Hari Olahraga Nasional, Tengok Fakta Menariknya, Yuk!

hari olahraga nasional 2021

Kalian tau gak kalau 9 September merupakan salah satu hari nasional di Indonesia? Yups, tepat hari ini, merupakan hari yang dikenal sebagai Hari Olahraga Nasional.

Sebelumnya, gue mau ngucapin dulu nih, “Selamat Hari Olahraga Nasional yang ke-38”! Yap, hari ini, tepatnya pada tanggal 9 September 2021, kita merayakan Haornas dengan tema “Desain Besar Olahraga Nasional Menuju Indonesia Maju” atau bisa disingkat DBON.

Ngomong-ngomong tentang olahraga, sebenarnya lo suka gak sih berolahraga?

Olahraga apa sih yang lo suka?

View Results

Loading ... Loading ...

Kalau gue pribadi lebih suka renang dan bulu tangkis. Kenapa renang? Karena menurut gue, renang itu olahraga yang seru, bisa main air dan gak merasa capek banget, tapi setelah itu tubuh terasa lebih enteng dan gak pegal-pegal. Terus kenapa suka bulu tangkis? Pada dasarnya gue memang suka olahraga yang gak terlalu bikin capek, gue enjoy melakukan itu dan paling penting tubuh gue ada pergerakan yang lumayan signifikan. Haha.

Tapi, pernah gak sih lo kepikiran, sejak kapan olahraga ada di Indonesia? Apakah dulu namanya olahraga? Lalu, jenis olahraga apa yang pertama kali muncul? Oke kita bahas semuanya di sini ya.

Sejarah Olahraga di Indonesia

Secara definisi, olahraga merupakan suatu aktivitas untuk melatih tubuh seseorang, bahkan juga melatih mental ーcatur juga kan termasuk olahraga. Jadi, bisa dikatakan bahwa olahraga sebagai aktivitas jasmani dan rohani.

Zaman Pra Sejarah

Di zaman pra sejarah, gak ada istilah olahraga seperti zaman modern saat ini. Jadi, segala aktivitas yang melibatkan fisik pada masa itu dianggap olahraga oleh suku asli Indonesia. Misalnya, ritual, tarian perang, dayung, bela diri, dan lari. Sebagai gambaran, coba lo perhatikan tradisi “fahombo” atau Lompat Batu dari Nias. Ini merupakan salah satu ritual pendewasaan di Indonesia yang mirip dengan olahraga lompat gawang dan lompat jauh.1

Keren! Budaya Indonesia memang sangat unik dari berbagai bidang, termasuk bidang olaharga.

Nah, kalau kita tengok sekilas tentang sejarah olahraga di dunia, pada lukisan atau gambar di zaman batu ditemukan beberapa aktivitas seperti memanah dan renang. Dari situ kita bisa lihat kalau ternyata renang dan memanah udah ada sejak zaman pra sejarah. Intinya, pada zaman pra sejarah, olahraga digunakan untuk bertahan hidup.

Zaman Kerajaan

Kita sedikit review pelajaran sejarah, di mana Indonesia pernah berada dalam sebuah sistem kerajaan. Saat itu, olahraga udah dikenal di Indonesia. Hanya saja bentuk dan tujuannya gak seperti saat ini. Orang-orang pada masa itu menggunakan alat-alat sederhana dan lebih menggunakan ketangkasan. Secara logika kan dulu zaman kerajaan ya, jadi mereka perlu melatih fisik atau bela diri untuk bekal perang, berburu, dan sekadar upacara/ritual tertentu.

Kalau kita tengok sejarah, mayoritas budaya yang dianut oleh kerajaan zaman dulu adalah Hindu-Buddha. Ada lho beberapa jenis olahraga yang sudah ada dari sejak zaman dulu yang masih dilakukan sampai sekarang, misalnya panahan. Ngomong-ngomong tentang panahan, pada abad ke-9 atau sekitar tahun 800-an M, panahan dianggap sebagai olahraganya kaum bangsawan pada budaya Jawa. Lo bisa lihat bukti udah adanya panahan pada masa itu di ukiran candi-candi di Jawa, contohnya candi Prambanan dalam cerita Ramayana.

sejarah olahraga di Indonesia
dok. piqsels

Selain dari kebudayaan Hindu, perkembangan olahraga di Indonesia juga berkembang pada masa kejayaan Islam. Masih ingat gak kalau Islam masuk ke Indonesia bersamaan dengan datangnya pedagang dari Gujarat? Nah, masuknya kebudayaan Islam berpengaruh terhadap perkembangan olahraga kita juga. Seperti menunggang kuda, perang, pencak silat, dan kekebalan tubuh. Bahkan, pada masa ini juga muncul olahraga tradisional seperti Sodoran, Debus, dan tari Seudati.

Zaman Penjajahan

Memasuki masa penjajahan, kita bisa bilang kalau perkembangan olahraga di Indonesia mulai mengarah kepada jenis modern seperti saat ini ya sejak masa penjajahan. Dulu, Belanda masuk ke Indonesia dengan tujuan berdagang. Masuknya budaya bangsa lain, sedikit demi sedikit mulai mempengaruhi perkembangan masyarakat Indonesia, terlebih ketika Belanda mulai menduduki pemerintahan kita.

Salah satu bidang yang berkembang pada masa itu adalah olahraga. Disebutkan bahwa pada abad ke-19 atau sekitar tahun 1800-an, olahraga yang berkembang di Indonesia menggunakan sistem Jerman milik Johann Christoph Friedrich GutsMuths (1759-1839), yaitu bentuk latihan jasmani, seperti atletik, senam, dan baseball atau bola kasti.2

Selain Belanda, Jepang juga memberikan warna baru bagi perkembangan olahraga di Indonesia. Tujuan pendidikan jasmani sistem Jepang adalah untuk membentuk manusia yang setia kepada Jepang dan memiliki kemampuan berperang yang baik. Bentuk latihan yang diajarkan Jepang, antara lain Kyoreng (latihan berbaris), Kendo (bela diri), Taiso (senam), lari, dan keterampilan menggunakan bayonet (belati).3

Kedatangan para penjajah ini memang tujuannya gak mulia banget ya, mereka berniat menguasai. Tapi, kalau kita review lagi, ternyata mereka juga gak sedikit memberikan perkembangan bagi masyarakat Indonesia. Dari para penjajah inilah kita mengenal tentang pendidikan jasmani dan olahraga kreasi, pun membuat fisik masyarakat Indonesia pada masa itu menjadi lebih kuat dan tangkas.

Oh iya, zaman penjajahan ini juga menghasilkan tahun-tahun penting berdirinya organisasi olahraga di Indonesia, lho. Kita break down ya.

  • Tahun 1930, PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) didirikan, lebih tepatnya pada 19 April di Yogyakarta dengan ketua umumnya adalah Ir. Soeratin Sosrosoegondo.4
  • Tahun 1935, PELTI (Persatuan Lawn Tennis Indonesia) dilahirkan, tepatnya pada 26 Desember di Semarang dengan ketua pertama adalah Dr. Buntaran Martoatmojo.5
  • Tahun 1938, ISI (Ikatan Sport Indonesia) di Jakarta dengan ketuanya adalah Soetardjo Hadikusumo.
  • Tahun 1940, PBKSI (Persatuan Bola Keranjang Seluruh Indonesia) di Jakarta dengan ketuanya adalah Mr. Roesli.6

Zaman Kemerdekaan Indonesia

Setelah Indonesia merdeka, perkembangan olahraga di Indonesia semakin meningkat. Bahkan, pada tahun 1945-1950 dibentuk Kementerian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan. Tugas utama dari kementerian ini adalah untuk menyelenggarakan pelatihan fisik bagi kaum muda dan mengusahakan rehabilitasi fisik, pun mental. Udah paham lah ya pada masa itu masih aroma-aroma penjajahan, sehingga diperlukan rehabilitas fisik dan mental. Meskipun, pendidikan saat itu masih sangat sederhana dan masih berbasis pengabdian.

Pada tahun 1946, ada pertemuan dari Gerakan Olahraga di Surakarta/Solo, yang kemudian dianggap sebagai kongres olahraga I. Hasil kongres tersebut adalah untuk membentuk PORI (Persatuan Olahraga Republik Indonesia) dan KORI (Komite Olimpiade Republik Indonesia). KORI ini kemudian berubah menjadi KOI (Komite Olimpiade Indonesia) yang diketuai oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX.6

Nah, pada tahun 1951-1962 udah mulai terlihat perkembangannya dari segi teknis maupun organisasinya. Hingga pada tahun 1962, dibangunlah Stadion Gelora Bung Karno dan beberapa kompleks olahraga di sekitarnya untuk mempersiapkan Asian Games yang ke-4 di Jakarta.

Sejarah Ditetapkannya Hari Olahraga Nasional pada 9 September

Lalu, kenapa kok tanggal 9 September dijadikan sebagai Hari Olahraga Nasional? Perasaan dari tadi baca tulisan gak ada yang tanggal 9 September.

Oke, kita coba flashback ke tahun 1948. Pada saat itu Indonesia menyelenggarakan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang ke-1, tepatnya pada 9-12 September 1948 di Solo, Jawa Tengah. Nah, tanggal 9 September merupakan pembukaan PON I tersebut, sehingga ditetapkan juga setiap tanggal 9 September sebagai Hari Olahraga Nasional.

hari olahraga nasional pertama kali

Pada masa itu, para pemuda Indonesia berjuang untuk mengadakan PON I. Hal itu karena pada Olimpiade XIV/1948 di London, atlet Indonesia gak bisa mengikuti kompetisi ーkemerdekaan dan kedaulatan Indonesia belum diakui dunia, selain itu paspor Indonesia juga gak diakui oleh Pemerintahan Inggris, mereka hanya boleh menggunakan paspor Belanda. Oh tidak semudah itu Ferguso. Masyarakat Indonesia gak mau pakai paspor Belanda, mereka tetap ingin mengatasnamakan Indonesia.7

Karena dari pihak atlet menolah, maka PORI memutuskan untuk mengadakan kompetisi di dalam negeri saja, yang diberi nama Pekan Olahraga Nasional. Sebanyak 600 atlet Indonesia mengikuti kompetisi pada PON I. “Hei kalian yang menolak kami kala itu, lihaaaat lihaaat sini, kita juga bisa mengadakan acara begituan” -boleh gak sih sombong sedikit?.

Sejak saat itulah, Hari Olahraga Nasional selalu dilaksanakan setiap tahunnya. Eh, tapi gak berlaku pada tahun 1965 ya. Haornas pada tahun itu gak dilaksanakan, karena bersamaan dengan peristiwa G30S. Jadi, kalau kita hitung dari tahun 1948 sampai 2021, udah berapa kali Haornas dilaksanakan? (ayo cepet-cepetan jawab di kolom komentar! –lah jadi kayak guru aja gue).

Pandemi dan Dunia Olahraga di Indonesia

Masih ingatkah kalian kapan tepatnya Covid-19 masuk ke Indonesia? Di Hari Olahraga Nasional kali ini, mari kita sejenak merefleksikan diri tentang dampak pandemi terhadap dunia olahraga kita. Pemerintah Indonesia secara resmi mengumumkan bahwa pada tanggal 2 Maret 2020, telah ditemukan 2 kasus positif Covid-19 yang pertama. Sejak saat itulah pemerintah mulai memberlakukan protokol kesehatan yang ketat, seperti pembatasan sosial berskala besar (PSBB), aturan menjaga jarak, menggunakan masker, dan berbagai jenis protokol kesehatan lainnya untuk menekan angka kenaikan positif Covid-19 di Indonesia.

Berbagai sektor kehidupan ikut terdampak, termasuk sektor olahraga. Olimpiade Tokyo 2020 yang semula dijadwalkan pada 24 Juli-9 Agustus 2020 pun ditunda, hingga akhirnya dapat terlaksana pada tanggal 23 Juli-8 Agustus 2021. Sama halnya dengan penyelenggaraan Piala Eropa (UEFA Cup) 2020 yang dijadwalkan pada tanggal 12 Juni-12 Juli 2020 pun harus ditunda, dan baru terlaksana pada 11 Juni-11 Juli 2021.

Kita kembali ke dalam negeri. Ada penyelenggaraan PON XX Papua 2020 yang direncanakan terlaksana pada bulan Oktober 2020, namun harus ditunda dan akan segera dilaksanakan pada 2-15 Oktober 2021. Begitu juga dengan Liga Sepak Bola Indonesia yang semua dijadwalkan pada 14 Maret 2020 menjadi terlaksana pada 27 Agustus 2021.8

Dengan ditundanya berbagai perhelatan olahraga berskala besar tersebut, para atlet terpaksa mengatur jadwal lagi untuk program latihan agar kebugaran tubuh tetap terjaga. Bukan hanya atlet profesional, pihak lain yang berkiprah di dunia olahraga juga ikut menerima imbasnya, seperti penyelenggara acara, media, infrastruktur, pariwisata, ekonomi, transportasi, dan masih banyak lagi.9

Pandemi juga berdampak pada bidang sosio-kultural kita. Hal positif yang bisa kita ambil dari adanya pandemi ini adalah masyarakat Indonesia menjadi terdorong untuk memiliki budaya hidup sehat. Meskipun di rumah, banyak masyarakat yang semakin sadar pentingnya menjaga kebugaran tubuh, misalnya dengan melakukan olahraga secara mandiri di rumah saja, bersepeda, dan jogging. Jadi, dari situ kita bisa memandang pandemi bagi dunia olahraga di Indonesia menjadi dua sisi, yaitu baik dan buruk. Di Hari Olahraga Nasional tahun ini, lo punya pendapat lain gak tentang dampak pandemi bagi dunia olahraga di Indonesia? Yuk sampaikan opini lo di kolom komentar! 🙂

*****

Segitu dulu deh ya penjelasan dari gue seputar sejarah olahraga di Indonesia dan Hari Olahraga Nasional. Setelah tau kalau bidang olahraga itu udah ada dari zaman pra sejarah dan banyak sekali perjuangan masyarakat Indonesia pada masa kemerdekaan, kira-kira lo makin semangat berolahraga gak nih?

Referensi:

1https://id.wikipedia.org/wiki/Olahraga_di_Indonesia

2https://en.wikipedia.org/wiki/Johann_Christoph_Friedrich_GutsMuths

3https://sejarahlengkap.com/olahraga/sejarah-olahraga-di-indonesia

4https://id.wikipedia.org/wiki/Persatuan_Sepak_Bola_Seluruh_Indonesia

5https://web.archive.org/web/20150402093011/http://www.pelti.or.id/id/about_us

6Agus, Rumpis & Faidillah. Sejarah Olahraga. diakses pada 8 September 2021 di http://staffnew.uny.ac.id/upload/132313281/pendidikan/SEJARAH+OLAHRAGA.(Materi+Ngajarku)+PAY+pptx.pdf

7https://tirto.id/hari-olahraga-nasional-2021-sejarah-tema-

8Gunawan, Achmad. 2020. 5 Dimensi Dampak Kebijakan Covid-19 Terhadap Sistem Keolahragaan Nasional Vol.12 No.1 Hal.22-42. Jejaring Administrasi Publik.

9https://uns.ac.id/id/uns-opinion/dampak-pandemi-covid-19-terhadap-event-olahraga-dan-sosial-ekonomi-masyarakat.html

Baca Juga Artikel Sejarah Lainnya

Sejarah Singkat Hari Lahir Pancasila

Sejarah Hardiknas: Kenapa Diperingati Setiap 2 Mei?

10 Film Biografi Sejarah yang Keren Banget

Book Club: Sejarah & Manfaat

Bagikan Artikel Ini!