jenis jenis majas

Apa itu Majas?

Artikel ini akan menjelaskan tentang seluk beluk majas, mulai dari pengertian, fungsi, dan beberapa jenisnya.

Hi! Kali ini aku akan membahas tentang suatu bahasa yang membuat sebuah kalimat menjadi lebih hidup dan indah. Biasanya sih ada di dalam puisi, prosa dan berbagai karya sastra lainnya. Kira-kira apa ya namanya? Yap, mereka bernama majas.

Lho, kok disebut ‘mereka’ kak? Karena jenisnya gak hanya satu, melainkan ada banyak, guys. Hihihi.

Sebenarnya, mereka itu siapa sih? Lalu, darimana kita tau kalau di dalam suatu karya sastra terdapat majas? Oke, semua pertanyaan mengenai materi yang masuk ke pembelajaran Bahasa Indonesia ini akan dijawab tuntas di bawah.

jenis jenis majas
Gaya bahasa sangat diperlukan dalam sebuah karya sastra tulisan (sumber gambar: pixabay.com/MabelAmber)

Pengertian Majas

Majas adalah suatu gaya bahasa yang digunakan untuk mempengaruhi dan meyakinkan para pembaca atau penyimak melalui kata-kata, baik secara tulisan maupun lisan.

Nah, bahasa yang digunakan itu merupakan bahasa kiasan atau yang tidak sebenarnya. Hal itu digunakan untuk memberikan kesan yang lebih indah dan dramatis.

Adanya majas akan membuat pembawaan suatu karya sastra menjadi khas.

Fungsi Majas

Kira-kira fungsi lainnya dari majas itu apa ya? Langsung aja kita bahas fungsinya menurut Herman Waluyo, dalam buku Teori dan Apresiasi Puisi tahun 1995, yuk!

  • Penghasil kesenangan yang imajinatif.
  • Sebagai imaji tambahan yang membuat hal abstrak menjadi lebih konkret dan dapat dinikmati pembaca.
  • Dapat menambah intensitas perasaan pengarang dalam menyampaikan makna dan sikap.
  • Mengkonsentrasikan makna yang akan disampaikan.
  • Membuat sesuatu menjadi lebih singkat untuk disampaikan.

Fungsi yang lainnya ialah membuat suatu karya sastra menjadi lebih menarik dan fresh. Adanya mereka juga membuat karya tersebut menjadi lebih hidup dan imajinatif.

Jenis Majas

Nah, setelah mengetahui pengertian dan fungsinya, langsung aja yuk kita bahas berbagai macam jenisnya!

Majas Perbandingan

Pertama, ada majas perbandingan yang digunakan untuk membandingkan atau mengungkapkan sesuatu yang lain. Berikut adalah jenisnya secara umum:

  • Alegori, adalah ungkapan yang digunakan untuk menyatakan sesuatu dengan cara lain, bisa dengan cara kiasan atau penggambaran. Contoh: “sebagai manusia, cobalah untuk menjalani hidup layaknya air yang mengalir, kadang kala menemukan percabangan, dilempari sampah, hingga pada akhirnya akan berhenti di lautan”.
jenis majas alegori
Source: Unsplash
  • Simile, menggunakan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan atau penghubung. Contoh: layaknya, bagaikan, ibarat.
  • Metafora, yang merupakan perbandingan suatu benda dengan benda lain dengan sifat yang sama atau hampir sama. Contoh: kutu buku, tikus berdasi, buah tangan.
  • Hiperbola, adalah jenis gaya bahasa yang mengungkapkan sesuatu secara melebih-lebihkan dari kenyataan. Contoh: gombalanmu membuat hatiku meleleh, hatiku tercabik-cabik melihat kamu bersamanya, dia berlari secepat kilat.
  • Personifikasi, majas yang mengungkapkan benda mati sebagai makhluk bernyawa. Contoh: angin yang bertiup sore itu membelai-belai rambutku, gunung itu melambai padaku.
  • Eufimisme, ungkapan kata-kata yang dipandang tabu atau dirasa kasar dengan kata-kata lain yang dianggap lebih halus. Contoh: buta diganti menjadi tuna netra, pelayan diganti menjadi pramusaji.

Majas Pertautan

Majas pertautan adalah ungkapan yang berisi kata-kata kiasan dan berhubungan terhadap sesuatu yang ingin disampaikan dalam tulisan maupun lisan. Berikut adalah jenis-jenisnya yang umum digunakan:

  • Metonimia

Metonimia merupakan gaya bahasa yang dapat dikatakan sebagai atribut atau nama pengganti dari suatu hal, sehingga memiliki hubungan erat berupa pemilik untuk barang atau penemu hasil penemuan. Seringkali kita kenal dengan merek.

Contoh: Air mineral diganti dengan Aqua, “Kak, Aqua di rumah habis ya?”.

  • Sinekdoke

Sinekdoke merupakan majas yang menyebutkan bagian dari suatu hal untuk menunjukkan atau menyatakan semua bagian tersebut. Bisa juga sebaliknya, yaitu menyebutkan semua bagian untuk menyatakan sebagian dari suatu hal.

Contoh: Batang hidung, “Kemana aja lu baru kelihatan batang hidungnya?”.

Majas Penegasan

Majas penegasan adalah penegasan terhadap sesuatu, sehingga akan mempengaruhi pembaca atau pendengar. Berikut ini merupakan jenis-jenisnya:

  • Pleonasme, ungkapan yang menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas atau tidak diperlukan lagi. Contoh: saya masuk ke dalam ruang kelas, saya naik tangga ke atas.
  • Repetisi, gaya bahasa yang menggunakan pengulangan kata yang sama dalam satu kalimat. Contoh: kamu harus percaya sama aku, semua yang dikatakan mereka itu bohong, kamu harus percaya sama aku kalau aku gak melakukan semua itu.
  • Aliterasi, majas yang menggunakan kata repetisi konsonan pada awal kata secara berurutan. Contoh: baju baru berwarna biru, jaga janjimu janji kita selamanya, dengan senyum dengar irama.

Majas Pertentangan

Majas pertentangan menyatakan suatu pertentangan atau menggambarkan sesuatu yang berlawanan, bahkan tidak selaras. Berikut adalah jenis-jenisnya:

  • Paradoks, majas yang menyatakan dua hal seolah-olah bertentangan, namun keduanya benar. Contoh: aku merasa sendiri di tengah keramaian kota, setiap kali bertemu denganmu hatiku terasa sejuk meskipun cuaca sangat panas.
  • Antitesis, gaya bahasa yang menggunakan kata-kata berlawanan arti satu dengan yang lainnya. Contoh: berat ringan suatu masalah tergantung dari bagaimana kita menyikapinya, naik turunnya harga saat ini tidak menentu, kamu tidak boleh menilai baik buruknya seseorang dari penampilannya.
  • Anakronisme, suatu ungkapan yang mengandung ketidaksesuaian antara peristiwa dengan waktunya. Contoh: Biola itu dimainkan Jaka Tarub di gubuk tuanya dengan sangat indah (zaman dahulu tidak ada biola), sesaat setelah dilahirkan bayi itu berbicara pada ibunya (bayi yang baru dilahirkan tidak bisa berbicara, melainkan hanya menangis).

Majas Sindiran

Bagian terakhir adalah majas sindiran, yang digunakan untuk menyindir sesuatu atau seseorang dengan maksud dan tujuan tertentu. Berikut ini merupakan jenis-jenisnya:

  • Ironi, merupakan majas sindiran yang menyembunyikan fakta sebenarnya dan mengatakan kebalikannya. Contoh: tulisanmu bagus seperti benang bundet, kamu sangat tepat waktu hingga selalu hadir di saat acara sudah selesai, kue ini enak sekali sampai aku tidak mau memakannya lagi.
  • Sarkasme, gaya berbahasa yang menggunakan kata-kata berupa sindiran langsung dan kasar. Contoh: dasar otak udang, masa sih soal semudah ini tidak bisa mengerjakan!
  • Satire, suatu ungkapan yang menggunakan sarkasme, ironi atau parodi untuk menertawakan sesuatu. Jadi, satire tidak melukai perasaan seseorang. Contoh: nyaman sekali makan di sini sampai kecoa pun ikut bergabung, bajumu kekurangan bahan ya? kok ketat sekali.
  • Sinisme, merupakan sindiran yang bersifat mencemooh. Ungkapan ini lebih kasar daripada ironi. Contoh: bukankah kamu sudah pintar, mengapa harus bertanya padaku? dan percuma saja kamu sekolah tinggi kalau belajar saja malas-malasan.

Nah, itu dia beberapa hal tentang majas yang perlu kamu ketahui. Jadi, kamu udah paham ‘kan tentang pengertian, fungsi, dan jenis-jenisnya?

Dari sekian banyak jenis di atas, kira-kira yang mana yang paling sering kamu gunakan? Semoga artikel ini bermanfaat ya buat kamu. Have a nice day, guys!

Baca Juga Artikel Lainnya

Jenis-jenis Frasa

Surat Pribadi

Tipe-tipe Esai

Bagikan artikel ini: