UTBK Fest Campus Festival: IPB, UNS, dan Binus

UTBK Fest Campus Festival IPB, UNS, Binus

Hai, Sobat Zenius! Sudah ngecek kalender belum, nih? UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer) tinggal empat bulan lagi, lho! Gue saranin mulai cicil materi dari sekarang. Meskipun jalur SNMPTN (undangan) masih terbuka, cuma berharap keterima lewat jalur ini sangat enggak disarankan. Biasanya, kuota penerimaan SNMPTN kecil banget karena prioritasnya memang buat jalur UTBK. Jadi, penting banget buat tetap mempersiapkan UTBK dengan serius.

Nah, biar elo nggak bosen banget di tengah persiapan itu, elo bisa ikutin acara UTBK Fest Campus Festival. Karena acara ini nggak cuma berbagi tips lolos UTBK, tapi juga gimana kehidupan perkuliahan mahasiswa universitas negeri di Indonesia.

Di UTBK Fest Campus Festival Day-5 yang gue datangin Jumat (28/01/2022), ada yang agak berbeda, nih. Reonaldo sebagai representatif Universitas Bina Nusantara (Binus) ikutan ngobrol bareng Zenius soal kehidupan di kampus Binus. Ada info soal beasiswa juga. Gue udah cukup lama penasaran sama Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang satu ini. Soalnya, Binus masuk peringkat ke-8 kampus terbaik se-Indonesia dalam pemeringkatan QS World University Rankings 2022. Di antara semua kampus PTS di Indonesia, Binus urutan pertama!

Selain itu, ada narasumber dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yaitu Fitri Damayanti dan Aldy yang merupakan Duta Kampus IPB. Ada juga Raisha Alivia R, mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) angkatan 2019 di Universitas Sebelas Maret (UNS). Kedua kampus ini merupakan dua Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia yang “laris” banget setiap pendaftaran UTBK.

Yuk, kita simak obrolan selengkapnya!

Setahun Jadi Penghuni Asrama di IPB

Aldy kasih tips penting saat memilih jurusan di SNMPTN: banyak riset dan pastikan kalau elo emang mau di jurusan itu. Karena kalau keterima dan malah elo lepas, imbasnya bisa ke adik kelas nanti.

Beberapa PTN bakal nge-blacklist sekolah yang siswanya keterima SNMPTN tapi nggak daftar ulang. Tapi nggak semua PTN punya aturan seperti itu, seperti yang disampaikan Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Mochamad Ashari, kepada CNN. Alangkah baiknya kalau elo pikirkan matang-matang sebelum memilih jurusan, ya!

Berbeda dengan Fitri yang masuk lewat jalur UTBK-SBMPTN. Ada ujian masuk yang harus dia kerjakan. Nah, dia punya trik khusus belajar UTBK secara efektif. Fitri bercerita, kalau soal UTBK kebanyakan diulang-ulang saja. Jadi, semakin sering elo latihan soal, elo semakin mahir.

Supaya elo enggak kesulitan mecahin soal-soal apapun tipenya, elo harus paham konsep! Makanya, Fitri belajar pakai Zenius yang materi belajarnya runut dari konsep mendasar dulu, sampai ke level yang paling sulit.

Pengen masuk IPB, tapi gagal di jalur SNMPTN dan SBMPTN, nih… harus gimana dong?

Jangan khawatir! Soalnya, jalur masuk IPB tuh beragam. Selain kedua jalur tadi, masih ada jalur mandiri yang kuotanya 25%. Jalur ini dibagi lagi ke beberapa pilihan:

  • Jalur ketua OSIS: kamu pernah jadi ketua OSIS, daftar jalur ini saja! Jalur masuk seperti ini belum ada di kampus-kampus lainnya.
  • Jalur prestasi internasional dan nasional: cocok buat kamu yang sering menang olimpiade, ikut kompetisi olahraga, ataupun hafiz Al-Qur’an.
  • Jalur beasiswa utusan daerah: jalur ini hasil kerja sama IPB dengan pemerintah daerah.
  • Jalur ujian tulis: kamu bakal mengerjakan ujian tulis yang materi ujiannya dari IPB langsung.

Baca Juga: Seluk-beluk Perkuliahan di Institut Pertanian Bogor (IPB)

Nah, elo yakinin dulu pilihan jurusannya. Program studi S1 saja di IPB mencapai 39 pilihan yang tersebar di 9 fakultas dan 2 sekolah.

Eh, IPB ada sekolahnya? Apa bedanya sama fakultas IPB, nih? Perbedaan yang signifikan terletak di sistem pembelajarannya. Kalau di sekolah IPB, elo akan lebih banyak praktik (60%) dibandingkan belajar teori (40%). Sementara di fakultas, porsi belajar teorinya lebih banyak (60%), sisanya praktik di lapangan (40%).

Begitu lolos keterima di IPB, tiap mahasiswa baru wajib tinggal di asrama. Pastinya, bakalan seru banget karena elo bisa bertemu banyak teman-teman baru dari berbagai jurusan dan daerah.

“Kalo kita asrama kan, satu kamar berempat, dua sampai empat orang dan itu beda-beda jurusan. Aku kebagian orang Bekasi, tetanggaku orang Sunda semua. Ada yang dari Indramayu, Cianjur. Jadi kalau masuk asrama di IPB University, kita berasa keliling Indonesia.”

Fitri Damayanti
UTBK Fest Campus Festival: IPB, UNS, dan Binus 25
Arsip Zenius: Fakta Menarik IPB

Anak IPA Kuliah Soshum di UNS, Gimana Cara Sukses Linjur?

Kayak yang Aldy bilang tadi, pastikan jurusan kuliah yang elo pilih memang jadi keinginan elo. Nah, Raisha sudah mantap sama pilihannya waktu mau daftar SNMPTN, yakni Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV), karena kecintaannya sama menggambar. Padahal, dia anak IPA, lho. Artinya, dia harus lintas jurusan (linjur) dan mulai belajar materi Soshum. Tentunya hal ini berisiko, ya, karena Raisha nggak mendalami ilmu Sohum selama SMA.

Tapi, siapa yang tahu hasilnya kalau belum mencoba? Makanya, Raisha tetap memilih untuk linjur pas SNMPTN.

“Kalau jurusannya enggak sesuai sama yang aku mau terus aku harus 3,5 sampai 4 tahun di universitas itu. Nanti gimana kalau aku ngerjainnya nggak niat dan nilainya bobrok? Terus lulusnya gimana? Malah lulusnya tambah lama gitu kan. Intinya tuh kalo buat aku sendiri, kuliah itu yang bener-bener sesuai yang aku minat dan yang bisa aku jalanin. Kalau misal nggak bisa jalaninnya, aku lebih baik pass aja.”

Raisha Alivia R

Meskipun akhirnya gagal di SNMPTN, Raisha pantang menyerah! Apalagi, jalur masuk PTN di Indonesia enggak cuma SNMPTN. Raisha langsung ngegas belajar materi Soshum di UTBK.

Sambil menyiapkan portofolio desainnya, dia banyak membeli buku materi dan latihan soal Soshum. Raisha juga mengerjakan latihan soal-soal dari Zenius, bahkan sampai dia print dan dikerjakan satu-satu. Dan, yap! Raisha lolos sebagai mahasiswa DKV di UNS.

Jadi, banyak latihan soal memang berpengaruh banget sama kesiapan ikut UTBK.

Baca Juga: Mengenal Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS)

Raisha juga memberikan saran untuk elo yang punya minat masuk Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) kayak Raisha. Elo bisa mencoba ikut les gambar intensif, karena pengajar-pengajar di tempat les itu biasanya lulusan FSRD juga. Jadi, mereka tahu lebih banyak portofolio kayak apa yang bisa memberikan elo peluang lebih untuk lolos.

UTBK Fest Campus Festival: IPB, UNS, dan Binus 26
Arsip Zenius: Fakta Menarik UNS

Binus sebagai Kampus Swasta Terbaik di Indonesia 

Kalau ngomongin mau kuliah di mana, nggak jarang yang memilih Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Tapi, nggak semua jurusan ada di PTN. Contohnya kayak Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) yang masih terbilang jarang ada di PTN.

Nah, Binus menjadi salah satu PTS yang membuka jurusan ini. Nggak cuma itu, Binus juga memiliki 50 jurusan lain yang bisa elo pilih.

Tapi, kalau soal PTS, termasuk Binus, banyak yang penasaran apakah ada beasiswanya? Apalagi, biaya kuliah Binus terkenal cukup mahal.

Jawabannya, ada! Renaldo berbagi informasi soal Binus yang punya beragam beasiswa yang bisa elo manfaatkan mulai dari potongan biaya sebagian, sampai yang full! Contoh, Widia Scholarship. Kalau elo punya prestasi baik di bidang akademik maupun kesenian atau olahraga, elo bisa mendapatkan beasiswa full selama 4 tahun. Dengan kata lain, elo bisa kuliah gratis sampai lulus dengan mengikuti program beasiswa ini.

Kalau sistem pembelajarannya, Reonaldo bercerita di Binus ada program 3+1, di mana mahasiswanya belajar efektif hanya selama 3 tahun, dan 1 tahun terakhir keluar kampus.

Wah, ngapain tuh keluar kampus?

Baca Juga: 7 Universitas Swasta di Jawa yang Dapat Menjadi Pilihan

Nah, selama satu tahun itu mahasiswa Binus diwajibkan untuk belajar di luar kampus, kayak magang ataupun penelitian. Kalau elo punya ide bisnis, bisa juga menuangkannya di satu tahun itu. Enggak cuma itu, elo bisa belajar di kampus luar negeri selama setahun ini.

Jadi, kalau elo udah yakin banget mau masuk Binus, langsung daftar saja. Apalagi semua jalurnya mensyaratkan psikotest yang bertujuan menilai kecocokan elo sama pilihan jurusan. Hal ini buat memperkecil kemungkinan elo merasa salah jurusan waktu menjalani kuliah nanti.

“Kalau di Binus semua jalurnya pasti melalui tes. Tapi, tesnya bukan akademik, lebih ke psikotest. Tujuannya apa? Tujuannya untuk melihat teman-teman cocok nggak dengan jurusannya. Karena kita nggak mau teman-teman sampai ngerasa salah jurusan.”

Reonaldo
UTBK Fest Campus Festival: IPB, UNS, dan Binus 27
Arsip Zenius: Fakta Menarik Binus

Jadi, kurang lebih seperti itu rangkaian dari UTBK Fest Campus Festival Day-5! Kalau elo masih bingung dan butuh referensi lebih banyak soal dunia per-kampus-an, elo bisa cek artikel UTBK Fest yang lain, ya!

Bagikan Artikel Ini!