jurusan di fitb itb

Info Kuliah, Passing Grade, dan Jurusan di FITB ITB

Elo tertarik berkuliah di Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) ITB? Yuk, simak info kuliah, passing grade, dan daftar jurusan FITB ITB selengkapnya!

“Elo pengin masuk jurusan ilmu murni? Ngapain belajar ilmu dasarnya doang, tapi nggak ada praktik!”

“Elo mau masuk jurusan ilmu terapan? Yaelah, kerjaannya praktik aja tanpa ngerti dasar-dasar ilmunya!

Apakah ungkapan-ungkapan di atas pernah terlintas di dalam pikiran elo? Atau elo denger yang kayak gitu di lingkungan pertemanan elo sendiri?

Ketika berhadapan dengan pilihan-pilihan, kita memang wajib banyak nanya! Apalagi Memilih jurusan ketika kuliah nanti, elo perlu untuk menggali berbagai informasi yang dibutuhkan sebelum elo ambil keputusan. 

Salah satu hal yang perlu diperhatikan, apakah jurusan yang elo incar cenderung masuk ke ranah ilmu murni atau ilmu terapan.

Hal ini tentunya akan berpengaruh pada mata kuliah yang akan elo pelajari, skill yang dimiliki selepas lulus, dan prospek kerja ke depannya.

Tentunya, minat jurusan kuliah setiap orang bakal berbeda-beda. Oleh karena itu, berselisih paham tentang mana yang lebih baik: ilmu murni atau ilmu terapan, nggak seberapa penting. Kita memilih jurusan kuliah itu tentang mencari mana yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Namun, sebenernya apa beda di antara keduanya?

Mengutip dari youstudy.com, ilmu murni merupakan disiplin ilmu yang berfokus pada teori sains dan prediksi untuk membantu memahami dunia dengan lebih baik. Sementara itu, ilmu terapan adalah disiplin ilmu yang memanfaatkan informasi ilmiah untuk mengembangkan solusi praktis.

Berdasarkan definisi itu, kita bisa melihat kalau dua ranah ilmu tersebut tidak dapat dipisahkan satu sama lain, justru dapat saling mengisi dan membuat sains menjadi jauh lebih berkembang.

Kalau elo tertarik untuk mendalami perbedaan di antara dua disiplin ilmu tersebut, artikel tentang Perbedaan Jurusan Teknik Kimia dan Kimia Murni ini layak elo baca karena bakal menjelaskan perbedaan-perbedaannya secara spesifik. 

Nah, kaitan antara ilmu murni dan terapan bisa kita lihat dari salah satu fakultas yang ada di Institut Teknologi Bandung (ITB), yaitu Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB).

Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian di ITB.
Ilustrasi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (Arsip Zenius)

Sebenarnya, apakah FITB ITB mempelajari ilmu murni, ilmu terapan, ataukah gabungan di antara keduanya?

Yuk, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini!

Kuis zenius kampus yang cocok buat lo
Klik banner di atas dan temukan kampus yang cocok buat elo!

Berkenalan dengan FITB ITB

Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) berasal dari FIKTM.  (Arsip Zenius)

Alt text: Fakultas ilmu dan teknologi kebumian (FITB) ITB merupakan gabungan dari ilmu murni dan ilmu terapan.

Kalau kita lihat dari sejarah terbentuknya FITB ITB, fakultas ini dulunya adalah bagian dari Fakultas Ilmu Kebumian dan Teknologi Mineral (FIKTM).

Jadi, Fakultas Ilmu Kebumian dan Teknologi Mineral (FIKTM) ini dipecah menjadi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) dan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) pada tahun 2007.

Jadi, FIKTM ITB sekarang udah nggak ada lagi, ya, karena udah dipecah menjadi FITB dan FTTM. Apa alasan dari dipecahnya FIKTM ITB?

Hal ini dikarenakan ilmu kebumian itu memiliki kajian yang lebar dan membuat adanya dikotomi antara sains (science) dan teknik (engineering).

Dalam artian, sains dan teknik seolah-olah merupakan dua disiplin ilmu yang berseberangan, tetapi sebenarnya justru saling berkaitan.

Dalam ilmu kebumian, terdapat Geologi, Geofisika, Meteorologi, dan Oseanografi yang saling membantu dalam memecahkan berbagai fenomena di dalam bumi, termasuk memberikan gambaran dari sumber daya yang ada di dalam bumi.

Nah, bidang-bidang dalam ilmu kebumian ini mempunyai bobot sains yang besar, tetapi tidak terlepas dari sisi terapannya.

Oleh karena itu, ilmu murni dan ilmu terapan tidak dapat dipisahkan dalam Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB).

Sementara itu, kalau ngomongin tentang Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM), kita bakalan mengkaji sumber daya yang terkandung di dalam bumi. Kita membutuhkan pengetahuan dasar dari ilmu kebumian dan berbagai metode terapan untuk mengkaji potensi sumber daya agar dapat dimanfaatkan secara optimal.

Nah, hal ini membuat Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) memiliki bobot terapan atau engineering yang lebih besar.

Kalau elo tertarik menyelami lebih dalam tentang FITB ITB yang memiliki kandungan ilmu murni dan juga memiliki sisi terapannya, mari kita bahas jurusannya satu per satu!

Baca Juga: Info Kuliah, Akreditasi, dan Daftar Jurusan di FTSL ITB

Jurusan FITB ITB

Sebelum kita menjabarkan satu per satu jurusan yang ada di FITB ITB, gue mau menginfokan kalau Institut Teknologi Bandung (ITB) merupakan kampus yang memiliki Tahap Persiapan Bersama (TPB) di tahun pertama perkuliahan.

TPB berlangsung selama satu tahun (2 semester) di awal tahun perkuliahan. Tujuan dari diadakannya TPB semacam upaya matrikultasi gitu dari pihak kampus. Jadi, semua mahasiswa baru bakal mempelajari semua ilmu-ilmu dasar sebagai penyetaraan pemahaman. Supaya pas harus belajar materi yang lebih sulit pas penjurusan nanti, semua mahasiswa udah punya modal pemahaman konsep yang kuat. 

Dengan kata lain, TPB ngasih mahasiswa standar untuk mengikuti kegiatan perkuliahan di tahun-tahun selanjutnya.

TPB juga menjadi syarat wajib untuk mahasiswa ITB untuk tergabung dalam jurusan tertentu. Oleh karena itu, elo harus mengikuti masa pembekalan atau penyetaraan ini terlebih dahulu memilih jurusan di ITB.

Termasuk jurusan FITB ITB, nih. Ada berapa pilihan jurusan, sih?

Di FITB ITB, adalah empat (4) jurusan/program studi sarjana yang bisa elo pilih:

  • Jurusan Meteorologi
  • Jurusan Oseanografi
  • Jurusan Teknik Geodesi dan Geomatika
  • Jurusan Teknik Geologi
Jurusan fitb itb
Ilustrasi Daftar Jurusan S1 di FITB ITB (Arsip Zenius)

Di bawah ini, kita bakal membahas jurusannya satu per satu secara lebih detail, ya.

Baca Juga: Program Studi Baru di Institut Teknologi Bandung Tahun 2021

Jurusan Meteorologi ITB

Hmm, apa yang terlintas di pikiran elo begitu mendengar Jurusan Meteorologi? Apakah ini adalah ilmu yang mempelajari meteor? Atau bahkan ini ilmu yang dipelajari oleh pawang hujan? Hehe.

Mengutip dari laman itb.ac.id, Meteorologi adalah, “Ilmu yang mempelajari tentang bumi dan gejala-gejalanya, yang terkait dengan komponen bumi yang berupa gas atau biasa disebut udara.

Berdasarkan definisi tersebut, bisa dilihat kalau salah satu fokus dari studi ini adalah komponen bumi yang berupa gas atau udara.

Kalau mengutip dari KBBI, Meteorologi berarti, “Ilmu pengetahuan tentang ciri-ciri fisika dan kimia atmosfer (untuk meramalkan keadaan cuaca).”

Hal ini membuat Meteorologi amat berkaitan dengan Fisika, Matematika, serta ilmu kebumian. 

Kalau kita melihat mata kuliah FITB ITB, khususnya Jurusan Meteorologi, maka akan kelihatan kalau fenomena-fenomena bumi dilihat dengan kajian teoritis, diukur secara empiris, termasuk ada studi laboratoriumnya dan pemodelan prediksi.

Karena banyak mengulik teori, ini juga yang bikin lulusan Jurusan Meteorologi ITB mendapat gelar Sarjana Sains (S.Si.). Yap, jurusan yang satu ini masuk ranah ilmu murni.

Lulusan program studi ini bakal memiliki kemampuan memprediksi dan mengetahui gimana berbagai kecenderungan dari gejala-gejala cuaca. Nggak hanya itu, mahasiswa Jurusan Meteorologi juga belajar kaitan cuaca dengan hidup manusia di bumi.

Oleh karena itu, prospek kerja lulusan FITB ITB yang kuliah Jurusan Meteorologibisa bergerak di instansi pemerintah, khususnya di Badan Meteorologi dan Geofisika, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan berbagai instansi terkait lainnya. 

Di instansi-instansi tersebut, keahlian dalam menganalisis cuaca dan membuat prakiraan cuaca bakal sangat terpakai.

Nggak hanya itu, lulusan Meteorologi juga dapat bekerja di instansi swasta, khususnya menjadi konsultan atau ahli dalam membuat alat-alat yang berhubungan dengan bidang meteorologi.

Jurusan Oseanografi ITB

“Wah, osean, apakah berasal dari kata ‘Ocean’ yang berarti laut? Kalau benar begitu, apakah Oseanografi itu ilmu yang mempelajari lautan?”

Kalau elo sempet berpikiran kayak gitu, daripada nebak-nebak, mendingan kita lihat langsung definisi lengkapnya di bawah ini.

Mengutip dari laman itb.ac.id, Oseanografi adalah, “Ilmu yang mempelajari fenomena fisis dan dinamis air laut yang dapat diaplikasikan ke bidang-bidang lainnya seperti rekayasa, lingkungan, perikanan, bencana laut dan mitigasi (pengelolaan dan pencegahan).”

Wah, ternyata Oseanografi nggak sesederhana tentang laut aja, ya, tetapi juga berkaitan dengan penerapan ke berbagai bidang atau disiplin ilmu.

Selain itu, proses perkuliahan di Jurusan Oseanografi bakalan mempelajari berbagai konsep-konsep dasar dari ilmu kelautan. Hal ini berkaitan erat dengan aspek Fisika, Biologi, Kimia, sampai Geologi.

Elo juga bakalan mempelajari dasar-dasar pengetahuan tentang dinamika laut, termasuk survei dan pemetaan laut. Hal ini membuat laut merupakan objek penelitian mahasiswa Oseanografi, dikaji berdasarkan hal-hal berikut ini. 

  1. Sifat-sifat fisis dan kimia air laut
  2. Gerakannya dalam bentuk arus
  3. Gelombang dan pasang surut
  4. Sedimen air laut
  5. Revolusi lempeng tektonik (khususnya lempeng samudera)
  6. Proses erosi dan sedimentasi daerah pantai

Prospek kerja lulusan FITB ITB yang kuliah di Jurusan Oseanografi ini terbilang cukup luas. Elo bisa aja bekerja di lembaga riset pemerintah atau swasta yang berkaitan erat dengan riset kelautan. Selain itu, elo juga bisa menjadi konsultan atau bekerja di lembaga riset yang memiliki kebutuhan terhadap ahli ilmu kelautan.

Kalau beruntung, lulusan Oseanografi ITB juga bisa berteman akrab dengan Aquaman! Hehe (maap garing).

Jurusan Teknik Geologi ITB

“Teknik Geologi?! Geologi ada tekniknya?!”

Nah, kalau dilihat secara umum, Geologi juga sebenernya adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari bumi. Secara spesifik, ilmu Geologi mempelajari beragam jenis batuan dan gimana hubungan di antara satu jenis batuan dengan jenis batuan lainnya.

Selain itu, ilmu Geologi juga melihat gimana kondisi bagian dalam dan permukaan bumi. Hal ini termasuk dengan proses-proses atau gimana mekanisme pembentukannya. Setelah itu, bakal dilakukan penafsiran tentang sejarah geologinya berdasarkan ruang dan waktu tertentu.

Nah, kenapa ada Jurusan Teknik Geologi? Karena dari namanya aja udah bawa-bawa kata “teknik”, jurusan ini bakal fokus penerapan ilmu geologi untuk pemecahan masalah di kehidupan. 

Peran nyata ilmu ini apa, sih? Ilmu yang dipelajari mahasiswa Jurusan Teknik Geologi bakal sangat bermanfaat dalam penambangan sumber daya alam, seperti eksplorasi minyak dan gas bumi; mineral berharga; dan air tanah.

Karena itu, objek kajian selama berkuliah nanti sangat luas, mulai dari batuan dan mineral; gas bumi dan minyak; gunung api dan panas bumi; dan termasuk struktur bumi dan gempa bumi.

Begitu lulus dari program studi ini, elo bakal berkesempatan untuk bekerja di instansi swasta atau instansi pemerintahan. Tentunya yang berkaitan dengan kompetensi dari lulusan Teknik Geologi, ya, seperti di perusahaan yang bergerak di bidang eksplorasi minyak dan gas bumi.

Jurusan Teknik Geodesi dan Geomatika ITB

Apakah elo masih asing dengan istilah geodesi dan geomatika? Tahu nggak, ilmu Geodesi termasuk salah satu ilmu kebumian tertua di dunia. 

Ilmu ini berhubungan erat dengan lingkungan fisik bumi, yakni mencakup permasalahan tentang banjir Sungai Nil di Mesir kuno, sampai masalah terkini yaitu pemantauan kerak bumi.

Mengutip dari laman fitb.itb.ac.id, “Definisi klasik Geodesi adalah ilmu yang berkaitan dengan bentuk, ukuran, dan bidang gravitasi bumi. Saat ini, Geodesi mencakup geo-sains yang memperlakukan bumi sebagai sistem dinamis yang kompleks, tubuh yang terdiri dari banyak lapisan, dikelilingi oleh atmosfer dan lautan.”

Nah, Geomatika menjadi satu paket bersama Geodesi. Geomatika mengacu pada aspek penentuan posisi (surveying) yang terdiri dari pengukuran, analisis, pengelolaan, penyimpanan, sampai penyajian deskripsi dan lokasi. 

Dari mana asal pengukuran lokasinya, tuh? Nah, data yang dipakai berada dari permukaan bumi. Jadi, ilmu Geomatika mempelajari pengumpulan segala informasi yang berkaitan dengan permukaan bumi.

Dari pemaparan tentang kajian di Jurusan Teknik Geodesi dan Geomatika tersebut, udah kebayang ilmunya masuk ranah apa? Yap, jurusan ini termasuk ranah ilmu terapan.

Begitu lulus dari jurusan ini, elo berkesempatan bekerja di lembaga pemerintahan, khususnya di Badan Pertanahan Nasional, Bappeda, Badan Koordinasi Survei, dan lain sebagainya. Di industri swasta, elo juga bisa bekerja pada di PT. Aneka Tambang (ANTAM) atau PT. Timah.

Gelar Lulusan FITB ITB

Program sarjana di FITB ITB menawarkan dua gelar untuk para lulusannya berdasarkan jurusan yang diambil, yaitu Sarjana Teknik (S.T.) dan Sarjana Sains (S.Si.).

Lulusan yang mengambil program studi (S1) Meteorologi dan Oseanografi, akan mendapatkan gelar Sarjana Sains (S.Si.). Sementara itu, lulusan dari Teknik Geologi serta Teknik Geodesi dan Geomatika akan mendapatkan gelar Sarjana Teknik (S.T.).

Misalnya aja, elo baru lulus dari Teknik Geologi, dan pengin menulis nama beserta gelar pribadi di suatu dokumen atau berkas, maka nama elo bakalan begini jadinya: (Nama Elo, S.T.).

Akreditasi FITB ITB

Selain karena minat terhadap ilmunya, elo juga perlu mempertimbangkan kualitas dari jurusan di kampus tersebut. Meskipun memiliki jurusan yang sama, tetapi setiap kampus mempunyai kualitas atau akreditasi yang berbeda-beda.

Kalau elo kepo dengan kualitas jurusan atau akreditasi FITB ITB, gue udah siapin data selengkapnya.

akreditasi fitb itb
Akreditasi Jurusan di FTI ITB (Arsip Zenius)

Daya Tampung FITB ITB

Kayak kampus-kampus PTN lain, FITB ITB membuka berbagai jalur masuk, mulai dari SNMPTN (undangan), UTBK SBMPTN (ujian tulis), dan Seleksi Mandiri ITB (SM ITB).

Kalau mau ikutan SNMPTN, tentu elo harus mempersiapkan nilai rapor dari semester awal sampai akhir. Sedangkan jalur UTBK SBMPTN mensyaratkan ikut ujian tertulis.

Nah, SM ITB meskipun termasuk ujian mandiri yang diadakan kampus, elo diharuskan ikut UTBK sebelumnya. Hal ini karena peserta SM ITB wajib menyetor hasil skor UTBK sebagai syarat seleksi.

Penasaran nggak seberapa besar peluang elo bisa diterima di FITB ITB?

Gue udah siapin informasi daya tampung dan peminat dari FITB ITB. Simak penjabaran lengkapnya, ya!

angka peminat jurusan fitb itb
Daya Tampung FITB ITB (Arsip Zenius)

Kalau elo pengin tahu informasi tentang skor yang dibutuhkan untuk lulus tes masuk (passing grade FITB ITB), gue sarankan elo untuk membaca artikel ini: Cara Menghitung Skor UTBK dengan Zenius Rasionalisasi.

Artikel tersebut udah menjelaskan gimana caranya menghitung dan memperkirakan passing grade UTBK.. Asalkan, elo harus tahu skor minimal tahun lalu yang dibutuhkan untuk lolos masuk jurusan tertentu.

Nah, skor UTBK kan bersifat rahasia. Jadi, kemungkinan elo bisa tahu skor minimal dari peserta yang lolos tahun lalu tuh sebenarnya kecil banget.

Hal ini dikarenakan skor secara pasti merupakan rahasia dapur milik panitia pelaksana tes.

Oleh karena itu, sebenernya passing grade itu nggak bisa ngasih kepastian perihal skor minimal untuk masuk jurusan tersebut. Data-data passing grade yang bertebaran di internet nggak bisa dipastikan valid sepenuhnya.

Buat memprediksi peluang, daya tampung dan angka peminat udah cukup jadi acuan, kok. 

***

Berhubung pelaksanaan UTBK 2022 gelombang 1 udah berlangsung, gue ucapkan selamat berjuang, ya!

Nah, ada nggak nih, yang lagi nunggu pelaksanan UTBK 2022 gelombang 2? Elo masih bisa tonton playlist belajar UTBK yang udah Zenius siapin kapanpun. Langsung klik aja link di bawah ini, ya!

Persiapan UTBK: Materi Ujian, Latihan Soal, Try Out, dan Live Class

Biasanya, habis UTBK masih ada ujian mandiri di kampus-kampus lain. Makanya, penting banget buat terbiasa mengerjakan berbagai variasi soal ujian. Ikut Zenius Ultima Bootcamp supaya persiapan elo makin mantap. Langsung klik banner di bawah ini, ya!

zenius ultima boot camp um

Baca Juga: Informasi Pendaftaran Seleksi Mandiri ITB 2022

Referensi

Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian
(https://www.itb.ac.id/fakultas-ilmu-dan-teknologi-kebumian)

Program Studi Sarjana Meteorologi
(https://www.itb.ac.id/program-studi-sarjana-meteorologi)

Program Studi Sarjana Oseanografi
(https://www.itb.ac.id/program-studi-sarjana-oseanografi)

Program Studi Sarjana Teknik Geodesi dan Geomatika
(https://www.itb.ac.id/program-studi-sarjana-teknik-geodesi-dan-geomatika)

Program Studi Sarjana Teknik Geologi
(https://www.itb.ac.id/program-studi-sarjana-teknik-geologi)

Bagikan Artikel Ini!