7 Tahap Evaluasi Hasil Belajar Peserta Didik – Zenius untuk Guru

evaluasi hasil belajar

Bapak dan Ibu Guru, selesai melakukan ulangan harian atau ujian, pastinya tidak ketinggalan untuk melakukan penilaian dan evaluasi hasil belajar peserta didik, ya? 

Sebagai guru, kita pastinya ingin siswa menyelesaikan ujian dengan baik dan mendapatkan nilai yang sempurna. Dari hasil itu, kita bisa tahu nih, sejauh mana siswa memahami pelajaran yang sudah diberikan. 

Karena itu, melihat hasil belajar siswa sangatlah penting untuk mengambil keputusan dan merancang metode pembelajaran ke depannya.

Nah, kalau di artikel sebelumnya kita sudah pernah membahas tentang proses penilaian, sekarang kita akan fokus pada evaluasi belajar dan pembelajaran peserta didik itu sendiri.

Tentunya, ada serangkaian tahapan yang harus dilakukan untuk sampai pada proses evaluasi. Yuk, langsung saja kita bahas bersama apa yang dimaksud dengan evaluasi.

Apa Itu Evaluasi Hasil Belajar Peserta Didik?

Evaluasi dalam Modul Penilaian Hasil Belajar (2016) adalah suatu proses penyediaan informasi yang digunakan untuk menentukan atau mempertimbangkan sampai mana tujuan atau program berhasil dicapai.

Dalam pendidikan, evaluasi bisa menentukan sejauh mana tujuan pembelajaran dapat dicapai. Informasi yang tersedia dari proses evaluasi bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan, apakah metode belajar yang sebelumnya digunakan bisa diterapkan kembali, apakah cara penyampaian materi sudah sesuai dengan keinginan dan gaya belajar siswa, dan sebagainya.

tujuan evaluasi
Tujuan evaluasi secara keseluruhan. (Arsip Zenius)

Lebih jelasnya, berikut adalah beberapa tujuan evaluasi hasil belajar peserta didik, diantaranya:

  • Sebagai bahan laporan untuk peserta didik dan orang tua, apakah peserta didik sudah menguasai materi yang diberikan guru, serta mengetahui materi mana yang belum dikuasai dan membutuhkan pendalaman.
  • Sebagai bahan laporan untuk guru dan sekolah agar mengetahui bagaimana proses pembelajaran yang berlangsung selama ini dan menjadi pertimbangan untuk perencanaan pembelajaran selanjutnya.
  • Sebagai bahan laporan untuk masyarakat terkait upaya kegiatan yang telah dilakukan guru dan sekolah dalam meningkatkan pembelajaran, sehingga ke depannya masyarakat sekitar bisa berpartisipasi untuk memajukan sekolah bersama-sama.

Baca Juga: Merancang Diferensiasi Pembelajaran dengan LMS

Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi Hasil Belajar Peserta Didik

Nah, sebelum evaluasi hasil belajar peserta didik, kita perlu melakukan pengukuran dan penilaian untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dalam evaluasi. Jadi, pengukuran, penilaian, dan evaluasi hasil belajar peserta didik ini sifatnya hirarki.

Pengukuran bertujuan untuk mengukur pengamatan berdasarkan aturan atau kriteria tertentu.

Sementara, penilaian dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan yang dimiliki peserta didik, melihat apakah metode mengajar yang digunakan sudah sesuai, serta mengetahui keberhasilan siswa dalam mencapai kompetensi yang sudah ditetapkan.

bentuk penilaian
Bentuk penilaian hasil belajar. (Arsip Zenius)

Ada banyak jenis instrumen penilaian yang bisa Bapak dan Ibu Guru gunakan untuk mengevaluasi hasil belajar siswa. Contohnya dalam bentuk soal pilihan ganda, menjodohkan, isian singkat, atau uraian panjang.

Saat pandemi, pemerintah juga mengeluarkan instrumen evaluasi Belajar Dari Rumah (BDR) khusus sebagai bentuk fleksibilitas dalam menentukan rancangan sistem penilaian ketika lingkungan pembelajaran berubah.

Dengan serangkain penilaian yang dilakukan, akan berbeda lagi kalau hasil belajar siswa didapatkan dari menyontek ya Bapak dan Ibu Guru. Karena bukan kerja keras siswa sendiri, kita tidak bisa tahu sebenarnya seberapa jauh siswa memahami pengetahuan yang diberikan.

Bahkan di film Bad Genius (2017), kegiatan menyontek dilakukan secara berkelompok, direncanakan secara matang, dan menjadi sebuah bisnis bagi dua orang siswa pintar yang dalam film diceritakan membutuhkan biaya tambahan untuk kehidupan sehari-hari.

Itulah kenapa penting bagi Bapak dan Ibu Guru untuk memahami kondisi siswa dan lingkungan mereka agar tidak ada siswa yang berlaku curang dalam pembelajaran.

Kembali lagi ke topik bahasan, setelah memiliki informasi tentang pengukuran dan penilaian, barulah kita melakukan evaluasi hasil belajar peserta didik.

Baca Juga: Proses Penilaian dari Hasil Belajar Siswa

Proses Evaluasi Pembelajaran Peserta Didik

Brinkerhoff dalam Evaluasi Hasil Belajar (2019) menjelaskan, untuk melakukan evaluasi, ada tujuh langkah penting yang harus dilakukan, yaitu:

  1. Penentuan fokus
    Di tahap awal, kita harus menentukan fokus apa yang ingin dievaluasi, meliputi penggunaan metode, hasil yang ingin dicapai, penggunaan kriteria untuk menilai, serta bagaimana kontribusinya terhadap pengambilan keputusan.
  1. Penyusunan desain evaluasi
    Setelah mengetahui fokus evaluasi, mulailah untuk melakukan perencanaan dalam melaksanakan evaluasi. Jika sebelum kita sudah mengetahui metode apa yang ingin digunakan, di tahap ini susunlah rancangan evaluasi berdasarkan metode yang dipilih.
  1. Pengumpulan informasi
    Informasi didapatkan dari pengukuran dan penilaian hasil belajar siswa sebelumnya.
  1. Analisis dan interpretasi
    Dari data yang terkumpul, lakukan analisis dan interpretasi.
  1. Pembuatan laporan
  2. Pengelolaan evaluasi
  3. Evaluasi untuk evaluasi
    Setelah berhasil menyusun evaluasi, lakukan evaluasi dari laporan evaluasi yang sudah dilakukan secara keseluruhan.

Dari tahap-tahap di atas, kita harus menguasai prinsip dan teknik pengukuran, metode penilaian hasil belajar, serta mengevaluasi informasi yang terkumpul secara obyektif untuk selanjutnya mengambil keputusan.

Supaya semakin paham dengan langkah-langkah di atas, coba simak contoh evaluasi hasil belajar peserta didik di bawah ini.

Baca Juga: Learning Loss, Kemunduran dalam Proses Belajar Siswa

Contoh Evaluasi Hasil Belajar

Evaluasi hasil belajar peserta didik yang dilakukan oleh guru mencakup beberapa hal, seperti penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Teknik pengumpulan informasi dan evaluasi penilaiannya pun dilakukan dengan cara yang berbeda-beda.

Di bawah ini adalah contoh evaluasi hasil belajar peserta didik dari pengamatan perkembangan kognitif mereka, yang diambil dari Modul Penilaian Hasil Belajar (2016).

contoh evaluasi pembelajaran
Tabel contoh evaluasi hasil belajar peserta didik. (Arsip Zenius, dok. Modul Penilaian Hasil Belajar, 2016)
  • Skor merupakan hasil kegiatan pengukuran.
  • Kategori berkembangnya kognitif siswa merupakan hasil kegiatan penilaian.
  • Klasifikasi keputusan yang ditetapkan merupakan hasil kegiatan evaluasi.

Jadi, bagaimana Bapak dan Ibu Guru? Semoga semakin jelas ya dengan contoh evaluasi hasil belajar peserta didik yang diberikan.

Dalam melakukan proses penilaian, Bapak dan Ibu Guru juga bisa memanfaatkan fitur penilaian di LMS (Learning Management System) Zenius untuk Guru, lho. 

LMS ZenRu

Sekian dulu ya pembahasan kita kali ini tentang evaluasi hasil belajar peserta didik. Kalau ada pertanyaan atau saran topik, Bapak dan Ibu Guru bisa tuliskan di kolom komentar. Sampai bertemu di artikel-artikel ZenRu selanjutnya!

Referensi

Modul Penilaian Hasil Belajar – Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Kemendikbud (2016)

Evaluasi Hasil Belajar – Zulkifli Matondang, Ely Djulia, Sriadhi Sriadhi, Janner Simarmata (2019)

Penilaian Pendidikan Sistem Penilaian Hasil Belajar dan Kemampuan Guru Melaksanakan Penilaian Berdasarkan Kurikulum 2013 – Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud (2017)

Kualitas Penilaian Hasil Belajar Semakin Meningkat, Kedaulatan Guru Diperkuat – Blog Kemdikbud (2018)

Baca Juga Artikel Lainnya

4 Tahap Penerapan Pembelajaran STEAM

Pembelajaran Berdiferensiasi, Bagaimana Penerapannya?

Guru Pembelajar, Program Peningkatan Kompetensi Mengajar

Bagikan Artikel Ini!