Sejarah Rupiah dan Mata Uang Indonesia ZENIUS

Sejarah Rupiah dan Sebelum ada Rupiah, Dengan Mata Uang Apa Orang Indonesia Bertransaksi?

Artikel ini membahas sejarah Rupiah dan sejarah mata uang lainnya yang pernah beredar di Indonesia dalam rangka memeriahkan Hari Uang Nasional.

Hai sobat Zenius, kembali lagi bersama gue, Grace! Hari ini pada tanggal 30 Oktober 2021, kita merayakan Hari Uang Nasional lho! Kalo denger kata uang nasional, gue jadi langsung kepikiran deh sama sama mata uang kita: Rupiah. Gue kadang jadi kepikiran kenapa mata uang kita itu nggak disamain aja gitu sama negara lain. Atau nggak, kenapa semua negara di dunia ini nggak pakai mata uang yang sama aja? Kalo lo penasaran kayak gue, kebetulan banget nih ternyata jawabannya pernah dibahas di artikel “Kenapa Setiap Negara Memiliki Mata Uang yang Berbeda?”.

Ngomong-ngomong soal uang, pernah nggak sih lo penasaran gimana kisahnya mata uang kita, Rupiah, bisa jadi mata uang nasional kita? Dan apa ya mata uang yang dipakai rakyat Indonesia sebelum Rupiah ada? Yuk-yuk merapat. Kita bahas kisahnya dan sejarah Rupiah bareng-bareng.

Mata Uang Indonesia

Mata Uang Indonesia Sejarah Rupiah

Mata uang. Mata dan uang. Sebenarnya apa sih makna dua kata ini ketika jadi satu frasa? Kalo kita cek di KBBI, frasa ini punya tiga makna: uang dari logam, satuan harga uang, dan satuan uang suatu negara.  Ngeliat dari pemakaian frasa mata uang di era sekarang, kita lebih sering pake arti atau definisi terakhir yaitu satuan uang suatu negara. Coba lo pikirin, mata uang negara apa aja yang lo tahu?

Selama ini apa saja ya mata uang yang pernah berlaku di tanah air Nusantara kita? Kalo lo pernah baca artikel tentang asal-usul konsep uang, lo tentu tahu bahwa dulu mata uang di berbagai tempat di dunia ini begitu bermacam-macam. Bahkan, dulu manusia juga pernah menerapkan kegiatan tukar-menukar alias sistem barter. Begitu juga di tanah Nusantara. Dulu kerajaan-kerajaan di Indonesia memiliki alat tukar yang bermacam-macam. 

Ada prasasti yang diperkirakan berasal dari tahun dari abad 9 sampai 10 M yang mengindikasikan bahwa kerajaan-kerajaan pada zaman itu telah menggunakan emas dan perak sebagai alat tukar. Kalo lo ingin lihat secara langsung berbagai mata uang zaman dahulu yang berasal dari era kejayaan Kerajaan Hindu-Buddha, lo bisa coba kunjungi Museum Bank Indonesia. Di sana ada koleksi alat tukar yang dipakai rakyat kerajaan terdahulu. Nih, kalo lo belum bisa kesampean ke Museum Bank Indonesia, gue kasih dulu link koleksi Museum Bank Indonesia yang keren banget. Di situ lo bisa lihat berbagai alat tukar yang beredar di tanah Indonesia.

Uang Hindu Buddha Sebelum Sejarah Rupiah
Contoh uang dari masa kejayaan kerajaan Hindu-Buddha | Koleksi Museum Bank Indonesia
Uang Islam Sebelum Sejarah Rupiah
Contoh uang dari masa kejayaan kerajaan Islam | Koleksi Museum Bank Indonesia

Lalu kapan dong Indonesia yang dulu disebut Nusantara mulai menggunakan uang kertas dan mengakui adanya mata uang sebagai satuan uang negara? Hmm sabar sabar.. untuk ngejawab itu kita perlu berkelana ke masa-masa jauh sebelum sejarah rupiah dimulai. Lebih tepatnya ketika penjajah mulai aktif keluar-masuk tanah Indonesia sekitar tahun 1500-an. Nah, saat itu kan Indonesia belum menjadi negara ya, jadi tentu aja Indonesia belum punya mata uang sendiri. Dari fakta itu, kira-kira mata uang apa yang mulai beredar di tanah Indonesia menurut lo? Coba tebak sambil kita pindah ke bagian selanjutnya ya.

Mata uang pada masa penjajahan di Indonesia

Kalo ngomongin penjajahan pastinya ada beberapa negara yang langsung muncul di pikiran kita: Portugis, Spanyol, Inggris, Prancis, Belanda, dan Jepang. Berhubung negara yang pernah singgah dan ngejajah Indonesia ini bermacam-macam, ya nggak kaget sih kalo mata uang yang beredar di tanah Indonesia itu macam-macam banget. 

Ngomong-ngomong, sebelum kita bahas lebih lanjut soal mata uang yang beredar pada masa penjajahan, gue ingin make sure bahwa lo nggak salah kaprah kayak gue yang dulu. Lo harus tahu bahwa Indonesia itu nggak benar-benar plek dijajah Eropa selama 350 tahun. Coba deh cek artikel “Indonesia Dijajah Ratusan Tahun Oleh Bangsa Eropa, Masa Sih?”. Nah kalo udah, kita lanjut lagi ya bahas mata uang pada masa penjajahan di Indonesia.

Kalo ngomongin mata uang yang beredar pas penjajahan, rasanya baru afdol kalo bahas masa kedudukan Belanda dan Jepang di Indonesia. Berhubung Belanda menghabiskan waktu yang lama banget di Indonesia, ada variasi mata uang dari Belanda yang beredar seiring dengan perkembangan zaman saat itu. 

Waktu Belanda menjajah Indonesia, ada kompeni dagang yang dibentuk Belanda dengan nama Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Kompeni ini menerbitkan uang dalam bentuk kertas dan koin dengan tujuan untuk menggantikan seluruh mata uang termasuk Real Spanyol yang sebelumnya sudah beredar di Nusantara.

Uang Belanda Sejarah Rupiah
Dok: Bank Indonesia

Waktu Inggris kemudian menjajah Indonesia menggantikan Belanda, Raffles sempat mengedarkan mata uang Real Spanyol kembali. Namun mata uang ini digantikan dengan Ropij Jawa pada tahun 1813.

Uang Real Sejarah Rupiah
Dok: Bank Indonesia

Ketika Belanda kembali menguasai Indonesia, mata uang koin yang dipakai adalah gulden dan sen. Lalu gimana dengan uang kertas? Untuk  mencetak dan mengedarkan uang di wilayah Hindia Belanda, Belanda mendirikan De Javasche Bank (yang sekarang berubah menjadi Bank Indonesia). Jadi kesimpulannya, dulu rakyat Indonesia yang dijajah Belanda harus menggunakan uang kertas De Javasche Bank serta uang koin gulden dan sen.

Uang De Javasche Bank Sejarah Rupiah
Uang De Javasche Bank, gambar diambil dari koleksi Museum Bank Indonesia

Kemudian pada masa pendudukan Jepang, pemerintah pendudukan Jepang menerapkan kebijakan untuk mempertahankan nilai gulden dan rupiah. Selain itu, pemerintah juga menerbitkan mata uang kertas yang disebut uang invasi. Pada masa pendudukan ini, sempat terjadi hiperinflasi karena Jepang mengedarkan terlalu banyak uang. Berikut ini beberapa gambar uang invasi.

Uang Jepang sebelum Sejarah Rupiah (1)
Dok: Bank Indonesia

Pendudukan Jepang kemudian berakhir pada tahun 1945 setelah Jepang menyerah pada sekutu. Pada tahun yang sama, Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Namun, Belanda masih saja kembali ke Indonesia dan bermaksud ingin menjajah Indonesia kembali. Mulai dari sinilah rakyat Indonesia mulai mengenal mata uang NICA dan ORI. Mari kita bahas sejarah dua mata uang ini di bagian selanjutnya.

 Sejarah NICA dan ORI, mata uang Indonesia setelah kemerdekaan

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, kondisi keuangan Indonesia buruk karena terdapat berbagai mata uang yang beredar. Selain itu, Indonesia juga kesusahan untuk mencetak uang sendiri karena kurangnya tenaga dan dana. Pada 1 Oktober 1945, pemerintah Indonesia menetapkan bahwa uang De Javasche Bank, uang Hindia Belanda, dan uang Jepang berlaku di Republik Indonesia.

Tidak lama setelah proklamasi kemerdekaan, sekutu yang diboncengi oleh Belanda datang ke Indonesia. Mereka datang karena Jepang berhasil dikalahkan, sehingga mereka ingin mengklaim kembali daerah jajahan sesuai dengan pemilik koloni yang dulu. Belanda saat itu datang sebagai Nederlandsch Indië Civiele Administratie (NICA) yang merupakan badan otoritas militer dengan tujuan untuk menjajah Indonesia kembali. Pada masa ini terjadi banyak sekali pertempuran dan perlawanan dari rakyat Indonesia melawan sekutu dan NICA. Beberapa contoh pertempurannya seperti Bandung Lautan Api, Peristiwa 10 November, Pertempuran Medan Area, Agresi Militer, dan lain-lain.

Ketika NICA mulai aktif menaklukan daerah-daerah di Indonesia, ada mata uang baru yang diedarkan. Mata uang ini dikenal sebagai uang NICA yang terlihat seperti gambar di bawah.

Uang NICA Sejarah Rupiah
Uang NICA, gambar diambil dari koleksi Museum Bank Indonesia

Pada 2 Oktober 1945, pemerintah Indonesia menetapkan bahwa mata uang NICA tadi nggak berlaku di wilayah Indonesia. Adanya berbagai mata uang di Indonesia ini membuat kondisi moneter Indonesia semakin ruwet dan buruk. Di satu sisi, NICA hanya mau mengakui uang NICA sedangkan pemerintah Indonesia tidak mau mengakui uang NICA. Jadi yah bisa terbayang bagaimana ribetnya kondisi saat itu. 

Lama-kelamaan, pemerintah Indonesia terus didesak untuk menerbitkan mata uang sendiri untuk negara Indonesia. Akhirnya mata uang Oeang Republik Indonesia (ORI) mulai diedarkan pada bulan Oktober tahun 1946 walau tentunya pengedarannya tidak mulus. A.A Maramis yang pada masa itu sedang menjabat sebagai Menteri Keuangan berusaha melancarkan pencetakan uang ORI. Namun, pencetakan dan pengedaran ORI sempat tersendat-sendat karena kesulitan bahan seperti kertas, seng ,tinta, dan bahan kimia lainnya. Pengedaran ORI pun haruslah sembunyi-sembunyi karena itu berlawanan dengan kebijakan NICA dan sekutu.

Uang ORI Sejarah Rupiah
Oeang Republik Indonesia | Dok: Bank Indonesia

Sejarah Rupiah di Indonesia dimulai

Sejarah Rupiah dari dulu hingga sekarang oleh Bank Indonesia
Dok: Media Keuangan Edisi Oktober 2020 oleh Bank Indonesia

Bermacam-macam mata uang seperti uang NICA dan uang Jepang yang sebelumnya banyak beredar harus diserahkan ke bank. Sesuai dengan ketetapan pemerintah, penyerahan harus dilakukan paling lambat 30 Oktober 1946. Saat ini mata uang Indonesia belum secara resmi bernama Rupiah. Namun, Indonesia sudah memulai usaha untuk mencapai cita-cita punya satu mata uang sendiri. Selain itu, mata uang ORI ini sudah menggunakan rupiah sebagai satuan.

Pada 27 Desember 1949, Indonesia berhasil diakui kedaulatannya oleh Belanda. Indonesia pun berubah nama menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS). Mata uang ORI kemudian digantikan dengan uang RIS. Peredaran uang RIS tidak berlangsung lama karena pada tahun 1950, terbentuk NKRI. 

De Javasche Bank resmi dinasionalisasi menjadi Bank Indonesia (BI) pada Desember 1951. Sesuai dengan dengan UU No. 11 Tahun 1953 yang mulai berlaku pada tanggal 1 Juli 1953. BI berperan sebagai bank sentral untuk Indonesia. Setelah peresmian Bank Indonesia, ada dua macam uang Rupiah yang diakui sebagai alat pembayaran yaitu uang Rupiah yang diterbitkan oleh Bank Indonesia dan yang diterbitkan oleh pemerintah Republik Indonesia (Kementerian Keuangan). Dengan catatan, uang kertas dan pecahan di bawah Rp5,- diterbitkan oleh pemerintah RI. Sedangkan untuk uang kertas pecahan Rp5,- ke atas diterbitkan oleh Bank Indonesia.

Sesuai Undang-Undang Bank Indonesia Nomor 13 Tahun 1968, Bank Indonesia diberi hak tunggal untuk mengedarkan uang kertas dan uang logam. Dengan begini, pengedaran dan pencetakan uang terpusat dilakukan oleh satu instansi resmi saja. Kebijakan ini berlaku hingga sekarang. Mata uang kita adalah Rupiah. Instansi yang bertanggung jawab untuk mengedarkannya adalah Bank Indonesia.

Baca juga: Pemerintah Bisa Saja loh Menurunkan & Menaikkan Nilai Mata Uang Rupiah. Gimana Caranya?

Penutup

Bagaimana sobat zenius, apakah lo ada pertanyaan seputar sejarah rupiah dan mata uang lain yang pernah beredar di Indonesia? Atau mungkin lo punya ide untuk artikel selanjutnya? Kalo lo punya pertanyaan maupun pernyataan, jangan ragu buat komen di kolom komentar, oke? Sampai sini dulu artikel kali ini dan sampai jumpa di artikel selanjutnya, ciao!

Referensi

https://www.bi.go.id/id/layanan/museum-bi/koleksi-museum/default.aspx

https://www.kemenkeu.go.id/single-page/sejarah-oeang/

https://historia.id/ekonomi/articles/lahirnya-uang-putih-vQzXA/page/2

https://historia.id/kuno/articles/mata-uang-zaman-kuno-P1Bj0/page/1

https://www.kompas.com/skola/read/2020/03/14/170000569/sejarah-rupiah-bermula-dari-oeang-republik-indonesia

https://www.idntimes.com/science/discovery/nena-zakiah-1/sejarah-rupiah-mata-uang-indonesia/6

Bagikan artikel ini