Pemberdayaan Komunitas Berbasis Kearifan Lokal – Materi Sosiologi Kelas 12

Pemberdayaan Komunitas Berbasis Kearifan Lokal

Halo, Sobat Zenius! Di materi sebelumnya, kita sudah membahas tentang tujuan dan strategi pemberdayaan komunitas. Nah, nggak jauh-jauh dengan materi sebelumnya, kali ini gue mau mengajak elo untuk mengenal konsep kearifan lokal dalam pemberdayaan komunitas di masyarakat. 

Seperti yang kita ketahui, perkembangan zaman yang semakin modern dapat memengaruhi kehidupan masyarakat. Entah itu positif maupun negatif. Contohnya saja handphone, alih-alih membuat hubungan semakin dekat, terkadang handphone malah membuat renggangnya hubungan sosial. 

Selain itu, dalam proses menuju modernisasi terkadang dapat menyebabkan hilangnya tradisi. Padahal, tradisi ini mempunyai banyak sisi positif seperti mendorong manusia berhubungan baik dengan alam, contohnya kearifan lokal. 

Maksudnya gimana? Yuk, kita simak pembahasannya!

Kearifan Lokal 

Apa itu kearifan lokal? Kearifan lokal merupakan gabungan pengetahuan dan tradisi, serta potensi khas daerah tertentu yang diteruskan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Contohnya gimana? Nah, contohnya itu seperti hutan Larangan Adat Rumbio yang berada di Riau dan hukum adat Awig-Awig di Bali. 

Hutan Larangan Adat Rumbio merupakan hutan adat yang menjadi sebuah kawasan hutan lindung dan dijaga oleh masyarakat setempat. Ini berarti kearifan lokal dapat mendorong manusia untuk tetap memiliki hubungan baik dengan alam. 

Pemberdayaan Komunitas Berbasis Kearifan Lokal
Ilustrasi hutan (Dok. Pixabay)

Contoh kearifan lokal lainnya yakni hukum adat Awig-Awig di Bali. Awig-awig merupakan hukum adat yang mengatur masyarakat di Bali untuk hidup rukun dan saling menghargai. So, dapat dikatakan hukum adat awig-awig dapat mendorong hubungan baik antar manusia.

Baca Juga: Jenis Penyimpangan Sosial, Individual, dan Kolektif – Materi Sosiologi Kelas 10

Pemberdayaan Komunitas Berbasis Kearifan Lokal

Setelah mengetahui apa itu kearifan lokal, kira-kira menurut elo apa sih hubungan kearifan lokal dengan pemberdayaan komunitas? 

Yap, kearifan lokal bisa menjadi dasar, acuan, atau bahkan modal dalam melakukan pemberdayaan komunitas. Maksudnya gimana? Nah, coba gue kasih contoh, ya. 

Sebelumnya, elo pernah dengar nggak tentang OVOP? 

Jadi, OVOP (One Village One Product) merupakan sebuah program asal Jepang nih, guys! OVOP merupakan sebuah konsep di mana suatu daerah memiliki satu produk unik yang berasal dari daerah itu sendiri. Konsep yang dirintis oleh Prof. Morihiko Hiramatsu pun mulai berkembang dan diikuti oleh negara-negara ASEAN seperti Malaysia, Indonesia, Kamboja, dan lainnya. 

Nah, OVOP ini sebenarnya sudah banyak diterapkan di Indonesia nih, guys! Salah satu contohnya yakni berada di Bangka Belitung. Seperti yang kita tahu, di kepulauan ini marak terjadi kegiatan penambangan timah yang berujung merusak alam sehingga berdampak pada masyarakat yang tinggal di sana. 

Untuk menangani hal tersebut, maka munculah program OVOP nih, guys. Jadi, setiap desa yang berada di Bangka Belitung ini mulai dilihat potensinya dan dicari kearifan lokal apa yang ada di sana. Akhirnya, ditemukanlah orang-orang yang mempunyai keterampilan menenun kain. Tak hanya itu saja nih guys, di sana juga terdapat orang-orang yang mahir membuat resep minuman, yang bahan bakunya berasal dari buah-buahan di desanya. 

Kepulauan Bangka Belitung kearifan lokal
Kepulauan Bangka Belitung (Dok. Wikimedia Commons)

So, itu dia contoh pemberdayaan komunitas berbasis kearifan lokal. Seperti yang dicontohkan di atas, komunitas yang tadinya ada masalah, kini bisa berdaya lagi karena adanya kearifan lokal. Dengan begitu dapat disimpulkan kalau kearifan lokal dapat mendorong suatu komunitas untuk semakin berdaya. 

Baca Juga: Upaya Mengatasi Ketimpangan Sosial – Materi Sosiologi Kelas 12

Contoh Soal Pengertian Kearifan Lokal 

Pengertian Kearifan Lokal
Hutan Bambu (Dok. Pixabay)
  1. Potensi daerah pada kawasan hutan bambu dapat dimanfaatkan sebagai peluang menambah pendapatan masyarakat melalui usaha kreatif dan inovatif. Bentuk pengelolaan tersebut mencakup, kecuali ….

A. Menciptakan peluang industri kreatif dengan membuat kerajinan menggunakan bahan asli lokal sebagai produk unggulan.

B. Menciptakan produk kuliner khas daerah dengan menggunakan bahan bambu lokal.

C. Mengelola kawasan hutan bambu menjadi icon dan tempat wisata daerah.

D. Mengubah kawasan hutan bambu menjadi komplek prumahan baru.

E. Membuka layanan edukatif yang memberikan ilmu pengetahuan mengenai bambu dan budidayanya.

Jawaban dan Pembahasan:

Tujuan pemanfaatan kearifan lokal adalah lebih memberi manfaat ke komunitas lokal itu sendiri. Penebangan hutan bambu untuk membangun perumahan kurang tepat karena memangkas potensi kearifan lokal di daerah itu dan tujuannya pun belum jelas apakah akan memberikan manfaat ke komunitas lokal. Maka jawaban yang tepat adalah D. 

Baca Juga: Tujuan Pemberdayaan Komunitas – Materi Sosiologi Kelas 12

Bagaimana, guys? Elo masih bingung nggak dengan konsep kearifan lokal dalam pemberdayaan komunitas di masyarakat? Kalau misalnya masih bingung, elo bisa tonton video materi ini di aplikasi Zenius. Caranya gampang banget! Elo cuma perlu download aplikasi Zenius dengan cara klik banner di bawah ini!

Belajar sosiologi di video materi Zenius
Bagikan Artikel Ini!