Kupas Tuntas Buku Charles Darwin Origin of Species 17

Kupas Tuntas Buku Charles Darwin Origin of Species

Buku Charles Darwin Origin of Species menjadi salah satu buku monumental bagi sejarah dunia sains. Secara gambaran besar, buku ini menjelaskan tentang gagasan variasi serta teori evolusi melalui seleksi alam

Halo Sobat Zenius! Balik lagi, nih, bersama gue Adieb. Lo semua pada sadar nggak kalau hari ini, tepat pada tanggal 24 November merupakan hari paling bersejarah bagi dunia sains. Tepat pada 162 tahun lalu, salah satu seorang ilmuwan paling berpengaruh dalam sejarah asal Inggris, Charles Darwin, berhasil menerbitkan buku monumentalnya yang berjudul The Origin of Species.

charles darwin origin of species
Penulis Buku The Origin of Species | Credit Image by ThoughtCo.com

Buat lo yang belum mengenal Darwin lebih dalam, lo bisa baca-baca biografi Charles Darwin terlebih dahulu di sini. Dari situ, lo bakal banyak tahu mengenai kisah hidup Darwin, mulai dari masa kecil hingga melakukan eksplorasi laut dengan kapal HMS Beagle yang berhasil mengubah hidupnya.

Lo percaya nggak kalau Darwin sempat merasa nggak percaya diri sebelum menerbitkan mahakaryanya yang satu ini? Yap, awal mulanya Darwin memang ingin mengurungkan niatnya untuk menjadikan teori dan pemikirannya menjadi sebuah buku. 

“Loh, kok bisa gitu? Padahal, kan, kalau dilihat doi benar-benar berkompeten di bidang makhluk hidup dan alam”

Nah, gue akan mulai artikel ini dengan kisah bagaimana proses penerbitan buku Charles Darwin Origin of Species.

Butuh waktu sekitar 20 tahun bagi Darwin untuk menyelesaikan proses penerbitan mahakaryanya yang satu ini setelah kembali dari eksplorasi HMS Beagle. Yap, teori yang besar harus disertai dengan penelitian dan pengamatan yang serius. 

Pada dasarnya, teori Charles Darwin mengenai evolusi seleksi alamtelah diselesaikan pada tahun 1844. Awalnya, Darwin sempat mengurungkan niatnya untuk menerbitkan buku. Ia berpikir bahwa teori evolusi manusia yang beranggapan bahwa organisme dapat berevolusi secara bertahap melalui seleksi alam akan bertentangan dengan catatan Alkitab mengenai penciptaan makhluk hidup.

Sampai pada akhirnya, setahun sebelum penerbitan buku Charles Darwin Origin of Species, ada seorang ahli biologi muda yang bernama Alfred Russell Wallace. Wallace menerbitkan sebuah makalah yang kebetulan teorinya sama dengan Darwin. Wallace pun turut meminta pendapat kepada Darwin mengenai makalahnya tersebut.

Hingga pada akhirnya, Wallace dan Darwin berdiri bersama-sama mempresentasikan tentang evolusi di Linnean Society of London. Berkat Wallace, Darwin pun merasa terdorong untuk menerbitkan bukunya sendiri.

Alhasil, tepat pada tanggal 24 November 1859 atau 162 tahun yang lalu, buku Charles Darwin Origin of Species terbit dan dapat dinikmati oleh semua orang. Buku ini pun langsung terjual laris! Para ilmuwan cukup menerima teori evolusi dari Darwin karena berhasil membantu mereka untuk menemukan ilmu baru, yaitu Biologi. 

Baca Juga: Penemuan Fosil Lucy, Pengubah Sejarah Evolusi Manusia (24 November 1974)

Ringkasan dari Buku Charles Darwin Origin of Species

charles darwin origin of species
Buku monumental yang berbicara teori evolusi | Credit Image by goodreads.com

Dari penjelasan di atas, kita sudah tahu, nih, Sobat Zenius mengenai cerita penerbitan dari buku Charles Darwin Origin of Species yang monumental. Nah, mungkin dari lo cuman mendengar sekilas mengenai buku yang satu ini. Sebenarnya, apa, sih, isi buku dari Darwin ini? Bagaimana ringkasannya dan apa teori Charles Darwin dalam buku The Origin of Species?

Oke, tarik napas yang dalam-dalam, mari kita bahas bersama-sama.

1. Gagasan variasi

Secara garis besar, di dalam buku Charles Darwin Origin of Species, Ia ingin mengemukakan dan meyakinkan pembaca kalau semua organisme di bumi mengalami evolusi dari nenek moyang yang serupa di masa sebelumnya. Selain itu, ia juga berpendapat bahwa teori evolusi melalui seleksi alam bertanggung jawab atas perubahan dan proses adaptasi bagi para spesies.

Itulah mengapa dalam buku ini salah satu teori Charles Darwin didasarkan pada gagasan variasi. Menurut dia, tiap spesies mempunyai variasi yang berbeda satu sama lain, mulai dari variasi warna, struktur tubuh, organ tubuh, hingga ciri-ciri fisik. Uniknya, Darwin juga berpendapat kalau variasi-variasi yang dimiliki oleh beraneka ragam spesies dapat membantu mereka untuk beradaptasi dan bertahan hidup di alam.

Darwin juga menyebutkan beberapa contoh bagaimana variasi dari spesies dapat membantu mereka bertahan hidup, seperti paruh yang dimiliki burung pelatuk. Dengan paruh tersebut, burung pelatuk dapat bertahan hidup dengan memakan serangga. Lalu, ada juga sayap yang membantu kelelawar untuk terbang. 

Melalui variasi ini, Darwin juga berpendapat bahwa teori evolusi menjelaskan bagaimana variasi dapat menyebabkan asal-usul dari suatu spesies.

“Menarik juga. Terus, bagaimana Darwin mengungkapkan teori evolusi melalui seleksi alam?”

Kupas Tuntas Buku Charles Darwin Origin of Species 18
Kelelawar punya sayap untuk terbang | Credit Image by pixabay.com

2. Teori evolusi melalui seleksi alam

Dalam buku ini, seleksi alam memang menjadi salah satu hal yang dititikberatkan dalam teori Charles Darwin. Bahkan, di bab tiga dari Buku Charles Darwin Origin of Species, ia memberikan judul Struggle for existence atau bagaimana semua spesies bertahan hidup untuk tetap eksis di dalam kehidupan.

Fakta unik buat lo, pembuatan buku The Origin of Species oleh Darwin tidak terlepas dari sosok tokoh filsuf Inggris yang bernama Thomas Malthus. Thomas Malthus menerbitkan sebuah esai yang berjudul “Essay on the Principle of Population”. Dalam buku tersebut, Malthus menjelaskan kalau populasi yang terlalu banyak dan bagaimana masyarakat dapat bertahan hidup meskipun dalam kondisi yang sulit.

Nah, dari situ Darwin berpendapat bahwa pertumbuhan populasi yang tidak terbatas bisa saja terhenti karena dibatasi oleh keberadaan sumber daya alam dan geografi. Sebagai gambaran, ia mengemukakan kalau terbatasnya sumber daya seperti air, makanan, tempat bernaung, dan lain-lain akan membuat beberapa spesies terancam punah.

Disinilah masuk seleksi alam. Melalui seleksi alam, beberapa spesies yang memiliki variasi lebih kuat dari yang lain mampu beradaptasi dan bertahan hidup dengan mudah. Oleh karena itu, bagi variasi yang tidak kuat beradaptasi menghadapi perubahan lingkungan, maka mereka akan punah.

Suatu organisme akan menghasilkan keturunan secara terus menerus, baik melahirkan variasi yang kuat atau tidak. Lalu, variasi tersebut akan terus mengalami proses regenerasi dari waktu ke waktu dan menghasilkan variasi yang berbeda dari sebelumnya. Hal ini akan menghasilkan evolusi yang bercabang hingga seterusnya.

Lewat pemikiran Darwin tersebut, para ahli Biologi mampu mengidentifikasi titik di mana spesies mengalami perubahan dari spesies sebelumnya serta menghubungkan spesies baru ke spesies induk yang asli.

3. Isolasi geografis

Selain berpendapat mengenai teori evolusi seleksi alam dalam buku Charles Darwin Origin of Species, ia juga memikirkan mengenai isolasi geografis. Buat lo yang belum paham mengenai isolasi geografis, istilah ini berarti sebuah penghalang yang berpotensi mencegah spesies melakukan perpindahan dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Biasanya, hal ini terjadi di sebuah kepulauan atau pulau terpencil.

Darwin mempunyai hipotesis bahwa semua spesies berasal dari satu atau beberapa induk asli. Nah, karena hipotesisnya tersebut, ia juga berpikir bahwa spesies butuh sebuah transportasi untuk bisa bermigrasi dari satu daerah ke daerah lainnya. Sebab, kondisi geografis seperti gunung atau lautan sudah pasti akan menjadi penghambat bagi spesies untuk berpindah ke tempat lain.

Menurut Darwin, beberapa organisme yang berhasil melalui kondisi geografis seperti itu mempunyai peran besar dalam evolusi di pulau-pulau atau daerah yang terisolasi. Oleh karena itu, ia juga berpendapat kalau daerah yang terisolasi menyumbangkan spesies unik. Tidak hanya itu saja, spesies yang mampu melewati hambatan kondisi geografis juga berperan penting dalam penyebaran spesies yang lebih luas di seluruh benua.

Sejatinya, dalam buku Charles Darwin Origin of Species ada sekitar 14 bab. Bagian pertama dari buku ini terdiri dari bab 1 sampai 9 yang menjelaskan bagaimana Darwin menetapkan teori seleksi alam menjadi salah satu faktor evolusi dan kepunahan suatu spesies. 

Lalu, di bagian kedua terdiri dari bab 10 sampai 14 yang menjelaskan bagaimana seleksi alam dapat menjelaskan tentang sejarah dan keanekaragaman hidup. 

Tak lupa pula, buku ini ditulis oleh Darwin berkat penelitiannya menjadi seorang naturalis saat berlayar selama lima tahun bersama kapal HMS Beagle. Lo bisa baca kisahnya di biografi Charles Darwin dari Zenius.

Baca Juga: Robert Fulton dan Peran Kapal Uap dalam Peradaban Modern

Kontroversi dalam Buku The Origin of Species

charles darwin origin of species
Teori Charles Darwin mengenai evolusi melalui seleksi alam sempat menuai kontroversi | Credit Image by me.me

Melalui teori seleksi alam, Darwin berpendapat kalau perubahan suatu spesies itu didasarkan pada seleksi alam. Hal ini ditunjukkan oleh Darwin dari lingkungan tempat di mana suatu spesies hidup atau berkembang biak. 

Jika kita ambil mitologi Yunani mengenai penciptaan, bisa disimpulkan bahwa teori evolusi seleksi alam milik Darwin cukup menuai kontroversi. 

Salah satu penyair Yunani yang bernama Theogony Hesiod menciptakan karya pada abad ketujuh SM (Sebelum Masehi) yang menceritakan bagaimana mitos Yunani tentang penciptaan makhluk hidup dan alam semesta. 

Melalui mitos Yunani, pada awalnya hanya ada ruang kehampaan dan kosong yang dihuni oleh salah satu dewa yang bernama Chaos. Saat Chaos berkuasa, tidak ada daratan, lautan ataupun gunung-gunung seperti saat ini. 

Menurut versi cerita lain, dikisahkan sebelum Chaos ada sosok burung besar yang mempunyai sayap gelap bernama Nyx. Nyx lalu membuahi sebuah telur dan dari telur tersebut lahir seorang dewa yang bernama Chaos. Akan tetapi, menurut versi penyair Hesiod, Chaos justru menciptakan Nyx terlebih dahulu. Setelah itu, Chaos dan Nyx menciptakan Erebus.

Erebus dan Nyx kemudian menikah dan melahirkan dua anak yang bernama Aether dan Hemera.

Nah, kalau kita lihat dari cerita mitologi Yunani mengenai penciptaan dari karya Hesiod, kita bisa mengambil kesimpulan kalau manusia zaman dahulu berpikir bahwa spesies muncul begitu saja dan tidak mengalami perubahan.

Baca Juga: Hari Toilet Sedunia, Sejarah Toilet dan Perannya dalam Perkembangan Peradaban!

“Tapi, memang benar, ya, Darwin itu ilmuwan yang pertama kali menemukan teori evolusi?”

Sejatinya, jawaban dari pertanyaan tersebut tidak sepenuhnya benar, Sobat Zenius! Charles Darwin hanya mengemukakan mekanisme bagaimana teori evolusi bekerja, bukan sebagai penemunya. Lo pasti baru tahu, kan? Yap, sebelum Darwin, ada salah satu filsuf yang bernama Anaximander yang mengemukakan ide mengenai evolusi. 

Anaximander berpendapat kalau organisme berubah atau mengalami evolusi dari waktu ke waktu. Mengapa ia berpendapat seperti itu? Sebelumnya Anaximander memperhatikan bagaimana seorang bayi lahir dengan tidak berdaya.

Dari pengamatannya tersebut, ia berspekulasi bahwa manusia pasti lahir dari beberapa jenis makhluk lain. Bahkan, ia juga menyimpulkan bahwa nenek moyang kita adalah ikan. Dengan penemuannya tersebut, Anaximander juga menyimpulkan kalau semua kehidupan, termasuk kita ini berasal dari laut, Sobat Zenius.

Itu dia penjelasan singkat mengenai buku The Origin of Species. Bagi lo yang mungkin ingin merayakan hari terbitnya buku The Origin of Species, lo bisa membacanya setelah membaca artikel ini. Jika lo belum punya, buku ini masih ada di marketplace ataupun toko buku offline.

Kalau diambil kesimpulannya, Darwin memang memiliki pemikiran yang abstrak dan luar biasa. Lewat ekspedisinya bersama kapal HMS Beagle, ia berhasil menemukan teori evolusi melalui seleksi alam dengan baik. Kalau seandainya Darwin tidak menemukan teori ini, mungkin saja para ahli Biologi akan kesulitan untuk mengembangkan ilmunya mengenai spesies atau DNA.

Nah, bagi lo yang mungkin masih belum paham tentang DNA, lo bisa lihat, nih, video dari Zenius!

Cukup sekian perayaan kita mengenai lahirnya buku The Origin of Species yang usianya sudah menyentuh 162 tahun lalu. Selanjutnya, lo mau request artikel apa, nih? Coba tinggalkan komentar di bawah, ya!

Referensi:

https://www.history.com/this-day-in-history/origin-of-species-is-published-2

http://darwin-online.org.uk/EditorialIntroductions/Chancellor_vanWyhe_Origin1st.html

https://www.sparknotes.com/lit/origin/summary/

https://www.theoi.com/articles/what-is-the-greek-creation-myth/

https://www.nationalgeographic.org/encyclopedia/theory-evolution/

Bagikan artikel ini: