satwa harapan hari cinta puspa dan satwa nasional zenius

Mengenal Satwa Harapan di Indonesia, Gimana Cara Melestarikannya?

Untuk meramaikan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional yang diperingati setiap tanggal 5 November, artikel ini akan membahas tentang satwa harapan dan juga cara melestarikannya. Penasaran? Simak selengkapnya di sini, yuk!

Halo, sobat Zenius! Apakah lo suka minum madu? Kalau gue suka banget sama madu, bisa dicampur air hangat, dioleskan ke roti, diminum langsung juga oke, atau gue jadikan perawatan wajah. Yap, cairan kental manis yang dihasilkan oleh lebah ini memiliki banyak sekali manfaat bagi tubuh manusia, antara lain anti inflamasi, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan kolesterol HDL (baik).

Mengenal Satwa Harapan di Indonesia, Gimana Cara Melestarikannya? 17
dok. tenor.com

Dilihat dari manfaat dan rasanya yang enak membuat banyak orang memutuskan untuk mengonsumsinya secara rutin, sehingga permintaan akan madu kian bertambah. Terlebih selama masa pandemi COVID-19, di mana banyak orang percaya bahwa madu bisa meningkatkan imunitasnya. Hal itu dapat dijadikan peluang oleh para peternak lebah. Eh, kok lebah diternakkan sih? Jangan heran, lebah termasuk dalam satwa harapan yang cocok untuk dibudidayakan. Contoh hewan lainnya adalah cacing, jangkrik, rusa, ulat sutra, ulat hongkong, dan semut rangrang.

Dari contoh-contoh hewan di atas, kira-kira lo bisa ambil kesimpulan gak pengertian dari satwa harapan itu apa?

Satwa harapan adalah…

View Results

Loading ... Loading ...

Sebelum masuk ke pengertian satwa harapan, di kalimat pertama artikel ini gue juga menyinggung tentang Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, iya kan? Nah, kita bahas dulu sedikit tentang peringatan ini ya.

Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional

Lo tau gak kalau setiap tanggal 5 November kita memperingati hari apa? Yap, Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN). Peringatan HCPSN ini sesuai dengan Keppres No. 4 Tahun 1993 yang ditandatangani oleh Presiden Soeharto. Jadi, peringatan HCPSN ini sudah berlangsung sejak 1993 hingga saat ini.

Pada hari ini, kita diingatkan lagi untuk selalu peduli, melindungi, melestarikan, dan memanfaatkan puspa dan satwa Indonesia secara berkelanjutan. Supaya masyarakat terdorong untuk semakin sadar dan cinta terhadap flora dan fauna demi menjaga keanekaragaman hayati di Indonesia, termasuk satwa harapan.

Apa Itu Satwa Harapan?

Apa yang terlintas dalam benak lo ketika mendengar atau membaca istilah “satwa harapan”? Mungkin ada pertanyaan dalam benak lo, “Kenapa sih kok nama jenis satwanya harapan, memangnya ada apa?”, lo akan berasumsi bahwa hewan yang masuk dalam jenis ini ya yang diharapkan oleh manusia, entah itu diharapkan hasilnya atau diharapkan keberadaannya supaya gak punah, iya gak?

Nah, ternyata pengertian dari satwa harapan adalah semua hewan atau aneka ternak yang bisa menghasilkan bahan baku, jasa, dan bermanfaat dari segi ekonomis maupun non-ekonomis. Intinya, jenis hewan yang sudah berhasil didomestikasi dan dikembangbiakkan, serta berpotensi sebagai usaha, itu bisa masuk dalam golongan satwa ini. Gak salah juga sih kalau lo berasumsi dari namanya “harapan” berarti diharapkan keberadaannya untuk menghasilkan manfaat.

Mengenal Satwa Harapan di Indonesia, Gimana Cara Melestarikannya? 18
dok. tenor.com

Nah, tadi ada kata domestikasi, kira-kira lo tau gak domestikasi itu apa sih? Domestikasi merupakan suatu proses adaptasi dari tanaman atau hewan liar untuk kepentingan manusia. Sejarahnya, sekitar 10.000 tahun yang lalu, orang-orang Mesopotamia mulai menjinakkan hewan untuk diambil manfaatnya, seperti daging, susu, dan kulit. Untuk apa sih? Tentu saja untuk pangan dan pakaian/perlindungan diri.

Mengacu pada sejarah, hewan yang pertama kali didomestikasi kemungkinan adalah kambing, diikuti oleh domba dan ayam. Kemudian, orang-orang mulai berani mendomestikasi hewan-hewan yang lebih besar seperti sapi dan kuda. Nah, karena domestikasi itulah akhirnya kita mendapatkan hewan yang sifatnya lebih tenang dan perkembangbiakkannya baik. Dulu, sebelum didomestikasi, hewan liar sulit dikendalikan dan perkembangbiakkannya juga buruk. Misalnya ayam liar dulu bertelur dalam setahun hanya beberapa butir aja. Sekarang, ayam kampung bisa bertelur mencapai 200 butir per tahun.

Bisa dinilai kan dari situ kalau mendomestikasi hewan bisa menghasilkan manfaat bagi kehidupan manusia. Selain itu, manusia gak perlu mengembara dan berburu lagi seperti dulu demi mendapatkan pangan.

Balik lagi ke satwa harapan, sebagai informasi tambahan, lo akan mengenal lebih dalam tentang satwa-satwa ini ketika lo mengambil kuliah di Fakultas Peternakan. Ada mata kuliah yang membahas khusus tentang satwa-satwa tersebut. Berhubung dulu gue kuliah di Fapet Universitas Padjadjaran, mata kuliah ini termasuk pilihan, jadi buat lo yang mau fokus ke satwa ini ya ambil matkul pilihan ini, jadi memang gak diwajibkan.

Baca Juga: Kuliah di Jurusan Peternakan.

Jenis Satwa Harapan

Selama ini kan kita lebih kenal dengan jenis ternak konvensional, seperti ayam, kambing, sapi, kerbau untuk menghasilkan pangan (susu, daging, telur). Padahal, di luar sana banyak satwa liar yang ternyata bisa bermanfaat juga bagi kepentingan hidup manusia. Nah, satwa liar yang sudah didomestikasi itulah kemudian disebut dengan satwa harapan. Jelas ya sampai sini?

Berikut adalah beberapa jenis satwa harapan di Indonesia.

Jangkrik

Berdasarkan klasifikasinya, jangkrik termasuk dalam kelas Insekta atau serangga dari genus Gryllus. Di Indonesia sendiri ada lebih dari seratus jenis jangkrik yang tersebar di daerah asalnya. Ada yang hidup liar dan dibudidayakan. Nah, tiga spesies yang umum dibudidayakan di Indonesia adalah Gryllus mitratus (Jangkrik Cliring), Gryllus testaceus (Jangkrik Cendawang), dan Gryllus bimaculatus (Jangkrik Kalung).

Jangkrik adalah satwa harapan di Indonesia
Gryllus bimaculatus (dok. Wikimedia Commons)

Tujuannya membudidayakan jangkrik apa sih? Sebagian besar masyarakat Indonesia memanfaatkan jangkrik sebagai pakan burung atau ikan. Sedangkan di USA dan Kanada, jangkrik digunakan sebagai hewan laboratorium (karena siklus hidupnya yang pendek), pakan satwa peliharaan, dan umpan memancing ikan. Bahkan, ada yang lebih menarik lagi yaitu memanfaatkan jangkrik sebagai bahan pangan. Ya kalau dilihat dari aspek nutrisi sih memang jangkrik berpotensi sebagai sumber protein hewani alternatif, jadi cocok banget untuk dijadikan usaha pembuatan pakan.

Ulat Sutra

Ulat sutra termasuk jenis satwa harapan di Indonesia
Kepompong ulat sutra (dok. pixabay.com/LoggaWiggler)

Lo di rumah punya baju yang terbuat dari kain sutra gak? Atau pernah mendengar tentang kain sutra yang termasuk dalam kain berkualitas tinggi, karena teksturnya yang lembut, mulus, tapi gak licin? Nah, kain sutra diperoleh dari filamen kepompong ulat sutra murbei. Karena kualitas kain yang dihasilkan dari ulat sutra tersebut sangat baik dan bernilai ekonomis tinggi, maka banyak orang yang membudidayakan ulat sutra. Bahkan, budidaya ulat sutra sudah berlangsung sejak ribuan tahun sebelum Masehi oleh masyarakat Tiongkok.

Lebah Madu

Lo jangan salah membedakan antara lebah dan tawon ya, meskipun masih banyak orang yang menganggap keduanya sama, tapi kenyataannya mereka berasal dari spesies yang berbeda. Kalau lo masih bingung perbedaannya, lo bisa cek di artikel gue sebelumnya: Kenapa Sarang Lebah Berbentuk Heksagonal?.

bentuk sarang lebah, lebah termasuk satwa harapan
Lebah dalam sarangnya yang berbentuk heksagonal (dok. pexels.com/Ion Ceban)

Di Indonesia, beberapa spesies lebah madu yang dibudidayakan adalah Apis cerana, Apis dorsata, Apis trigona, dan Apis mellifera. Tujuan budidaya lebah madu tentu saja untuk produksi madunya, iya kan? Tapi, selain itu ada juga lho produk selain madu yang bermanfaat dan bernilai ekonomis juga, yaitu royal jelly, propolis, apitoxin, lilin lebah/beeswax, dan bee pollen.

Itulah beberapa jenis satwa harapan di Indonesia, masih banyak jenis lainnya seperti cacing tanah yang digunakan untuk menyuburkan tanah, bahan baku obat, dan pakan ternak. Kemudian, rusa yang digunakan sebagai penghasil daging, tanduk sebagai hiasan, dan kulit untuk bahan kerajinan. Intinya, selama hewan tersebut bisa dibudidayakan/dipelihara dan mampu menghasilkan manfaat bagi kehidupan manusia, maka hewan tersebut bisa dikategorikan sebagai satwa harapan.

Cara Melestarikan Satwa Harapan

Secara garis besar, cara pelestariannya gak jauh beda dengan hewan konvensional. Lo harus mempersiapkan hal-hal di bawah ini:

  • Penguasaan ilmu dan teknologi terkait dengan satwa yang akan dipelihara, termasuk lingkungan/habitatnya, pakan, kebiasaan, dll.
  • Orang/tenaga terampil yang memeliharanya.
  • Sosial dan budaya masyarakat untuk mendukung pemasaran produk.
  • Jangan lupa untuk tetap memperhatikan populasi satwa di alam.

Jika lo ingin melestarikan satwa tanpa memeliharanya, lo bisa kok ikut membantu melestarikan dengan cara sebagai berikut:

  • Memberikan pemahaman/edukasi kepada masyarakat tentang satwa dan produknya (supaya semakin banyak orang yang sadar dan mau ikut melestarikannya).
  • Tidak melakukan perburuan liar.
  • Melakukan reboisasi.
  • Menjaga lingkungan.
  • Tidak membuang sampah/limbah sembarangan, khususnya di habitat satwa.
  • Memberikan dukungan kepada pihak-pihak konservasi satwa, dan gerakan peduli satwa atau sejenisnya.

Intinya, jangan sampai kita berniat melestarikan, tetapi ilmu, teknologi, tenaga, dan hal-hal teknis lainnya justru kurang memadai, sehingga bisa menyebabkan berkurangnya populasi satwa tersebut di alam. Perlu juga untuk lo catat, bahwa melestarikan itu gak harus lo terjun langsung dalam budidaya, saat lo memutuskan untuk ikut menjaga dan mendukung konservasi satwa, lo juga udah ikut dalam pelestarian satwa harapan. Oke, segitu dulu uraian dari gue mengenai satwa harapan. Semoga dengan uraian ini lo menjadi lebih sadar akan keberadaan satwa-satwa di Indonesia. Oh iya, lo juga bisa sharing di kolom komentar kalau punya pendapat lain atau lagi memelihara salah satu satwa di rumah lo!

Referensi

Gunnars, Kris. 2018. 10 Surprising Health Benefits of Honey. Diakses melalui website https://www.healthline.com/nutrition/10-benefits-of-honey#TOC_TITLE_HDR_6 pada 2 November 2021.

Rutledge, Kim, dkk. 2011. Domestication. Diakses melalui website https://www.nationalgeographic.org/encyclopedia/domestication/ pada 3 November 2021.

Widyaningrum, P. 2008. Satwa Harapan Tropis: Jangkrik, Ulat Sutra, Lebah Madu. Semarang: Semarang University Press. Diakses secara online melalui https://repository.usm.ac.id/files/bookusm/P002/20171109035842-Satwa-Harapan-Tropis-Jangkrik-Ulat-Sutera-Lebah-Madu.pdf pada 4 November 2021.

Lestari, Siti Ninda. 2020. Sejarah Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 5 November. Diakses melalui website https://tirto.id/sejarah-hari-cinta-puspa-dan-satwa-nasional-5-november-f6AM pada 5 November 2021.

Baca Juga Artikel Lainnya

Hari Dokter Nasional: Sejarah Profesi Dokter di Indonesia

Hari Olahraga Nasional, Tengok Fakta Menariknya, Yuk!

Hari Anak Nasional Diperingati Saat Pandemi, Apa Pentingnya?

Bagikan artikel ini: