Mengenal Reaksi Stoikiometri, Pereaksi Pembatas dan Contoh Soalnya – Materi Kimia Kelas 10

Mengenal Reaksi Stoikiometri, Pereaksi Pembatas dan Contoh Soalnya

Hai, Sobat Zenius! Pasti di kelas 10 elo udah sering kan, mendengar tentang reaksi stoikiometri. Tapi, elo tahu nggak sih fungsi stoikiometri di dalam kehidupan sehari-hari? 

Sebenarnya, kita sering melihat produk-produk yang dihasilkan dari proses stoikiometri. Misalnya saja, sabun yang elo gunakan saat mandi. Pembuatan sabun membutuhkan ilmu stoikiometri agar sabun yang dihasilkan pun menjadi sempurna. Selain itu, proses pembuatan pupuk juga melalui proses stoikiometri juga, lho!

Oleh karena itu guys, ilmu stoikiometri ini sangat diperlukan. Soalnya, stoikiometri ini mempelajari hubungan kuantitas zat dalam suatu reaksi kimia. 

Secara umum, reaksi kimia itu terbagi menjadi dua yakni reaksi stoikiometri dan reaksi non stoikiometri. Yuk, simak penjelasannya!

1. Reaksi Stoikiometri

Reaksi stoikiometri merupakan suatu reaksi yang semua reaktannya habis bereaksi. Misalnya ada reaktan A dan reaktan B dengan jumlah masing-masing 5 mol. Nah, di akhir reaksinya itu akan sama-sama habis. 

Perbandingannya yakni sebagai berikut: 

Mengenal Reaksi Stoikiometri, Pereaksi Pembatas dan Contoh Soalnya - Materi Kimia Kelas 10 17

Berikut ini adalah contoh reaksi stoikiometri nih, guys.

Contoh reaksi stoikiometri
Contoh reaksi stoikiometri (Arsip Zenius)

Dari contoh reaksi stoikiometri di atas terlihat kalau pereaksi A dan pereaksi B habis. Maka, terbentuklah 0,9 mol C. 

Baca Juga: Sifat Periodik Unsur

2. Reaksi Non Stoikiometri

Reaksi non stoikiometri merupakan suatu reaksi yang salah satu reaktannya tidak habis bereaksi dan reaktan lainnya habis bereaksi. Misalnya nih, ada reaktan A dan reaktan B dengan jumlah masing-masing 5 mol. Kemudian, reaktan A bereaksi 5 mol sehingga sisanya 0. Sementara itu, reaktan B hanya bereaksi 3 mol saja sehingga sisa 2 mol. 

Nah, pereaksi yang habis disebut pereaksi pembatas (limiting reagent) nih, guys. Pereaksi pembatas merupakan pereaksi yang pertama kali habis apabila zat-zat yang direaksikan tidak ekivalen dan jumlah molnya lebih kecil dari reaktan lainnya. 

Sementara itu, pereaksi sisa merupakan pereaksi yang jumlahnya lebih besar daripada yang diperlukan untuk bereaksi dengan sejumlah tertentu pereaksi pembatas. 

Perbandingannya yakni sebagai berikut: 

Mengenal Reaksi Stoikiometri, Pereaksi Pembatas dan Contoh Soalnya - Materi Kimia Kelas 10 18

Sekarang, coba deh elo lihat contoh reaksi non stoikiometri di bawah ini!

Contoh reaksi non stoikiometri
Contoh reaksi non stoikiometri (Arsip Zenius)

Dari contoh reaksi non stoikiometri di atas, kita bisa tahu kalau terdapat 0,2 mol A yang tersisa dan 1,2 mol C yang terbentuk.

Baca Juga: Pencampuran Larutan dan Pengenceran

Contoh Soal Stoikiometri dan Pembahasan

Ilustrasi stoikiometri
Ilustrasi. (Dok. Freepik)
  1. Apa yang dimaksud dengan reaksi pembatas …. 

A. Zat pereaksi yang habis lebih dahulu dalam suatu reaksi kimia

B. Reaksi yang semua reaktannya habis bereaksi

C. Reaksi yang salah satu reaktannya tidak habis bereaksi

D. Zat padat yang mengikat molekul air sebagai bagian dari struktur kristalnya

E. Tidak ada yang benar

Jawaban dan Pembahasan:

Reaksi pembatas merupakan zat yang habis pertama kali dalam suatu reaksi kimia. Maka jawaban yang tepat adalah A. 

  1. Apa itu stoikiometri …. 

A. Zat pereaksi yang habis lebih dahulu dalam suatu reaksi kimia

B. Reaksi yang semua reaktannya habis bereaksi

C. Reaksi yang salah satu reaktannya tidak habis bereaksi

D. Zat padat yang mengikat molekul air sebagai bagian dari struktur kristalnya

E. Tidak ada yang benar

Jawaban dan Pembahasan:

Stoikiometri merupakan suatu reaksi yang semua reaktannya habis bereaksi. Maka jawaban yang tepat adalah B. 

  1. Berdasarkan reaksi:  2A + B → C

Apabila mula-mula mol A dan mol B adalah 1 mol, maka setelah reaksi berlangsung, adakah zat yang tersisa? Jika ada, zat apa dan berapa sisanya?

A. Tidak ada yang tersisa

B. Ada, 0,5 mol Zat A tersisa

C. Ada, 0,5 mol Zat B tersisa

D. Ada, 1, mol Zat A tersisa

E. Ada, 1 mol Zat C tersisa

Jawaban dan Pembahasan:

Perbandingan koefisien = perbandingan mol yang bereaksi

– Jika zat yang habis adalah zat B, maka 1 mol zat B bereaksi dan 2 mol zat A bereaksi. Sedangkan zat A hanya punya 1 mol.

– Jika zat yang habis adalah zat A, maka 1 mol zat A bereaksi dan 0,5 mol zat B bereaksi. Sehingga mula-mula zat B memiliki 1 mol, dipakai bereaksi 0,5 mol, tersisa 0,5 mol.

Maka, jawaban yang tepat adalah C. 

Baca Juga: Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

Selesai juga nih pembahasan tentang reaksi stoikiometri dan non stoikiometri. Kalau elo mau penjelasan materi ini lebih lanjut, bisa tonton videonya melalui aplikasi Zenius, ya. Yuk, download aplikasinya dengan klik banner di bawah ini!

Pelajari materi Kimia di video materi belajar Zenius
Bagikan Artikel Ini!