Statistika Deskriptif Zenius Matematika Wajib Kelas 12

Pengantar Konsep Statistika Deskriptif

Artikel ini membahas konsep statistika deskriptif untuk pelajaran Matematika Wajib kelas 12 dengan memberikan berbagai informasi dasar, pemahaman konsep, dan rekomendasi artikel-artikel Zenius yang membahas setiap metode statistika deskriptif.

Hai sobat Zenius, kembali lagi bersama gue, Grace! Kali ini kita akan ngebahas statistika deskriptif, ilmu yang berguna dan penting banget untuk penelitian dan analisis data apapun. Dengan ilmu ini, lo bisa mendapatkan informasi yang berguna dari data dan variabel yang ada. Memangnya informasi seperti apa ya yang didapatkan dengan mengimplementasikan metode statistika deskriptif? Yuk, kita coba cari tahu lebih lanjut!

Definisi Statistika DeskriptifApa itu statistika deskriptif

Sebelum ngebahas apa itu statistika deskriptif, apakah lo tahu apa bedanya statistik dan statistika? Coba kita cari tahu perbedaan artinya supaya kita bisa simpulkan apa itu statistika deskriptif nanti ya.

Lo bisa lihat definisi statistika menurut KBBI di atas. Dari situ kita bisa tahu bahwa statistika itu mengacu pada salah satu cabang ilmu yang mempelajari tentang bagaimana mengumpulkan, mengolah, menganalisis, menyajikan, interpretasi data dan mengambil kesimpulan.

Sedangkan, statistik adalah catatan angka dan hasil pengolahan data. Hasil pengolahan data bisa berupa rata-rata (mean), nilai tengah (median), modus dan masih banyak lagi. Sekarang kita sudah tau apa itu statistik dan statistika. Selanjutnya, kita cari tahu definisi deskriptif menurut KBBI.

Melihat definisi deskriptif di atas, kira-kira apa ya definisi statistika deskriptif? Bisa dibilang, statistika deskriptif merupakan ilmu atau metode untuk mengumpulkan, menggolongkan, dan menganalisis data yang berupa angka untuk memberikan informasi atau keterangan yang berguna. Singkatnya, statistika deskriptif adalah metode yang berhubungan dengan pengolahan data untuk mendapatkan informasi.

Perbedaan statistika deskriptif dan statistika inferensial

Statistika Desktiptif VS Statistika Inferensial Zenius
Contoh Video Matematika Zenius Education

Sobat Zenius, mungkin sebelumnya lo pernah dengar statistika deskriptif dan statistika inferensi. Sama-sama merupakan ilmu pengolahan data (statistika), apa ya perbedaan statistika deskriptif dan statistika inferensial?

Kalau statistika deskriptif itu lebih mengarah pada proses pengumpulan, analisis dan penyajian data yang bisa berupa mean, median, standar deviasi, range, dan lain sebagainya. Sedangkan, statistika inferensi itu lebih mengarah pada pengambilan kesimpulan, korelasi, dan dugaan berdasarkan analisis data yang ada.

Nah, untuk mendapatkan data yang nantinya diolah dengan statistika, lo akan bertemu dengan istilah populasi dan sampel. Populasi adalah keseluruhan objek yang diteliti, sedangkan sampel adalah kelompok bagian dari populasi. Contohnya seperti ini. Misal semua seluruh mahasiswa di Sekolah XYZ adalah populasi sebuah penelitian. Lalu, sampel dari penelitian tersebut adalah murid kelas 9 di Sekolah XYZ. Begitulah konsep populasi dan sampel. Selanjutnya, kita akan bahas apa kegunaan statistika deskriptif dan apa yang dipelajari dalam statistika deskriptif.

Apa kegunaan statistika deskriptif

Metode Statistika Desktiptif

Lalu apa gunanya mempelajari dan menggunakan statistika deskriptif? Salah satu kegunaan yang paling populer adalah untuk menganalisis dan mengolah data yang dikumpulkan dari sebuah penelitian. Kalo lo lagi duduk di bangku SMA, ada kemungkinan lo mulai mengenal karya ilmiah dan diminta untuk melakukan penelitian kecil-kecilan. Atau kalo saat ini lo udah kuliah, lo akan mengadakan penelitian untuk tugas akhir alias skripsi lo. Nah, statistika deskriptif ini berguna untuk memberikan informasi dan hubungan variabel dari data yang telah lo kumpulkan dengan susah payah.

Selain itu, statistika deskriptif itu tetap bisa terpakai bahkan ketika lo masuk ke dunia kerja sekalipun. Misalnya, lo ingin memulai sebuah startup. Tentu lo harus membuat perkiraan finansial usaha tersebut dari tahun ke tahun, termasuk pengeluaran dan pemasukannya. Dengan statistika deskriptif, lo bisa mencoba untuk mengolah data untuk mendapatkan informasi yang lo perlu seperti misalnya mencari rata-rata pengeluaran dan pemasukan per tahun. Tentu saja statistika deskriptif nggak cuma dipakai untuk mencari mean atau rata-rata saja ya. Masih banyak banget hasil dan informasi yang bisa kita dapatkan dari metode ini. Kira-kira apa saja dan bagaimana ya cara mendapatkan informasinya?

Metode statistika deskriptif

Dengan menggunakan statistika deskriptif, kita bisa mendapatkan berbagai informasi dari data dan variabel sebagai berikut ini.

  • Pemusatan data pada data tunggal dan data berkelompok (mean, median, dan modus)
  • Ukuran letak data tunggal dan data berkelompok (kuartil dan desil)
  • Ukuran penyebaran data pada data tunggal (jangkauan, jangkauan antar kuartil, simpangan, simpangan rata-rata)
  • Ukuran penyebaran data pada data berkelompok (jangkauan, jangkauan antar kuartil, simpangan kuartil, simpangan baku, dan ragam)

Habis ini kita akan membahas berbagai konsep maupun rumus dari metode di atas secara singkat. Gue juga akan merekomendasikan artikel-artikel dan materi Zenius yang berhubungan dengan metode tersebut. 

Mean, median, dan modus

Oke, sekarang kita akan ngebahas pemusatan data pada data tunggal dan data berkelompok dalam statistik deskriptif. Pemusatan data itu ada tiga: mean, median, dan modus. Kita akan bahas satu-satu secara singkat.

    • Mean atau rata-rata adalah perbandingan jumlah seluruh data dan banyaknya data. 
    • Median adalah nilai tengah dari data yang ada. Gue pribadi punya cara sendiri untuk ngapalin apa itu median. Dari tulisannya kan awalnya ada ‘med’, seperti medium. Nah, medium itu biasanya tengah-tengah, di bawah large tapi di atas small. Jadi, gue selalu inget banget median itu artinya nilai tengah.
  • Modus adalah nilai yang frekuensi kemunculannya paling banyak. Dengan kata lain, modus merupakan nilai yang paling sering muncul dibandingkan dengan nilai-nilai lainnya.

Untuk mempelajari konsep dan contoh soal ketiga hal ini, silahkan baca: 

Mean, Median, Dan Modus Dalam Data Numerik Tunggal

Rumus Rata-Rata dan 1 Cara Gampang Menghitungnya

Kuartil, desil, dan persentil

Selanjutnya kita akan membahas ukuran letak data tunggal dan data berkelompok. Ada tiga hal yang akan dibahas yaitu kuartil, desil, dan persentil. Nah, gue mau coba tebak-tebakan deh sama lo. Ketiga istilah tadi itu mengacu pada ukuran yang digunakan untuk membagi data dengan sama rata. Ada yang membagi menjadi empat, sepuluh, dan seratus bagian. Kira-kira kuartil artinya dibagi menjadi berapa bagian nih?

Dari namanya ‘kuartil’, sebenarnya bisa ditebak bahwa kata tersebut berhubungan dengan seperempat. Dalam bahasa Inggris, seperempat itu disebut sebagai “quarter” dan kuartil itu disebut “quartile”. Jadi ingat-ingat aja, kua seperti qua yang berhubungan dengan seperempat. Jadi, kuartil adalah nilai yang membagi data menjadi 4 bagian secara sama rata.

Tidak jauh berbeda dengan kuartil, konsep desil dan persentil pun juga sama-sama membagi data secara sama rata. Namun, desil membagi data yang ada menjadi 10 bagian. Sementara itu, persentil membagi data yang ada menjadi 100 bagian. Untuk penjelasan lebih lanjut serta contoh soal kuartil, desil, dan persentil data tunggal dan berkelompok, silahkan baca:

Rumus Kuartil Data Tunggal dan Data Kelompok

 Statistika: Rumus Desil dan Rumus Persentil

Jangkauan, simpangan, ragam

Wah sekarang kita sudah sampai ke bagian  penyebaran data tunggal dan data kelompok. Untuk mendapatkan informasi mengenai penyebaran data, terdapat beberapa ukuran yang bisa digunakan sebagai berikut.

  • Jangkauan

Singkatnya, jangkauan adalah nilai dari selisih nilai maksimum dan nilai minimum. Oleh karena itu, ketika menghitung jangkauan atau range, data harus sudah diurutkan dari terkecil ke terbesar. Untuk penjelasan lebih lanjut, silahkan baca artikel di bawah ini:

Rumus Simpangan Kuartil, Jangkauan, Jangkauan Antar-kuartil, Langkah, dan Pagar 

  • Simpangan

Suatu nilai yang digunakan untuk mengukur seberapa jauh data yang lain menyimpang dari rata-rata. Terdapat berbagai jenis simpangan yaitu simpangan baku, simpangan rata-rata, dan simpangan kuartil. Untuk penjelasan lebih lanjut, silahkan baca artikel di bawah ini:

2 Rumus Standar Deviasi dan Pembahasan Soal

Rumus Simpangan Baku Data Kelompok dan Pembahasan Soal

  • Ragam

Dalam statistik, ragam adalah nilai perbandingan antara simpangan baku (atau standar deviasi) dengan nilai rata-ratanya, dalam bentuk persen. Ragam berguna untuk melihat jarak persebaran antara bilangan yang ada. Untuk penjelasan lebih lanjut, silahkan baca artikel di bawah ini:

2 Rumus Ragam dan Pembahasan Soal

Rumus Ragam Data Kelompok dan Pembahasan Soal

Rumus Ragam Data Tunggal dan Pembahasan Soal

Belajar statistika deskriptif bersama Zenius

Supaya lo lebih ngerti konsep statistika deskriptif, gue saranin lo coba deh nonton video materi, ngerjain latihan soal, sama ikut live class Zenius. Soalnya materi di Zenius itu nggak cuma sekedar ngajarin rumus tapi bener-bener bikin lo ngerti konsep sampai ke akar-akarnya. Kuy langsung aja download aplikasinya di playstore atau apple store. Pastikan lo udah bikin akun zenius supaya bisa akses materi-materinya ya.

Statistika Deskriptif Zenius 1

Statistika Deskriptif Zenius 2

Penutup

Bagaimana sobat zenius, apakah lo ada pertanyaan seputar topik kita kali ini? Atau mungkin lo punya ide untuk artikel selanjutnya? Kalau lo punya pertanyaan maupun pernyataan, jangan ragu buat komen di kolom komentar, oke? Sampai sini dulu artikel kali ini dan sampai jumpa di artikel selanjutnya, ciao!

Bagikan artikel ini