Misteri Naskah Asli Surat Perintah Sebelas Maret, di Mana dan Bagaimana Isinya?

ilustrasi surat perintah sebelas maret zenius

Sebenarnya, gimana sih isi naskah asli Surat Perintah Sebelas Maret? Di mana pula surat itu sekarang? Yuk, ikut telusuri jejaknya!

Buat elo yang udah kelas 12 SMA, mungkin elo udah nggak asing sama Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar). Buku Sejarah elo mungkin nyebut kalau Surat Perintah Sebelas Maret adalah surat pemberian mandat dari Presiden Sukarno kepada Letjen Suharto buat ngatur keamanan dan ketertiban.

Waktu itu, ribuan mahasiswa turun ke jalan dan minta PKI dibubarkan. Pasukan nggak dikenal juga datang memanaskan suasana. Kondisi Jakarta jadi kacau waktu itu. Elo bisa baca selengkapnya di sini buat tahu kronologi Supersemar ya.

Namun, elo tahu nggak sih, kalau sejarah Supersemar nggak sesimpel kayak buku mapel Sejarah yang elo baca? Sampai sekarang, isi Surat Perintah Sebelas Maret masih menjadi kontroversi. Letjen Suharto ngerasa, Presiden Sukarno mengalihkan wewenang kepadanya melalui Supersemar. Di sisi lain, Presiden Sukarno cuma nganggap Supersemar sebagai perintah kepada Letjen Suharto buat ngamanin situasi.

“Terus, mana yang benar? Memangnya, isi naskah Supersemar kayak gimana sih?” Pasti pertanyaan ini jadi terlintas di benak elo.

Masalahnya, sampai sekarang, naskah asli Surat Perintah Sebelas Maret belum ditemukan. Nggak ada yang tahu di mana surat itu berada. So, nggak ada yang tahu juga persisnya isi naskah asli Supersemar kayak gimana.

Kali ini, gue akan ngajak elo mencari beberapa petunjuk mengenai Surat Perintah Sebelas Maret. Here we go .…

Berbagai Versi Isi Surat Perintah Sebelas Maret

Meskipun keberadaan naskah asli Surat Perintah Sebelas Maret masih belum diketahui, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) punya tiga versi Supersemar.

Pertama, Supersemar versi Pusat Penerangan (Puspen) TNI AD tahun 1995. Waktu itu, Jenderal Feisal Tanjung sebagai Panglima ABRI (Pangab) ngasih satu lembar Surat Perintah Sebelas Maret ke ANRI.

Kedua, Supersemar versi Sekretariat Negara. Surat Perintah Sebelas Maret versi ini merupakan hasil reproduksi dari buku 30 Tahun Indonesia Merdeka Jilid 3: 1965-1973 yang diterbitkan tahun 1980. Supersemar versi Setneg ada yang satu lembar, ada yang dua lembar.

Misteri Naskah Asli Surat Perintah Sebelas Maret, di Mana dan Bagaimana Isinya? 33
Supersemar versi Puspen TNI AD (kiri) dan Supersemar versi Setneg (kanan). (Dok. Hendradiningrat, https://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0/)

Ketiga, Supersemar versi Yayasan Akademi Kebangsaan pada 2012. ANRI mendapatkannya dari Ketua Akademi Kebangsaan, Nurinwa Ki S. Hendrowinoto. Dalam buku Supersemar: Cara Soeharto Mendapatkan Kekuasaan (2019), Nurinwa cerita kalau temannya, Indra Musafah, ngasih Supersemar versi itu saat Nurinwa melakukan penelitian ke petilasan makam Majapahit, Tegal Sari, Surabaya.

So, Indra adalah anak dari juru kunci petilasan tersebut, Ahmad Musafah. Ayahnya disebut sebagai orang kepercayaan Presiden Suharto buat ngejaga benda peninggalannya. Indra pun nunjukin selembar Surat Perintah Sebelas Maret yang disimpan di petilasan itu kepada Nurinwa, dan Nurinwa nyerahin surat tersebut ke ANRI.

ANRI kemudian mengirim ketiga versi Surat Perintah Sebelas Maret ke Laboratorium Forensik Bareskrim Polri buat menguji keasliannya. Hasilnya, ketiganya dinyatakan nggak asli.

Supersemar versi Puspen TNI AD diketik pakai komputer, bukan mesin ketik manual. Sementara itu, tanda tangan Presiden Sukarno dalam Supersemar yang diserahkan Nurinwa bukan dalam satu tarikan tanda tangan, seperti delapan tanda tangan Sukarno lainnya di tahun yang sama (1966).

Gue kasih tahu ya, perbedaan ketiga versi kayak gimana .…

Misteri Naskah Asli Surat Perintah Sebelas Maret, di Mana dan Bagaimana Isinya? 34
Perbedaan ketiga versi Surat Perintah Sebelas Maret. (Arsip Zenius)

Baca juga: Tujuan dan Isi Supersemar, Dimulainya Era Orde Baru – Materi Sejarah Kelas 12

Di Mana Surat Perintah Sebelas Maret yang Asli?

Ada beberapa versi cerita buat mengungkap jejak keberadaan Surat Perintah Sebelas Maret. Namun, jejak itu tiba-tiba udah nggak kelihatan lagi. Ibarat kaki habis nyebur ke air terus jalan. Awalnya di lantai kelihatan basah, tetapi makin lama jejak kaki di lantai nggak kelihatan lagi.

Gue paparin dulu cerita dari tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa Supersemar. Pertama, dari Letjen TNI (Purn.) Sudharmono, yang waktu itu masih menjadi Letkol.

Dalam otobiografinya yang berjudul Pengalaman dalam Masa Pengabdian (1977), Sudharmono nyeritain momen di mana dia ditelepon Brigjen Sucipto atas perintah Letjen Suharto buat bikin rancangan surat keputusan pembubaran PKI. Telepon itu terjadi setelah Letjen Suharto menerima Supersemar.

Misteri Naskah Asli Surat Perintah Sebelas Maret, di Mana dan Bagaimana Isinya? 35
Letjen TNI (Purn.) Sudharmono saat menjadi Sekretaris Presidium Kabinet. (Dok. Pemerintah RI via Wikimedia Commons)

Letkol Sudharmono kemudian diskusi sama partner-nya, Lettu Murdiono, buat ngerancang surat pembubaran PKI. Kemudian, datanglah Brigjen Budiono (Sekretaris Markas Besar Angkatan Darat) membawa Supersemar buat difotokopi. Kolonel Sudharmono minta satu kopi Supersemar buat jadi dasar hukum surat pembubaran PKI. Surat aslinya kemudian dibawa lagi sama Brigjen Budiono ke Kostrad.

However, dalam bukunya yang berjudul Jenderal M. Jusuf: Panglima Para Prajurit (2006), Atmadji Sumarkidjo bilang kalau Budiono nggak pernah mengkonfirmasi di mana Supersemar yang asli setelah dia fotokopi. Sudharmono juga nggak nyeritain di mana fotokopian Supersemar yang diminta.

Namun, Murdiono mengaku pernah diceritain Suharto kalau Supersemar yang asli diserahkan ke Brigjen Ibnu Subroto, Kepala Pusat Penerangan TNI AD. Meskipun, sampai meninggal, Ibnu Subroto nggak pernah ngomongin itu.

Atmadji juga cerita, Jenderal TNI M. Jusuf, salah satu saksi kunci penandatanganan Supersemar oleh Sukarno, pernah ngasih tahu salinan Surat Perintah Sebelas Maret yang asli ke dia pada tahun 1991. Fotokopi itu merupakan hasil jepretan kamera Polaroid yang diambil Kolonel Inf. Aloysius Sugiyanto.

Waktu itu, Kolonel Aloysius diminta Kolonel Ali Murtopo, orang kepercayaan Letjen Suharto, buat menggandakan Supersemar. Setelah dipotret, salinan disimpan sama Kolonel Sucipto. Namun, sekarang Kolonel Sugiyanto nggak ingat di mana hasil jepretannya itu.

Baca juga: Sejarah Perkembangan Demokrasi di Indonesia (Orde Lama-Reformasi)

Penelusuran ANRI

Sejak tahun 2000, ANRI udah bikin tim pencari Surat Perintah Sebelas Maret yang asli. Tim ANRI mewawancarai tokoh-tokoh yang dianggap tahu keberadaan Supersemar, termasuk Jenderal M. Jusuf, Presiden Suharto, hingga Kolonel Budiono.

ANRI pernah nyoba menghubungi Jenderal M. Jusuf secara formal maupun informal. Namun, sampai M. Jusuf meninggal, ANRI belum berhasil dapat info spesifik darinya.

Sementara itu, setiap udah janjian ketemu, Presiden Suharto pada akhirnya menunda pertemuan. ANRI belum berhasil mendapatkan info keberadaan Supersemar asli dari Suharto, sampai Presiden tersebut meninggal pada 27 Januari 2008.

Misteri Naskah Asli Surat Perintah Sebelas Maret, di Mana dan Bagaimana Isinya? 36
Presiden Suharto. (Dok. Sekretariat Negara RI)

So, ANRI kemudian menanyakan naskah asli Surat Perintah Sebelas Maret ke Kolonel Budiono, karena dialah yang terakhir diketahui menggandakan surat tersebut. Sayangnya, ANRI belum berhasil mendapatkannya. ANRI juga udah menyelidiki Surat Perintah Sebelas Maret ke TNI AD, tetapi hasilnya nihil.

Dalam buku Supersemar: Cara Soeharto Mendapatkan Kekuasaan (2019), mantan Kepala ANRI, Mustari Irawan, bilang kalau kondisi politik di hari Supersemar emang lagi kacau. So, nggak ada yang kepikiran buat ngurusin naskah asli Surat Perintah Sebelas Maret setelah difotokopi.

Ditambah, tokoh-tokoh kunci seperti Presiden Suharto, Letjen Sudharmono, Letjen Murdiono, dan Kolonel Budiono udah meninggal. Jadinya, selama 56 tahun, keberadaan Supersemar asli masih menjadi misteri.

Sekarang, Supersemar masih masuk ke dalam Daftar Pencarian Arsip (DPA) ANRI, dan menjadi misi terbesar ANRI buat menemukannya. Kalau Supersemar ketemu, beberapa pertanyaan besar selama ini akan bisa terjawab, seperti gimana isi teks aslinya, jumlahnya berapa lembar, dan di mana surat itu dibuat.

Kalau menurut elo, di mana Surat Perintah Sebelas Maret itu sekarang? Kasih tahu pendapat elo di kolom komentar ya!

Baca Juga Artikel Lainnya:

Sultan Hamengkubuwono IX, sang Raja di Balik Serangan Umum 1 Maret 1949

Serangan Umum 1 Maret 1949: Jenderal Sudirman sang Penyusun Siasat

Kelebihan dan Kelemahan Era Orde Baru Indonesia – Materi Sejarah Kelas 12

Referensi

Historia. (2019). Supersemar: Cara Soeharto Mendapatkan Kekuasaan. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

Sudharmono. (1977). Pengalaman dalam Masa Pengabdian. Jakarta: Gramedia.

Sumarkidjo, Atmadji. (2006). Jenderal M. Jusuf: Panglima Para Prajurit. Jakarta: Kata Hasta Pustaka.

Bagikan Artikel Ini!