Artikel-Pembahasan_SBMPTN_2018-Revisi-2

Cara Menghitung Skor UTBK dengan Zenius Rasionalisasi

Halo Sobat Zenius! Bagaimana persiapan SBMPTN-nya? Pertanyaan lanjutannya adalah, nilai UTBK lo cukup gak ya untuk dapetin PTN yang dituju. Sini gue kasih cara menghitung skor UTBK lo untuk prediksi pakai Zenius Rasionalisasi. Zenius Rasionalisasi dapat membantu lo untuk menghitung skor UTBK guna memprediksi peluang lolos SBMPTN. Karena belakangan mulai bermunculan pertanyaan ini:

Nilai segini termasuk bagus apa enggak sih?

Berapa standar nilai yang bisa dibilang aman? 

Dengan nilai segini, gue bakal diterima di jurusan dan PTN yang kuinginkan apa enggak ya?

Nah, di artikel ini gue akan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut sekaligus memberikan beberapa tips yang mungkin bakal berguna bagi lo dalam menentukan peluang pilihan jurusan di SBMPTN nanti.

Cara Menghitung Skor UTBK dengan Zenius Rasionalisasi 105

Sekilas tentang UTBK dan Sistem SBMPTN

Buat lo yang mungkin belum familiar dengan sistem SBMPTN sekarang, gue jelasin sekilas ya. Sejak tahun 2019 lalu, SBMPTN berbeda cukup signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kalau dulu definisi SBMPTN adalah ujian yang diselenggarakan secara nasional untuk menyaring siswa-siswa masuk PTN. Nah, sekarang yang namanya SBMPTN adalah proses seleksinya saja, tanpa ujian lagi. Sekarang diukur menggunakan nilai UTBK.

UTBK (Ujian Tertulis Berbasis Komputer) adalah sebuah ujian berbasis komputer yang dilaksanakan beberapa kali dalam setahun. Nilai UTBK bisa digunakan untuk SBMPTN, seleksi mandiri beberapa PTN dan mungkin termasuk juga PTS.

Tiap siswa dapat mengikuti maksimal dua kali UTBK. Jika sudah mengikuti dua kali ujian, maka lo dapat memilih salah satu nilai tertinggi untuk digunakan daftar di SBMPTN.

Cara Menghitung Skor UTBK dengan Zenius Rasionalisasi 106

Nilai UTBK masing-masing peserta bisa dilihat di website LTMPT 10 hari setelah pelaksanaan UTBK.

Berikut ini contoh sertifikat hasil atau nilai UTBK yang dikeluarkan LTMPT:

Cara Menghitung Skor UTBK dengan Zenius Rasionalisasi 107

Nilai tersebut nantinya digunakan dalam seleksi SBMPTN. Nilai UTBK lo akan di ranking bersama dengan peserta lain yang memilih jurusan dan PTN yang sama. Calon mahasiswa yang diterima ditentukan berdasarkan jumlah kuota (daya tampung) yang tersedia. Misalnya suatu jurusan kuotanya 30 orang, maka, sederhananya akan dipilih 30 peserta dengan ranking terbaik.

Cara Menghitung Skor UTBK dengan Zenius Rasionalisasi 108

Misalnya, pada contoh di atas, karena jumlah kuotanya 30 kursi, maka setelah diranking, akan dipilih 30 peserta dengan nilai terbaik.

Pada praktiknya, mungkin akan jauh lebih kompleks. Tiap jurusan mungkin punya subtes yang menjadi prioritas dan non prioritas. Contoh di atas hanya ilustrasi dengan penyederhanaan aja. Intinya adalah, kuota jurusan di suatu PTN itu terbatas dan, oleh karena itu, akan diambil nilai terbaik yang akan lolos.

Emangnya, kenapa sih PTN ga menentukan standar minimal (passing grade) dari awal aja? Katakanlah, untuk lolos di jurusan X, standar minimalnya harus 600.

Balik lagi, dengan keterbatasan kuota, tentu bakal sulit bagi kampus menetapkan standar nilai masuk terlebih dahulu. Kalau PTN menetapkan standar atau passing grade terlalu tinggi, maka bisa aja tidak ada peserta yang lolos atau kuota yang tersedia banyak yang kosong. Kalau standarnya terlalu rendah, maka bisa aja peserta yang lolos malah melebihi daya tampung yang disediakan.

Cara Menghitung Skor UTBK untuk Memprediksi Peluang SBMPTN?

Karena diambil berdasarkan kuota seperti yang sudah gue jelasin di atas, maka setiap tahun nilai terendah yang lolos akan terus berubah-ubah. Misalnya pada contoh di atas, nilai terendah dari 30 peserta yang lolos adalah nilai si F yaitu 630. Tahun depan? Belum tentu 630 lagi. Bisa lebih tinggi atau lebih rendah, tergantung seberapa nilai para pendaftar yang memilih jurusan tersebut tahun yang bersangkutan. Jadinya, setiap tahun, batas nilai minimal hampir pasti berbeda-beda. Kita gak bakal tau pasti nilai minimal untuk masuk suatu jurusan di suatu kampus ketika lo daftar.

Jadi kalau ditanya, “Dengan nilai segini, bisa diterima di jurusan dan PTN yang inginkan apa enggak ya?”

Jawaban singkatnya adalah GA ADA YANG TAU PASTI.

Karena nilai terendah yang lolos baru bisa diketahui setelah proses seleksi selesai, lo masih harus prediksi peluang diterima SBMPTN dengan nilai UTBK yang dimiliki. Istilah yang sering digunakan sekarang rasionalisasi atau ada juga yang menggunakan istilah logisasi. 

Trus gimana caranya mengukur peluang penerimaan tersebut?

Patokan paling bagus sebagai perkiraan peluang menurut gue adalah dengan melihat nilai terendah yang diterima tahun sebelumnya. Kalau tahun sebelumnya, misalnya, yang lolos paling rendah nilainya 630, trus nilai lo berada di kisaran 700, maka peluang lolos cukup terbuka, dengan asumsi jumlah persaingan ga berbeda jauh. Dengan asumsi yang sama, kalau tahun sebelumnya yang lolos paling rendah nilainya 630, trus nilai lo di kisaran 500, maka peluang lolos cukup berat.

Untuk meraba-raba peluang tahun ini kita bisa menggunakan beberapa indikator seadanya yang tersedia, missal: rekapitulasi nilai peserta, kuota dan daya tampung, survei dll.

Nah, di sini gue akan mencoba membahas satu per satu beberapa indikator tersebut. Meskipun begitu, ga ada metode yang baku dalam memprediksi dan menentukan pilihan SBMPTN.

Oke mari kita bahas!

A.  Analisis Data Rekapitulasi Nilai dari Panitia LTMPT

Ketika pengumuman nilai mingguan, selain mengumumkan buat nilai perorangan, panitia LTMPT mengeluarkan Rekapitulasi Hasil atau Nilai UTBK Menurut Kelompok Ujian dan Rekapitulasi Penyebaran Jumlah Peserta menurut Range Nilai UTBK. Rekapitulasi tersebut adalah nilai keseluruhan peserta yang mengikuti UTBK hingga tanggal tertera. Dari data tersebut bisa menganalisis di mana posisi nilai lo relatif terhadap semua peserta.

Rekapitulasi Hasil atau Nilai UTBK Menurut Kelompok Ujian

Cara menghitung skor UTBK

Setelah data nilai semua peserta diurutkan dari nilai paling rendah (minimum) ke nilai paling tinggi maksimum, data dibagi 3 menjadi 4 kelompok data. 

Cara Menghitung Skor UTBK dengan Zenius Rasionalisasi 109

Jika nilai lo berada di bawah kuartil 1, maka nilai tersebut termasuk 25% terendah dari semua peserta UTBK. Jika nilaimu lebih tinggi dari kuartil 3, maka nilai tersebut termasuk 25% tertinggi dari semua peserta UTBK.

Sekarang, coba petakan nilai lo, apakah berada <Q1, di antara Q1 dan Q2, di antara Q2 dan Q3 atau lebih dari Q3!

Rekapitulasi Penyebaran Jumlah Peserta menurut Range Nilai UTBK

Cara Menghitung Skor UTBK dengan Zenius Rasionalisasi 110

Di sini lo bisa melihat sebaran jumlah peserta menurut range nilai.

Misalnya, di sub tes Kemampuan Penalaran Umum TPS Saintek, dari 332.427 peserta UTBK:

  • Ada 4.187 peserta yang mempunyai nilai di bawah 300,
  • Ada 40.839 peserta yang mempunyai nilai di antara 301-400
  • Ada 107.933 peserta yang mempunyai nilai di antara 401-500
  • Ada 110.760 peserta yang mempunyai nilai di antara 501-600
  • Ada 55.839 peserta yang mempunyai nilai di antara 601-700
  • Ada 12.312 peserta yang mempunyai nilai di antara 701-800
  • Ada 557 peserta yang mempunyai nilai antara 801-900,
  • Tidak ada peserta yang mempunyai nilai di atas 900

Agar lebih ada gambaran gue coba mengonversi data rekapitulasi penyebaran jumlah peserta menurut range dari angka ke dalam persen seperti ini:

Cara Menghitung Skor UTBK dengan Zenius Rasionalisasi 111
Cara Menghitung Skor UTBK dengan Zenius Rasionalisasi 112

Supaya lebih ada bayangan lagi, akan gue modifikasi lagi tabelnya menjadi seperti ini:

Cara Menghitung Skor UTBK dengan Zenius Rasionalisasi 113
Cara Menghitung Skor UTBK dengan Zenius Rasionalisasi 114

Dari ini bisa lo lihat bahwa, misalnya, nilai Kemampuan Penalaran Umum Saintek di atas 700, maka itu sudah 3,87% nilai terbaik. Di Soshum, apabila Kemampuan Penalaran Umum di atas 700, maka itu sudah termasuk 1,41% nilai terbaik.

Dari sini juga bisa lo lihat bahwa, misalnya, lo mengikuti Saintek dan nilai semua sub tes di atas 600, maka sudah termasuk 18% nilai terbaik nasional. Apabila lo mengikuti Saintek dan nilai semua sub tes di atas 600, maka lo sudah termasuk 15% nilai terbaik nasional.

Termasuk berapa persen terbaik nilai masing-masing subtes yang lo miliki? Coba cek menggunakan data di atas!

Tapi ini kan datanya belum semua peserta? Ntar kalau sudah semua peserta, berubah lagi donk?

Sebenernya prinsipnya mirip dengan quick count. Lo ga harus menunggu sampai semua peserta dapat nilainya untuk mengetahui persebaran datanya. Jadi kalau nilai lo udah masuk 3% terbaik, maka kemungkinan besar sampai akhir ya berada di kisaran itu. Gue sendiri sudah menguji dengan membandingkan persebaran persentase pada pengumuman minggu pertama dan ketiga. Hasilnya, meskipun ada perubahan, itu sangat kecil. Perubahan yang cukup gede hanya di kelompok nilai yang persentasenya gede (401-500 dan 501-600) itu pun selisihnya di bawah 3%.

B. Cek tingkat keketatan jurusan dan PTN yang lo inginkan di SBMPTN tahun sebelumnya

Misalnya SBMPTN tahun sebelumnya diikuti oleh 860 ribu jumlah total peserta. Dari jumlah tersebut yang dinyatakan lolos ada sebanyak 165 ribu peserta (19,3%). Tahun ini, meskipun sistem ujiannya berganti, jumlah siswa yang lolos dibanding jumlah peserta yang ikut bakal ga jauh di kisaran angka tersebut.

Angka 19,3% merupakan angka kumulatif. Kalau dirinci per jurusan dan PTN, angkanya bisa sangat bervariasi.

Panitia SBMPTN menyediakan data penerimaan SBMPTN per jurusan dan PTN tahun-tahun sebelumnya. Data ini bisa lo gunakan sebagai gambaran awal untuk membandingkan persentase penerimaan suatu jurusan dan PTN.

Lo bisa lihat data-data tersebut di sini: Daftar prodi di semua PTN. Tinggal klik link lihat prodi di PTN yang lo inginkan lalu pilih detail.

Misalnya, lo ingin masuk di Akuntansi Undip, berapa sih persentase penerimaan tahun-tahun sebelumnya?

Cara Menghitung Skor UTBK dengan Zenius Rasionalisasi 115

Dari data tersebut, bisa lo lihat bahwa persentase penerimaan Akuntansi Undip berada dikisaran 2-4%. Artinya, tahun 2018, hanya diterima 106 nilai tertinggi dari 3129 pendaftar yang diterima atau 3,39% nilai tertinggi dari 100% pendaftar.

Lo bisa cek juga jurusan di PTN lain untuk menjadi alternatif. Misalnya lo bandingkan dengan jurusan Akuntansi Unnes. Ternyata persentase penerimaan lebih tinggi.

Cara Menghitung Skor UTBK dengan Zenius Rasionalisasi 116

Persentase penerimaan di sini baru melihat angkanya aja. Ada beberapa faktor lain yang mesti kita perhatikan ketika menghitung tingkat keketatan “real”nya:

a. Ketetatan Relatif PTN: Persentase penerimaan 2% di PTN favorit, seperti UI, UGM, dan ITB, berbeda dengan persentase penerimaan 2% di PTN nonfavorit, karena secara historis, UI, UGM dan ITB biasanya rata-rata nilai SBMPTNnya paling tinggi

b. Ketetatan Relatif Jurusan: Persentase penerimaan 2% di jurusan-jurusan seperti favorit, seperti Kedokteran, berbeda dengan persentase penerimaan 2% di jurusan nonfavorit.

Tingkat Ketetatan = f (Persentase Persaingan, Ketetatan Relatif PTN, Ketetatan Relatif Jurusan)

Dengan mengetahui posisi nilai lo dengan para peserta lain serta tingkat keketatan “real” di PTN yang diinginkan, maka lo bisa mengira-ngira peluang diterima. Kalau dirasa peluangnya kecil, lo bisa menyesuaikan dengan mengganti pilihan ke pilihan yang lebih realistis.

Jadi kalau ditanya,

Dengan nilai segini, gue bakal diterima di jurusan dan PTN yang diinginkan apa enggak ya?

Ya, balik lagi ke PTN dan jurusan yang dipilih. Jika range nilai lo termasuk peringkat tinggi, mungkin bisa menargetkan jurusan yang persentase persaingannya tinggi dan dari PTN favorit. Namun jika range nilai lo rendah, maka bisa menargetkan jurusan yang persentase persaingannya ga tinggi dan dari PTN non favorit.

C. Ikuti survei atau simulasi nilai UTBK

Selain melihat rekapitulasi dan data penerimaan tahun sebelumnya, ada baiknya lo uji pilihan SBMPTN dengan mengikuti survei nilai UTBK yang diadakan oleh berbagai lembaga. Dengan simulasi ini, lo bisa menguji dan membandingkan secara real dengan data nilai yang sebenarnya.

Dalam mengikuti survei atau simulasi UTBK, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan:

·       Jumlah responden. Untuk mendapatkan insights yang bagus, ada baiknya jumlah respondennya banyak dan mencerminkan populasi.

·       Keamanan data. Hati-hati agar tidak asal memberitahukan data-data sensitif apabila lembaga yang menyelenggarakan survei lo rasa kurang kredibel.

Zenius Rasionalisasi

Di atas tadi gue sudah menjelaskan cara menghitung nilai rata-rata UTBK. Sekarang gue mau lo cobain fitur di Zenius, yaitu: Zenius Rasionalisasi. Pada fitur ini lo bisa memprediksi peluang masuk PTN.

Survei nilai UTBK Zenius dilakukan setelah setiap minggu ketika nilai UTBK diumumkan. Hasilnya akan diolah dan diumumkan berupa hasil simulasi final yang akan dipublish di website zenius.net pada awal Juni yang berisi kompilasi semua responden yang mengisi survei. Tampilan dan fitur simulasinya nanti kurang lebih seperti ini:

Cara Menghitung Skor UTBK dengan Zenius Rasionalisasi 117

Ketika sistemnya sudah tersedia di website, lo tinggal sign up atau sign in di website zenius.net gratis dan memasukkan nomor peserta UTBK.

***

Oke, demikian pembahasan tentang Zenius Rasionalisasi beserta tips prediksi peluang di SBMPTN dengan nilai UTBK yang kita miliki. Semoga upaya yang lo lakukan dalam menganalisis tingkat persaingan maupun jurusan yang diinginkan bisa memberikan sedikit gambaran tentang peluang nanti sehingga ga asal-asalan atau membabi buta ketika memilih pilihan di SBMPTN. Semoga bermanfaat.

Bagikan artikel ini