Ilustrasi Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB

Info Kuliah, Akreditasi, dan Daftar Jurusan di FTSL ITB

Elo tertarik berkuliah di FTSL ITB? Cocok banget! Yuk, simak info terkait jurusan, akreditasi, prospek kerja, hingga daya tampungnya di sini.

Hai Sobat Zenius, lagi suntuk belajar tes Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK)? Kalau iya, di artikel ini gue akan ngajak elo jalan-jalan ke Dubai sedetik, nih. Tapi, via imajinasi masing-masing aja, ya, hehe. Are you ready?

Dubai memiliki beragam daya tarik, salah satunya bangunan tertinggi di dunia. Ada yang tahu nggak bangunan apa? Yap. Burj Khalifa.

Elo tahu nggak, sih? Pembangunan bangunan tertinggi di dunia ini ternyata membutuhkan 12.000 tenaga kerja, lho. Nggak hanya itu, berat beton untuk membangun Burj Khalifa pun setara dengan 100.000 gajah! Melansir dari CNN Indonesia, berat rata-rata gajah sekitar 3.628 kg, lho. Wah, kebayang ya, seberapa berat beton untuk membuat Burj Khalifa tegak seperti hari ini.

Ngomongin fakta menarik tentang Burj Khalifa memang nggak ada habisnya. Tapi, di artikel ini, gue nggak akan bahas Burj Khalifa terlalu jauh. 

Kali ini, gue mau membagikan info buat elo yang tertarik belajar perancangan bangunan. Menarik banget, kan, mempelajari bagaimana bagunan pencakar langit seperti Burj Khalifa sebetulnya berawal dari corat-coret di atas kertas? 

Elo bisa memperdalam ilmunya lebih jauh di Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung (FTSL ITB). Tanpa basa-basi lagi, cusss kenalan lebih dekat dengan FTSL ITB.

Baca Juga: Seluk Beluk Perkuliahan di ITB

Kenalan Dengan Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB

Resmi didirikan pada tahun 1973, awalnya fakultas ini bernama Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP). Saat itu, FTSP menaungi beberapa jurusan seperti Teknik Sipil, Teknik Geodesi, Arsitektur, Planologi, Teknik Lingkungan, dan Seni & Desain.

Seiring berjalannya waktu, Jurusan Seni dan Desain memutuskan untuk memisahkan diri dan berdiri sendiri menjadi Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD). Begitu pula dengan FTSP yang mengalami perubahan nama menjadi Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) sejak tahun 2005 hingga saat ini. 

Lalu ada jurusan apa saja sih, di FTSL ITB?

Nah, FTSL ITB saat ini menaungi 5 jurusan pada jenjang sarjana, 6 jurusan pada jenjang magister, dan 2 jurusan pada jenjang doktor.

Untuk artikel ini, gue akan fokus membahas jurusan jenjang sarjana-nya dulu, ya. Kira-kira ada jurusan apa saja, ya?

Jurusan FTSL ITB
Jurusan di FTSL ITB (Sumber: ftsl.itb.ac.id)

Gimana? Dari  Jurusan FTSL ITB di atas, ada jurusan idaman elo, nggak? Biar makin mantep, kenali perbedaan masing-masing jurusannya, yuk.

Jurusan di Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB

Sebelum lanjut bahas jurusan FTSL ITB, gue mau cerita sedikit, nih. Dalam sistem penerimaan, ITB merupakan kampus yang lain dari yang lain. Di saat kampus lain membuka penerimaan mahasiswa baru untuk jurusan spesifik, ITB justru menawarkan fakultas. 

Inilah saatnya gue mengenalkan istilah TPB atau Tahap Persiapan Bersama. Mungkin ada sebagian dari elo yang udah familier sama TPB. Buat yang baru pertama kali denger, gue jelaskan sekilas, ya. 

Jadi, semua mahasiswa di ITB wajib mengikuti masa kuliah selama 1 tahun pertama (2 semester) di tingkat fakultas dulu. Baru di tahun kedua, mahasiswa punya kesempatan memilih jurusan masing-masing. Yap, elo nggak salah baca. Setelah keterima di ITB, elo masih harus mengikuti seleksi lagi buat kuliah di jurusan impian elo.

Karena itu, jalur masuk kampus ITB hanya mengizinkan mahasiswa untuk memilih fakultas, termasuk FTSL ITB.

Oh iya, mungkin elo pernah menjumpai penyebutan FTSL-G dan FTSL-J, kira-kira apa, sih, bedanya? FTSL-G merupakan sebutan bagi FTSL Kampus Ganesha, sedangkan FTSL-J sebutan bagi FTSL Kampus Jatinangor. 

Perbedaan keduanya terdapat pada lokasi fakultas dan jurusannya. FTSL-G menaungi tiga jurusan, yaitu Jurusan Teknik Sipil, Teknik Lingkungan, dan Teknik Kelautan. 

Sedangkan FTSL-J menaungi dua jurusan, yaitu Jurusan Rekayasa Infrastruktur Lingkungan serta Jurusan Teknik dan Pengelolaan Sumber Daya Alam.

Untuk lebih jelasnya, intip informasi dari masing-masing jurusan, yuk.

Jurusan Teknik Sipil

Kalau ditanya apa kampus teknik sipil pertama dan tertua di Indonesia, ITB jawabannya! Jurusan ini resmi berdiri pada tanggal 3 Juli 1920 dengan nama Technische Hoogeschool Bandoeng di bawah naungan de Fakulteit van Technische Wetenschappen. 

Latar belakang pendirian jurusan ini adalah pemerintah kolonial Belanda yang membutuhkan insinyur sipil untuk membangun jalan, rel kereta api, dan sistem irigasi di Tanah Air. 

Ketika Hindia Belanda beralih ke tangan Jepang pada tahun 1944, Technische Hoogeschool Bandoeng diambil alih dan berganti nama menjadi Bandung Kogyo Daigaku. Hingga kini menjadi Program Studi Teknik Sipil yang bernaung di FTSL ITB.

Secara umum, di jurusan ini elo akan belajar ilmu dasar, ilmu rekayasa teknik sipil, dan kelompok profesionalisme teknik sipil. Apa aja, tuh?

Kajian di Jurusan Teknik Sipil FTSL ITB
Kajian di Jurusan Teknik Sipil FTSL ITB (Sumber: tl.itb.ac.id)

Selain itu, terdapat pula lima bidang peminatan yang dapat dipilih:

  1. Teknik Struktur
  2. Teknik Sumber Daya Air
  3. Teknik Transportasi
  4. Teknik Geoteknik
  5. Teknik & Manajemen Konstruksi

Jurusan Teknik Lingkungan

Jurusan Teknik Lingkungan ITB juga merupakan pelopor pendidikan tinggi teknik lingkungan di Indonesia. 

Jurusan ini memegang peran penting dalam kajian bidang air bersih, air buangan, pencemaran dan kualitas udara, persampahan, sanitasi lingkungan, drainase, dan kesehatan lingkungan. Wah, menarik banget, ya?

Jurusan Teknik Kelautan

Wilayah yang terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik menyebabkan Indonesia rawan terhadap bencana alam. Untuk itu, pengembangan ilmu dan teknologi untuk memprediksi dan mencegah dampak buruk bencana bagi masyarakat pun perlu dilakukan. Dan hal tersebut tentunya membutuhkan sumber daya yang kompeten di bidangnya.

Melihat urgensi tersebut, ITB pun nggak mau ketinggalan untuk berkontribusi mencetak sumber daya manusia yang ahli di bidang teknik kelautan. Memangnya apa saja, sih, yang dipelajari di jurusan ini?

Sedikit bocoran, nih, beberapa hal yang akan elo pelajari di Jurusan Teknik Kelautan FTSL ITB:

  • Ilmu dasar sains dan matematika
  • Ilmu dasar rekayasa
  • Perancangan bidang teknik kelautan yang meliputi prinsip-prinsip gelombang laut, akustik bawah air, perlindungan pantai, struktur pantai, struktur lepas pantai, geomekanik laut, pelabuhan, pemodelan laut, dan masih banyak lagi.

Siapa yang makin nggak sabar untuk berkuliah di jurusan yang satu ini? Jawab nanti di kolom komentar, ya!

Jurusan Rekayasa Infrastruktur Lingkungan

Mungkin sebagian dari kalian ada yang masih asing dengan jurusan yang satu ini. Padahal jurusan ini seru banget, lho. 

Jurusan ini didirikan untuk menggerakkan sumber daya manusia dalam hal penyediaan air bersih yang baik dan layak bagi kebutuhan aktivitas manusia. Selain itu upaya pengendalian pencemaran dan penyaluran limbah buangan juga patut menjadi perhatian. Sebab, hal tersebut nggak hanya membuat sungai tercemar, tetapi juga akan memusnahkan organisme di dalam ekosistem tersebut. 

Beberapa mata kuliah yang akan elo pelajari ketika berkuliah di jurusan ini di antaranya:

  • Pengelolaan Lingkungan Air Terpadu
  • Sanitasi Pasca Bencana
  • Sanitasi Pesisir
  • Pemodelan Air Tanah
  • Hidrolika Air Tanah
  • Sanitasi Makanan
  • Sanitasi Masyarakat

Jurusan Teknik dan Pengelolaan Sumber Daya Alam

Sobat Zenius, tahu nggak, sih? Sumber daya air Indonesia merupakan yang terbesar di kawasan ASEAN, lho. Tapi, hal ini berbanding terbalik dengan berbagai masalah seperti banjir dan kekeringan. FTSL ITB menganggap permasalahan ini sebagai tantangan yang perlu diselesaikan. Untuk itulah Jurusan Teknik dan Pengelolaan Sumber Daya Alam hadir di FTSL ITB. 

Secara umum, Jurusan Teknik dan Pengelolaan Sumber Daya Air (TPSDA) didirikan sebagai bentuk pengembangan kemampuan rekayasa dan dasar-dasar pengelolaan sumber daya air. Lebih jelasnya, kira-kira seperti ini body of knowledge (BOK) Jurusan Teknik dan Pengelolaan Sumber Daya Air. 

Body of Knowledge Jurusan Teknik dan Pengelolaan Sumber Daya Air
Body of Knowledge Jurusan Teknik dan Pengelolaan Sumber Daya Air (Sumber: tpsda.itb.ac.id)

Baca Juga: Program Studi Baru di Institut Teknologi Bandung. Apa saja, ya?

Akreditasi Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB

Soal mutu tentu sudah nggak diragukan lagi. Mengapa? Karena semua jurusan di Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB telah terakreditasi dengan nilai A dari BAN-PT, lho.

Nggak hanya itu, Jurusan Teknik Sipil dan Jurusan Teknik Lingkungan telah menyabet akreditasi internasional dari Accreditation Board for Engineering and Technology (ABET), lho.

Prospek Kerja Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB

Ngomongin tentang Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB, nggak afdol kalau nggak membahas prospek kerjanya juga. Kira-kira bisa bekerja menjadi apa, sih, lulusan FTSL ITB?

Nantinya, lulusan FTSL ITB bisa bekerja di industri energi, pembangunan infrastruktur, pertambangan, pengolahan SDA, konsultan, maupun peneliti. 

Nggak hanya itu, karena mengkaji tentang lingkungan juga, lulusannya bisa bekerja di NGO lingkungan hidup seperti Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati) dan Peduli Konservasi Alam Indonesia (PEKA Indonesia).

Masih ada lagi nggak? Masih, dong! Elo yang tertarik berkecimpung di dunia pendidikan juga bisa bekerja sebagai pengajar, lho. Kalau elo tertarik bekerja di mana, nih, Sobat Zenius?

Baca Juga: Dari Mimpi Masuk ITB Sampai ke Google

Daya Tampung dan Passing Grade FTSL ITB

Kata pepatah, banyak jalan menuju Roma. Begitu pula jalan untuk berkuliah di Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB, terdapat tiga jalur yang dapat elo coba, yaitu jalur SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri ITB.

Setiap jalur masuk, tentu memiliki peminat dan daya tampung yang berbeda-beda. Khusus buat elo, gue udah rangkum daya tampung dan peminat tiap jalur di Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB. Penasaran, dong? Yuk, simak informasinya!

Daya Tampung di FTSL ITB
Daya Tampung di FTSL ITB (Sumber: admission.itb.ac.id)

Masih pada inget dong, kalau FTSL ITB terbagi menjadi dua, yaitu FTSL-G dan FTSL-J. Nah, dilihat pada daya tampung jalur SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri kampus Ganesha memiliki daya tampung lebih dari dua kali lipat FTSL-J. 

Mungkin elo bertanya-tanya, berapa sih passing grade FTSL ITB? Well, dari awal proses seleksi, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) nggak menentukan passing grade, lho. Passing grade baru akan diketahui ketika proses seleksi telah selesai.

Lebih jelasnya gini, misalnya FTSL ITB menerapkan standar passing grade minimal 650 dan menyediakan daya tampung 40. Ternyata, hanya 15  pendaftar yang bisa melewati batas passing grade. Hal ini menyebabkan banyak kursi yang tersedia banyak yang kosong, dong? 

Begitupun sebaliknya, jika banyak peserta yang memiliki nilai UTBK di atas passing grade, maka peserta yang lolos akan melebihi daya tampung. 

Oke. itu dia informasi terkait sejarah, jurusan, akreditasi, prospek kerja, hingga daya tampung FTSL ITB. Semoga bermanfaat, ya!

Elo butuh amunisi tambahan buat belajar UTBK? Zenius siap nemenin! Langsung klik link di bawah buat info selengkapnya, ya.

Persiapan UTBK bareng Zenius

Supaya persiapan elo makin matang, elo bisa mengikuti try out Zenius, lho. Informasi lengkapnya cukup klik banner di bawah ini, ya!

Try Out UM PTN

Referensi:

Informasi – Jurusan Teknik Sipil FTSL ITB  (https://si.itb.ac.id/)

Informasi – Jurusan Teknik Lingkungan FTSL ITB ( http://www.tl.itb.ac.id/)

Informasi – Jurusan Teknik Kelautan FTSL ITB (https://www.ocean.itb.ac.id/)

Informasi – Jurusan Teknik dan Pengelolaan Sumber Daya Alam (https://tpsda.itb.ac.id/)

Akreditasi Jurusan (https://spm.itb.ac.id/spme/daftar-program-studi-terakreditasi-internasional/)

Daya Tampung FTSL ITB (https://admission.itb.ac.id/home/tingkat-kesulitan)

Bagikan Artikel Ini!