Sejarah Cokelat

Sejarah Cokelat: Untung Kita Lahir Sesudah Tahun 1900-an

Artikel ini membahas sejarah cokelat serta fakta menarik lainnya.

Hai sobat Zenius, kembali lagi bersama gue, Grace! Hari ini gue lagi bersemangat banget nih, soalnya kita akan bahas tentang salah satu hal yang disukai banyak orang yaitu… COKELAT,  makanan favorit jutaan umat manusia. Kira-kira dari mana ya cokelat berasal? Yuk kita jelajahi sejarah cokelat bareng-bareng!

Guys, kalian suka makan atau minum cokelat nggak?

View Results

Loading ... Loading ...

Cokelat atau coklat?

Sebelum menyelami asal usul cokelat lebih dalam, kita harus tahu hal ini dulu dong. Mana sih yang benar: cokelat atau coklat? Jangan-jangan keduanya benar. Supaya nggak bingung coba kita cek KBBI daring ya. Pertama kita coba cek kata ‘cokelat’.

co.ke.lat1 /cokêlat/

bentuk tidak baku: soklat, coklat

  1. n pohon yang termasuk jenis tanaman daerah panas, tingginya antara 5–6 m, berbunga dan berbuah sepanjang tahun, buahnya berwarna ungu atau kuning bergantungan pada batang yang besar, bentuknya lonjong, panjangnya antara 15–20 cm, mengandung biji seperti kacang-kacangan antara 50–100 biji, biasa diolah menjadi bubuk atau kristal, dibuat minuman atau makanan lezat lain
  2. n bubuk dari biji cokelat
  3. n gula-gula yang dibuat dari bubuk cokelat

co.ke.lat2 /cokêlat/

  1. n merah kehitam-hitaman seper

Lalu bagaimana dengan coklat? Sepertinya yang lo bisa lihat di atas, coklat merupakan bentuk tidak baku dari kata ‘cokelat’. Bahkan, lo tidak bisa menemukan arti kata coklat di KBBI. Namun pada kenyataannya, kata ‘coklat’ sering dipakai oleh banyak orang dan perusahaan. Bahkan, ada beberapa industri makanan yang menuliskan kata coklat seperti rasa coklat, susu coklat, bahan coklat, dan lain sebagainya. Akan tetapi mulai sekarang sudah fix ya, ‘cokelat’ adalah penulisan baku yang benar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Karena hal ini sudah clear, mari kita seruput teh manis kita sambil berpetualang ke masa lalu, ketika suku legendaris di Mesoamerika berjaya. 

Sejarah cokelat di Mesoamerika: asal usul biji kakao dan cokelat

Sejarah Cokelat Mesoamerika
Sejarah Cokelat Mesoamerika

Cokelat merupakan hasil pengolahan buah pohon kakao. Nah, jejak pohon kakao dan kisah cokelat dapat dilacak hingga lebih dari 4000 tahun yang lalu, di sebuah wilayah geografis yang disebut Mesoamerika. Bila dilihat dengan peta dunia saat ini, wilayah Mesoamerika terbentang dari tengah Meksiko hingga beberapa wilayah di sekitarnya termasuk  sebagian Belize, El Salvador, Guatemala, Honduras, Kosta Rika, dan Nikaragua. Supaya lebih mudah dipahami, coba lihat peta dibawah ini.

Peta Benua Amerika
Peta Benua Amerika | Sumber: Padlet

Ini adalah peta Amerika yang dibagi menjadi dua kontinen: Amerika Utara dan Amerika Selatan. Di situ tidak ditunjukkan ya mana yang utara dan selatan. Tapi asalkan lo baca tulisan ini sampai akhir paragraf, lo jadi tahu kok hehe. Jadi, di situ kan ada Venezuela sama Colombia tuh, nah mereka merupakan bagian dari Amerika Selatan. Sedangkan daratan ramping di atasnya itu masih termasuk Amerika Utara.

Daratan ramping yang berada di wilayah bagian bawah Amerika Utara itu sering disebut sebagai Central Amerika atau Amerika Tengah yang terdiri dari tujuh negara: Belize, Costa Rica, El Salvador, Guatemala, Honduras, Nicaragua, and Panama. Di sekitar sinilah wilayah asal usul pohon kakao. Dulu cokelat merupakan makanan atau minuman yang sangat eksklusif. Selain penduduk di daerah tersebut, tidak ada umat manusia lainnya yang bisa menikmati cokelat. Kira-kira siapa ya penduduk yang diberkahi dengan tumbuhan kakao? Mari kita sambut suku-suku asli Mesoamerika yang akan dibahas setelah ini.

Linimasa Mesoamerika
Linimasa Mesoamerika | Sumber: http://www.mesoweb.com/

Siapa ya yang pertama kali punya ide untuk mengolah biji kakao menjadi cokelat? Sayangnya, tidak ada peninggalan dan bukti kuat yang bisa menjawab pertanyaan itu. Namun berdasarkan bukti dan temuan arkeologis, suku Olmek (bahasa Inggris: Olmec) merupakan suku tertua yang mengonsumsi biji kakao yang diolah menjadi cokelat, baik sebagai minuman untuk upacara maupun obat pada tahun 1500 SM. Sebenarnya tidak ada bukti tertulis tentang hal ini, namun ada jejak theobromine di alat makan peninggalan suku Olmec. Theobromine sendiri merupakan senyawa kimia stimulan yang bisa ditemukan di dalam cokelat maupun teh. Tentu saja cokelat pada masa ini berbeda dengan gambaran cokelat di masa sekarang ya. Dulu cokelat dikonsumsi sebagai minuman pahit, bukan cokelat batangan manis yang membuat hari-hari lo lebih indah.

Selanjutnya, kita akan membahas suku Maya. Berbeda dengan pendahulunya yaitu suku Olmek, arkeolog dapat menemukan bukti tertulis mengenai konsumsi cokelat suku Maya. Berdasarkan peninggalan tersebut, cokelat ternyata merupakan sangat spesial bagi suku Maya. Bisa dibilang, suku ini benar-benar memuja cokelat. Mereka mengonsumsi cokelat sebagai minuman di perayaan. Selain itu, mereka juga mengonsumsi minuman cokelat ketika mereka makan. Cokelat ini bisa dicampur dengan cabai dan madu. Menariknya, cokelat tersedia untuk semua kalangan suku Maya. Jadi, cokelat tidak eksklusif untuk kelompok tertentu saja.

Selain suku Olmek dan suku Maya, ada suku lain yang juga sangat menghargai cokelat: suku Aztec. Suku ini percaya buah kakao adalah berkah dari para dewa. Seperti suku lainnya, mereka juga menikmati minuman kakao atau cokelat yang sudah diberi bumbu tertentu. Menariknya, mereka tidak hanya mengonsumsi cokelat sebagai bahan pangan, namun juga menggunakannya sebagai mata uang untuk membeli makanan dan barang lainnya. Bahkan menurut budaya suku Aztec, cokelat dianggap lebih berharga dibandingkan emas. Tidak mengagetkan kalau cokelat Aztec biasanya dinikmati oleh kelompok kelas atas. Namun, kelompok kelas bawah masih bisa menikmati cokelat di perayaan tertentu.

Nah, barusan kita sudah membahas konsumsi cokelat oleh suku-suku asli Mesoamerika secara singkat. Pertanyaan, bagaimana cokelat kemudian bisa dikenal dunia seperti sekarang? Untuk membahas itu, kita harus kembali ke tahun 1500an, ketika penjelajah Eropa mulai singgah di benua Amerika dan jatuh cinta kepada cokelat. Langsung saja kita lanjut ke kisah perkembangan cokelat setelah dikenal dunia.

Sejarah cokelat: perkembangan cokelat di dunia

Sejarah Cokelat di Eropa
Sejarah Cokelat di Eropa

Bagaimana cokelat kemudian bisa dikenal oleh dunia? Semuanya berawal ketika penjelajah Eropa membawa kakao dari Mesoamerika ke Eropa, atau lebih tepatnya Spanyol. Namun, ada sedikit kontroversi mengenai hal ini. Ada yang mengatakan bahwa Christopher Columbus yang pertama kali menemukan biji kakao dari sebuah kapal dagang ketika ia sedang dalam perjalanan ke Amerika. Ia kemudian membawa biji kakao tersebut ke Spanyol pada tahun 1502. Ada juga yang mengatakan bahwa Hernán Cortés yang pertama membawa cokelat ke Spanyol. Ia mengenal cokelat berkat suku Aztec dari Montezuma. Ia kemudian membawa biji kakao ke Spanyol. Ada juga cerita lain yang mengatakan bahwa ada delegasi bangsa Maya Guatemala yang mempersembahkan minuman cokelat kepada Raja Philip II dari Spanyol pada tahun 1544 sebagai hadiah. 

Ngomong-ngomong soal Hernán Cortés, sebenarnya ada kisah gelap antara Cortés dan suku Aztec. Perlu diketahui bahwa Cortés bukanlah penjelajah biasa, ia sebenarnya juga merupakan penjajah asal Spanyol. Pada tahun 1519, Cortés berhasil menjelajah dan mencapai Meksiko. Pada masa itu, suku Aztec sedang berkuasa sehingga ada banyak suku asli Mesoamerika lain yang harus tunduk kepada suku Aztec. Setelah berhasil mencapai Meksiko, Cortés ternyata ingin menjajah wilayah tersebut. Dengan kecerdikannya, ia bekerja sama dengan beberapa suku di Mesoamerika untuk melawan suku Aztec. Cortés dan sekutunya berhasil membunuh Montezuma yang saat itu merupakan raja suku Aztec. Namun Cortés kemudian harus menarik mundur pasukannya. Pada tahun 1521, Cortés kembali lagi ke kediaman suku Aztec dan mengalahkan mereka. Ini menjadi keruntuhan kerajaan Aztec, yang nantinya berimbas pada pembentukan koloni di Amerika serta perbudakan suku asli Mesoamerika yang bekerja di perkebunan cokelat. 

Tadi kita sudah membahas beberapa kisah bagaimana cokelat masuk ke Eropa ya. Terlepas dari manapun kisah yang tepat, ada satu hal yang pasti: bangsa Spanyol sangat mencintai cokelat. Namun, pada awalnya bangsa Spanyol tidak langsung menyukai rasa coklat lho. Bahkan, awalnya ada yang mendeskripsikan rasa cokelat sebagai “…seperti minuman untuk babi…”. Namun, setelah menambahkan madu dan gula pada minuman cokelat pahit, bangsa Spanyol langsung menyukai cokelat. Pada era itu hanya bangsawan Spanyol yang bisa menikmati cokelat. Pada akhir tahun 1585, Spanyol mulai mengimpor komoditi cokelat ke negara sekitarnya di Eropa. Kemudian negara-negara lain di Eropa mulai menjelajahi Mesoamerika juga dan membawa biji kakao ke negara mereka masing-masing. Cokelat pun menjadi sangat terkenal dan permintaannya begitu tinggi. Perkebunan cokelat menjadi banyak sehingga banyak budak dipekerjakan. 

Bagaimana dengan wilayah lain selain Eropa? Selain di Eropa, cokelat juga dinikmati oleh koloni yang tinggal di Amerika. Pada tahun 1641, cokelat sampai di Florida melalui kapal Spanyol. Pada tahun 1773, koloni di Amerika banyak mengimpor biji kakao dan semua orang dapat menikmati cokelat. Selain di Amerika, pedagang dan pelaut Eropa juga membawa biji kakao ke negara Asia dan Afrika. Contohnya, bangsa Portugis membawa dan menanam biji kakao di  San Thome sejak 1822. 

Dari perjalanan dan kisah yang sudah dibahas sebelumnya, kita dapat menyimpulkan bahwa sejak dulu cokelat dikonsumsi sebagai minuman pahit yang dicampur dengan pemanis dan rempah-rempah lainnya. Pertanyaannya, kok bisa ya sekarang cokelat justru identik berbentuk batang atau bubuk? 

Untuk menjawab pertanyaan itu, mari kita berkeliling ke masa lalu untuk mengetahui bagaimana cokelat berbentuk batang, permen, maupun bubuk. Pertama, mari kita singgah ke tahun 1828, seorang ahli kimia Belanda, Coenraad Johannes van Houten, berhasil membuat cokelat bubuk dengan memisahkan sekitar setengah lemak cokelat dari cairan cokelat. Cokelat bubuk ini kemudian dikenal dengan nama “Dutch cocoa“.

Bagaimana dengan cokelat batang? Dutch cocoa karya van Houten berperan besar di sini. Pada tahun 1847, Joseph Fry menemukan bahwa ia bisa membuat pasta cokelat yang bisa dicetak dengan mencampurkan kembali lemak cokelat dengan Dutch cocoa. Lalu tadaa… terjadilah kreasi cokelat batang modern pertama.

Sejarah cokelat: cokelat di Indonesia

Sejarah Cokelat Indonesia
Sejarah Cokelat Indonesia

Lalu bagaimana cokelat bisa sampai di Indonesia? Para pecinta cokelat di Indonesia harus bersyukur kepada para pelaut Spanyol yang membawa tanaman Kakao ke Indonesia pada tahun 1560. Supaya lebih mudah, mari kita jelajahi kisah sejarah cokelat di Indonesia secara singkat  di bawah ini.

Inilah awal kisah kakao dan cokelat di Indonesia. Pada tahun 1560, para pelaut Spanyol yang menjelajahi jalur Filipina dan tiba di Sulawesi Utara. Sebenarnya mereka berlayar untuk mencari rempah-rempah di Nusantara. Nah, kabar baiknya mereka membawa biji Kakao jenis Criollo dari Venezuela. Akhirnya, tanaman Kakao ditanam di Sulawesi Utara. Sayangnya, produksi kakao di situ kurang baik karena serangan hama dan penyakit namun rasanya enak. Lalu pada tahun 1806, tanaman Kakao Criollo akhirnya diperkenalkan ke Pulau Jawa. Kemudian pada tahun 1880, tanaman Kakao jenis Forastero mulai diperkenalkan di Indonesia. Jenis ini berasal dari Venezuela juga. Jenis Forastero mempunyai ketahanan terhadap hama yang lebih baik dibandingkan jenis Criollo. Namun, rasa dan aroma  kakao jenis Forastero kalah jika dibandingkan dengan jenis Criollo.

Selanjutnya pada tahun 1888, tanaman Kakao jenis Criollo Java mulai dikembangkan di Sulawesi dan kemudian diperkenalkan di Jawa. Jenis ini merupakan mengembangan dari Criollo biasa yang berasal dari Venezuela. Dr. C.J.J. Van Hall merupakan orang yang pertama kali mengadakan seleksi terhadap pohon induk di Djati Renggo dan Getas. Sampai saat ini, kedua nama kebun tersebut masih digunakan untuk menamakan beberapa klon coklat jenis Criollo, dengan kode DR dan G.

Buku Cocoa
Dok: Internet Archive

Pada tahun 1914, Dr. C.J.J. Van Hall menulis buku yang menceritakan tentang Kakao Indonesia pertama kali muncul. Dr. C.J.J. Van Hall, MacGillivray, dan Van Der Knaap adalah peneliti-peneliti yang giat melakukan seleksi guna mendapatkan bahan tanam unggul maupun klon induk pada awal pertanaman cokelat di Indonesia. Selanjutnya pada 1938, budidaya kakao di Indonesia mulai mengalami peningkatan yang pesat. Bahkan, pada periode ini tercatat ada 29 perkebunan kakao di Indonesia.

Selain cokelat jenis Criollo dan Forastero, mulai diperkenalkan cokelat lain jenis Bulk pada 1973. Cokelat jenis ini relatif tahan akan hama dan penyakit sehingga produksinya tinggi walau rasanya biasa saja. Kemudian pada 1976, berbagai badan di Indonesia mulai mengembangkan bahan tanam biji hibrida. Lalu pada 1980, terjadi peningkatan produksi biji Kakao di Indonesia. Sebelumnya produksi biji kakao indonesia hanya 2.000-3.000 ton pada tahun 1970-1977. Pada tahun 1980 angka produksi melonjak menjadi 7.000 ton. Pada periode tersebut, Indonesia sudah mulai menjadi negara penghasil Kakao nomor 3 terbesar di dunia.

Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Pemerintah mulai mengurangi ekspor bahan mentah berupa biji Kakao kering pada tahun 2011. Pemerintah berkeinginan agar biji kakao yang dihasilkan di Indonesia bisa mulai diproduksi di Indonesia dan menjadi produk jadi sebelum akhirnya di ekspor. Dengan kebijakan ini diharapkan Indonesia dapat menjadi salah satu eksportir cokelat dunia.

Nah, mungkin lo bertanya-tanya: terus kenapa judul artikel ini untung kita lahir sesudah tahun 1900an? Ya karena berdasarkan linimasa sejarah cokelat tadi, kita orang Indonesia baru bisa merasakan cokelat dengan bentuk yang sekarang di atas tahun 1900an ketika produksi cokelat mulai berkembang. Coba kalau kita lahir di zaman dulu banget, cokelat belum sampai di Indonesia. Seandainya kita lahir ketika awal cokelat sampai di Indonesia pun, cokelat hanya bisa dinikmati oleh para bangsawan. Apa kabar kalo gue lahir di jaman itu sebagai rakyat biasa kayak sekarang. Kan ‘mengesedih’ hahahahahaha.

Baca juga: Kok Bisa Adonan Kue Dipanggang Jadi Cokelat?

Penutup

Bagaimana sobat zenius, apakah lo ada pertanyaan seputar sejarah cokelat? Kalau lo punya pertanyaan maupun pernyataan, jangan ragu buat komen di kolom komentar, oke? Sampai sini dulu artikel kali ini dan sampai jumpa di artikel selanjutnya, ciao!

Camilan Keluarga. (n.d.). Sejarah Coklat Di Indonesia. Diakses pada 8 September 2021 dari anekacamilankeluarga.blogspot.com/2014/03/sejarah-coklat-di-indonesia.html

Cartwright, M. (2014). Chocolate in Mesoamerica. Diakses pada 8 September 2021 dari https://www.worldhistory.org/Chocolate_in_Mesoamerica/

Cartwright, M. (2018). Olmec Civilization. Diakses pada 8 September 2021 dari https://www.worldhistory.org/Olmec_Civilization/

ditpui. (2020). Sejarah Cokelat Dunia. Diakses pada 8 September 2021 dari https://ditpui.ugm.ac.id/sejarah-cokelat-dunia/

HISTORY. 2021 (update). History of Chocolate. Diakses pada 8 September 2021 dari https://www.history.com/topics/ancient-americas/history-of-chocolate

Rocklate. (n.d.). Sejarah Coklat Indonesia. Diakses pada 9 September 2021 dari https://coklatrocklate.com/sejarah-coklat-indonesia.php

Smithsonian. https://www.smithsonianmag.com/arts-culture/a-brief-history-of-chocolate-21860917/

Theobald, M.M. (2012). A Cup of Hot Chocolate, S’good for What Ails Ya. Diakses pada 9 September pada laman https://research.colonialwilliamsburg.org/foundation/journal/winter12/chocolate.cfm 

Wikipedia. 2021 (update). Mesoamerica. Diakses pada 8 September 2021 dari https://en.wikipedia.org/wiki/Mesoamerica

Bagikan artikel ini: