Mengenal Ikatan Kimia dan Jenisnya

Artikel ini akan menjelaskan tentang ikatan kimia dan jenis-jenisnya, yaitu ikatan kovalen, ikatan ionik, dan ikatan logam.

Hi, guys! Gimana nih sekolahnya? Masih lancar dan semangat ‘kan ya? Kali ini aku mau bahas tentang materi Kimia kelas 10, yaitu ikatan kimia. Lho, kok kimia ada ikatannya? Sama seperti manusia ya ada ikatan antara aku dan kamu. Hihihi.  Nah, kira-kira udah kebayang belum sih ikatan kimia itu apa dan bagaimana?

Ikatan kimia
Garam merupakan salah satu contoh senyawa yang dihasilkan dari ikatan kimia (sumber gambar: pixabay.com/onefox)

Pernah gak kamu memperhatikan garam dapur itu tersusun dari atom apa aja? Yap, Na dan Cl. Lho, kenapa mereka bisa bersatu dan membentuk senyawa garam dapur? Bagaimana cara perpindahannya? Daripada bingung, mending kita langsung bahas aja, yuk!

 

Apa Itu Ikatan Kimia?

Ikatan kimia merupakan gaya yang mengikat dua atom atau lebih untuk membuat senyawa atau molekul kimia. Ikatan itulah yang akan menjaga atom tetap bersama dalam suatu senyawa yang dihasilkan. Namun, ikatan tersebut berbeda-beda lho, guys. Ada ikatan kuat seperti yang terjadi pada ikatan kovalen, ionik, dan logam. Ada juga ikatan lemah yang terjadi pada interaksi dipol-dipol, gaya dispersi London, dan ikatan hidrogen.

Semakin kuat ikatan kimia yang terjadi, maka akan semakin stabil senyawa yang dihasilkannya. Sebaliknya, semakin lemah ikatan kimia yang terjadi, akan semakin tidak stabil senyawa yang dihasilkannya, dan dapat mengalami reaksi lain untuk membuatnya lebih stabil. Dalam pembentukannya, ikatan tersebut dipengaruhi oleh elektron valensi. Apa itu elektron valensi? Yaitu elektron yang berada pada kulit terluar suatu atom. Nah, kamu akan menemukan pembahasannya di artikel ini, jadi baca terus sampai kamu paham seluk beluk ikatan kimia ya!

 

Teori Lewis dan Kossel

Albrecht Kossel dan Gilbert. N. Lewis merupakan orang pertama yang telah berhasil dalam menjelaskan bagaimana ikatan kimia dapat terbentuk. 

Teori Lewis

Teori pertama yang akan aku jelaskan adalah teori Lewis. Dinamakan teori Lewis, karena teori ini datang dari Profesor Fisika dan Kimia dari Amerika Serikat, yaitu Gilbert. N. Lewis pada tahun 1916 di dalam artikelnya “The Atom and The Molecules”.

Kamu juga akan mengenal yang namanya struktur Lewis, yaitu langkah awal untuk menentukan bentuk molekul. Kamu bisa lihat pada contoh ikatan yang terjadi antara Litium (1 elektron), Oksigen (6 elektron), dan Neon (8 elektron) berikut ini:

struktur lewis pada ikatan kimia

Simbol titik pada ikatan di atas merupakan jumlah elektron valensi dari masing-masing atomnya.

Teori Kossel

Selanjutnya, ada Teori Kossel. Masih di tahun yang sama, Albrecht Kossel yang merupakan ilmuwan dari Jerman, juga mengajukan teori yang hampir mirip dengan teori Lewis. Bedanya terletak pada transfer elektron yang penuh antar atom-atomnya. Kamu bisa lihat teori Kossel ini pada ikatan polar.

Selanjutnya, Lewis dan Kossel menjelaskan bahwa kestabilan gas mulia  dengan konfigurasi elektron saling berhubungan. Dimana unsur gas mulia ternyata memiliki 8 elektron valensi, sehingga memiliki sifat yang stabil (kecuali He yang hanya memiliki 2 elektron valensi).

 

Jenis-jenis Ikatan Kimia

Sebelumnya udah pernah aku bahas bahwa ikatan kimia ada yang kuat dan lemah. Untuk ikatan kimia kuat terjadi pada ikatan-ikatan di bawah ini:

Ikatan Ionik

Ikatan ionik terjadi ketika ion positif dan negatif (gaya listrik Coulomb) pada setiap atomnya membentuk sebuah ikatan kimia. Ikatan ionik ini juga biasa disebut dengan ikatan elektrovalen. Contoh ikatan ionik adalah Natrium dan Fluorida (NaF).

Contoh ikatan kimia
Terjadi perpindahan elektron valensi Na ke F untuk membentuk senyawa yang stabil (sumber gambar: wikipedia)

Ikatan ionik hanya dapat terjadi antar unsur-unsur yang memiliki perbedaan keelektronegatifan cukup besar. Sehingga, terjadi serah terima elektron seperti pada contoh di atas.

Ikatan Kovalen

Ikatan kovalen terjadi ketika ada pemakaian elektron ikatan secara bersama. Ketika ikatan kovalen terjadi, maka kedua atom yang berikatan tersebut akan tertarik pada pasangan elektron yang sama. Contoh ikatan kovalen terjadi pada atom H2.

contoh ikatan kovalen
Ikatan kovalen yang terjadi antara atom H (sumber gambar: fluxsci.com)

Berbeda dengan ikatan ionik yang mengalami serah terima elektron. Untuk mencapai konfigurasi elektron yang stabil, maka kedua atom H harus menggunakan elektron secara bersama.

Ikatan Logam

Atom logam memiliki elektron valensi yang relatif kosong, hal itu dikarenakan jumlah atomnya yang sedikit. Sehingga, ada perpindahan elektron antara satu atom ke atom yang lain. Kemungkinan untuk berpindah tersebut sangat besar, sehingga elektron valensinya berbaur hingga menyerupai awan elektron yang membungkus ion positif di dalam atom.

contoh ikatan kimia jenis ikatan logam
Elektron valensi atom logam berbaur membungkus ion positif (sumber gambar: socratic.org)

Ikatan yang terjadi tersebut membuat logam ketika ditempa hanya akan mengalami pergeseran pada atom-atom penyusunnya, tapi ikatannya tetap ya, guys

Itu dia penjelasan mengenai ikatan kimia dan jenis-jenisnya. Wah, ternyata senyawa yang kita kenal seperti garam dan benda-benda logam merupakan hasil dari adanya ikatan kimia ya, guys. Seru banget belajar kimia! Mau belajar lebih lanjut? Kamu bisa tonton video materi Zenius di sini, atau bisa juga tonton video berikut ini ya!

Mengenal Ikatan Kimia dan Jenisnya 1

Dapatkan pengalaman belajar yang semakin seru dan bikin ketagihan dengan Zenius!

Download Zenius App di sini