Sumber Daya Alam (SDA)

Materi Geografi: Sumber Daya Alam Indonesia

Artikel ini membahas materi sumber daya alam indonesia termasuk macam-macam sumber daya alam, sebaran sumber daya alam indonesia baik di wilayah perairan maupun daratan, serta prinsip ekoefisiensi dan juga prinsip pembangunan berkelanjutan.

Kalian tau gak sih kenapa kita perlu mempelajari sumber daya alam? Yap, agar kita sebagai manusia bisa mengetahui cara mengelola, menjaga, dan melestarikan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan manusia. Terlebih sumber daya alam Indonesia, tempat kita tinggal, tentunya sebagaimana kalian menjaga kamar kalian atau rumah kalian agar menjadi tempat yang layak untuk kalian tinggali kan?

Nah, pada artikel ini kita bakal bahas mengenai sumber daya alam indonesia termasuk macam-macam sumber daya alam, sebaran sumber daya alam indonesia baik di wilayah perairan maupun daratan, serta prinsip ekoefisiensi dan juga prinsip pembangunan berkelanjutan. Selain karna pengetahuan akan sumber daya alam itu sendiri penting untuk kita ketahui, materi ini juga akan kalian temui di mata pelajaran geografi kelas 10. Yuk sekarang kita bahas satu per satu mengenai sumber daya alam indonesia. 

Pengertian Sumber Daya Alam

Bentang alam yang ada dimuka bumi ini memiliki karakteristik yang sangat beragam, dari segala bentuk bentangan alam dimuka bumi ini, dan salah satu komponennya adalah sumber daya alam (SDA). 

Kata “sumber daya” sendiri merupakan nilai potensi suatu materi dalam kehidupan, yang berarti jika sumber daya alam berarti nilai potensi suatu materi dalam kehidupan yang berasal dari alam. Atau dapat didefinisikan juga sebagai nilai kekayaan yang terdapat di alam untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. 

Macam-macam Sumber Daya Alam (SDA)

Sumber daya alam atau SDA sendiri dikelompokkan menjadi berbagai macam berdasarkan sifat, jenis, dan juga kegunaannya.

Berdasarkan sifat

Berdasarkan sifatnya, sumber daya alam (SDA) dibagi menjadi 

  1. Sumber Daya Alam yang terbarukan, yang berarti sumber daya ini dapat diperbaharui dan dibudidayakan, sehingga tidak terbatas, contohnya flora dan fauna.
  2. Sumber daya alam yang tidak terbarukan, yang berarti sumber daya alam ini tidak dapat diperbaharui, dibentuk sangat lambat, dan cadangan terbatas, misalnya minyak bumi, batu bara, gas alam, dan bahan bakar lainnya. 
  3. Sumber daya alam yang selalu tersedia, jadi sumber daya alam ini akan selalu ada dalam kehidupan, misalnya udara, sinar matahari.

Berdasarkan Jenisnya

Berdasarkan jenisnya, sumber daya alam (SDA) dibagi menjadi 

  1. Sumber daya alam hayati, sumber daya yang berasal dari makhluk hidup contohnya tumbuhan hewan dan berbagai mikroorganisme.
  2. Sumber daya alam non hayati, sumber daya alam yang bukan dari mahluk hidup atau benda tidak hidup contohya tanah, udara, air,  bahan tambang.

Berdasarkan kegunaannya

Berdasarkan kegunaannya, sumber daya alam (SDA) dibagi menjadi 

  1. Sumber daya alam penghasil bahan baku, yaitu benda yang dapat digunakan untuk menghasilkan nilai gunanya lebih tinggi, misalnya flora dan fauna yang diolah lagi menjadi bahan makanan, dan sebagainya. 
  2. Sumber daya alam penghasil energi, yang berhubungan dengan tenaga. contohnya sinar matahari untuk energi manusia, udara untuk bernafas, air dan bahan tambang untuk pembangkit listrik.

Sebaran Sumber Daya Alam (SDA) Perairan

Kita telah mengetahui ada berbagai jenis sumber daya alam, yang tersebar di banyak tempat, sekarang kita bakal bahas sumber daya alam yang ada di wilayah perairan terlebih dulu. Seperti yang kita tahu bahwa Indonesia merupakan negara maritim dimana sebagian besarnya adalah laut. 

  1. Perikanan, biasanya adanya perikanan ini dipengaruhi oleh suhu, dan juga kedalaman laut. Selain itu Kedalaman laut, ikan banyak berkumpul di laut dangkal.
  2. Kekayaan pesisir, yang berada 12 mil dari garis pantai, dimana proses sumber dayanya masih dipengaruhi oleh daratan, contohnya terumbu karang, mangrove.
  3. Padang lamun, yaitu tumbuhan monokotil yang ada di laut dangkal, yang muncul di permukaan laut tapi dasarnya tertutup laut. 
  4. Pariwisata atau Panorama Indah di pantai, hal ini biasanya dikembangkan sebagai pariwisata pantai atau biasa dinamakan wisata bahari. 
  5. Energi dan pertambangan, dalam hal energi air laut bisa dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik yaitu pembangkit listrik tenaga gelombang laut (PLTGL), dalam hal pertambangan, seperti mineral, gas bumi, terdapat pada di bawah laut. Seperti minyak bumi dan gas alam yang terdapat pada endapan cekungan tersier, dan juga menjadi penghasil garam.  

Sebaran Sumber Daya Alam (SDA) Daratan

Sumber Daya Alam (SDA)
Sumber gambar: Jason Cooper/unsplash.com

Kalo tadi yang wilayah perairan sekarang kita gantian bahas sumber daya alam yang tersebar di daratan, meskipun indonesia didominasi oleh lautan, sebaran sumber daya alam (SDA) di daratan juga gak kalah banyak 

  1. Pertanian, Indonesia terkenal dengan negara agraris, kenapa karna karakteristik tanah indonesia cocok untuk bidang agraria. Contonya, ladang, tegalan, sawah (baik sawah irigasi dan sawah tadah hujan), kebun atau pertanian industri. Selain faktor fisik, faktor teknik juga perlu diperhatikan dalam pertanian, contohnya rotasi tanaman. 
  2. Peternakan, dimana usaha ternak dibagi menjadi 3 yaitu ternak hewan besar (sapi, kuda, kerbau), hewan kecil (kambing, domba), dan unggas (itik, ayam dan lain-lain). Contohnya di jawa barat banyak peternakan itik, di sulawesi selatan banyak peternakan kerbau, dan di nusa tenggara banyak peternakan kuda. 
  3. Kehutanan, sebagai negara dengan iklim tropis, dengan curah hujan yang tinggi, oleh karena itu indonesia cocok ditumbuhi hutan hujan tropis, yang berguna sebagai paru-paru dunia dan juga ekspor kayu.
  4. Pertambangan, tidak hanya di wilayah perairan, pertambangan juga ada di wilayah daratan, contohnya sisa tumbuhan dan hewan yang mati yang terkubur di dalam tanah sehingga membentuk batuan, dan menghasilkan minyak bumi, batu bara dan lain-lain. 
  5. Pariwisata, indonesia sangat kaya dengan kenampakan alam seperti pegunungan, lembah, air terjun, dan lain lain yang dapat dimanfaatkan menjadi tempat pariwisata.
  6. Perikanan Darat, atau bisa disebut juga perikanan air tawar atau air payau, biasanya penangkapannya bisa dilakukan di sungai, rawa, waduk, dan lain-lain atau dibudidayakan. 

Prinsip Ekoefisiensi

Di Kehidupan kita sebagai manusia baik individu maupun kelompok kita pasti sangat membutuhkan sumber daya alam, oleh karena itu penting bagi kita untuk mengelola sumber daya alam secara efisien. Untuk itu, dikenal lah prinsip ekoefisiensi. 

Prinsip ekoefisiensi, merupakan prinsip yang bertujuan menyeimbangkan antara efisiensi ekonomi dengan efisiensi ekologi atau lingkungan sehingga meminimalisir limbah yang terbuang. Supaya bahan yang diambil itu dapat digunakan secara menyeluruh

Dimana prinsipnya sebagai berikut 

  1. pemanfaatan sda yang dapat diperbaharui, 
  2. minimalisasi penggunaan bahan baku, 
  3. mengurangi limbah berbahaya ke lingkungan, serta 
  4. Menghasilkan produk yang bisa daur ulang

Selain prinsip ekoefisiensi ini, ada juga prinsip lainya yang akan kita bahas dibawah ini.

Prinsip Pembangunan Berkelanjutan

Kita memanfaatkan sumber daya alam harus didasari oleh pembangunan berkelanjutan. Tujuan dari pembangunan berkelanjutan adalah memaksimalkan sumber daya alam untuk menghidupi masa kini tanpa membahayakan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya. 

Dimana prinsipnya adalah sebagai berikut 

  1. Equity, pemerataan guna untuk menyeimbangkan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan di kehidupan masyarakat.
  2. Ekonomi, keahlian dan performa pekerja yg perlu ditingkatkan agar daya saingnya semakin meningkat demi mendapatkan pekerjaan yang layak, meningkatkan infrastruktur dasar, serta menerapkan kerjasama ekonomi strategis. 
  3. Energi, meminimalisir sumber yang digunakan atau memanfaatkannya dengan efektif sehingga limbahnya bisa berkurang 
  4. Ekologi, menempatkan pembangunan itu diwilayah yang sesuai dalam aspek ekologis, pembangunan nya juga tidak melebihi dari kapasitas lingkungan itu sendiri. 
  5. Engagement, pentingnya peran dari masyarakat itu sendiri agar upaya ini dapat optimal, dimana pemerintah harus berperan sebagai fasilitator yang menampung aspirasi masyarakat. 

Pembangunan berkelanjutan untuk tujuannya tercapai memiliki 2 syarat, yaitu peningkatan potensi sda dengan pengelolaan yang ramah lingkungan, dan dengan menjamin kesempatan yang adil dan merata disetiap masyarakat. 

Pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA)

Pemanfaatan sda yang ada di lingkungan bagi pembangunan yang berkelanjutan

  1. Reklamasi, bertujuan untuk memperluas lahan dengan penciptaan lahan baru. Yang dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya dengan pengeringan rawa dengan cara membuat saluran air atau tanggul, selain itu melakukan perbaikan lahan bekas tambang, dan juga pengeringan laut. 
  2. Peningkatan lahan garapan, tidak semua lahan bisa dijadikan pertanian jadi diperlukan kondisi fisik yang mendukung, seperti ketersedian air dan matahari. Selain itu topografi atau relief juga perlu diperhatian dan juga tingkat kesuburan tanah. 
  3. Meningkatkan persediaan pangan, dimana pangan merupakan kebutuhan pokok manusia,yaitu dengan peningkatan hasil panen atau revolusi hijau, yaitu dengan cara intensifikasi pertanian, diversifikasi, ekstensifikasi pertanian, rehabilitasi pertanian, dan yang terakhir dengan mekanisasi pertanian. 
  4. Pengembangan transportasi, seperti sepeda, gerobak yang ditarik hewan , dan juga delman, namun dengan seiring perkembangan zaman, pada awal abad ke-19, ditemukan mesin uap yang diterapkan pada kereta uap dan terus berkembang hingga ditemukan bahan bakar untuk kendaraan bermotor dan transportasi udara 

Meskipun merupakan upaya untuk memaksimalkan penggunaan sumber daya alam (SDA) dan mengurangi adanya limbah, nyatanya prinsip pembangunan berkelanjutan ini menimbulkan berbagai dampak yang tidak hanya berdampak positif namun juga dampak negatif. 

Dampak Positif

Tingkat keberhasilan dari suatu pembangunan dibagi menjadi 2 indikator, yaitu indikator ekonomi dan indikator sosial.

Indikator Ekonomi, berkaitan erat dengan faktor finansial hal ini dapat dilihat dari 

  1. peningkatan produk nasional bruto (PNB). menunjukkan nilai seluruh produk dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam setahun. 
  2. Fasilitas transportasi dan komunikasi. Berupa pembangunan jalan, tol, bandara dan lain-lain menunjukkan pembangunan dengan peningkatan aksesibilitas, sementara untuk komunikasi saat ini telpon tidak lagi memakai kabel melainkan menggunakan gelombang elektromagnetik yang berbentuk Hp. 
  3. Konsumsi energi, dalam pembangunan memerlukan banyak energi, termasuk energi listrik yang dihasilkan bahan bakar fosil dan juga batu bara. Semakin meningkatnya konsumsi energi hal ini berarti meningkatnya pembangunan.
  4. Tenaga kerja di sektor industri, peningkatan pembangunan dari segi tenaga kerja dapat dilihat dari peningkatan tenaga kerja di industri tersier dan sekunder. 

Indikator Sosial, berkaitan dengan kualitas hidup manusia

  1. Peningkatan melek huruf, berkaitan dengan tingkat pendidikan, yang menunjukkan meningkatnya pembangunan di daerah tersebut. 
  2. Kesehatan dan kesejahteraan yang di cerminkan dengan angka harapan hidup dan juga angka kematian bayi.  Selain itu juga dicerminkan dari angka kekurangan gizi, kasus kelaparan dan lain-lain.

Tidak hanya itu ada juga Indikator lainya seperti sebagai berikut:

  1. Peningkatan investasi, dengan adanya peningkatan bangunan akan ada peningkatan pendapatan di suatu daerah.
  2. Potensi daerah, dengan adanya pembangunan, maka meningkat juga pengetahuan mengenai potensi dari daerah mereka sendiri.
  3. Mengurangi ketergantungan dengan negara asing, yaitu memiliki sektor industri yang lebih melimpah, sehingga  tidak lagi bergantung dengan barang-barang impor untuk memenuhi kehidupan masyarakat. 

Dampak Negatif

Tidak hanya dampak positif, namun pembangunan berkelanjutan ini ajuga memberikan dampak negatif

  1. Deforestation atau penggundulan hutan, yang disebabkan oleh pembangunan pemukiman, perluasan lahan pertanian, penggunaan bahan bakar kayu, pembalakan atau penebangan liar yang tidak terkendali, penambangan terbuka.
  2. Penggersangan lahan, disebabkan oleh proses alamiah, kegiatan pertanian yang terus menerus, jumlah hewan ternak yang meningkat, penggunaan teknologi irigasi modern, dan juga vegetasi yang berkurang.
  3. Pencemaran, disebabkan oleh sampah, pupuk kimia, pembakaran bahan bakar fosil, dan juga berbagai limbah yang mencemari tanah, air, dan juga udara. Untuk lebih detailnya kalian bisa baca artikel pencemaran lingkungan
  4. Pemanasan global atau Global warming, yang disebabkan oleh efek rumah kaca yang menjebak panas yang terjaga di bumi dan menyebabkan temperatur bumi semakin meningkat dan menyebabkan melelehnya es di kutub, untuk lebih jelaskan bisa dibaca di artikel perubahan iklim

Nah sekarang kalian jadi paham kan pentingnya memanfaatkan sumber daya alam (SDA) kita se efektif dan efisien mungkin terutama sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, tidak hanya karena sumber daya alam itu terbatas, tapi juga berbagai dampak yang ditimbulkan akibat konsumsi manusia terhadap sumber daya alam kita. Jika kalian mau pembahasan mengenai sumber daya alam indonesia yang berupa video singkat dan dijelaskan oleh tutor geografi zenius, kalian bisa akses di materi sumber daya alam indonesia secara gratis loh, dan juga ada latihan soalnya juga. Semoga artikel ini dapat membantu kalian ya, semangat belajarnya!

Baca juga Artikel Geografi Lainya

Dinamika Hidrosfer

Dinamika Planet Bumi

Bagikan artikel ini: