing yang datang, dan intensitas interaksi yang lebih sering dengan pendatang daripada daerah yang terletak di pedalaman.

Baca juga: Masalah Ketimpangan Sosial di Masyarakat

Silsilah Kerajaan Kalingga

Ketika membahas silsilah Kerajaan Hindu Buddha di Indonesia, rupanya ada hal unik yang menyertainya nih, guys. Ternyata hampir semua pemimpin kerajaan itu memiliki hubungan darah satu sama lain, terlebih yang ada di pulau Jawa, seperti Tarumanegara, Kalingga, Sriwijaya, Mataram, Kediri, Singasari, Majapahit, dan Bali. Sedangkan, Kerajaan Kutai gak ada hubungan darahnya dengan kerajaan lainnya.

Oke, kita bahas dulu tentang Kerajaan Kalingga. Dari tadi kita ngomongin tentang Ratu Shima terus, sebenarnya siapa sih pendiri Kerajaan Kalingga? Berdasarkan catatan sejarah, pendiri Kalingga berasal dari keturunan Dinasti Syailendra, yaitu:

  1. Prabhu Wasumurti (594ー605 M) memiliki dua anak bernama Prabhu Wasugeni dan Dewi Wasundari yang kemudian menikah dengan Kirathasingha. Setelah wafatnya Prabhu Wasumurti, takhta jatuh ke tangan Prabhu Wasugeni. 
  2. Prabhu Wasugeni (605ー632 M) menikah dengan Dewi Paramita, yang dari pernikahannya lahir Prabhu Wasudewa dan Ratu Shima.
  3. Prabhu Wasudewa (632ー652 M).
  4. Prabhu Wasukawi (652 M).
  5. Prabhu Kirathasingha (632ー642 M).
  6. Prabhu Kartikeyasingha (648ー674 M) menikah dengan Ratu Shima. Setelah wafatnya Prabhu Kartiyesingha, Ratu Shima naik takhta untuk menggantikannya.
  7. Ratu Shima (674ー695) dan Kartikeyasingha memiliki dua anak, yaitu Dewi Parwati dan Narayana (Iswara)

Dewi Parwati kemudian menikah dengan Putra Mahkota Kerajaan Galuh bernama Rahyang Mandiminyak. Dari pernikahan tersebut lahir Sannaha yang menikah dengan Raja Galuh ketiga bernama Bratasena. Sannaha dan Bratasena memiliki anak bernama Rakyan Sanjaya yang kelak menjadi pemersatu Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. Nah, Sanjaya inilah yang kemudian menggantikan Ratu Shima menjadi raja di Kalingga Selatan (kemudian disebut Mataram) dan mendirikan dinasti baru bernama Dinasti Sanjaya.

Kehidupan Kerajaan Kalingga

Di poin kali ini, kita akan membahas tentang beberapa hal menarik seperti ekonomi, agama, dan akhir dari Kerajaan Kalingga. Semua ini udah tertulis dalam berbagai peninggalan kerajaan Kalingga.

Ekonomi

Ketika membicarakan ekonomi, kita gak akan lepas nih dari faktor geografis. Kalingga terletak di pesisir laut utara Jawa. Suatu daerah yang terletak di daerah pesisir pasti gak jauh dari aktivitas perdagangan, entah itu perdagangan hasil daerahnya seperti kulit penyu, emas, perak, gading, atau perdagangan alat maritim. Bahkan, beberapa sumber menyebutkan kalau pelabuhan Kalingga di Pekalongan menggeser popularitas pelabuhan Tarumanegara, ya karena keunggulan pada letak geografisnya itu.

kondisi ekonomi kerajaan kalingga
Sistem organisasi subak di Bali supaya pengairan lahan pertanian berjalan lancar (dok. Wikimedia Commons)

Nah, untuk daerah yang terletak di pedalaman Kalingga, ekonomi masyarakatnya bergerak dalam bidang pertanian, yaitu beras. Gue udah menyampaikan kalau sistem pemerintahan Kalingga itu terstruktur banget, dibuktikan dengan perekonomiannya. Dalam pertanian, ada nih yang namanya subak, yaitu semacam organisasi yang menaungi para petani. Keren banget gak sih? Di saat kerajaan lain belum rapi sistemnya, Kalingga udah mikirin struktur pemerintahan sampai ke ekonomi masyarakatnya.

Agama

Mayoritas masyarakat Kalingga menganut agama Buddha. Bahkan, pendeta-pendeta di Cina sengaja dikirimkan ke Kalingga untuk mengajarkan masyarakatnya tentang agama Buddha. Disebutkan juga bahwa Kalingga menjadi pusat penyebaran agama Buddha.

Ini menarik, karena ternyata Ratu Shima bukan pemeluk agama Buddha, melainkan agama Hindu Siwa yang taat. Meskipun begitu, ia tetap menghormati rakyatnya yang beragama Buddha. Nah, toleransi sangat dipegang ya di Kalingga.

Akhir Kerajaan

Kalingga mencapai masa kejayaan pada era kepemimpinan Ratu Shima sejak 674 M. Kalingga mengalami kemajuan dalam berbagai bidang, seperti ekonomi, agama, dan lainnya.

Hingga akhirnya, Ratu Shima wafat pada 695 M. Sejak wafatnya Ratu Shima, Kalingga mulai mengalami kelemahan dan keruntuhan.

Salah satu penyebab keruntuhan Kalingga adalah serangan dari Kerajaan Sriwijaya. Selain itu, Kerajaan Kalingga juga terpecah menjadi dua. Karena sebelum wafatnya, Ratu Shima membagi dua kerajaan untuk anak-anaknya, yaitu Pangeran Narayana (Iswara) di Magelang dan Dewi Parwati di Yogyakarta.

Peninggalan Kerajaan Kalingga

Sebuah kerajaan dianggap keberadaannya karena memiliki sumber sejarah, begitu pun dengan peninggalan kerajaan Kalingga yang bisa kita lihat sampai saat ini. Dalam buku Sejarah Indonesia (2014), Amurwani Dwi menyebutkan bahwa nama Kalingga terinspirasi dari sebuah kerajaan yang terletak di India bagian selatan.

Ngomong-ngomong tentang sumber sejarah nih, di atas gue udah bilang kalau letak Kerajaan Kalingga masih diperdebatkan. Hal itu karena banyak catatan sejarah seperti berita asing dari zaman Dinasti Tang dan pengelana Cina bernama I-Tsing, Prasasti Tukmas, Prasasti Sojomerto, Candi Angin, Candi Bubrah, situs Puncak Songolikur di Gunung Muria, dan naskah Carita Parahiyangan yang menceritakan tentang Kalingga.

peninggalan kerajaan kalingga holing zenius
Jejak peninggalan kerajaan kalingga

Kisah Ketegasan Ratu Shima

Ada yang menarik lagi nih, catatan sejak zaman Dinasti Tang menuliskan bahwa Kalingga merupakan kerajaan yang udah memiliki struktur rapi dan jelas. Selain itu, dijelaskan juga mengenai Ratu Shima yang memimpin dengan sangat tegas dan menerapkan aturan di kerajaan dengan baik tanpa pandang bulu.

Sikap Ratu Shima udah menyebar nih ke berbagai penjuru Nusantara bahkan dunia. Kabar ketegasan Sang Ratu didengar oleh seorang raja bernama Ta-Shih. Ia penasaran apakah benar bahwa Ratu Shima sangat tegas. Kemudian, ia meletakkan sekantong emas di persimpangan jalan dekat alun-alun kerajaan. Ia ingin menguji apakah rakyat Kalingga sangat patuh kepada ratunya dan gak berani mengambil sesuatu yang bukan milik mereka.

Mengetahui ada raja yang meletakkan emas di situ, Ratu Shima memerintahkan rakyatnya untuk gak menyentuh kantong tersebut, kalau ada yang menyentuhnya akan langsung dihukum mati. Benar saja, selama berbulan-bulan, kantong emas itu masih diam di tempatnya lho, guys. Sama sekali gak ada yang menyentuh. Tapi… ketegasan Ratu Shima akhirnya diuji juga ketika Sang Putra Mahkota, putra kesayangannya yang bernama Narayana tak sengaja menyentuh kantong emas tersebut.

Lantas, apa yang kemudian dilakukan Ratu Shima terhadap putra satu-satu dan yang paling disayang itu? Ia menjatuhkan hukuman mati kepadanya. Tapi, para pejabat dan keluarga istana meminta keringanan hukuman untuk Putra Mahkota, karena ialah yang akan menjadi penerus Kerajaan Kalingga. Akhirnya, Sang Ratu memberikan keringanan dengan memotong jari kaki pangeran, karena kaki itu yang telah menyentuh kantong emas meskipun gak sengaja.

Baca Juga: Amelia Earhart, Pilot Perempuan yang Hilang di Samudra Pasifik

Contoh Soal Sejarah Kerajaan Kalingga

Udah paham ya mengenai pengertian, silsilah, kehidupan, dan peninggalan kerajaan kalingga? Supaya makin paham lagi, coba lo perhatikan contoh soal berikut ini!

Contoh Soal 1

Tokoh perempuan yang dikenal tegas dalam memimpin kerajaan Kalingga adalah ….

  1. Ratu Shima
  2. Dewi Parwati
  3. Dewi Paramita
  4. Dewi Wasundari
  5. Pramodawardhani

Jawab: Ratu Shima.

Pembahasan: Ingat kan siapa pemimpin kerajaan Holing yang paling terkenal dan satu-satunya tokoh wanita yang memimpin pemerintahan? Yap, ia adalah Ratu Shima. Selain itu, ia juga terkenal sangat tegas, bahkan ada kisah mengenai Sang Ratu yang memotong kaki putranya sendiri karena telah melanggar hukum di wilayah kerajaannya.

Contoh Soal 2

Sistem Subak yang dilakukan pada petani Kalingga diadaptasi dari wilayah ….

  1. Bali
  2. Bogor
  3. Magelang
  4. Sumatera
  5. Kalimantan

Jawab: Bali.

Pembahasan: Subak merupakan organisasi yang menaungi para petani di wilayah kerajaan Holing. Sistem pemerintahan yang rapi hingga ke bidang pertaniannya ini diadaptasi dari wilayah Bali.

*****

Gimana nih, sampai sini udah paham kan tentang peninggalan kerajaan Kalingga atau Holing? Buat lo yang lebih menyukai belajar dengan nonton video, lo bisa mengakses materi ini di video belajar Zenius mata pelajaran Pengantar Kerajaan Hindu Buddha menggunakan akun yang sudah lo daftarkan di website dan aplikasi Zenius sebelumnya, ya!

Baca Juga Artikel Sejarah Lainnya

Restorasi Meiji – Materi Sejarah Wajib Kelas 11

Kupas Buku Series : “Sapiens” Sejarah Singkat Umat Manusia

Sejarah Penghargaan Nobel, Kok Bisa Ada dan Seberapa Penting Buat Kita?

Bagikan Artikel Ini!