sejarah batik di indonesia

Bagaimana Asal Mula Sejarah Batik? Kain Warisan Budaya Indonesia

Siapa, nih, yang kemana-mana suka banget pakai pakaian batik? Atau malahan kalian punya hobby membatik di rumah? Jika mendengar kata batik, pastinya kalian sudah gak asing lagi, kan, dengan yang namanya kain batik? Nah, meskipun sudah akrab sejak nenek moyang, tapi pernahkah terlintas pertanyaan di benak kalian “bagaimana, sih, sejarah batik di Indonesia?

Batik sendiri di perkenalkan di dunia pertama kali oleh Presiden Soeharto, melalui konferensi PBB. Sejak saat itu, batik mulai dikenal dan dianggap memiliki nilai seni tinggi dan merupakan bagian dari budaya Indonesia. 

Bahkan, saat ini, tren batik sudah berkembang dengan pesat. Jika dahulu batik hanya digunakan oleh para orang tua saja, tetapi sekarang hampir semua kalangan menggunakan batik. Terlebih lagi, saat ini, batik tidak melulu digunakan pada acara-acara tertentu saja, melainkan digunakan sehari-hari.

Sebagai warisan budaya Indonesia, maka sebaiknya kita mengetahui asal mula sejarah batik itu sendiri. Agar kita semakin bangga dengan warisan budaya Indonesia. Untuk itu, yuk, kita bahas sama-sama bagaimana sejarah batik di Indonesia!

Pengertian Batik

sejarah batik di indonesia
Batik parang klithik asal Solo (Sumber: commons.wikimedia.org)

Eittss, sebelum membahas sejarah batik di Indonesia, bagaimana kalau kita membahas pengertian dari batik terlebih dahulu? 

Batik merupakan kerajinan dari kain yang dilukis menggunakan cairan malam sehingga menghasilkan beragam motif yang bernilai tinggi. Nah, pola-pola yang dilukis pun memiliki keunikannya sendiri sesuai dengan daerah asalnya. 

Lantas, dari mana kata batik itu berasal? Batik sendiri berasal dari kata “amba” yang memiliki arti menulis dan “nitik” atau titik yang dapat diartikan membuat titik atau gambar. 

Awal Mula Batik Masuk ke Indonesia

sejarah batik di indonesia
Pelajar STOVIA menggunakan batik sebagai seragam sekolah (Sumber: kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Bicara mengenai sejarah batik di Indonesia, kehadiran batik sebenarnya tidaklah begitu jelas. G.P Rouffaer berpendapat bahwa batik berasal dari India atau Sri Lanka pada abad ke-6 atau ke-7. 

Sementara itu, J.L.A. Brandes seorang arkeolog asal Belanda mengatakan batik tidak berasal dari India melainkan dari Indonesia. Ditambah lagi, F.A Sutjipto seorang arkeolog Indonesia berpendapat jika batik merupakan tradisi asli dari daerah Toraja, Flores, Halmahera, dan Papua. Jadi sebenarnya batik berasal dari mana, sih? Oke, mari kita bahas satu persatu, ya!

Sebenarnya, jika diperhatikan motif batik tidak hanya ada pada kain, loh! Melainkan, motif batik ditemukan juga pada relief-relief Candi Prambanan dan Candi Borobudur. Dengan begitu, dapat dikatakan jika batik sebenarnya sudah ada di Indonesia sejak dulu dan tidak berasal dari India. Meski begitu, awal mula keberadaan batik di Indonesia masihlah menjadi tanda tanya.

Baca Juga: Hari Toilet Sedunia, Sejarah Toilet dan Perannya dalam Perkembangan Peradaban!

Sejarah Perkembangan Batik di Indonesia

Oke, sekarang, mari kita bahas mengenai perkembangan batik di Indonesia. Berkembangnya batik di Indonesia sebenarnya dapat dikelompokan berdasarkan periodenya, yakni zaman Majapahit dan zaman penyebaran islam di Indonesia. Loh, kok begitu? 

Nah, biar lebih jelas, yuk, kita lanjut ke pembahasan di bawah ini!

1. Zaman Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit merupakan salah satu kerajaan besar yang hampir menguasai seluruh nusantara dalam sejarah Indonesia. Jadi, tak heran apabila perkembangan batik berkaitan erat dengan kerajaan ini. 

Nah, batik pada zaman Kerajaan Majapahit ini dapat ditelusuri di daerah Mojokerto serta Tulungagung. Mojokerto merupakan pusat dari Kerajaan Majapahit dan juga tempat di mana batik dikenal. Nama Mojokerto sendiri memiliki kaitan dengan Majapahit, loh! 

Sementara itu, Tulungagung merupakan sebuah kota di Jawa Timur yang juga memiliki kaitan dengan berkembangnya batik di Indonesia. 

Saat itu, Tulungagung atau disebut juga sebagai Bonorowo dipimpin oleh Adipati Kalang yang tidak mau tunduk terhadap Majapahit. Akibatnya, Majapahit mengambil tindakan yang menyebabkan Adipati Kalang tewas dalam pertempuran di daerah Kalangbret. 

Setelah Adipati Kalang dikalahkan, maka Tulungagung sepenuhnya dikuasai oleh Majapahit. Para ahli batik yang tinggal di Tulungagung pun membawa budaya batik ke Kerajaan Majapahit. 

Dalam perkembangannya, batik Mojokerto dan Tulungagung ini banyak dipengaruhi oleh batik Yogyakarta. Itulah alasan mengapa batik Mojokerto dan Tulungagung memiliki warna dasar putih dengan corak coklat muda dan biru tua yang mirip dengan batik Yogyakarta. 

2. Zaman Penyebaran Islam 

Bicara mengenai perkembangan batik pada zaman penyebaran islam, maka berkaitan erat dengan daerah Ponorogo di Jawa Timur. Awalnya, agama islam diperkenalkan ke Ponorogo oleh Raden Katong. Ia adalah adik dari Raden Patah sehingga dapat dikatakan merupakan keturunan dari kerajaan Majapahit.

Sementara itu, di Ponorogo, terdapat sebuah pesantren yang dipimpin oleh Kyai Hasan Basri. Pesantren tersebut tidak hanya mengajarkan agama islam saja, melainkan juga ilmu ketatanegaraan, ilmu perang, hingga kesusastraan. 

Kyai Hasan Basri merupakan menantu dari raja Keraton Solo. Istrinya yang merupakan putri dari kraton Solo pun mulai memperkenalkan batik di Ponorogo. Itulah mengapa, batik mulai menyebar keluar kraton dan tiba di Ponorogo. 

Oh iya, kalian tahu gak, kalau zaman dahulu batik hanya dikerjakan di dalam keraton saja? Bahkan, kain batik yang dihasilkan pun hanya digunakan untuk pakaian raja, keluarganya, dan pengikutnya saja, loh! Namun, karena banyak anggota kerajaan yang tinggal di luar keraton, maka batik pun mulai meluas.

Saat itu, obat-obatan yang digunakan dalam pembatikan berasal dari dalam negeri yakni terbuat dari kayu-kayuan, seperti mengkudu, kayu tinggi, dan pohon tom. 

Di awal abad ke-19 batik mulai populer dan meluas hingga menjadi milik rakyat Indonesia, terutama suku Jawa. Pada saat itu, batik yang dihasilkan merupakan jenis batik tulis sampai dengan awal abad ke-20. 

sejarah batik di indonesia
Perempuan pembuat batik tulis di Yogyakarta, sekitar 1930. (Sumber: id.wikipedia.org)

Untuk membuat kain batik, waktu yang dibutuhkan sangat lama, yakni dua hingga tiga bulan lamanya. Karena proses membatik memakan waktu yang lama, maka sekitar tahun 1920 yakni setelah perang dunia ke-1 berakhir, batik cap mulai diperkenalkan. Ide menggunakan batik cap berasal dari Kwee Seng yakni seorang keturunan Tionghoa yang berasal dari Banyumas. 

Sejarah Lahirnya Hari Batik Nasional

sertifikat sejarah batik di indonesia
Sertifikat Batik (Sumber: kwriu.kemdikbud.go.id)

Sebagai bangsa Indonesia, tentu kita sangat bangga memiliki batik sebagai warisan budaya. Bahkan, seringkali kita meributkan tentang hak milik batik dengan negara tetangga.  Padahal, kalian tak perlu repot-repot meributkan hal tersebut, loh! 

Ini dikarenakan, UNESCO telah memberikan pengakuan internasional terhadap batik sejak 2 Oktober 2009 sebagai Budaya Tak Benda Warisan Manusia. Sejak saat itu, maka tanggal 2 Oktober ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional. 

Bahkan, disebutkan bahwa di tahun 2015, batik telah menjadi mata pencaharian utama bagi 47.775 UKM di Indonesia dan 199.744 orang yang berprofesi sebagai penjahit, desainer, dan pengrajin. 

Dengan begitu, sebagai bangsa Indonesia diharapkan kita selalu melestarikan warisan budaya Indonesia ini. Terlebih lagi, sejumlah instansi, kini, mewajibkan menggunakan batik di acara-acara tertentu, loh! Keren banget, yaa!

Bagaimana Cara Melestarikan Batik?

Sebagai pelajar, kira-kira apa, ya, yang bisa kita lakukan untuk melestarikan batik? Well, cara melestarikan batik yang bisa kita lakukan adalah dengan menunjukan rasa bangga dan cinta terhadap batik. Misalnya dengan membeli kain batik, dengan begitu kalian ikut membantu meningkatkan kesejahteraan para pengrajin batik. 

Selain itu, rajin memakai batik di dalam kehidupan sehari-hari juga merupakan upaya melestarikan batik. Oh iya, memahami sejarah batik juga termasuk upaya melestarikan batik, loh!

Baca Juga: Berkenalan dengan Fakultas Ilmu Budaya (FIB)

Nah, segitu dulu, ya, pembahasan kita kali ini. Setelah mengetahui sejarah batik di Indonesia, pastinya kalian jadi semakin bangga dong jadi bangsa Indonesia? 

Oh iya, kalau mau tahu lebih banyak lagi mengenai sejarah yang ada di Indonesia, kalian bisa cari tahu di aplikasi Zenius. Engga cuma sejarah, kalian juga bisa belajar hal lainnya, loh, seperti bahasa indonesia, matematika, dll.

Oh iya, untuk artikel selanjutnya, kira-kira kalian mau request apa, nih? Coba komen di bawah ini, ya! 

Referensi:

Jabarprov. 2021. Sejarah Batik Indonesia. Diakses melalui website https://jabarprov.go.id/index.php/pages/id/300

Kartini Parmono. 2013. Nilai Kearifan Lokal Dalam Batik Tradisional Kawung. Dalam Jurnal Filsafat Vol. 23, Nomor 2. 

Amanah Agustin. 2014. Sejarah Batik dan Motif Batik di Indonesia. Dalam jurnal Seminar Nasional Riset Inovatif II 

Iwarebatik. 2021. The Journey of Wax Resist Dyeing Technique. Diakses melalui website https://www.iwarebatik.org/the-history-of-batik/

Factsofindonesia. 2021. The History of Batik Indonesia. Diakses melalui website https://factsofindonesia.com/history-of-batik-indonesia

Amanah Agustin. 2014. Sejarah Batik dan Motif Batik di Indonesia. Dalam jurnal Seminar Nasional Riset Inovatif II 

Bagikan artikel ini: