Diferensiasi Pembelajaran Atasi Learning Loss – Zenius untuk Guru

diferensiasi pembelajaran

Bapak dan Ibu Guru, PTM (pembelajaran tatap muka) terbatas memang membawa kebahagiaan tersendiri bagi kita karena bisa bertemu lagi dengan siswa. Tapi, PTM terbatas juga menyadarkan kita kalau learning loss masih jadi dampak PJJ (pembelajaran jarak jauh) yang harus diatasi.

Terus, bagaimana solusi untuk menyelesaikan learning loss tersebut?

Tenang, jawabannya ada di Lokakarya Strategi Learning Recovery Paska PJJ di Tingkat SMA yang berlangsung secara daring di Telegram dan website zenius.net, dari 18 sampai 20 Januari 2022 lalu.

Bersama 1.668 total pendaftar yang terdiri dari guru SMA, SMK, SMP, MTs, dan mahasiswa, kita belajar tentang cara memulihkan semangat belajar siswa paska PJJ melalui diferensiasi pembelajaran. Sehingga, tercipta pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa di masa tatap muka.

Yuk, intip keseruan lokakarya Strategi Learning Recovery Paska PJJ di Tingkat SMA yang diisi oleh Angelia Iyenk (Teachers Upskilling Lead Zenius), Miss K (In Class Learning Lead Zenius), dan Leody Sarmanella (Teachers’ Trainer Zenius), serta Naradita K. Nabila (Classroom Product Operations Zenius).

Baca Juga: Mengenal Metode Project Based Learning

Mengenal Diferensiasi Pembelajaran

Ada arti tentang learning loss bisa terjadi, nggak cuma karena malas saja, melainkan juga siswa sakit, orang tua sakit, atau pindah rumah. Ada juga yang mengartikannya dengan sulit belajar dan tidak mencapai tujuan pembelajaran.

Nah, diferensiasi pembelajaran jadi salah satu trik baru untuk mengatasi learning loss akibat pandemi itu.

Lewat webinar text Telegram dan sesi live class di hari pertama,  dijelaskan kalau diferensiasi pembelajaran itu bisa dimunculkan dalam berbagai format. Contohnya, format konten, proses, produk, dan lingkungan belajar. Jadi, kita punya banyak pilihan untuk menerapkannya.

langkah diferensiasi pembelajaran
Langkah menerapkan diferensiasi pembelajaran. (Arsip Zenius)

Lanjut di hari kedua lokakarya, apa saja ya yang dibahas?

Baca Juga: Pembelajaran Seimbang dalam Kegiatan Belajar Mengajar

3 Kebutuhan Siswa untuk Diferensiasi Pembelajaran

Dalam penerapannya, kita perlu memperhatikan kebutuhan-kebutuhan belajar siswa yang dikelompokkan ke dalam 3 kategori.

Di hari kedua lokakarya, disampaikan ada 3 kebutuhan siswa tersebut yaitu:

  1. Kesiapan siswa, yaitu untuk mencocokkan materi dari kurikulum sesuai dengan kesiapan atau kemampuan siswa untuk memahami materi. 
  2. Minat siswa, kita bisa memasukkan konsep-konsep utama dari kurikulum yang membangun atau memperluas minat siswa.
  3. Profil siswa, berkaitan dengan cara belajar mereka untuk memahami materi.
strategi diferensiasi pembelajaran
Strategi awal diferensiasi pembelajaran. (Arsip Zenius)

Yuk, sekarang kita lihat diferensiasi pembelajaran dari sudut pandang yang lain yaitu asesmen atau penilaian.

Baca Juga: Menjadi Guru Inspiratif di Era Digital

Diferensiasi Pembelajaran Melalui Penilaian

Di hari terakhir lokakarya, Amanda W. Pandjaitan,Chief of Teachers’ Initiative Zenius menyampaikan bagaimana asesmen menjadi salah satu cara untuk melakukan diferensiasi pembelajaran.

Peran asesmen dalam diferensiasi pembelajaran tidak hanya untuk mendiagnosa situasi siswa dan kelompok belajar, tapi juga untuk memberikan penilaian yang berbeda sesuai dengan pemahaman yang dimiliki.

Nah, sebenarnya ada tiga peran asesmen dalam diferensiasi pembelajaran, yaitu:

  1. Membantu mengenali siswa lebih jauh.
  2. Mendukung pemahaman pengetahuan.
  3. Menilai sesuai tingkat kognitif siswa.

Saat kita tahu sampai mana tingkat kemampuan siswa, maka akan lebih mudah untuk menyusun soal yang cukup menantang bagi mereka tapi tetap sesuai dengan kompetensinya. Jadi, progress belajar siswa akan meningkat secara bertahap.

Dengan diferensiasi pembelajaran, semua soal dan asesmen yang kita berikan pada siswa akan sesuai dengan kemampuan dan tingkat kognitif mereka.

Kurang lebih begitulah rangkuman Lokakarya Strategi Learning Recovery Paska PJJ di Tingkat SMA. Bagi Bapak dan Ibu Guru yang sudah mengikuti rangkaian acaranya, tim ZenRu mengucapkan terima kasih!

Oh iya, jangan lupa manfaatkan fitur-fitur LMS (Learning Management System) ZenRu dalam kelas ya, mulai dari membagikan video pembelajaran dan latihan soal ke siswa melalui kelas virtual, melihat progres belajar siswa, sampai melakukan penilaian dengan sistem yang sudah otomatis dan hasilnya bisa dilihat langsung.

LMS ZenRu

Baca Juga Artikel Lainnya

Mengenal Kendala Pembelajaran Daring di Masa Pandemi

Hybrid Learning Jadi Solusi Efektif Pembelajaran?

Inquiry-Based Learning: Siswa Belajar Mandiri

Bagikan Artikel Ini!