Sejarah Hardiknas

Sejarah Hardiknas: Kenapa Diperingati Setiap 2 Mei?

Tulisan ini membicarakan mengenai peringatan Hardiknas 2021 dan sejarah hardiknas yang erat kaitannya dengan Ki Hadjar Dewantara.

Halo teman-teman semuanya. Selamat memperingakti Hari Pendidikan Nasional 2021 ya! Di peringatan Hardiknas tahun ini, tema yang diusung adalah “Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar.” Sebenarnya bagaimana sih sejarah hardiknas itu? Kenapa diperingatinya pas pada 2 Mei dan kenapa tidak di tanggal yang lain? 

Ternyata, pemilihan tanggal 2 Mei sebagai tanggal peringatan hari pendidikan nasional bukanlah hal yang sembarangan loh guys. Ada pertimbangan khusus yang akhirnya menjadikan tanggal 2 sebagai hardiknas dan bukan tanggal lain. Ada sejarah hardiknas yang membuat tanggal 2 Mei akhirnya dipilih.

Apa itu Hardiknas?

Hari Pendidikan Nasional atau singkatnya disebut Hardiknas, merupakan sebuah peringatan mengenai pendidikan nasional yang biasanya dilakukan dengan cara menyelenggarakan upacara. Selama pandemi pun upacara tetap dilangsungkan meski dilakukan secara daring. Hardiknas sendiri diperingati setiap tanggal 2 Mei.

Sejarah Hardiknas

Sejarah Hardiknas 

Hardiknas pertama kali ditetapkan pada 1959 oleh Presiden Soekarno melalui Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 316 tahun 1959 tentang Hari-Hari Nasional yang Bukan Hari Libur. 

Pemilihan tanggal 2 Mei mengacu pada tanggal lahir dari Ki Hadjar Dewantara yang mana merupakan tokoh pendidikan nasional. Ki Hadjar lahir pada tanggal 2 Mei 1889. Beliau merupakan pendiri Taman Siswa yang saat itu merupakan langkah yang bisa dibilang progresif. Kenapa begitu? Saat itu, pendidikan merupakan hal yang mewah. Hanya orang-orang kalangan atas lah yang memiliki akses terhadapnya. 

Kalau bukan keturunan eropa, maka kamu harus lahir dari keluarga bangsawan jika ingin bersekolah. Tidak seperti sekarang ini di mana pendidikan bisa diakses dengan jauh lebih mudah bahkan kamu bisa belajar di mana aja dan kapan aja misalnya dengan belajar bareng Zenius. 

Karenanya, pendirian Taman Siswa merupakan hal yang sangat istimewa. Ki Hadjar Dewantara sendiri, atau yang memiliki nama lahir Soewardi Soerjaningrat, memang dikenal sebagai orang yang pemberani. Di era kebangkitan nasional, Ki Hadjar dikenal sebagai jurnalis sekaligus aktivis yang dihormati. 

Ia kerap melontarkan kritik terhadap kondisi pendidikan di Hindia Belanda yang saat itu memang sebegitu eksklusifnya. Beliau sempat mengenyam pendidikan di Belanda di mana beliau bergabung dengan Indische Vereeniging yang mana merupakan organisasi pelajar Indonesia pertama. 

Baru setelah dipulangkan dari Belanda lah Ki Hadjar mendirikan lembaga pendidikan Taman Siswa di Yogyakarta. Selain mendirikan Taman Siswa, beliau jugalah yang mencetuskan falsafah terkenal dalam pendidikan Indonesia yang berbunyi “ ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani” yang artinya “Di depan memberi teladan, di tengah memberi bimbingan dan di belakang memberi dorongan.” Sebuah falsafah yang pastinya sudah tidak asing di telinga kalian. 

Atas perannya dalam pendidikan dari era kebangkitan nasional, Presiden Soekarno pun menunjuk beliau Ki Hadjar Dewantara menjadi menteri pendidikan yang saat itu bernama menteri pengajaran. 

Wafatnya Ki Hadjar dan Penetapan Hardiknas 

Sepak terjang Ki Hadjar Dewantara dalam dunia pendidikan nasional sangatlah berpengaruh. Karenanya, beliau pun mendapat penghormatan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 1957. Dari UGM, beliau dianugerahi gelar doktor kehormatan (doctor honoris causa, Dr.H.C). Dua tahun setelah menerima penghargaan tersebut, Ki Hadjar mengembuskan nafasnya yang terakhir tepatnya pada 28 April 1959. Beliau wafat di Yogyakarta. 

Pada tahun yang sama dengan tahun wafatnya Ki Hadjar, Presiden Soekarno melalui keppres-nya menetapkan tanggal lahir Ki Hadjar Dewantara (2 Mei) sebagai hari pendidikan nasional yang setiap tahunnya kita peringati. 

Sekian artikel mengenai sejarah hardiknas. Kisah perjuangan Ki Hadjar Dewantara merupakan hal yang sangat baik untuk dicontoh. Bagaimana ia memperjuangkan pendidikan adalah contoh bagi kita semua.

Baca Juga Artikel Lainnya

Sejarah Hardiknas adalah Penghormatan untuk Ki Hadjar Dewantara

Biografi Singkat Ki Hadjar Dewantara